BAB III KONDISI PETANI KOPI MEKSIKO DAN KRISIS
D. Dampak Krisis Perdagangan Kopi bagi Petani Meksiko
Meksiko adalah negara yang kaya akan sejarah dan kebudayaan. Di tahun 2000, pemerintahan yang demokratis telah terbentuk, setelah sebelumnya 70 tahun diperintah dengan sistem satu partai. Sekarang negara ini menghadapi tantangan rekonstruksi institusi-institusi mereka yang sebelumnya sangat korup dan dikontrol oleh negara.
Pertumbuhan Meksiko saat ini cukup signifikan, walau distribusi kesejahteraan tetap sangat tidak merata. Empat puluh persen dari populasinya hidup di dalam kemiskinan, dan migrasi ke AS adalah fenomena yang konstan terjadi. Selama beberapa dekade yang lalu, negara ini telah muncul sebagai salah satu negara eksportir produk berteknologi tinggi yang pertumbuhannya paling cepat di dunia. Namun demikian, masih ada 280.000 petani kopi berskala kecil di Meksiko, kebanyakan dari mereka adalah penduduk Indian pribumi, dan kebanyakan tinggal di daerah “sabuk miskin” selatan: Chiapas, Oaxaca, Veracruz, Puebla, dan Guerrero. Konsentrasi kemiskinan di wilayah produksi kopi tersebut mencerminkan betapa buruknya dampak struktur perdagangan kopi global bagi
petani. Dengan konsentrasi orang pribumi terbesar di wilayah-wilayah tersebut, tidak heran banyak gerakan-gerakan pemberontakan muncul dari situ.
Masalah-masalah yang dihadapi Meksiko antara lain masalah ekonomi dan sosial termasuk penghasilan riil yang rendah, pengangguran di dalam sebagian besar segmen masyarakat tertentu, distribusi kesejahteraan yang tidak adil, dan masalah pembangunan populasi Amerika-Indian di wilayah selatan-tenggara yang miskin. Masalah lainnya antara lain penyebaranm erosi tanah, pertanian ladang berpindah yang merusak lahan agrikultur, dan polusi air dan udara serius di berbagai bagian negara. Terdapatnya gunung berapi dan gempa di wilayah tengah dan selatan, angina puyuh di pesisir Pasifik dan Karibia, juga merupakan sumber masalah negara ini.37
Gerakan pemberontakan Zapatista muncul di Chiapas tahun 1994, menarik perhatian dunia internasional pada keadaan populasi penduduk asli Meksiko. Walaupun perubahan sudah terjadi dalam pemerintahan di tingkat federal dan negara bagian, konflik yang berkepanjangan tersebut belum selesai.
Chiapas adalah salah satu dari negara bagian produsen kopi yang paling marjinal di Meksiko. Dengan konsentrasi penduduk yang tinggi, tingkat malnutrisi yang tinggi, infrastruktur kesehatan terendah, level penghasilan dan pendidikan terendah, maka tedak heran pemberontakan dapat tumbuh dengan subur. Bagi penduduk pribumi di Chiapas, kehidupan sehari-harinya berada dalam perjuangan melawan diskriminasi, pelanggaran hak asasi, dan kekerasan militer.
37
Oxfam International. Rigged Rules and Double Standars: Trade, Globalisation, and
1. Produksi Kopi di Meksiko
Kopi bukanlah tanaman yang asing di Meksiko. Sejak datang di tepi pantai Meksiko tahun 1796, kopi telah berubah menjadi aspek penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan cultural. Meksiko adalah negara produsen kopi keempat terbesar di dunia. Peta berikut ini menunjukkan wilayah produksi kopi Meksiko yang terletak di bagian selatan. Di bagian inilah sebagian besar penduduk pribumi Indian tinggal.
Gambar 5: Peta Produksi Kopi di Meksiko
Sumber: Victor Perez-Grovas. Edith Cervantes dan John Burstein. Case Study of the Coffee Sector
Rata-rata produksi kopi Meksiko lima tahun ke belakang adalah 4,6 juta kuintal.38 Jenis kopi yang di produksi adalah 97 persen arabika dan 3 persen robusta. Hampir 92 persen produsen kopi Meksiko adalah petani berskala kecil dengan lahan yang berukuran 5 hektar atau kurang.39 Berikut adalah volume dan nilai ekspor kopi Meksiko dari tahun 1997 sampai 2001.
Table 1: Volume dan Nilai Ekspor Meksiko
(Volume dalam kantong 60 kg dan Nilai dalam ribu dollar AS)
1997 1998 1999 2000 2001 Volume 4.502.424 3.399.026 4.357.625 5.303.704 3.408.334
Nilai 934.090 640.569 580.583 646.649 295.899
Sumber: Data ICO dalam http://www.ico.org/ed/mis02.htm diakses tanggal 2 Maret 2005
Krisis harga kopi internasional yang terjadi saat ini telah memukul keras wilayah pedesaan Meksiko di mana masyarakat paling miskin tinggal. Sebagian besar wilayah penghasil kopi adalah dataran tinggi dan pegunungan, dengan infrastruktur komunikasi yang buruk. Delapan puluh empat persen dari komunitas yang menempatkan produksi kopi sebagai aktivitas utama mempunyai indikasi-indikasi kemiskinan tinggi atau sangat tinggi. Indikator kemiskinan di sini antara lain kesehatan, tempat tinggal, dan pendidikan. Berikut adalah tabel yang menjelaskan tentang tingkat kemiskinan di daerah yang menghasilkan kopi.
38
Satu kuintal di Meksiko sama dengan 60 kilogram biji kopi hijau.
39
Tabel 2: Tingkat Kemiskinan di Daerah Penghasil Kopi di Meksiko Negara
Bagian
Sangat Tinggi
Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total Colima 3 2 5 Chiapas 29 40 5 2 76 Guerrero 5 2 3 2 12 Hidalgo 12 11 23 Jalisco 3 1 5 9 Nayarit 1 7 1 9 Oaxaca 58 59 3 1 121 Puebla 24 23 1 48 Queretaro 1 1
San Luis Potosi 2 7 9
Tabasco 1 1 2
Veracruz 20 36 14 9 1 80
Total 150 183 28 30 4 395
% 38,0 46,3 7,1 7,6 1,0 100,0
Sumber: Victor Perez-Grovas, Edith Cervantes, dan John Burstein. Case Study of the Coffee Sector
in Mexico. 2001. hlm. 7.
Dapat dilihat di tabel di atas tingkat kemiskinan sangat tinggi terkonsentrasi di wilayah dengan penduduk terbesar penghasil kopi, yaitu Oaxaca, Chiapas, Puebla, dan Veracruz. Total persentase tingkat kemiskinan sangat tinggi 38% dan tingkat kemiskinan tinggi 46%. Angka ini membuktikan bahwa wilayah penghasil kopi di Meksiko adalah wilayah dengan konsentrasi kemiskinan yang tinggi.
Berbeda dengan di negara lain, di Meksiko kebanyakan petani kopi adalah pemilik lahan kecil dan 65% darinya adalah orang pribumi (Indian).40 Petani Indian telah mengembangkan produksi kopi sebagai bagian dari sistem agrikultural yang sangat rumit. Semak-semak kopi secara unik sangat cocok ditanam di bukit curam, karena akar-akarnya yang dalam membantu untuk mengikat tanah. Semak itu di tanam bersama tanaman lain seperti
40
http://www.americaspolicy.org/citizen-action/voices/2004/0402coffee.html di akses tanggal 22 April 2005.
kacangan, yang mengikat nitrogen di tanah yang berfungsi sebagai penyubur, dan juga jagung. Bersama bersama dengan buah guanabana, kacang macademia dan lemon, kopi menyediakan penghasilan untuk membeli makanan, perlengkapan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga.
Sepanjang Chiapas, Oaxaca dan area produksi kopi lainnya, kemerosotan harga dunia merubah kehidupan seluruh komunitas. Keluarga-keluarga dilaporkan bahwa mereka tidak dapat membayar biaya kesehatan dan pendidikan, atau membayar perbaikan mendasar bagi rumah mereka. Laki-laki dipaksa untuk bermigrasi, menempatkan beban tambahan pada perempuan dan anak-anak untuk mencari penghasilan. Pemasukan rumah tangga jatuh, dengan konsekuensi potensial hal-hal yang terjadi pada tingkat kemiskinan tinggi dan tekanan sosial. Produksi kopi terus berlanjut, dengan perdagangannya di atas nilai pekerja perempuan yang rendah.
Dalam kasus Meksiko, penurunan harga kopi dunia mempunyai implikasi penting terhadap kemiskinan dan ketidakadilan. Hal tersebut telah mengurangi pemasukan rumah tangga di berbagai negara bagian yang kemiskinannya paling luas, memperlebar jurang antara kemiskinan dan kekayaan, di antara negara bagian di utara dengan pertumbuhan tinggi dengan negara bagian ‘sabuk miskin’ di selatan, di antara orang-orang Indian dan non-Indian, dan diantara populasi pedesaan dan perkotaan.
2. Kejatuhan Sektor Kopi Meksiko
Pada tahun 1960-an sampai 1980-an petani Meksiko mendapatkan keuntungan yang lumayan dari produksi kopi. Petani dapat menyekolahkan anaknya, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membeli rumah yang layak dari
keuntungan menjual biji kopi. Namun apa yang menyebabkan keadaan menjadi berbalik? Awal dari penyebab krisis yang berkepanjangan di Meksiko adalah ditariknya dukungan pemerintah Meksiko di tahun 1989 pada INMECAFE (Institut Kopi Meksiko), di saat krisis kopi mulai terjadi. Selama bertahun-tahun sebelumnya, INMECAFE telah mempromosikan produksi kopi, pelatihan-pelatihan keterampilan, dan komersialisasi kopi. Dengan ditariknya dukungan pemerintah, perlahan-lahan INMECAFE terurai hingga bubar seluruhnya tahun 1992. Sampai pada tahun 1990, kopi masih merupakan sumber devisa ketiga terbesar bagi Meksiko. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya, kopi menghasilkan devisa sebesar 800 juta dollar setiap tahunnya.41
Jaman keemasan bagi kopi Meksiko ini didukung oleh perjanjian dagang antara negara produsen dan konsumen yang diatur oleh Intrnational Coffee Organisation (ICO). Pada masa sistem kuota (1962-1989) ini, INMECAFE merupakan salah satu pembeli (dari petani dan organisasi petani) dan eksportir terbesar di Meksiko. Namun seperti telah dijelaskan sebelumnya di bab tiga, perjanjian ICO ini berakhir tahun 1989 dikarenakan keluarnya Amerika Serikat dari organisasi ini. Dengan stok kopi di pasar dunia yang membanjir karena tidak di atur, harga kopi turun lebih dari setengahnya, hingga ke titik 50 sen/pon tahun 1992, dan tidak pernah kembali ke level sebelumnya. Pemerintah Meksiko yang konsisten dengan kebijakan ekonomi neo-liberalnya, dituntut untuk mengurangi intervensi di sektor ini, dan menjual seluruh asset-aset INMECAFE termasuk alat-alat pemrosesan yang sangat penting bagi pengolahan kopi.42
41
Victor Perez-Grovas, Edith Cervantes, dan John Burstein. Case Study of the Coffee
Sector in Mexico. 2001. hlm. 3.
42
Kejatuhan mendadak struktur kontrol negara pada produksi – pemrosesan – pemasaran kopi ini menyebabkan produsen kecil di hadapkan pada perilaku eksploitatif pasar. Tanpa transportasi, fasilitas pemrosesan, bantuan financial, dan tanpa pengetahuan dan informasi akan pasar, petani kecil meksiko menjual kopinya ke pedagang lokal (biasa disebut coyote, rantai pertama dari perantara dagang kopi yang panjang) yang punya kendaraan dan uang tunai. Negosiasi antara petani dan coyote cenderung satu arah. Di sisi lain, bagi para perantara (semua yang berada di antara produsen dan konsumen) keuntungan yang didapatkan sangat spektakuler. Harga retail kopi tidak turun. Yang naik adalah biaya promosi,sebagai hasil dari kompetisi merek yang semakin ketat.
Di Meksiko, kopi kehilangan bagiannya dalam ekspor. Di tahun 1993, kopi hanya 0,55% dari pemasukan ekspor, dan 14,55% pemasukkan ekspor agrikultural, padahal 280.000 keluarga masih bergantung pada produksi kopi. Dengan ketidakmampuan untuk membeli input-input produksi seperti pupuk, pestisida, bibit baru, produktivitas per hektar turun dari 12 kuintal di tahun 1989 ke 6,3 kuintal tahun 1993. Petani juga tidak memanen seluruh kopinya. Dari 760.000 hektar tanah yang di tanami kopi. Hanya 560.000 yang di panen tahun 1993, karena petani merasa rugi di saat harganya di bawah satu dollar per pon.43
Di masa transisi ini, pelaku pasar agro-industri menderita karena modifikasi pasar yang mengalihkan keuntungan pada korporasi internasional yang lebih besar. Negara produsen kesulitan dengan akses yang terbatas pada kredit, sedang perusahaan-perusahaan dagang internasional mendapatkan pinjaman yang sangat besar. Transformasi industri yang beralih pada kopi dehydrated, atau kopi
43
instant, bergerak pada bentuk oligopoly, di dominasi oleh Philip Morris (pemilik Kraft), Nestle, Sara Lee, dan Procter & Gamble.
Pasar kopi internasional yang mengalami liberalisasi juga menyebabkan perusahaan-perusahaan besar mengadakan kontrak pembelian untuk beberapa tahun ke depan demi menghindari fluktuasi harga. Hal ini sangat merugikan petani.
3. Usaha Kolektif dari Dalam Negeri untuk Mengatasi Krisis
Untungnya, muncul inisiatif khususnya di negara bagian Oaxaca, Chiapas, Guerrero dan Veracruz, dari banyak petani, bersama dengan ahli-ahli agronomi dan profesional lainnya, dengan membentuk organisasi-organisasi akar-rumput, kerjasama, koperasi, dan jenis-jenis organisasi sosial petani lainnya untuk merespon krisis yang dipicu oleh bubarnya INMECAFE. Organisasi-organisasi sosial petani berskala kecil ini memiliki berbagai strategi, seperti secara kolektif membeli alat-alat pemrosesan dan gudang, asistansi teknis, pemberian bantuan keuangan, penjualan produk mereka secara kolektif, bahkan hingga mampu mengekspor produknya langsung. Strategi mereka juga termasuk membentuk sederet jaringan, dan operasi yang independent, tidak tergantung pada pemerintah (walaupun kadang menerima bantuan dari pemerintah melalui berbagai program).
Koordinator Organisasi Kopi Nasional (Coordinadora Nacional de Organizaciones Cafetalaras – CNOC) di bentuk tahun 1989, dengan tujuan merepresentasikan kepentingan dari 26 organisasi kopi independent dalam bernegosiasi dengan pemerintah, dan menyediakan serta mengkoordinasikan strategi di level nasional. Saat ini CNOC mewakili 126 organisasi petani regional
yang menyatukan 75.000 produsen kopi kecil dari negara bagian Chiapas, Guerrero, Hidalgo, Oaxaca, Puebla, San Luis Potosi dan Veracruz. Hampir 80% dari petani ini merupakan penduduk pribumi dan berbahasa Spanyol (bahasa kedua Meksiko).44 CNOC mempunyai dua inisiatif, yaitu untuk memfasilitasi
pemasaran anggotanya, dan memfasilitasi kontrak langsung dengan pembeli internasional, dengan tujuan agar produsen kecil mendapatkan keuntungan yang
lebih besar. CNOC dalam melaksanakan operasinya mengalami kendala yang cukup berat, yaitu rumitnya dalam posisi organisasi sosial tertier, dituntut untuk merespon keinginan anggota yang beragam, dan mengikuti perilaku pasar komoditi yang berubah-ubah.
Di lain hal, afiliasi CNOC yang berada dalam posisi organisasi sekunder justru mengalami kesuksesan. CEPCO di Oaxaca dan COOPCAFE di Chiapas adalah dua yang paling berhasil mengkonsolidasikan organisasi anggotanya. Keduanya merupakan afiliasi CNOC yang paling dinamis di tingkat negara bagian. COOPCAFE mempunyai anggota 32 organisasi kopi lokal di Chiapas, dengan 15.000 produsen kecil mendapatkan keuntungan dari organisasi ini. Sedang CEPCO jumlah anggotanya saat ini adalah 16.000 petani dan 44 organisasi kerjasama (koperasi) kopi. Oxfam mempunyai program pemberian bantuan dan kemitraan dengan kedua organisasi ini, yang akan di jelaskan pada bab selanjutnya.
Selain kedua organisasi tersebut masih banyak organisasi sekunder kopi yang beroperasi di Meksiko, antara lain, UCIRI di Oaxaca, Union Majomut di Chiapas, Union de Ejidos de la Selva di Chiapas, Union de Ejidos San Fernando
44
di Chiapas, Soc. Coop. Tosepan Titetaniske di Guerrero, dan masih banyak lagi yang ukuran anggotanya lebih kecil. Kebanyakan dari organisasi sekunder tersebut mempunyai jaringan dan menerima bantuan dari organisasi internasional, baik Non-Governmental Organisation (NGOs) seperti Oxfam, Equal Exchange, Traidcraft, Max Havelaar maupun Inter-Governmental Organisations (IGOs), misalnya dari USPP (United States Program Partner).
Hampir seluruh dari organisasi tersebut memproduksi kopi fair trade dan menjualnya melalui Max Havelaar45 atau TransFair, dan atau melalui tahap seleksi pelabelan oleh FLO (International Fairtrade Labelling Organisation). Proses standarisasi yang dilakukan FLO ini sifatnya sukarela. Petani sendirilah yang memutuskan untuk mendaftarkan hasil produksinya untuk di nilai oleh FLO, apakah memenuhi standar, dan apakah layak mendapatkan label fair trade. Pemasukan FLO berasal dari lisensi yang diberikan pada pemilik merek dagang yang ingin diberi label fair trade. Jaminan syarat dan kondisi yang layak bagi petani di awasi oleh FLO bekerjasama dengan badan nasional. Organisasi seperti Max Havelaar (beroperasi di Belanda, Belgia, Perancis, Swiss dan Denmark). TransFair USA (beroperasi di Amerika Utara), dan Fairtrade Foundation (beroperasi di Inggris) mengatur dan mempromosikan cap sertifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan perilaku konsumennya, namun masih dalam lingkup fair trade. Perbedaan organisasi pelabelan ini dikarenakan negara konsumen menginginkan standar fair trade yang disertifikasi oleh organisasi dari negaranya sendiri-sendiri. Contohnya, pembeli Amerika Serikat tidak menerima dan tidak
45
Max Havelaar Belanda adalah salah satu pemrakarsa gerakan fair trade yang tiba di akhir tahun 1980-an di Meksiko dan Amerika Latin untuk memperkenalkan ide fair trade. Hingga sekarang banyak organisasi petani kopi Meksiko menjual kopinya melalui jaringan Max Havelaar.
mengenali standar Max Havelaar yang beroperasi di Eropa, dan konsumen Eropa tidak mau menerima sertifikasi fair trade Amerika Serikat. Ini merupakan sebuah hambatan tersendiri bagi organisasi kerjasama petani, karena organisasi tersebut harus mendaftar pada dua sertifikasi fair trade yang berbeda. Proses sertifikasi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yang tentu saja di bebankan pada petani.
Banyak darinya beralih ke produksi kopi organik, dibantu oleh organisasi-organisasi fair trade seperti Oxfam. Kopi organik didefinisikan sebagai kopi yang di tanam dengan teknik konservasi tanah, penggunaan pupuk non-sintetis dan kontrol hama ramah lingkungan (bahkan tanpa pestisida), serta dengan metode siklus pengairan yang baik.46 Sebagai informasi, Meksiko adalah negara produsen kopi organik terbesar di dunia. Petani Meksiko yang tergabung dalam organisasi-organisasi tersebut mulai menyadari keuntungan yang di dapatkan dari penjualan kopi organik yang mempunyai pasar tersendiri dengan harga jauh lebih baik dari penjualan kopi konvensional, selain nilai kesinambungan dan konservasi lingkungan yang di bawanya.
Selain kopi organik ada juga beberapa jenis kopi spesial dengan cara penanaman yang special pula. Kopi-kopi ini juga diperuntukkan bagi pasar tertentu. Jenis-jenisnya antara lain kopi shade-grown47 yang terkenal akan keramahan lingkungannya, kopi gourmet48 dan kopi spesial yang di kelompokkan
46
Daniele P. Giovannucci. How Markets Influence Poverty and the Environment: The
Transformative Power of Coffee. http://www.iadb.org/region/re2/coffeeworkshop diakses tanggal
5 Mei 2005.
47
Kopi shade-grown dikenal juga dengan istilah kopi eco-friendly, adalah kopi yang ditanam di bawah lingkupan pohon yang lebih tinggi (biasanya di dalam hutan) untuk menjamin keragaman hayati dan perlindungan lingkungan. Kopi ini juga dipercaya mempunyai kualitas yang lebih baik dari kopi konvensional yang ditanam di perkabunan homogen terbuka. Sumber: Daniele P. Giovannucci. Op. Cit.
48
Yang termasuk dalam kopi gourmet adalah kopi yang diberi rasa dan campuran tertentu, produk campuran espresso, serta kopi-kopi yang disajikan dingin dengan rasa tertentu.
berdasarkan keadaan geografis daerah penanamannya, biasa disebut kopi GIO (Geographic Indication of Origin).49 Jenis-jenis ini mempunyai pasar tersendiri dengan harga yang lebih tinggi dari kopi konvensional.
Namun tentu saja produksi kopi organik ini bukan jawaban krisis bagi semuanya. Pemerintah dan pemain dalam industri ini harus memperhatikan bahaya jika semua orang menggunakan jalan ini. Pasar niche50 akan kehilangan status spesial dan kemampuannya untuk menghasilkan harga tinggi bila terbanjiri, dan juga jika konsumen di dalam pasar tidak ikut tumbuh bersama membanjirnya suplai tersebut. Perlu diketahui pula bahwa masih banyak dari petani kopi di Meksiko yang tidak tergabung dalam organisasi apapun, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Mereka masih memproduksi kopi konvensional dengan kualitas tidak stabil, dan menjualnya pada coyote dengan harga yang amat rendah.
Saat ini produk yang mencirikan eksklusivitas ini tidak hanya dijual di toko-toko tertentu, namun juga di supermarket dan bar-bar kopi seperti Starbucks. Sumber: Ibid
49
Kopi GIO adalah kopi yang di produksi di wilayah tertentu dengan iklim mikro, kondisi tanah dan ketinggian yang khas, dan di pasarkan untuk mempromosikan karakteristk uniknya. Kopi jenis ini di eksklusifkan oleh penikmatnya seperti anggur dan mempunyai pasar
high-end tersendiri. Sumber: Ibid
50
Istilah niche atau spesial mengacu pada kelompok dengan kualitas, jenis, atau campuran tertentu yang mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang biasa. Sumber: Oxfam International. Mugged: Poverty in your Coffee Cup. 2002. hlm. 9.
BAB IV
PROGRAM OXFAM DALAM UPAYA
MENINGKATKAN TARAF HIDUP PETANI KOPI
MEKSIKO
Meksiko adalah negara yang kaya akan sejarah dan kebudayaan. Di tahun 2000, pemerintahan yang demokratis telah terbentuk, setelah sebelumnya 70 tahun diperintah dengan sistem satu partai. Sekarang negara ini menghadapi tantangan rekonstruksi institusi-institusi mereka yang sebelumnya sangat korup dan dikontrol oleh negara.
Pertumbuhan Meksiko saat ini cukup signifikan, walau distribusi kesejahteraan tetap sangat tidak merata. Empat puluh persen dari populasinya hidup di dalam kemiskinan, dan migrasi ke AS adalah fenomena yang konstan terjadi. Selama beberapa dekade yang lalu, negara ini telah muncul sebagai salah satu negara eksportir produk berteknologi tinggi yang pertumbuhannya paling cepat di dunia. Namun demikian, masih ada 280.000 petani kopi berskala kecil di Meksiko, kebanyakan dari mereka adalah penduduk Indian pribumi, dan kebanyakan tinggal di daerah “sabuk miskin” selatan: Chiapas, Oaxaca, Veracruz, Puebla, dan Guerrero. Konsentrasi kemiskinan di wilayah produksi kopi tersebut mencerminkan betapa buruknya dampak struktur perdagangan kopi global bagi petani. Dengan konsentrasi orang pribumi terbesar di wilayah-wilayah tersebut, tidak heran banyak gerakan-gerakan pemberontakan muncul dari situ.
Masalah-masalah yang dihadapi Meksiko antara lain masalah ekonomi dan sosial termasuk penghasilan riil yang rendah, pengangguran di dalam sebagian besar segmen masyarakat tertentu, distribusi kesejahteraan yang tidak adil, dan masalah pembangunan populasi Amerika-Indian di wilayah selatan-tenggara yang miskin. Masalah lainnya antara lain penyebaranm erosi tanah, pertanian ladang berpindah yang merusak lahan agrikultur, dan polusi air dan udara serius di berbagai bagian negara. Terdapatnya gunung berapi dan gempa di wilayah tengah dan selatan, angina puyuh di pesisir Pasifik dan Karibia, juga merupakan sumber masalah negara ini.1
Gerakan pemberontakan Zapatista muncul di Chiapas tahun 1994, menarik perhatian dunia internasional pada keadaan populasi penduduk asli Meksiko. Walaupun perubahan sudah terjadi dalam pemerintahan di tingkat federal dan negara bagian, konflik yang berkepanjangan tersebut belum selesai.
Chiapas adalah salah satu dari negara bagian produsen kopi yang paling marjinal di Meksiko. Dengan konsentrasi penduduk yang tinggi, tingkat malnutrisi yang tinggi, infrastruktur kesehatan terendah, level penghasilan dan pendidikan terendah, maka tedak heran pemberontakan dapat tumbuh dengan subur. Bagi penduduk pribumi di Chiapas, kehidupan sehari-harinya berada dalam perjuangan melawan diskriminasi, pelanggaran hak asasi, dan kekerasan militer.
Sistem fair trade senantiasa berupaya untuk memperpendek jarak antara produsen di negara berkembang dan konsumen di negara maju terutama untuk sektor komoditas pertanian dan kerajinan. Dalam praktek yang semacam ini diharapkan para produsen bisa memperoleh harga yang lebih pantas dibandingkan
1
Oxfam International. Rigged Rules and Double Standars: Trade, Globalisation, and The