TABEL II.C. Hasil Perolehan Suara Tingkat Kabupaten (DB1)
DAPIL YANG DIPERMASALAHKA
N
1. Partai Solidaritas
Indonesia (PSI) 11-08- 33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019
Dapil Yapen 1 (Pihak Terkait yaitu Partai PKS, Partai Hanura, Partai Demokrat) 2. Partai Demokrat
66-14- 33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019
Dapil Yapen 2 (Distrik Yawakukat, Distrik Anotaurei dan Distrik Angkaisera)
Dapil Yapen 3 (Distrik Yapen Timur, Distrik Raimbawi, Distrik Pulau Kurudu, Distrik Yapen Utara, Distrik Kepulauan Ambai, dan Distrik Teluk Ampoimoi) 3. Partai Golkar 170-04- 33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 Dapil Yapen 2 4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 11-08- 33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019
Dapil Yapen 1 (Partai Terkait Partai Hanura, Demokrat PSI)
h. Bahwa oleh karena Daerah Pemilihan (Dapil) yaitu Dapil Kepulauan Yapen 1, Kepulauan Yapen 2, Kepulauan Yapen 3 dan Kepulauan Yapen 4 untuk pemilihan Calon Anggota DPRD Kabupaten Yapen terdapat gugatan di
Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 93
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.idMahkamah Konstitusi, maka sesuai dengan Surat KPU RI Nomor: 1085/PY.01-SB/03/KPU/VIII/2019 tertanggal 2 Agustus 2019 pada poin 3, maka putusan Bawaslu RI nomor: 53/53/K/ADM/BWSL/PEMILU/VI/2019, 54/K/ADM/BWSL/PEMILU/VI/2019, 57/K/ADM/BWSL/PEMILU/VI/2019 dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Yapen dengan cara menyampaikan kepada Mahkamah Konstitusi;
i. Bahwa terhadap semua Gugatan tersebut diatas Mahkamah Konstitusi telah memutuskan perkara tersebut dengan amar Menolak Permohonan Pemohon dan Menyatakan Permohonan Pemohon tidak dapat diterima; j. Bahwa perihal putusan Bawaslu atau rekomendasi Bawaslu atau bentuk
lain yang dilakukan oleh Bawaslu yang berimplikasi pada perolehan suara setelah penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara Nasional, maka Putusan Bwaslu atau rekomendasi Bawaslu tersebut haruslah dikesampingkan karena segala sesuatu yang menyangkut atau berimplikasi kepada Perolehan suara setelah penetepan perolehan suara hasil Pemilu secara Nasional menjadi Kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili dan memutusnya, artinya setelah KPU melakukan penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara Nasional, tidak dimungkinkan lagi adanya putusan, rekomendasi atau bentuk lain dari lembaga-lembaga lain yang dapat berimplikasi pada perubaan perolehan suara yang ditetapkan berdasarkan penetapan perolehan suara hasil pemilu secara nasional;
k. Bahwa berdasarkan penjelasan dan uraian diatas maka dalil-dalil Para Penggugat halaman 18 angka (6), halaman 19, 20, 21, 22, dan 23 adalah dalil yang tidak benar dan hanya Asumsi dari Para Penggugat karena putusan-putusan Bawaslu Kabupaten Yapen, yang kemudian dikoreksi oleh Bawaslu RI, sudah ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten Yapen dalam proses sengketa di Mahkamah Konstitusi, sebagaimana petunjuk dari KPU
Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 94
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.idRI dalam suratnya Nomor: 1085/PY.01-SB/03/KPU/VIII/2019 tertanggal 2 Agustus 2019, oleh sebab itu KPU Kabupaten Yapen sudah melakukan prosedur yang benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
11.Bahwa dalam dalil gugatannya pada halaman 23 angka (11) Para Tergugat
Intervensi menanggapi sebagai berikut :
a. Bahwa surat KPU RI Nomor: 1116/PY.01.1-SD/06/KPU/VIII/2019, tertanggal 10 Agustus 2019 tentang Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi, memerintahkan seluruh KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU Kabupaten/Kota untuk segera menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 9 Agustus 2019 yaitu segera menetapkan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota dengan berpedoman pada Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum dan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Tahapan,Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang menjadwalkan penetapan perolehan kursi dan calon anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota paling lama 5 (lima) hari setelah salinan penetapan atau putusan Mahkamah Konstitusi diterima oleh KPU;
b. Bahwa KPU Provinsi dan KPU/KIP Kab/Kota wajib mencantumkan Nomor perkara putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 9 Agustus 2019 dalam perkara PHPU DPR-DPRD pada bagian “Konsideran Memperhatikan” Keputusan KPU Provinsi/KIP dan KU/KIP Kabupaten/Kota;
c. Bahwa Pada bagian “Konsideran Memperhatikan” Objek Sengketa yaitu Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 95
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.idRakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 dicantumkan beberapa putusan Mahkamah Konstitusi sebagai dasar kedua Surat Keputusan Tersebut diatas dikeluarkan yaitu :
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 11-08-33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019;
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 203-11-33//PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019;
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 137-09-33//PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019;
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 68-14-33//PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019;
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 170-04-33//PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019;
d. Bahwa Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019, pada bagian lampiran yaitu Formulir Model E1- DPRD KAB/KOTA, Saksi dari Partai Hanura (Partai dari Penggugat I), dan saksi dari Partai PDIP (partai dari Penggugat III dan Penggugat V) ikut menandatangani sebagai tanda persetujuan terhadap Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019;
Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 96
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.ide. Bahwa Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019, pada bagian lampiran yaitu Formulir Model E1- DPRD KAB/KOTA, Saksi dari Partai Hanura (Partai dari Penggugat I), dan saksi dari Partai PDIP (partai dari Penggugat III dan Penggugat V) ikut menandatangani sebagai tanda persetujuan terhadap Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam Pemilihan Umum Tahun 2019;
f. Bahwa berdasarkan penjelasan dan uraian diatas maka dalil-dalil Para Penggugat halaman 23 angka (11) adalah dalil yang tidak benar dan hanya Asumsi dari Para Penggugat karena Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019, dikeluarkan sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, dalam hal ini Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum dan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Tahapan,Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum.
Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 97
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id12.Bahwa dalam dalil gugatannya pada halaman 23 angka (12) dan halaman 24
angka (13) Para Tergugat Intervensi menanggapi sebagai berikut :
a. Bahwa perlu dipahami secara baik, terhadap persidangan kode etik yang
dilakukan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI hanya mengadili Individu bukan lembaga atau institusi (KPU), sehingga jika Individu tersebut dinilai melakukan kesalahan berat maka akan diberikan hukuman seperti Pemecatan secara tidak hormat dari jabatan sebagai Penyelenggara Pemilu, namun tidak dapat mengubah keputusan KPU tentang hasil rekapitulasi perhitungan suara nasional;
b. Bahwa sesuai dengan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Pemilihan Umum, secara tegas telah mengatur tata cara penyelesaian Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilihan yang merupakan pelanggaran terhadap etika penyelenggara Pemilu yang berdasarkan sumpah dan/atau janji sebelum menjalanakan tugas sebagai penyelenggara Pemilu diselesaikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) sebagaimana diatur dalam Pasal 456 sampai dengan Pasal 459 dan Pasal 464 UU 7/2017;
c. Sedangkan yang dapat atau bisa mengubah Keputusan KPU terhadap
hasil perhitungan suara Pemilu adalah Mahkamah Konstitusi hal ini sesuai dengan Pasal 472 sampai dengan Pasal 475 Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum;
d. Bahwa DKPP telah menjatuhkan sanksi Pemberhentian tetap kepada
Moris Cerulo Muabuai selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Yapen, dan Awal Rahmadi selaku Anggota KPU Kabupaten Kepulauan Yapen, putusan DKPP tersebut tidak berdampak pada perubahan atau pembatalan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Kepulauan Yapen tanggal 9 Mei 2019 yang kemudian sudah ditetapkan secara Nasional oleh KPU RI nasional pada tanggal 21 Mei Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 98
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id2019 dengan Keputusan Nomor: 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019 Tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten/Kota;
e. Bahwa berdasarkan penjelasan dan uraian diatas maka dalil-dalil Para
Penggugat 23 angka (12) dan halaman 24 angka (13) adalah dalil yang tidak benar dan hanya Asumsi dari Para Penggugat karena Putusan DKPP terkait Kode Etik Penyelenggara Pemilu yang tidak dapat mengubah hasil Pemilu yang menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi.
13.Bahwa KPU Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor:
165/PP.05.1/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tanggal 24 Agustus 2019 tentang Usul Peresmian Keanggotaan DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen Dalam Pemilu Tahun 2019, Para Tergugat Intervensi telah diusulkan kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen yang selanjutnya akan melanjutkan Pengusulan Peresmian Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen kepada Gubernur Provinsi Papua guna penerbitan Surat Keputusan Peresmian Keanggotaan DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen;
14.Bahwa semua proses penerbitan Keputusan Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 tertanggal 14 Agustus 2019, telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka Keputusan Tergugat I (KPU Kabupaten Kepulauan Yapen) tidak bertentangan
Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 99
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.iddengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) karena keputusan tersebut diatas sudah sesuai dengan Asas Kepastian Hukum, Asas Kecermatan, dan Asas Proporsionalitas;
15.Bahwa tindakan Tergugat dengan menerbitkan objek sengketa a quo adalah
tindakan Sesuai dan Tidak bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, maka Objek sengketa a quo tidak memenuhi Pasal 53 ayat 2 huruf (a) dan (b) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, oleh karena itu Objek Sengketa a quo yang diterbitkan oleh Tergugat adalah Sah dan berkekuatan hukum.
C. DALAM PERMOHONAN PENUNDAAN
Bahwa menurut Para Tergugat Intervensi, keinginan Para Penggugat untuk menunda Pelaksanaan Objek Sengketa a quo adalah sangat tidak tepat dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena :
1. Bahwa dalam peradilan Tata Usaha Negara, dikenal asas Praduga Rechtmatig yang artinya, bahwa setiap tindakan penguasa/pemerintah selalu harus dianggap benar (rechmatig) sampai ada pembatalannya. Dengan asas ini, gugatan tidak menunda pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara;
2. Bahwa dengan ditundanya Pelaksanaan Objek Sengketa a quo akan berdampak pada tidak berjalanan dengan baik Roda Pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Yapen, mengingat masa jabatan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen periode 2014-2019 akan segera berakhir;
3. Bahwa KPU Kabupaten Kepulauan Yapen telah mengeluarkan surat pengusulan peresmian anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen Hasil Pemilu 2019 melalui surat KPU Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 165/PP.05.1/9105/KPU-Kab/VIII/2019 tanggal 24 Agustus 2019;
Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 100
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
4. Bahwa tidak ada kepentingan yang mendesak yang dapat menyebabkan kerugian kepada Para Penggugat, justru gugatan ini dimasukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura merupakan bentuk kekecewaan Para Penggugat yang gagal berkompetisi dalam Kontestasi Pemilihan Umum 2019;
5. Bahwa Gugatan Para Penggugat menurut kami Para Tergugat Intervensi terkesan terlalu memaksakan kehendak dan tidak dapat menerima kekalahan pada Kontestasi Pemilihan Umum 2019.
D. PETITUM
Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka Kami Para Tergugat Intervensi memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut: