4. PRAKTEK PENERAPAN HUKUM TINDAK PIDANA
4.1. Kasus Posisi
4.1.1. Dasar Pertimbangan Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum
Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada pokoknya mendakwa terdakwa I. Lasiati alias Tia telah melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan dengan terdakwa II Herlina alias Herni alias Nila, pada hari Selasa tanggal 1 April 2008, bertempat di Warakas V Gang 12 No.82 Rt.010/010 Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara. Terdakwa I didakwa telah melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan dengan terdakwa II Herlina alias Herni alias Nila. Para terdakwa membantu atau melakukan percobaan untuk melakukan tindak Pidana Perdagangan Orang, perbuatan tersebut dilakukan terhadap Maya Setiasih, Susi Susanti, Mirna Yunita, dan Rini Nur Siti Fatimah, masing-masing disebut sebagai saksi korban, dengan melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan hutang atau memberi bayaran, atau manfaat, walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan
mengeksploitasi orang tersebut di wilayah Negara republik Indonesia, dengan menghadirkan saksi-saksi antara lain:
Maya Setiasih (Saksi korban) di persidangan mengatakan bahwa tindak pidana perdagangan orang dilakukan oleh terdakwa I dan terdakwa II, pada hari Selasa tanggal 1 April 2008 bertempat di jalan Warakas V Gang 12 No.82 Rt.10/Rw.10 Kelurahan Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara. Yang menjadi korban dari perbuatan para terdakwa adalah Saksi, Mira Yunita, Susi Susanti, dan Rini Nur Siti Fatimah. Pada mulanya terdakwa II menghubungi Saksi dengan janji akan dipekerjakan sebagai pemandu lagu karaoke di Mall Plaza Pekan baru Riau dengan gaji Rp.4.000.000,- (empat juta rupiah)/bulan, kemudian ke-empat saksi korban tersebut dari Bandung diajak ke Jakarta dengan menumpang naik bus, sampai di Jakarta Saksi bersama teman lainnya dibawa ke penampungan di warakas V Gang 12 No.82 Rt.10/Rw.10 Kelurahan Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara. Di tempat penampungan sementara tersebut terdakwa I menanyakan kepada Saksi apakah paki KB, sebab bola tidak KB dikhawatirkan sampai di sana hamil, karena sampai di sana sekali cek in Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) dan Saksi mengatakan tidak mau. Hal itu menyebabkan Saksi berdebat dengan terdakwa I, kemudian Saksi melihat terdakwa I menerima telepon dari seseorang, dari pembicaraan terdakwa I mengatakan “saya punya anak baru masih segar-segar dan montok”. Terdakwa I juga mengatakan bahwa nanti jika sampai di Riau, bila dikasih obat Inex jangan diminum semua, setengah saja, dan sampai disana nanti diajarin on (tripping). Setelah mendengar pembicaraan antara Terdakwa I dengan seseorang melalui telepon, Saksi mulai curiga akan diperdagangkan bila sampai di Pekan baru Riau, lalu Saksi bersama teman lainnya meninggalkan tempat penampungan sementara, kemudian Saksi melaporkan perbuatan Terdakwa ke Polres Metro Jakarta Utara sehingga Saksi korban tidak jadi diberangkatkan ke Pekan Baru Riau karena para Terdakwa telah ditangkap oleh petugas Polres Metro Jakarta Utara.
Rini Nur Siti Fatimah (Saksi korban) di persidangan mengatakan bahwa pada hari Selasa tanggal 1 April 2008 telah mendapatkan penawaran pekerjaan dari Terdakwa I dan Terdakwa II untuk bekerja sebagai pemandu lagu karaoke di Pekan Baru Riau dengan gaji Rp.4.000.000,- (empat juta rupiah)/bulan. Setelah
menerima tawaran tersebut, Saksi bersama temannya Maya Setiasih, Mirna Yunita, dan Susi Susanti dibawa ke Jakarta pada hari itu juga oleh para Terdakwa dan sampai di Jakarta saksi dibawa ke tempat penampungan sementara di rumah Ibu Ida (famili Terdakwa II yang beralamat di Warakas V Gang 12 No.82 Rt.10/Rw.10 Kelurahan Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara). Di tempat penampungan Saksi ditanya oleh Terdakwa I apakah sudah KB atau belum, dan dijawab oleh Saksi Belum, kemudian Terdakwa I bertanya lagi apakah Saksi bisa diajak cek in, dan dijawab oleh Saksi tidak mau. Selanjutnya Terdakwa I bertanya kenapa Saksi tidak mau cek in, karena sampai di Riau cek in di hotel berbintang dan sekali cek in dibayar Rp.1.000.000,- (Satu juta rupiah). Pada saat Saksi berdebat dengan Terdakwa I, Saksi melihat dan mendengar pembicaraan Terdakwa I dengan seseorang melaluihandphone, Terdakwa I mengatakan “saya punya anak baru pada segar-segar dan montok, umurnya masih muda-muda, dan bila dibawa ke hotel nanti dibicarakan dengan mami”. Tidak lama kemudian Terdakwa I menerima telepon lagi dari seseorang yang nada pembicaraannya seakan Saksi dan temannya akan dijual di Pekan Baru Riau, selanjutnya Terdakwa I juga mengatakan kepada Saksi jika diberikan obat Inex oleh tamu jangan diminum semua, namun hanya setengahnya saja dan disana akan diajari on (tripping). Setelah Saksi curiga atas perbuatan Terdakwa I dan Terdakwa II, saksi menelepon paman Saksi (Taufik) dari wartel memberitahukan bahwa mereka akan dibawa ke Pekan Baru Riau untuk dipekerjakan sebagai pemandu lagu Karaoke, kemudian disarankan oleh paman Saksi agar mereka pergi dari tempat penampungan, karena dikhawatirkan akan dijual, kemudian Saksi meninggalkan tempat penampungan dan pergi ke Tempat Paman Saksi yang lain yang bernama Lukman. Di Persidangan saksi juga menyatakan bahwa yang menjadi korban dari perbuatan terdakwa selain saksi, juga Susi Susanti, Maya Setiasih, dan Mirna Yunita. Selanjutnya mereka melaporkan perbuatan para terdakwa ke Polres Metro Jakarta Utara sehingga mereka tidak jadi diberangkatkan ke Pekan Baru Riau karena para Terdakwa sudah tertangkap.
Mirna Yunita (saksi korban) di persidangan mengatakan kenal dengan terdakwa I dan terdakwa II pada hari Selasa Tanggal 1 April 2008 di Bandung, selanjutnya setelah kenal terdakwa I dan terdakwa II menawarkan pekerjaan
sebagai pemandu lagu karaoke di Pekan Baru Riau dengan gaji Rp.4.000.000,- (empat juta rupiah)/bulan. Setelah mendengar tawaran pekerjaan tersebut pada mulanya saksi tidak mau karena jauh, akan tetapi terdakwa II mengatakan jangan takut, karena jika terjadi apa-apa nanti terdakwa II yang bertanggung jawab, akhirnya saksi menerima tawaran pekerjaan tersebut. Setelah saksi mau menerima tawaran pekerjaan dari terdakwa pada hari Selasa 1 April 2008, dari Bandung saksi diajak ke Jakarta bersama teman lainnya (Rini, Maya, dan Susi) lalu dibawa ke tempat penampungan sementara di rumah ibu Ida. Di tempat penampungan saksi ditanya oleh terdakwa II apakah sudah suntik KB atau belum, karena dikhawatirkan bila belum KB di sana (Pekan Baru-Riau) akan hamil, lalu saksi balik bertanya untuk apa. Terdakwa II juga mengatakan sekali cek in Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), mendengar perkataan demikian saksi mengatakan tidak mau, saat saksi berdebat dengan terdakwa I tiba-tiba terdakwa I menerima telepon dari seseorang, dan dalam pembicaraan terdakwa I mengatakan bahwa dia punya anak baru masih segar-segar dan montok, umurnya masih muda- muda. Saksi juga menyatakan bahwa selain saksi juga Rini, Maya, dan Susi , semuanya belum jadi diberangkatkan ke Pekan Baru Riau karena perbuatan para terdakwa sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara sehingga kedua terdakwa ditangkap.
Susi Susanti (saksi korban) di persidangan mengatakan kenal dengan terdakwa I dan terdakwa II pada hari Minggu Tanggal 30 Maret 2008 di Bandung, selanjutnya terdakwa I dan terdakwa II menawarkan pekerjaan sebagai pemandu lagu karaoke di Riau dengan gaji Rp.4.000.000,- (empat juta rupiah)/bulan. Karena saksi sudah menikah, pada mulanya tidak mau, kemudian suami saksi datang menemui terdakwa I dan terdakwa II yang mengatakan bahwa pekerjaan yang ditawarkan adalah sebagai waitress, dan pekerjaannya legal bukan ilegal, akhirnya suami saksi mengijinkan saksi bekerja di Pekan Baru riau.tanggung jawab, akhirnya saksi menerima tawaran pekerjaan tersebut. Setelah saksi mau menerima tawaran pekerjaan dari para terdakwa, pada hari Selasa 1 April 2008, saksi dibawa ke tempat penampungan sementara di rumah ibu Ida. Di tempat penampungan saksi ditanya oleh terdakwa I apakah sudah suntik KB atau belum, karena dikhawatirkan bila belum KB di sana (Pekan Baru-Riau) akan hamil,
Terdakwa I juga mengatakan sekali cek in Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), mendengar perkataan demikian saksi mengatakan tidak mau, kemudian terdakwa I bertanya kenapa tidak mau, karena disana nanti cek in dibayar Rp.1000.000,- (satu juta rupiah), namun saksi tetap menjawab tidak mau. Saat saksi berdebat dengan terdakwa I tiba-tiba terdakwa I menerima telepon dari seseorang, dan dalam pembicaraan terdakwa I mengatakan bahwa dia punya anak baru masih segar- segar dan montok, umurnya masih muda-muda. Saksi juga mendengar lagi terdakwa I menerima telepon dari seseorang dan dalam pembicaraan tersebut, saksi bersama teman-temannya akan dijual di Pekan baru Riau, sehingga saksi bersama teman-teman mulai curiga atas perbuatan para terdakwa, kemudian saksi mngikuti saksi Rini ke wartel untuk memberitahukan om (paman) Rini. Oleh paman Rini disarankan agar Rini pergi dari tempat penampungan karena khawatir sampai di Pekan Baru akan dijual, sehingga Rini bersama saksi dan teman lainnya meninggalkan tempat penampungan dan pergi ke rumah paman Rini yang bernama Lukman. Setelah saksi bersama teman-temannya di rumah Lukman, para terdakwa menelpon agar mereka kembali ke tempat penampungan sementara dengan ancaman, namun para saksi tidak kembali bahkan melaporkan perbuatan para terdakwa ke Polres Metro Jakarta Utara. Saksi juga menyatakan bahwa selain saksi juga Rini, Maya, dan Mirna, semuanya belum jadi diberangkatkan ke Pekan Baru Riau karena perbuatan para terdakwa sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara sehingga kedua terdakwa ditangkap.
Herlina Wati (saksi) adalah ibu kandung Rini Nur Siti Fatimah (saksi korban) di persidangan mengatakan, anak kandung saksi (Rini) beberapa hari sebelumnya telah minta izin untuk kos bersama teman-temannya supaya dekat dari tempat kerjanya, namun pada hari Rabu tanggal 2 April 2008, saksi menerima berita dari Rini melalui telepon bahwa dia ada di Jakarta minta dijemput, dan apabila tidak dijemput akan dikirim ke Pekan Baru Riau. Saksi tidak tahu keberangkatan anaknya (Rini) karena tidak minta izin saksi (ibu kandungnya). Saksi tidak kenal terdakwa II, namun seingat saksi pada hari Senen tanggal 31 Maret 2008, sekitar jam 18.00 WIB terdakwa II pernah datang ke rumah saksi dengan maksud menanyakan Rini (anak saksi) dan mengaku sebagai teman Rini, kebetulan pada waktu itu Rini belum pulang dari bekerja, kemudian terdakwa II
pulang. Terdakwa II pernah datang ke rumah menawarkan pekerjaan untuk Rini, terdakwa II mengatakan ada lowongan pekerjaan sebagai pegawai restoran, waktu itu saksi mengatakan anaknya sudah bekerja di Bandung. Saksi juga menyatakan bahwa anaknya (Rini) baru berumur 17 tahun dan statusnya belum menikah.
Jaenal (saksi) selaku petugas Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara di persidangan mengatakan, bahwa pada hari Kamis tanggal 3 April 2008 sekitar jam 13.00 WIB bersama Tony Kusbiantoro, SH. Telah melakukan penangkapan terhadap terdakwa I dan terdakwa II di jalan Warakas V Gang 12 No.82 Rt.10/Rw.10 Kelurahan Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara. Saksi mengetahui adanya perbuatan para terdakwa melakukan pecobaan perdagangan orang dari Kanit PPA Reskrim Jakarta Utara AKP. Sukohadi yang saat itu menghubungi dan memerintahkan saksi untuk melakukan penangkapan terhadap para terdakwa sehubungan adanya laporan dari Maya Setiasih, dan sesuai dengan laporan dari Maya Setiasih, mereka akan dipekerjakan di Pekan Baru Riau sebagai pemandu lagu karaoke oleh para terdakwa.
Tony Kusbiantoro (saksi) selaku petugas Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara di persidangan mengatakan, bahwa pada hari Kamis tanggal 3 April 2008 sekitar jam 13.00 WIB bersama Jaenal telah melakukan penangkapan terhadap terdakwa I dan terdakwa II di jalan Warakas V Gang 12 No.82 Rt.10/Rw.10 Kelurahan Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara. Saksi mengetahui adanya perbuatan para terdakwa melakukan pecobaan perdagangan orang dari Kanit PPA Reskrim Jakarta Utara AKP. Sukohadi yang saat itu menghubungi dan memerintahkan saksi untuk melakukan penangkapan terhadap para terdakwa sehubungan adanya laporan dari Maya Setiasih, dan sesuai dengan laporan dari Maya Setiasih, mereka akan dipekerjakan di Pekan Baru Riau sebagai pemandu lagu karaoke oleh para terdakwa.
Y. Suryani (saksi) di persidangan mengatakan sebagai ibu kandung Mirna Yunita (saksi korban), kenal dengan Maya Setiasih (saksi korban) sejak tahun 1991 dalam hubungan sebagai keponakan, sedangkan dengan Rini Nur Siti Fatimah dan Susi Susanti saksi tidak kenal. Saksi mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu oleh Rini Nur Siti Fatimah melalui telepon, saksi tidak kenal dengan terdakwa I dan terdakwa II, tidak ada hubungan apapun, dan para
terdakwa tidak minta izin kepada saksi sebagai orang tua mirna untuk membawa Mirna ke Pekan Baru Riau. Saksi juga mengatakan bahwa Mirna Yunita meninggalkan rumah pada hari Senin tanggal 31 Maret 2008 bersama Mirna berpamitan untuk tidak pulang karena mencari rumah kontrakan agar dekat dengan tempat kerjanya.
Lasiati alias Tia (terdakwa I) di persidangan mengatakan bahwa ia mengenal dengan keempat saksi korban pada tanggal 31 Maret 2008 di rumah terdakwa II Jl. Terusan Pasir Koja Gang Raden Dewi IV Rt.04/Rw.02 Kelurahan Bojong Lowa Kaler Bandung. Saat itu terdakwa I menawarkan pekerjaan di Pekan baru Riau dengan gaji per cass Rp.350.000 per 5 jam tapi dibagi dua, Rp.150.000,- untuk pemandu lagu, Rp.150.000,- untuk tempat karaoke, dan Rp.50.000,- untuk terdakwa I sebagai mami-mucikari. Terdakwa I kenal dengan terdakwa II di Pekan Baru Riau sejak bulan Maret 2008, namun antara Terdakwa I dan terdakwa II hanya dalam hubungan bisnis, yaitu bersama terdakwa II menawarkan pekerjaan kepada keempat saksi korban, dan tujuannya untuk mendapata keuntungan bila mereka menjadi pemandu lagu.
Pada mulanya terdakwa I menyuruh terdakwa II untuk mencari gadis yang mau bekerja di Pekan Baru Riau dengan imbalan sebesar Rp.300.000,- untuk 1 (satu) orang, dan terdakwa I sudah memberikan uang kepada terdakwa II sebesar Rp.1.200.000,-. Untuk tiket pesawat terdakwa I, terdakwa II dan keempat saksi korban, terdakwa I membayar Rp.5.004.000 (lima juta empat ribu rupiah). Terdakwa I mengaku tidak mendapat uang ganti kerugian dari pihak karaoke tempatnya bekerja, namun dengan cara mendapatkan uang cash dari pemandu lagu sebesar Rp.50.000- dan potongan gaji dari pemandu lagu per 2 (dua) Minggu sebesar Rp.100.000,- sampai jumlah biaya transportasi keberangkatan ke Pekan Baru sebesar Rp.800.000,- per orang lunas. Terdakwa I bekera di karaoke sebagai pemandu lagu dengan sistem gaji, yaitu mendapat sekali cash selama 5 (lima) jam mendapat Rp.150.000,- dan setiap dua Minggu mendapat uang sebesar Rp.2.000.000,- dan gaji bersih selama sebulan mendapat sebesar Rp.1.000.000,-. Terdakwa I mengaku yang menyuruh mencari anak-anak gadis di pekerjakan di Pekan Baru adalah Lubis selaku General Manager, dan bila biaya transportasi tidak mencukupi akan ditanggung oleh Lubis. Ketika terdakwa I berhasil
memperoleh empat orang yang akan dibawa ke Pekan Baru, sewaktu di tempat penampungan sementara di Jakarta, terdakwa I melaporkan kepada Lubis dan Lubis menyetujui mereka di bawa ke Pekan Baru.
Terdakwa I mengakui, bahwa ke empat saksi korban apabila dilihat dari wajah/muka mereka masih berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun, dan terdakwa I sebelum membawa ke empat saksi korban ke Jakarta tidak minta izin dari orang tua masing-masing saksi korban. Terdakwa I ditangkap oleh petugas Polsek Metro Jakarta Utara pada tanggal 3 April 2008 sebelum ke empat saksi korban diberangkatkan dari Jakarta ke Pekan Baru Riau, dan terdakwa I mengaku belum pernah dihukum dam menyesal atas perbuatan yang dilakukannya.
Herlina alias Herni alias Nila (terdakwa II) di persidangan mengatakan kenal dengan ke empat saksi korban, pada mulanya kenal dengan Susi pada hari Minggu tanggal 30 Maret 2008 sekitar jam 20.00 WIB di rumah Susi di Bandung, kemudian Susi diperkenalkan kepada terdakwa I yang pada saat itu ada di rumah terdakwa II, kemudian terdakwa II menawarkan pekerjaan di karaoke di Pekan Baru Riau, dan Susi setuju, kemudian terdakwa II minta kepada Susi untuk mencari lagi temannya sekitar 3 (tiga) orang. Pada hari Senin tanggal 31 Maret 2008 Susi memeperkenalkan teman-temannya (Mirna dan Rini) kepada terdakwa II di diskotik Sirkuit, selanjutnya pada hari Selasa tanggal 2 April 2008 terdakwa II diperkenalkan kepada Maya di El Dorado Lembang Bandung, kemudian ke empat saksi korban oleh terdakwa II diperkenalkan kepada terdakwa I.
Pada tanggal 1 April 2008 sekitar jam 16.00 WIB terdakwa II bersama terdakwa I dan ke empat saksi korban berangkat ke Jakarta dan langsung dibawa ke tempat penampungan sementarayang beralamat di jalan Warakas V Gang 12 No.82 Rt.10/Rw.10 Kelurahan Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara., namun ke empat sasi korban dibawa kedua terdakwa ke Jakarta tanpa izin dari orang tuanya. Tujuan para terdakwa membawa anak-anak tesebut ke Pekan Baru Riau untuk dipekerjakan di karaoke di Mall Plaza Pekan Baru Riau, yang menyuruh terdakwa II untuk mencari dan membawa mereka adalah terdakwa I, sedangkan terdakwa I disuruh oleh pimpinan karaoke saudara Lubis. Terdakwa II kenal dengan terdakwa I baru sekitar 2 Minggu di tempat kerja di Mall Plaza Pekan Baru, saat itu terdakwa I minta dicarikan anak-anak untuk dipekerjakan di tempat karaoke
tersebut. Terdakwa II mengaku ke empat saksi korban tidak ada yang di bawah umur 18 (delapan belas ) tahun, apabila dilihat dari muka/wajah, karena ketika mereka ditanyakan Susi mengaku berumur 19 (sembilan belas) tahun, Rini 18 tahun, Mirna 19 tahun, dan Maya 19 tahun, namun terdakwa tidak pernah mengecek KTP mereka. Terdakwa menjanjikan kepada ke empat saksi korban akan dipekerjakan di Pekan Baru dengan gaji masing-masing minimal Rp.4.000.000,- dan sebelum berangkat akan diberikan pinjaman sebesar Rp.300.000,- untuk biaya mereka serta keluarganya, terdakwa II disuruh terdakwa I untuk mencarikan anak-anak perempuan yang cantik di Bandung (ke empat saksi korban) dengan dijanjikan uang jasa oleh terdakwa I sebesar Rp.300.000,- tiap orang. Terdakwa II dan terdakwa I serta ke empat saksi korban merencanakan akan berangkat ke Pekan Baru pada hari Rabu tanggal 2 April 2008, namun karena ada penundaan pesawat, sehingga jadwal pemberangkatan ditunda menjadi tanggal 3 April 2008, namun terdakwa II dan terdakwa I tidak jadi membawa ke empat saksi korban karena pada hari Kamis tanggal 3 April 2008 kedua terdakwa telah ditangkap oleh petugas Polres Metro Jakarta Utara. Terdakwa II mengaku belum pernah dihukum dan merasa menyesal atas perbuatan yang dilakukan.
Hal lain yang menjadi dasar pertimbangan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum adalah Petunjuk, dimana Petunjuk adalah perbuatan, kejadian, atau keadaan yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan yang lain maupun dengan tindak pidana itu sendiri menandakan, bahwa telah terjadi tindak pidana dan siapa pelakunya. Bahwa dari keterangan para saksi maupun keterangan terdakwa pada hari Selasa tanggal 1 April 2008 telah terjadi tindak pidana percobaan perdagangan orang dan pelakunya adalah terdakwa I Lasiati alias Tia dan terdakwa II Herlina alias Herni alias Nila.
4.1.2 Dasar Pertimbangan Pembelaan Penasehat Hukum Terdakwa
Dalam proses persidangan kasus ini, Lasiati alias Tia (terdakwa I) dan Herlina alias Herni alias Nila (terdakwa II) tidak didampingi oleh Penasehat
Hukum, karena sesuai dengan Berita Acara Sidang
No.1049/Pid/B/2008/PN.JKT.UT tanggal 18 Juni 2008, Hakim Ketua memberitahukan kepada terdakwa tentang haknya apakah akan didampingi oleh
Penasehat Hukum, atas pertanyaan tersebut terdakwa menyatakan bahwa ia tidak didampingi oleh Penasehat Hukum dan akan menghadapi sendiri perkara ini.
4.2 Pertimbangan dan Amar Putusan Hakim
Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan alat bukti lainnya, serta tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Akhirnya Majelis Hakim memperoleh fakta-fakta di persidangan sebagai berikut:
Menimbang, bahwa Penuntut Umum dalam tuntutan pidana terhadap terdakwa pada pokoknya sebagai berikut: Seperti ternyata dari surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, yang terlampir dalam berkas perkara yang bersangkutan.
Menimbang, bahwa atas tuntutan pidana tersebut, terdakwa telah mengajukan permohonan yang pada pokoknya mohon agar dijatuhi hukuman yang seringan-ringannya.
Menimbang, bahwa terdakwa didakwa Penuntut Umum yang pada pokoknya terdakwa telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 10 Undang-Undang No.21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo. Pasal 55 (1) ke-1 Kitab Undang- UndangUndang Hukum Pidana
Menimbang, untuk menguatkan dakwaan tersebut, Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi yaitu:
1. Maya Setiasih
2. Rini Nur Siti Fatimah 3. Mirna Yunita 4. Susi Susanti 5. Herlina Wati 6. Jaenal 7. Tony Kusibiantoro, SH. 8. Y. Suryani
Saksi-saksi tersebut telah memberikan keterangan di bawah sumpah yang pada pokoknya sama dengan keterangan dalam berita acara yang dibuat oleh Penyidik.
Menimbang, bahwa terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sama dengan keterangan dalam berita acara yang dibuat oleh Penyidik.
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa, Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan yang memenuhi semua unsur dari Pasal 10 Undang-Undang No.21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo. Pasal 55 (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang unsur-unsurnya sebagai berikut:
(1). Setiap orang;
(2). Yang membantu atau melakukan percobaan;
(3). Untuk melakukan tindak pidana perdagangan orang;
(4). Telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan; Ad.1. Tentang unsur “setiap orang”
Yang dimaksud dengan setiap orang adalah orang-perorangan atau korporasi yang melakukan tindak pidana perdagangan orang. Ini berarti adalah subjek/pelaku/siapa pelaku/siapa yang didakwa melakukan tindak pidana. Unsurini dimaksudkan untuk menelitilebih lanjut siapakah yang “duduk” sebagai