• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahwa karena objek gugatan dikategorikan sebagai keputusan yang tidak

TABEL II.C. Hasil Perolehan Suara Tingkat Kabupaten (DB1)

DALAM POKOK PERKARA:

5. Bahwa karena objek gugatan dikategorikan sebagai keputusan yang tidak

termasuk dalam keputusan tata usaha negara maka majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo, sudah sepatutnya memberikan putusan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

1. Bahwa surat gugatan pada umumnya terdiri dari tiga bagian. Pertama, bagian yang disebut persona standi judicio, yakni bagian yang memuat identitas para pihak (nama dan tempat tinggal). Kedua, bagian yang disebut posita atau fundamentum petendi. Ketiga, adalah tuntutan atau petitum;

2. Bahwa Fundamentum petendi adalah sebutan lain dari posita dalam sebuah gugatan. Ia merupakan dalil yang menggambarkan adanya hubungan yang menjadi dasar atau uraian dari suatu tuntutan. Untuk mengajukan suatu tuntutan, seseorang harus menguraikan dulu alasan-alasan atau dalil sehingga ia bisa mengajukan tuntutan seperti itu. Karenanya, fundamentum petendi berisi uraian tentang kejadian perkara atau duduk persoalan suatu kasus; Fundamentum petendi yang dianggap lengkap memenuhi syarat, memuat dua unsur :

a) Dasar hukum (Rechtlijke Grond) memuat penegasan atau penjelasan mengenai hubungan hukum antara: -Penggugat dengan materi dan atau objek yang disengketakan, dan; -Antara Penggugat dan Tergugat berkaitan dengan materi atau objek sengketa;

Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 111

A.3 DALIL-DALIL GUGATAN PENGGUGAT TIDAK JELAS DAN/ATAU KABUR (OBSCUUR LIBEL)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.idb) Dasar fakta (Feitelijke Grond) memuat penjelasan pernyataan mengenai: -Fakta atau peristiwa yang berkaitan langsung dengan atau disekitar hubungan hukum yang terjadi antara Penggugat dengan materi atau objek perkara manapun dengan pihak Tergugat Atau -penjelasan fakta-fakta yang langsung berkaitan dengan dasar hukum atau hubungan hukum yang didalilkan penggugat; Tidak jelasnya dasar hukum gugatan, posita atau fundamentum petendi tidak memenuhi syarat formil gugatan dengan kata lain gugatan dianggap tidak jelas dan tidak tertentu (eenduideljke en bepaalde conclusie);

3. Bahwa pokok gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat pada dasarnya adalah Penggugat keberatan terhadap Keputusan Tergugat I Nomor: Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggogat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019, tertanggal 14 Agustus 2019, Sepanjang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada dapil 3 (tiga) dan 4 (empat), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Dapil 2 (dua) dan Dapil 4 (empat) dan Partai Berkarya pada Dapil (3)---yang selanjutnya akan disebut sebagai SK Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019;

4. Bahwa Dalil gugatan Para Penggugat pada halaman 8 s/d halaman 13 merupakan dalil-dalil yang mempermasalahkan perolehan hasil penghitungan Suara milik Partai Politik Peserta Pemilu dan suara milik Para Tergugat Intervensi berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 12/HK.03.1-Kpt/9105/KPU-Kab/V/2019 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019;

5. Bahwa data jumlah suara sah milik Partai Politik perserta Pemilu dan jumlah suara sah milik Para Tergugat II Intervensi V, VI dan VII yang dalam tercantum

Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 112

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.iddalam objek gugatan yaitu SK Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 , merupakan Data jumlah suara yang berasal dari Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 12/HK.03.1-Kpt/9105/KPU-Kab/V/2019 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019;

6. Bahwa gugatan Para Penggugat sama sekali sangat tidak jelas karena dalam dalil gugatannya Para Penggugat mempermasalahankan Perolehan hasil penghitungan Suara Milik Partai Politik Peserta Pemilu dan suara milik Para Tergugat Intervensi namun sama sekali tidak memasukan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 12/HK.03.1-Kpt/9105/KPU-Kab/V/2019 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019 Sebagai Objek Gugatan dan Tindak Meminta dalam Petitum untuk membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor: 12/HK.03.1-Kpt/9105/KPU-Kab/V/2019 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2019;

7. Bahwa gugatannya pada bagian Petitum, Para Penggugat meminta agar Tergugat mengeluarkan Surat Keputusan Tata Usaha yang baru dengan menetapkan Para Penggugat II Intervensi sebagai Partai yang memperoleh kursi pada pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen pada pemilihan umum tahun 2019, namun Para Penggugat tidak menjelaskan/menyebutkan Jumlah suara sah Partai Hanura Pada Dapil 3, Partai PDIP pada Dapil 2 dan dapil 4, Partai Perindo Pada Dapil 2, sebagai dasar untuk menentukan Perolehan Kursi Partai di Daerah Pemilihan yang bersangkutan sebagai dasar menentukan Calon Terpilih Anggota Dewan

Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 113

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.idPerwakilan Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 dan Pasal 12 ayat (1) dan (2) Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum;

8. Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, sudah sangat jelas bahwa dalil-dalil yang dijelaskan penggugat dalam gugatannya adalah kabur atau tidak jelas (OBSCUUR LIBEL). oleh karenanya, Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara aquo, sudah sepatutnya memberikan putusan Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

1. Bahwa Pasal 26 ayat (1), (2), (3) dan (4) huruf Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih , Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum diatur bahwa :

(1) Saksi, Bawaslu, Bawaslu Provinsi, atau Bawaslu Kabupaten/Kota dapat menyampaikan keberatan dalam rapat pleno, berkaitan dengan :

a. penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih meliput i :

1. Penghitungan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten/Kota yang dilakukan oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota; 2. Penghitungan perolehan kursi dan penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi yang dilakukan oleh KPU Provinsi/KIP Aceh; dan/atau 3. Penghitungan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih anggota

DPR yang dilakukan oleh KPU;

b. penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang dilakukan oleh KPU; atau

c. penetapan calon terpilih anggota DPD yang dilakukan oleh KPU.

Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 114

A.4 OBJEK SENGKETA TIDAK DAPAT DIPERKARAKAN DI PTUN

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id(2) Saksi, Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota dapat menyampaikan keberatan terhadap penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kepada KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU/KIP Kabupaten/Kota.

(3) Pihak lain yang dipandang perlu untuk diundang dapat menyatakan keberatan terhadap penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota,

(4) Terhadap keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU/KIP Kabupaten/Kota memberi penjelasan dan apabila terbukti terdapat kekeliruan segera dilakukan perbaikan seketika.

2. Bahwa seharusnya Para Penggugat apabila keberatan terhadap Objek Gugatan atau Sengketa SK Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 seharusnya menyampaikan keberatan pada saat rapat pleno Penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih pada tanggal 14 Agustus 2019 bukan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura;

3. Bahwa Objek Gugatan atau Sengketa SK Nomor: 14/PL.01.9-Kpt/9150/KPU-Kab/VIII/2019 telah ditandatangani/disetujui oleh saksi partai politik dari Penggugat II Intervensi 1 yaitu Partai Hanura, Penggugat II Intervensi 2 dan Penggugat II Intervensi 3 yaitu Partai PDIP, oleh karena itu Para Penggugat II Intervensi setuju terhadap hasil yang telah dituangkan dalam Objek Gugatan / Objek Sengketa;

4. Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, sudah sangat jelas bahwa para penggugat seharusnya mengajukan keberatan terhadap objek sengketa/gugatan pada saat rapat pleno penetapan kursi dan calon terpilih bukan mengajukan gugatan ke pengadilan tata usaha negara jayapura. oleh karenanya,

Putusan Perkara No. 27/G/2019/PTUN.JPR Halaman 115

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.idMajelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara aquo, sudah sepatutnya memberikan putusan Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

B) DALAM POKOK PERKARA

Bahwa apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain mengenai eksepsi yang diajukan oleh Para Tergugat Intervensi, maka perkenankanlah Para Tergugat Intervensi mengajukan jawaban dalam pokok perkara sebagaimana diuraikan sebagai berikut :