• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBJEK GUGATAN TIDAK TERMASUK KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA

TABEL II.C. Hasil Perolehan Suara Tingkat Kabupaten (DB1)

A.2 OBJEK GUGATAN TIDAK TERMASUK KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA

)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.idg. Keputusan Komisi Pemilihan Umum baik di pusat maupun di daerah mengenai hasil pemilihan umum.";

2. Bahwa pokok gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat pada dasarnya adalah Penggugat keberatan terhadap Keputusan Tergugat I Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggogat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019, tertanggal 14 Agustus 2019, Sepanjang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada dapil 3 (tiga), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Dapil 2 (dua) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Dapil 2 (dua) dan Partai Berkarya pada Dapil (3)--- yang selanjutnya akan disebut sebagai SK Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 dan Keputusan Tergugat I Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabuipaten Kepulauan Yapen dalam Pemilihan Umum Tahun 2019, tertanggal 14 Agustsus 2019, sepanjang Sepanjang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Calon Legislatif atas nama AGUS YOWEI (Tergugat III Intervensi) Nomor urut 2 (dua) pada DAPIL 3 (tiga), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Calon Legislatif atas nama SULISTIAWATI RUMBEKWAN (Tergugat VI Intervensi) Nomor urut 4 (empat) pada DAPIL 2 (dua), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Calon Legislatif atas nama YULENS AYOMI (Tergugat V Intervensi) Nomor urut 1 (satu) pada DAPIL 4 (empat), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Calon Legislatif atas nama BASRI BENNU (Tergugat II Intervensi) Nomor urut 1 (satu) pada DAPIL 2 (dua) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Calon Legislatif atas nama YUNUS LODEWIK WAIMURI (Tergugat IV Intervensi) Nomor urut 1 (satu) pada DAPIL 3 (tiga)---yang selanjutnya akan disebut sebagai SK Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019; 3. Bahwa dalam Konsideran “Menimbang” dan “Memperhatikan” objek gugatan SK

Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 dan SK Nomor:

15/PL.01.9-Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 71

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.idKpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 sangat jelas bahwa Objek gugatan dikeluarkan oleh Tergugat I berdasarkan adanya Permohonan Penyelesaian Perselisihan Pemilihan Umum terkait dengan Perolehan Penghitugan Suara di Mahkamah Konstitusi dan Permohonan Tersebut sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan Nomor :

a) Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor: 11-08-33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 tanggal 9 Agustus 2019;

b) Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor: 203-11-33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 tanggal 9 Agustus 2019;

c) Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor: 137-09-33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 tanggal 9 Agustus 2019;

d) Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor: 68-14-33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 tanggal 9 Agustus 2019;

e) Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor: 170-04-33/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 tanggal 9 Agustus 2019;

4. Bahwa objek gugatan SK Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 dan SK Nomor: 15/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 merupakan Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat I untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 9 Agustus 2019, maka objek gugatan merupakan Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan lembaga peradilan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Pasal 2 huruf (e) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sehingga objek gugatan dikategorikan sebagai keputusan yang tidak termasuk dalam keputusan tata usaha negara;

Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 72

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id5. Bahwa karena objek gugatan dikategorikan sebagai keputusan yang tidak termasuk dalam keputusan tata usaha negara maka majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo, sudah sepatutnya memberikan putusan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

1. Bahwa surat gugatan pada umumnya terdiri dari tiga bagian. Pertama, bagian yang disebut persona standi judicio, yakni bagian yang memuat identitas para pihak (nama dan tempat tinggal). Kedua, bagian yang disebut posita atau fundamentum petendi. Ketiga, adalah tuntutan atau petitum;

2. Bahwa Fundamentum petendi adalah sebutan lain dari posita dalam sebuah gugatan. Ia merupakan dalil yang menggambarkan adanya hubungan yang menjadi dasar atau uraian dari suatu tuntutan. Untuk mengajukan suatu tuntutan, seseorang harus menguraikan dulu alasan-alasan atau dalil sehingga ia bisa mengajukan tuntutan seperti itu. Karenanya, fundamentum petendi berisi uraian tentang kejadian perkara atau duduk persoalan suatu kasus; Fundamentum petendi yang dianggap lengkap memenuhi syarat, memuat dua unsur :

a) Dasar hukum (Rechtlijke Grond) memuat penegasan atau penjelasan mengenai hubungan hukum antara: -Penggugat dengan materi dan atau objek yang disengketakan, dan; -Antara Penggugat dan Tergugat berkaitan dengan materi atau objek sengketa;

b) Dasar fakta (Feitelijke Grond) memuat penjelasan pernyataan mengenai: -Fakta atau peristiwa yang berkaitan langsung dengan atau disekitar hubungan hukum yang terjadi antara Penggugat dengan materi atau objek perkara manapun dengan pihak Tergugat Atau -penjelasan fakta-fakta yang langsung berkaitan dengan dasar hukum atau hubungan hukum yang didalilkan penggugat; Tidak jelasnya dasar Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 73

A.3 DALIL-DALIL GUGATAN PENGGUGAT TIDAK