Risiko Likuiditas dimonitor secara aktif dengan memperhatikan beberapa indikator internal dan eksternal yang menjadi bagian dari sistem peringatan dini likuiditas:
1 Indikator internal peringatan dini risiko likuiditas, antara lain:
a. Kualitas asset yang memburuk;
b. Peningkatan konsentrasi pada beberapa asset dan sumber pendanaan tertentu;
c. Peningkatan currency mismatch;
d. Pelampauan limit yang telah ditetapkan secara berulang kali;
e. Peningkatan biaya dana BRI secara keseluruhan;
f. Posisi arus kas (cash flow) yang semakin buruk sebagai akibat maturity mismatch yang besar, terutama pada skala waktu jangka pendek. 2 Indikator eksternal peringatan dini risiko likuiditas,
antara lain:
a. Informasi publik yang negatif terhadap BRI; b. Penurunan hasil peringkat BRI oleh lembaga
pemeringkat;
c. Penurunan harga saham BRI secara terus- menerus;
d. Penurunan fasilitas credit line yang diberikan oleh bank koresponden;
e. Peningkatan pencairan simpanan berjangka (deposito) sebelum jatuh tempo;
f. Keterbatasan akses untuk memperoleh pendanaan jangka menengah dan jangka panjang;
g. Ketatnya kondisi likuiditas pasar;
h. Perubahan kebijakan dari regulator yang berdampak signifikan terhadap perbankan. Untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi likuiditas BRI yang aktual, hasil pengukuran dengan menggunakan rasio likuiditas dianalisis lebih mendalam dan dikaitkan dengan informasi kualitatif terkini sehingga menghasilkan kesimpulan yang wajar dan komprehensif. Alat pengukur risiko likuiditas yang digunakan adalah: proyeksi arus kas, profil maturitas, rasio likuiditas dan stress test risiko likuiditas.
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan kewajiban dalam neraca serta tagihan dan kewajiban dalam rekening administratif, dalam skala waktu tertentu berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2012.
Pengungkapan Profil Maturitas Rupiah - Bank Secara Individual
(dalam Rp juta)
No. Kategori Portofolio
31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I NERACA A. Aset 1 Kas 13.450.227 13.450.227 - - - - 2 Penempatan Pada Bank
Indonesia 94.497.994 59.875.723 21.131.764 13.490.507 - -
3 Penempatan pada Bank
Lain 1.803.798 1.548.798 255.000 - - -
4 Surat Berharga 37.538.188 11.797.964 1.627.741 8.461.574 2.516.239 13.134.670 5 Kredit yang diberikan 311.335.938 14.957.386 22.190.689 21.254.353 37.150.177 215.783.333 6 Tagihan lainnya 6.907.674 573.963 1.955.525 2.256.633 2.121.553 -
7 Lain-lain 9.389.924 837 621 1.239 24.138 9.363.089
Total aset 474.923.743 102.204.898 47.161.340 45.464.306 41.812.107 238.281.092
B. Kewajiban
1 Dana Pihak Ketiga 390.186.602 332.639.011 18.183.335 8.013.306 31.040.598 310.352 2 Kewajiban pada Bank
Indonesia 81.594 77.377 4.217 - - -
3 Kewajiban pada bank lain 448.164 448.164 - - - -
4 Surat berharga yang
Diterbitkan - - - -
5 Pinjaman yang Diterima 40.787 - 4.066 23.017 - 13.704
6 Kewajiban Lainnya 5.489 349 5.140 - - -
7 Lain-lain 543.295 437.974 61.591 38.251 - 5.479
Total kewajiban 391.305.931 333.602.875 18.258.349 8.074.574 31.040.598 329.535
Selisih aset dengan kewajiban
dalam neraca 83.617.812 (231.397.977) 28.902.991 37.389.732 10.771.509 237.951.557
II REKENING ADMINISTRATIF A. Tagihan Rekening Aministratif
1 Komitmen - - - -
2 Kontijensi 180.573 114.427 3.768 7.807 13.046 41.525
Total Tagihan Rekening
Administratif 180.573 114.427 3.768 7.807 13.046 41.525
B. Kewajiban Rekening Administratif
1 Komitmen 59.704.866 5.150.867 10.581.881 12.315.272 31.656.846 -
(dalam Rp juta)
No. Kategori Portofolio
31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Total kewajiban rekening
administratif 63.552.949 6.312.232 11.416.793 12.817.422 33.006.502 -
Selisih tagihan dan kewajiban
dalam rekening administratif (63.372.376) (6.197.805) (11.413.025) (12.809.615) (32.993.456) 41.525
Selisih (IA-IB) + (IIA+IIB) 20.245.436 (237.595.782) 17.489.966 24.580.117 (22.221.947) 237.993.082
Selisih Kumulatif
Pengungkapan Profil Maturitas Valas - Bank Secara Individual
(dalam Rp juta)
No. Kategori Portofolio
31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I NERACA A. Aset 1 Kas 284.543 284.543 - - - -
2 Penempatan Pada Bank
Indonesia 6.146.873 5.183.321 481.821 481.731 - -
3 Penempatan pada Bank Lain 8.636.344 8.626.706 9.638 - - -
4 Surat Berharga 6.999.619 2.854.341 48.188 - 67.463 4.029.627
5 Kredit yang diberikan 36.891.249 10.785.703 1.648.194 2.024.216 5.510.396 16.922.740 6 Tagihan lainnya 4.791.316 556.689 1.950.561 2.205.451 - 78.615
7 Lain-lain 80.572 74.312 - 6.260 - -
Total aset 63.830.516 28.365.615 4.138.402 4.717.658 5.577.859 21.030.982
B. Kewajiban
1 Dana Pihak Ketiga 45.911.482 27.431.588 5.868.092 7.288.616 5.322.003 1.183 2 Kewajiban pada Bank
Indonesia - - - -
3 Kewajiban pada bank lain 5.407 5.407 - - - -
4 Surat berharga yang
Diterbitkan - - -
5 Pinjaman yang Diterima 10.571.748 1.692.127 3.467.951 5.411.670 - - 6 Kewajiban Lainnya 4.914.659 560.092 1.950.669 2.205.451 - 198.447
7 Lain-lain 75.140 26.260 18.175 30.705 - -
(dalam Rp juta)
No. Kategori Portofolio
31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Selisih aset dengan kewajiban dalam
neraca 2.352.080 (1.349.859) (7.166.485) (10.218.784) 255.856 20.831.352
II REKENING ADMINISTRATIF A. Tagihan Rekening Aministratif
1 Komitmen - - - -
2 Kontijensi 15.192 1.648 - - - 13.544
Total tagihan rekening administratif 15.192 1.648 - - - 13.544
B. Kewajiban Rekening Administratif
1 Komitmen 27.733.344 2.019.384 12.909.894 1.456.517 11.347.549 -
2 Kontijensi 8.320.674 409.867 991.314 1.510.316 5.409.177 -
Total kewajiban rekening
administratif 36.054.018 2.429.251 13.901.208 2.966.833 16.756.726 -
Selisih tagihan dan kewajiban dalam
rekening administratif (36.038.826) (2.427.603) (13.901.208) (2.966.833) (16.756.726) 13.544
Selisih (IA-IB) + (IIA-IIB) 38.406.098 1.079.392 6.734.723 (7.251.951) 17.012.582 20.831.352 Selisih Kumulatif
Pengungkapan Profil Maturitas Rupiah - Bank Secara Konsolidasi dengan perusahaan Anak
(dalam Rp juta)
No. Kategori Portofolio
31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I NERACA A. Aset 1 Kas 13.610.752 13.610.752 - - - -
2 Penempatan Pada Bank
Indonesia 97.642.069 63.019.798 21.131.764 13.490.507 - -
3 Penempatan pada Bank Lain 2.272.424 2.017.424 255.000 - - -
4 Surat Berharga 38.453.637 11.862.649 1.627.741 8.986.574 2.516.239 13.460.434 5 Kredit yang diberikan 325.031.507 15.656.981 23.012.065 21.915.768 38.197.482
(dalam Rp juta)
No. Kategori Portofolio
31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) B. Kewajiban -
1 Dana Pihak Ketiga 403.851.521 343.718.010 20.456.540 8.280.732 31.083.539 312.700 2 Kewajiban pada Bank
Indonesia 81.594 77.377 4.217 - - -
3 Kewajiban pada bank lain 2.238.753 1.560.066 675.800 500 2.387 - 4 Surat berharga yang
Diterbitkan - - - -
5 Pinjaman yang Diterima 317.007 - 129.489 65.928 - 121.590
6 Kewajiban Lainnya 23.655 14.033 9.622 - - -
7 Lain-lain 551.813 446.492 61.591 38.251 - 5.479
Total kewajiban 407.064.343 345.815.978 21.337.259 8.385.411 31.085.926 439.769
Selisih aset dengan kewajiban
dalam neraca 86.302.923 (239.047.599) 26.676.371 38.267.700 11.773.486 248.632.965
II REKENING ADMINISTRATIF A. Tagihan Rekening Aministratif
1 Komitmen 532.710 135.525 7.825 38.015 171.672 179.673
2 Kontijensi 250.201 155.859 3.768 7.807 13.046 69.721
Total Tagihan Rekening
Administratif 782.911 291.384 11.593 45.822 184.718 249.394
B. Kewajiban Rekening Administratif
1 Komitmen 60.140.354 5.189.170 10.589.706 12.353.287 31.828.518 179.673
2 Kontijensi 3.876.279 1.161.365 834.912 502.150 1.349.656 28.196
Total kewajiban rekening
administratif 64.016.633 6.350.535 11.424.618 12.855.437 33.178.174 207.869
Selisih tagihan dan kewajiban
dalam rekening administratif (63.233.722) (38.303) (7.825) (38.015) (171.672) (207.869)
Selisih (IA-IB) + (IIA+IIB) 23.069.201 (239.085.902) 26.668.546 38.229.685 11.601.814 248.425.096
9.2.b Pengungkapan Profil Maturitas Valas - Bank Secara Konsolidasi dengan perusahaan Anak (dalam Rp juta) no Kategori Portofolio 31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I NERACA A. Aset 1 Kas 284.701 284.701 - - - -
2 Penempatan Pada Bank Indo-
nesia 6.153.619 5.190.067 481.821 481.731 - -
3 Penempatan pada Bank Lain 8.686.730 8.677.092 9.638 - - -
4 Surat Berharga 6.999.619 2.854.341 48.188 - 67.463 4.029.627
5 Kredit yang diberikan 36.975.038 10.785.703 1.648.194 2.024.216 5.527.686 16.989.239
6 Tagihan lainnya 4.791.316 556.689 1.950.561 2.205.451 - 78.615
7 Lain-lain 80.572 74.312 - 6.260 - -
Total aset 63.971.595 57.290 - - 17.290 66.499
-
B. Kewajiban -
1 Dana Pihak Ketiga 46.314.858 27.834.837 5.868.221 7.288.615 5.322.002 1.183
2 Kewajiban pada Bank Indonesia - - - -
3 Kewajiban pada bank lain 43.957 5.407 38.550 - - -
4 Surat berharga yang Diterbitkan - - - -
5 Pinjaman yang Diterima 10.571.748 1.692.127 3.467.951 5.411.670 - -
6 Kewajiban Lainnya 4.914.659 560.092 1.950.669 2.205.451 - 198.447
7 Lain-lain 75.240 26.360 18.175 30.705 - -
Total kewajiban 61.920.462 72.571 38.679 - - 32
-
Selisih aset dengan kewajiban dalam
neraca 29.797 (15.281) (38.679) - 17.290 66.467
II REKENING ADMINISTRATIF A. Tagihan Rekening Aministratif
1 Komitmen - - - -
2 Kontijensi 15.192 1.648 - - - 13.544
Total tagihan rekening administratif 15.192 1.648 - - - 13.544
B. Kewajiban Rekening Administratif
1 Komitmen 347.423 253.081 3.768 7.807 13.046 69.721
2 Kontijensi 644.257 152.730 11.593 45.822 184.718 249.394
no Kategori Portofolio 31 Desember 2012 Saldo Jatuh Tempo < 1 bulan >1 bln s.d 3 bln >3 bln s.d 6 bln > 6 bln s.d 12 bln > 12 bulan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Selisih tagihan dan kewajiban dalam
rekening administratif (15.843) (29.387) (31.035) (31.035) (31.035) (17.491)
Selisih (IA-IB) + (IIA+IIB) 45.640 14.106 (7.644) 31.035 48.325 83.958
Selisih Kumulatif
Pengendalian risiko likuiditas dilakukan oleh Divisi Treasury dan Divisi Manajemen Risiko sebagai tindak lanjut hasil pemantauan kinerja dan kepatuhan unit kerja operasional terhadap limit likuiditas yang telah ditetapkan. Secara khusus, Divisi Treasury juga memperhatikan indikator peringatan dini (early- warning indicators) dalam memantau posisi likuiditas sebagai bagian dari proses manajemen likuiditas serta untuk mengetahui peningkatan potensi risiko. Hasil pemantauan posisi dan risiko likuiditas oleh Divisi Treasury disajikan dalam laporan berkala yang disampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris BRI. Terhadap hasil pemantauan yang menunjukkan indikasi risiko likuiditas berpotensi meningkat, Divisi Treasury merekomendasikan mitigasi eksposur risiko dan/atau penyesuaian secara tepat waktu terhadap strategi manajemen likuiditas di dalam Rapat ALCO atau Rapat Tim Manajemen Kelangsungan Likuiditas (Tim MKL/Contingency Crisis Team) untuk diputuskan tindak lanjut pengendalian berupa pencegahan dan/ atau penyelesaian yang efektif di dalam koridor kehati- hatian dalam perbankan (prudential banking).
Risiko Hukum
Risiko hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Divisi Hukum sebagai koordinator dari Manajemen Risiko Hukum berkoordinasi dengan Divisi Manajemen Risiko dalam mengelola Risiko Hukum di BRI. Untuk menunjang pelaksanaan proses Manajemen Risiko Hukum di seluruh uker BRI Divisi Hukum berkoordinasi dengan legal officer (LO) di kantor wilayah. Selain itu, terdapat Fungsi Manajemen Risiko (FMR) di seluruh Kanca yang terdiri dari FMR Bidang Operasional, FMR
Bidang Pemasaran dan FMR Bidang Mikro untuk turut memantau Risiko Hukum yang terjadi di masing-masing uker sesuai dengan bidangnya dan berkoordinasi dengan legal officer (LO) di kantor wilayah.
Pengendalian Risiko Hukum dilakukan melalui beberapa cara antara lain:
a. Divisi Hukum sebagai koordinator Manajemen Risiko Hukum di BRI melakukan kajian terhadap perubahan peraturan perundang-undangan untuk memastikan bahwa ketentuan internal BRI tidak menyimpang dari ketentuan perundangan yang berlaku. b. Divisi Hukum memberikan advis/opini hukum atas
perjanjian kerjasama (PKS)/agreement antara BRI dengan pihak lain, untuk melindungi kepentingan hukum BRI sebelum perjanjian/agreement ditandatangani oleh pejabat BRI yang berwenang. c. Setiap transaksi perbankan di BRI yang meliputi
operasional, perkreditan dan hubungan ketenagakerjaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan didukung oleh dokumen hukum yang memadai d. Divisi Hukum bekerja sama dengan legal officer
(LO) di Kantor Wilayah memantau risiko hukum di seluruh unit kerja BRI dengan mekanisme pelaporan dan dokumentasi kasus-kasus hukum serta mensosialisasikan modus operandi kejahatan berikut prosedur penanganannya secara hukum untuk meminimalkan risiko hukum.
e. Divisi hukum menyusun pedoman-pedoman hukum misalnya pedoman penyusunan PKS dan buku saku hukum baik untuk bidang operasional maupun bidang perkreditan.
f. Pembinaan staf pada unit kerja operasional (UKO) di Kantor Wilayah perlu dilakukan dengan cara meningkatkan kompetensi dalam mengendalikan
risiko hukum di wilayah kerja yang bersangkutan berupa sosialisasi, diskusi mengenai opini atas suatu kejadian dari sisi hukum yang berlaku, dan lain-lain.
g. Legal officer (LO) di Kantor Wilayah memberikan
pendampingan hukum sesuai dengan
kewenangannya kepada UKO apabila terjadi kasus hukum di UKO dan berkoordinasi dengan Divisi Hukum
h. Divisi Hukum memberikan pendampingan hukum sesuai dengan kewenangannya apabila terjadi kasus.
i. Apabila diperlukan, UKO dapat berkonsultasi dengan Divisi Hukum mengenai permasalahan- permasalahan hukum yang bersifat teknis. j. Dalam hal adanya tuntutan hukum yang memiliki
potensi kerugian sangat signifikan bagi Bank dan atau adanya tuntutan hukum yang secara signifikan bisa berdampak negatif pada reputasi BRI, maka sebagai contingency plan harus dilakukan tindakan untuk mengurangi risiko hukum, antara lain melalui: penggunaan jasa pengacara dan melaporkan perkembangannya kepada Direksi. k. Sebagai bagian dari pemantauan terhadap risiko
hukum, Divisi Hukum berkoordinasi dengan Divisi Manajemen Risiko terkait dengan pelaporan profil risiko hukum BRI setiap bulan kepada Direksi melalui Dashboard Profil risiko