• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar Hukum Penyusunan Kurikulum PS Kehutanan

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

1.2. Dasar Hukum Penyusunan Kurikulum PS Kehutanan

Penyusunan Kurikulum PS Kehutanan Fakultas Pertanian UNPATTI di dasari pada:

• Undang Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; pasal 1 butir 9 disebutkan bahwa: kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi

maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.

• Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa yang menyatakan bahwa Kurikulum

pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran sertacara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. Menurut Kepmendiknas ini,

kurikulum terdiri atas kurikulum inti dan kurikulum institusional yang dijabarkan kedalam lima kelompok yaitu kelompok matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) dan matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Beban studi program sarjana

sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dan 8 (delapan) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) semester setelah pendidikan menengah. • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

Kurikulum pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi terdiri atas:

(a) Kurikulum Inti, yang merupakan rumusan kompetensi utama sebagai penciri suatu lulusan program studi tertentu, dengan beban studi sebesar 40% – 80%.

(b) Kurikulum Institusional, yang didalamnya terumuskan kompetensi pendukung dengan beban studi sebesar 20-40%, dan kompetensi lainnya 0 -30%.

Dalam Keputusan ini, yang dimaksud dengan Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas,

penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri atas: a. Kompetensi Utama.

b. Kompetensi Pendukung.

c. Kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama.

• Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, mendefenisikan Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Pada Kepmendikbud ini juga disebutkan, mahasiswa wajib menempuh beban belajar paling sedikit 144 SKS dengan masa studi 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun untuk program diploma empat (D4) dan program sarjana (S1).

Selain aturan perundangan di atas, maka berbagai peraturan perundangan di bidang pendidikan yang menjadi acuan penyusunan kurikulum ini adalah:

• Undang-Undang RI No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi;

• Peraturan Pemerintah RI No.57 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Program Studi; • Peraturan Pemerintah RI No. RI No.60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;

• Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas No: 163/DIKTI/KEP/2007 tentang Penataan dan Kodefikasi Program Studi di Perguruan Tinggi;

• Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 Kerangka Kualifikasi Nasional IndonesiaKeputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional No: 163/DIKTI/KEP/2007, tanggal 20 November 2007 tentang Penataan dan Kodefikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi;

• Surat Edaran Dirjen Dikti No. 1016/E/T/2012 Tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi; dan

II. VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM STUDI 2.1. Visi

Dengan merujuk pada Visi Universitas Pattimura dan Visi Fakultas Pertanian, maka visi Program Studi (PS) Kehutanan dirumuskan sebagai berikut:

“Menjadi Program Studi yang unggul dan kompetitif dalam pengembangan sumberdaya manusia, ilmu

pengetahuan dan teknologi berbasis kepulauan di bidang kehutanan pada tahun 2018”.

Visi PS Kehutanan ini dapat dipahami secara benar, apabila beberapa kata kunci dalam visi tersebut mendapat penjelasan secara akademik.

Program Studi adalah PS Kehutanan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan proses pembelajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi merupakan unit penyelenggara pendidikan terkecil di Perguruan Tinggi.

Unggul adalah tatanan akademik, kelembagaan dan sumberdaya yang berkualitas, mandiri, produktif, inovatif dan akuntabel sehingga mampu berkompetisi pada level lokal, nasional maupun global.

Kompetitif adalah kemampuan bersaing dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan orientasi pasar lokal, nasional dan global.

Pengembangan Sumberdaya Manusia adalah proses peningkatan potensi, kemampuan kecerdasan intelektual, spritual, emosional dan sosial manusia kampus yang mandiri, kritis, kreatif, imajinatif hingga mampu berkarya dan bertahan dalam iklim kompetisi.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah pengetahuan dan teknologi yang disusun secara sistematis dan berdasarkan metode tertentu. PS Kehutanan UNPATTI mengembangkan Iptek berbasis kepulauan sebagai kekhususan wilayah guna menghasilkan sumberdaya manusia berkualitas, berdaya saing tinggi sebagai pencitraan akademik berorientasi nasional dan global.

Kepulauan adalah suatu gugusan pulau, termasuk bagian pulau, perairan dan lain-lain wujud alamiah yang hubungan satu sama lainnya demikian erat sehingga merupakan satu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki.

Bidang Kehutanan adalah bidang yang berkaitan dengan segala sesuatu yang bersangkut paut dengan hutan dan pengurusannya, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan.

2.2. Misi

PS Kehutanan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengemban misi:

2. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan kualitas organisasi dan managemen (pengelolaan) Program Studi;

3. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penelitian yang dihasilkan di Program Studi;

4. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pengabdian pada masyarakat oleh Program Studi;

5. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Program Studi;

6. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana di Program Studi; dan

7. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan kerjasama Program Studi dengan lembaga/institusi terkait.

2.3. Tujuan

Sesuai visi dan misi, maka tujuan PS Kehutanan adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dengan muatan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis kepulauan yang berbobot dan terbarukan, yang diperoleh melalui hasil-hasil penelitian sehingga merangsang tumbuhnya kemampuan nalar peserta didik di Program Studi;

2. Meningkatkan kualitas organisasi dan pengelolaannya sehingga program pelayanan prima dapat terwujud di Program Studi;

3. Mengembangkan penelitian yang dapat menghasilkan gagasan, teori, model dan metode baru yang inovatif dan produktif sehingga dapat memecahkan persoalan-persoalan penting dan aktual bagi masyarakat lokal, nasional dan internasional;

4. Meningkatkan karya dan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai wujud pemanfaatan serta pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis kepulauan, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat iptek yang dihasilkan Program Studi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan;

5. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk memiliki sikap kecendikiawan dan unggul dalam kemampuan akademik, serta memiliki tanggung jawab sosial bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat;

6. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan Tri Dharma di Program Studi; dan

7. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga/institusi terkait untuk mendukung penyelenggaraan Tri Dharma yang berkualitas di Program Studi.

2.4. Sasaran

Sasaran yang hendak dicapai oleh PS Kehutanan adalah mewujudkan misi dan tujuan program studi dalam waktu yang telah ditentukan yaitu:

1. Tercapainya kualitas proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di Program Studi sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) tentang standar isi, proses, kompetensi lulusan, penilaian dan pembiayaan;

2. Tercapainya kualitas penyelenggaraan organisasi dan managemen di Program Studi sesuai SNP tentang sistem pengelolaan;

3. Tercapainya kualitas pelaksanaan penelitian oleh Program Studi sesuai rumusan penjaminan mutu Universitas Pattimura tentang standar mutu penelitian;

4. Tercapainya kualitas pelaksanaan pengabdian pada masyarakat oleh Program Studi sesuai rumusan penjaminan mutu Universitas Pattimura tentang standar mutu pengabdian pada masyarakat;

5. Tercapainya kualitas sumberdaya manusia di Program Studi sesuai standar SNP tentang tenaga dosen dan tenaga kependidikan;

6. Tercapainya ketersediaan sarana dan prasarana di Program Studi sesuai standar SNP tentang sarana dan prasarana; dan

7. Tercapainya kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma di Program Studi.

2.5. Strategi

Strategi yang dilakukan untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah dibuat adalah melalui tahapan sebagai berikut:

- Merencanakan persiapan pelaksanaan program dan kegiatan - Mengimplementasi program dan kegiatan yang telah dirancang - Mengevaluasi program dan kegiatan

- Meningkatkan kualitas penyelenggaraan untuk tahun berikutnya

Tahapan-tahapan ini secara detail tergambar dalam Rencana Strategi dan Rencana Operasional PS. Kehutanan.

III. KURIKULUM PROGRAM STUDI