• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dan seberapa besar pengaruh nya terhadapa pendapatan usaha

Dalam dokumen BAB I... 4 PENDAHULUAN... (Halaman 10-0)

D. RUMUSAN MASALAH

2. Dan seberapa besar pengaruh nya terhadapa pendapatan usaha

11

E. TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Adapun tujuan yang ingin capai dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pembiayaan modal kerja UKM terhadap perkembangan usaaha nasabah.

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagi berikut : I. Bagi Penulis

Salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi.

II. Manfaat Akademis

Untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bagi bidang perbankan dan sebagai pemikiran tentang sistem bagi hasil dan tentang program Pamsimas.

III. Bagi Masyarakat

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan kepustakaan dan juga dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa yang meneliti masalah sejenis.

F. PENEGASAN JUDUL

Untuk mengetahui suatu gambaran yang jelas dan untuk menghindari pengertian yang salah, maka penulis mencoba menjelaskanjudul penelitian tentang “Pengaruh Pembiayaan Modal

12

Kerja Mudharabah Terhadap Pendapatan Usaha Perdangangan Nasabah (Studi Kasus Pada Bmt Al- Hijrah Pasar Bawah).

1) Pembiayaan Mudharabah

Pembiayaan mudharabah adalah kerjasama antara seorang partner yang memberikan uang kepada partner lain untuk di investasikan keperusahaan komersial. Pihak bank (shahibul maal) berkewajiban memberikan dana 100% kepada nasabah (mudharib) dan mudharib hanya mengelola usaha yang sudah di tentukan oleh pihak shahibul maal. Pembagian keuntungan akan dibagi berdasarkan kesepakatan pada awal kontrak, sedangkan jika terjadikerugianakanditanggung oleh pemilikmodal. Pengelola juga bertanggung jawab apabila kerugian itu di sebab kan oleh pihak pengelola. Syarat akad pembiayaan mudharabah ini adalah (1) modal harus berupa uang atau barang yang dinilai, diketahui jumlahnya, harus tunai atau bukan piutang (2) keuntungan harus dibagi kedua pihak, besar keuntungan disepakati pada waktu awal kontrak, penyedia dana menanggung kerugian. Rukun akad pembiayaan ini adalah (1) pelaku akad (2) objek akad (3) ijab dan qabul.

2) Pendapatan

Salah satu yang menjadi tolak ukur untuk menilai keberhasilan pengelolaan perusahaan adalah pendapatan. Pengertian pendapatan

13

menurut Standar Akuntansi Keuangan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode lebih arus kas itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Menurut Smith dan Skousen menyatakan bahwa pendapatan ataurevenue adalah arus masuk atau penambahan lain atas aktiva suatu entitas atau penyelesaian kewajiban-kewajiban (atau kombinasi keduanya) yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atauaktivitas-aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau operasi inti yang berkelanjutan dari suatu entitas. Sedangkan menurut M. Munandar menyatakan bahwa pendapatanatau revenue adalah suatu pertambahan asset yang mengakibatkan bertambah nya owner’s equity, tapi bukan karena penanaman modal baru dari para pemiliknya dan bukan pula merupakan pertambahan asset yang disebabkan karena bertambahnya liabiliti.

14 BAB II

LANDASAN TEORY A. Pembiayaan Mudharabah

a. Pengertian Pembiayaan Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata dharb, berarti memukul atau berjalan.

Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha. Secara teknis, al-mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) yang menyediakan seluruh(100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian Sipengelola.Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecuranganatau kelalaian si pengelola,si pengelola harus bertanggung jawabatas kerugian tersebut. Secara muamalah, pemilik modal (shahibul maal) menyerahkan modalnya kepada pedagang/pengusaha (mudharib) untuk digunakan dalam aktivitas perdagangan atau usaha.

Keuntungan atas usaha perdagangan yang dilakukan oleh mudharib itu akan di bagi hasilkan dengan shahibul maal.

Pembagian hasil usaha ini berdasarkan kesepakatan yang telah dituangkan dalam akad. Dalam mudharabah, pemilik dana tidak boleh mensyarat kan sejumlah tertentu untuk bagiannya karena dapat di persamakan dengan riba yaitu meminta kelebihan atau imbalan tanpa ada

15

factor penyeimbang (iwad) yang di perbolehkan syariah. Misalnya, memberi modal sebesar Rp,100 juta dan ia menyatakan setiap bulan mendapat Rp 5 juta. Dalam mudharabah, pembagian keuntungan harus dalam bentuk persentas /nisbah, misalnya 70:30, 70% untuk pengelola dana dan 30% untuk pemilik dana. Sehingga besar nyak keuntungan yang diterima tergantung pada laba yang dihasilkan. Pola transaksi mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan. Pada sisi penghimpun dana mudharabah di terapkan pada tabungan dan deposito. Sedangkan padasisi pembiayaan, mudharabah diterapkan untuk pembiayaan modalkerja. Dalam sisi pembiayaan, bila seorang pedagang membutuh kanmodal untuk berdagang, maka dapat mengajukan permohonan untuk pembiayaan bagi hasil seperti mudharabah.

b. Dasar Hukum Mudharabah

Secara umum, landasan dasar syariah al-mudharabah lebih mencerminkan anjuran untuk melakukan usaha. Hal ini tampak dalam ayat-ayat dan hadits berikut ini:

a) Q.s Al-Muzzammil ayat 20

Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu (WahaiMuhammad) mengetahui bahawasanya Engkau bangun (sembahyang Tahajjud) selama kurang dari dua pertigamalam, dan selama satu perduanya, dan selama satu pertiganya; dan (demikian juga dilakukan oleh) segolongan dari orang-orang Yang bersama-samamu (kerana hendak menepati perintah Yang terdahulu);padahal Allah jualah Yang menentukan

16

Dengan tepat kadar masa malam dan siang. ia mengetahui Bahwa kamu tidak sekali-kali akan dapat mengira Dengan tepatkadar masa itu, lalu ia menarik balik perintahNya Yang terdahulu (dengan memberi kemudahan) kepada kamu;oleh itu bacalah mana-mana Yang mudah kamu dapat membacanya dari Al-Quran (dalam sembahyang). ia juga mengetahui Bahwa akan ada di antara kamu orang-orangyang sakit dan yang lainnya orang-orang Yang musafir dimuka bumi untuk mencari rezeki dari limpah kurniaAllah; dan Yang lainnya lagi orang- orang Yang berjuangpada jalan Allah (membela ugamanya). maka bacalahmana-mana Yang sudah kamu dapat membacanya dariAl- Quran; dan diri kanlah sembahyang serta berikanlahzakat; dan berilah pinjaman kepada Allah sebagai pinjaman Yang baik (ikhlas). dan (ingatlah), apa jua kebaikan Yang kamu kerjakan sebagai bekalan untuk dirikamu, tentulah kamu akan mendapat balasannya padasisi Allah, -sebagai balasan Yang sebaik-baiknya danYang amat besar pahalaNya. dan mintalah ampun kepadaAllah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”.

Maksud dari ayat diatas adalah dapat diambil pelajaran bahwa mengerjakan perintah fardu itu tidak boleh melebihi batas ukuran yang ditentukan agar tidak memberatkan diri sendiri. Oleh karena itu, Allah memerintahkan bagi yang biasa salat malam apabila terasa agak memberatkan boleh dikurangi waktunya, sehingga dikerjakan tidak dalam keadaan terpaksa.

17

Begitulah Allah memudahkan sesuatu yang berat menjadiringan, agar seseorang selalu mengerjakan yang mudahitu.

b) Al-Hadist

Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah, bahwaRasulullah menyerahkan kepada bangsa Yahudi Khaibarkebun kurma dan ladang daerah Khaibar, agar merekamenggarapnya dengan biaya mereka sendiri, denganperjanjian, Rasulullah mendapatkan separuh hasilpanennya. (HR. Muslim 4048)

Makna dari hadits diatas adalah bahwa pada zaman Rasulullah pun sudah ada yang namanya kerja sama yang dilakukan oleh Rasulullah kepada bangsa yahudi dimanapihak pertama yaitu sebagai pemilik lahan dan pihak kedua sebagai pengelolanya.

c. Syarat Dana Rukun Mudharabah

a) Syarat mudharabah agar akad mudharabah dapat dilakukan, maka perlu di penuhi beberapa syarat berikut ini:

1) Adanya pemilik modal dan pengelola dana yang sudah balig dan berakal sehat.

2) Adanya modal yang diserahkan dalam bentukyang jelas bukan utang.

Modal dapat berupa uang tunai atau aset lainnya.

3) Terjadi ijab dan kabul yang menunjukkan persetujuan kedua belah pihak antara yang menanam modal dengan yang mengelola.

4) Nisbah yang dibuat oleh kedua belah pihak harus dengan pembagian yang adil dan jelas, jika dikemudian hari ada perubahannisbah, maka harus dengan

18 persetujuan kedua belah pihak terlebih dulu.

5) Masing-masing pihak memenuhi persyaratan kecakapan wakalah.

b) Rukun Mudharabah

1) Kedua belah pihak harus cakap hukum dan baliqh

2) Pemilik dana tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan usaha tetapi ia boleh mengawasi

3) Objek mudharabah merupakan konsekuensi logis dengandi lakukannya akad mudharabah.

4) Modal yang diserahkan dapat berbentuk uang atau asset lainnya (dinilai sebesar nilai wajar),harus jelas jumlah dan jenisnya

5) Pengelola dana tidak diperbolehkan untuk meminjamkan modal kepada orang lain dan apabila terjadi maka dianggap terjadi pelanggaran kecuali atas siizin pemilik dana

6) Pengelola dana memiliki kebebasan untuk mengatur modal menurut kebijaksanaan dan pemikirannya sendiri, selama tidak dilarang secara syariah 7) Adanya pernyataan dan ekspresi saling rida/rela (ijab qabul) diantara pihak-pihak pelaku akad yang dilakukan secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan cara-cara komunikasi modern.

d. Manfaat mudharabah

Berikut ini adalah Manfaat yang ada dalam akad mudharabahyaitu sebagai berikut:

a) Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat.

19

b) Bank tidak berkewajiban membayar bagi hasil kepada nasabah pendanaan secara tetap, tetapi disesuaikan dengan pendapatan atau hasil usaha bank sehingga bank tidak akan pernah mengalami negatif spread.

c) Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cash flowatau arus kas usaha nasabah sehingga tidak memberatkan nasabah.

d) Bank akan lebih selektif atau hati-hati mencari usaha yangbenar-benar halal, aman, dan menguntungkan karena keuntungan yang konkrit dan benar-benar terjadi itulah yang akan dibagikan.

e) Prinsip bagi hasil dalam mudharabah ini berbeda dengan prinsip bunga tetap dimana bank akan menagih penerima pembiayaan (nasabah) satu jumlah bunga tetap berapapun keuntungan yang dihasilkan nasabah, sekalipun merugidan terjadi krisis ekonomi.

e. Skema Mudharabah

Berdasarkan skema di atas, dapat dijelaskan mekanisme yang dilakukan dalam transaksi mudharabah adalah sebagai berikut:

a) Jumlah modal yang diserahkan kepada nasabah selaku pengelola modal harus diserahkan tunai, dapat berupa uang atau barang yang dinyatakan nilainya dalam satuan uang. Apabila modal diserahkan secara bertahap, harus jelas tahapannya dan disepakati bersama.

b) Hasil pengelolaan modal pembiayaan mudharabah dapat di perhitungkan dengan dua cara yaitu:

1) Perhitungan dari pendapatan proyek (revenuesharing) 2) Perhitungan dari gross profit (net revenuesharing)

20

3) Perhitungan dari keuntungan proyek/usaha(profit sharing)

c) Hasil usaha dibagi sesuai dengan persetujuan dalamakad, padasetiap bulan atau waktu yang telah di sepakati. Bank selaku pemilik modal menanggung seluruh kerugian kecuali akibat kelalaian penyimpangan pihak nasabah, seperti penyelewengan, kecurangan, dan penyalahgunaan dana.

d) Bank berhak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan namun tidak berhak mencampuri urusan pekerjaan/usaha nasabah.

e) Jika nasabah cidera janji dengan sengaja, misalnya tidak mau membayar kewajiban atau menunda pembayaran kewajiban dapat dikenakan sanksi andministrasi penyeimbang (iwad) yang di perbolehkan syariah. Misalnya, memberi modal sebesar Rp 100 juta dan ia menyatakan setiap bulan mendapat Rp 5 juta. Dalam mudharabah, pembagian keuntungan harus dalam bentuk persentas/nisbah, misalnya 70:30, 70% untuk pengelola dana dan 30%

untuk pemilik dana. Sehingga besar nya keuntungan yang diterima tergantung pada laba yang dihasilkan. Pola transaksi mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan. Pada sisi penghimpun dana mudharabah diterapkan pada tabungan dan deposito. Sedangkan padasisi pembiayaan, mudharabah diterapkan untuk pembiayaan modal kerja. Dalam sisi pembiayaan, bila seorang pedagang membutuh kan modal untuk berdagang, maka dapat mengajukan permohonan untuk pembiayaan bagi hasil seperti mudharabah.

21 f. Dasar Hukum Mudharabah

Secara umum, landasan dasar syariah al-mudharabah lebih mencerminkan anjuran untuk melakukan usaha. Hal ini tampak dalam

ayat-ayat dan hadits berikut ini:

a) Q.s Al-Muzzammil ayat 20

Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu (WahaiMuhammad) mengetahui bahawasanya Engkau bangun (sembahyang Tahajjud) selama kurang dari dua pertiga malam, dan selama satu perduanya, dan selama satu pertiganya; dan (demikian juga dilakukan oleh) segolongan dari orang-orang Yang bersama-samamu (kerana hendak menepati perintah Yang terdahulu);padahal Allah jualah Yang menentukan Dengan tepat kadar masa malam dan siang. ia mengetahui Bahwa kamu tidak sekali-kali akan dapat mengira Dengan tepat kadar masaitu, lalu ia menarik balik perintah Nya Yangterdahulu (dengan memberi kemudahan) kepada kamu;oleh itu bacalah mana-mana Yang mudah kamu dapat membacanya dari Al-Quran (dalamsembahyang). ia juga mengetahui Bahwa akan ada di antara kamuorang-orangyang sakit dan yang lainnya orang-orang Yang musafir dimuka bumi untuk mencari rezeki dari limpah kurnia Allah; danYang lainnya lagi orang- orang Yang berjuang pada jalan Allah (membela ugamanya). maka bacalahmana-mana Yang sudah kamu dapat membacanya dari Al- Quran; dan diri kanlah sembahyang serta berikanlah zakat; dan berilah pinjaman kepada Allah sebagai pinjaman Yang baik (ikhlas). dan (ingatlah), apa jua kebaikan Yangkamu kerjakan

22

sebagai bekalan untuk dirikamu, tentulah kamu akan mendapat balasannya padasisi Allah, -sebagai balasan Yang sebaik-baiknya dan Yang amat besar pahala Nya. dan mintalah ampun kepada Allah;

Sesungguh nya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”.

Maksud dari ayat diatas adalah dapat diambil pelajaran bahwa mengerjakan perintah fardu itu tidak boleh melebihi batas ukuran yang ditentukan agar tidak memberatkan diri sendiri. Oleh karena itu, Allah memerintah kan bagi yang biasa salat malam apabila terasa agak memberatkan boleh dikurangi waktunya, sehingga dikerjakan tidak dalam keadaan terpaksa. Begitulah Allah memudahkan sesuatu yang berat menjadi ringan, agar seseorang selalu mengerjakan yang mudahitu.

b) Al-Hadist

Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah, bahwa Rasulullah menyerahkan kepada bangsa Yahudi Khaibar kebun kurma dan ladang daerah Khaibar, agar mereka menggarapnya dengan biaya mereka sendiri, dengan perjanjian, Rasulullah mendapatkan separuh hasil panennya. (HR. Muslim 4048)

Makna dari hadits diatas adalah bahwa pada zaman Rasulullah pun sudah ada yang nama nya kerja sama yang dilakukan oleh Rasulullah kepada bangsa yahudi dimana pihak pertama yaitu sebagai pemiliklahan dan pihak kedua sebagai pengelolanya.

23

g. Syarat Dana Rukun Mudharabah a) Syarat mudharabah

Agar akad mudharabah dapat dilakukan, maka perlu di penuhi beberapa syarat berikut ini:

1) Adanya pemilik modal dan pengelola dana yang sudah balig dan berakal sehat.

2) Adanya modal yang diserahkan dalam bentukyang jelas bukan utang.

Modal dapat berupa uang tunai atau aset lainnya.

3) Terjadi ijab dan kabul yang menunjukkanpersetujuan kedua belah pihak antara yangmenanam modal dengan yang mengelola.

4) Nisbah yang dibuat oleh kedua belah pihak harus dengan pembagian yang adil dan jelas, jika dikemudian hari ada perubahan nisbah, maka harus dengan persetujuan kedua belah pihak terlebih dulu.

5) Masing-masing pihak memenuhi persyaratan kecakapan wakalah.

b) Rukun Mudharabah

1) Kedua belah pihak harus cakap hukum dan baliqh

2) Pemilik dana tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan usaha tetapi ia boleh mengawasi

3) Objek mudharabah merupakankonsekuensilogis dengandilakukannya akad mudharabah.

4) Modal yang diserahkan dapat berbentuk uang atau asset lainnya (dinilai sebesar nilai wajar),harus jelas jumlah dan jenisnya

5) Pengelola dana tidak di perbolehkan untuk meminjamkan modal kepada

24

orang lain dana pabila terjadi maka dianggap terjadi pelanggaran kecuali atas siizin pemilik dana

6) Pengelola dana memiliki kebebasan untuk mengatur modal menurut kebijaksanaan dan pemikirannya sendiri, selama tidak dilarangs ecara syariah 7) Adanya pernyataan dan ekspresi saling rida/rela (ijab qabul) diantara pihak-pihak pelaku akad yang dilakukan secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan cara-cara komunikasi modern.

h. Manfaat mudharabah

Berikut ini adalah Manfaat yang ada dalam akad mudharabah yaitu sebagai berikut:

a) Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat.

b) Bank tidak berkewajiban membayar bagi hasil kepada nasabah pendanaan secara tetap, tetapi di sesuaikan dengan pendapatan atau hasil usaha bank sehingga bank tidak akan pernah mengalami negatif spread.

c) Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cash flowatau arus kas usaha nasabah sehingga tidak memberatkan nasabah.

d) Bank akan lebih selektif atau hati-hati mencari usaha yang benar-benar halal, aman, dan menguntung kan karena keuntungan yang konkrit dan benar-benar terjadi itulah yang akan dibagikan.

e) Prinsip bagi hasil dalam mudharabah ini berbeda dengan prinsip bunga tetap dimana bank akan menagih penerima pembiayaan (nasabah) satu jumlah bunga tetap berapapun keuntungan yang di hasilkan nasabah, sekalipun

25 merugi dan terjadi krisis ekonomi.

5. Skema Mudharabah

Berdasarkan skema di atas, dapat dijelaskan mekanisme yang dilakukan dalam transaksi mudharabah adalah sebagai berikut:

a) Jumlah modal yang diserahkan kepada nasabah selaku pengelola modal harus diserahkan tunai, dapat berupa uang atau barang yang dinyatakan nilainya dalam satuan uang. Apabila modal diserahkan secara bertahap, harus jelas tahapannya dan disepakati bersama

b) Hasil pengelolaan modal pembiayaan mudharabah dapat di perhitungkan dengan dua cara yaitu:

1) Perhitungan dari pendapatan proyek (revenuesharing) 2) Perhitungan dari gross profit (net revenuesharing)

3) Perhitungan dari keuntungan proyek/usaha (profit sharing)

c) Hasil usaha dibagi sesuai dengan persetujuan dalam akad, pada setiap bulan atau waktu yang telah disepakati. Bank selaku pemilik modal menanggung seluruh kerugian kecuali akibat kelalaian penyimpangan pihak nasabah, seperti penyelewengan, kecurangan, dan penyalahgunaan dana.

d) Bank berhak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan namun tidak berhak mencampuri urusan pekerjaan/usaha nasabah.

e) Jika nasabah cidera janji dengan sengaja, misalnya tidak maumembayar kewajiban atau menunda pembayaran kewajiban dapat dikenakan sanksi andministrasi.

26 B. Konsep Modal Kerja

Menurut Riyanto (2004) modal kerja terdiri dari beberapa konsep, yaitu:

Konsep Kuantitatif

Modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross working capital).

1. KonsepKualitatif

Modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancer yang benar-benar dapat di gunakan untuk membiayai operasinya perusahaan tanpa mengganggu likuiditas nya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancer di atas hutan glancar. Modal kerja bersih (networking capital) dapat di rumuskan sebagai berikut:

Modal Kerja Bersih= Total Aktiva Lancar—Total Hutang Lancar

2. Konsep Fungsional

Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dan adalam menghasilkan pendapatan (income). Setiap dana yang dikerjakan atau di gunakan dalam perusahaan adalah dimaksud kan untuk menghasilkan pendapatan. Ada sebagian dana yang digunakan dalam suatu periode accounting tertentu yang seluruh nya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tersebut (current income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode tersebut tetapi tidak seluruh nya digunakan untuk menghasilkan currentin come.

27 a. Jenis Modal Kerja

Jenis-jenis modal kerja menurut Riyanto (2004) adalah sebagai berikut:

Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)

Yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsi nya, atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus-menerus di perlukan untuk kelancaran usaha.

Permanent Working Capital ini dapat di beda kan dalam:

1) Modal Kerja Primer (Primary Working Capital), yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usaha nya.

2) Modal Kerja Normal (Normal Working Capital), yaitu jumlah modal kerja yang di perlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal.

3) Modal Kerja Variabel (Variabel Working Capital)

Yaitu modal kerja yang jumlah nya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan,dan modal kerja ini dibedakan antara:

1) Modal Kerja Musiman (Seasonal Working Capital), yaitu modal kerja yang jumlah nya berubah-ubah disebab kan karena fluktuasi musim.

2) Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capital), yaitu modal kerja yang jumlah nya berubah-ubah disebab kan karena fluktuasi konjungtur.

28

3) Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital), yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, perubahan keadaan ekonomi yang mendadak danl ain-lain).

b. PerputaranModal Kerja

Menurut Riyanto (2004), modal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode perputaran modal kerja (working capital turnover period) dimulai dari saat dimana kas di investasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas. Semakin pendek periode tersebut berarti semakin cepat perputaran nya atau semakin tinggi tingkat perputaran nya. Berapa lama periode perputaran modal kerja adalah tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari masing-masing komponen. dari modal kerja tersebut. Periode perputaran barang dagangan adalah lebih pendek dari pada barang yang mengalami proses produksi.

C. Pembiayaan Modal Kerja

Secara bahasa pembiayaan modal kerja merupakan penggalan tiga kata yang dirangkai menjadi satu pengertian dan mempunyai arti khusus.

Pembiayaan dalam kamus bahasa Indonesia berarti “perbuatan (hal) dalam membiayai atau membiayakan sesuatu” dan modal berarti “uang

29

pokok yang dipakai sebagai modal untuk berniaga” sedangkan kerja berarti “perbuatan melakukan sesuatu”.Dengan demikian secara bahasa pengertian modal kerja adalah pembiayaan yang ditujukan untuk memenuhi sesuatu kebutuhan dari pengusaha dalam suatu bidang usaha.

Pembiayaan modal kerja menurut istilah adalah dana yang dikeluarkan oleh suatu bank, yang diberikan kepada mudharib (nasabah). Karena modal merupakan hak pemilik atas kekayaan suatu perusahaan. Dan dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas modal terdiri dari saham biasa dan laba ditahan. Pembiayaan modal kerja adalah perbuatan membiayai sesuatu dalambentuk modal untuk melakukan suatu usaha.Suatu pembiayaan lewat penyertaan modal adalah sebagai pengganti pembiayaan lewat pinjaman yang biasanyaberbasis bunga. Dalam perbankan syariah, pembiayaan modal kerja haruslah berbentuk kerja sama yang trasparan antara si shahibul maal dan mudharib, agar tidak ada kesalah pahaman yang berakibat rugi. Penyertaan modal dalam perekonomian Islam bisa memiliki arti yang luas dan memiliki jangka waktu tertentu (pendek, menengah, atau panjang). Dalam kerja sama tersebut baik perusahaan perseroan atau kemitraan dan pihak perbankan

Pembiayaan modal kerja menurut istilah adalah dana yang dikeluarkan oleh suatu bank, yang diberikan kepada mudharib (nasabah). Karena modal merupakan hak pemilik atas kekayaan suatu perusahaan. Dan dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas modal terdiri dari saham biasa dan laba ditahan. Pembiayaan modal kerja adalah perbuatan membiayai sesuatu dalambentuk modal untuk melakukan suatu usaha.Suatu pembiayaan lewat penyertaan modal adalah sebagai pengganti pembiayaan lewat pinjaman yang biasanyaberbasis bunga. Dalam perbankan syariah, pembiayaan modal kerja haruslah berbentuk kerja sama yang trasparan antara si shahibul maal dan mudharib, agar tidak ada kesalah pahaman yang berakibat rugi. Penyertaan modal dalam perekonomian Islam bisa memiliki arti yang luas dan memiliki jangka waktu tertentu (pendek, menengah, atau panjang). Dalam kerja sama tersebut baik perusahaan perseroan atau kemitraan dan pihak perbankan

Dalam dokumen BAB I... 4 PENDAHULUAN... (Halaman 10-0)