BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.3 Hasil Analisis Kecamatan Aspek Sosial
4.1.3.1 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri Baciro secara keseluruhan berjalan dengan baik, sebagian besar siswa sudah bisa membaca, sehingga tidak banyak ditemui kendala dan memudahkan peneliti dalam pengambilan data tersebut. Distribusi tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Baciro disajikan data sebagai berikut :
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Baciro
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 6 31,47 % 2 Rendah 6 31,47 % 3 Sedang 7 37,16 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 0 0% 6 Jumlah 19 100 %
63
Dari tabel 4.3 terdapat 6 siswa (31,47%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 6 siswa (31,47%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 7 siswa (37,16%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 0 siswa (0%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori sedang yaitu 7 siswa (37,16%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Baciro pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah sedang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
Gambar 4.1 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I SD
Negeri Baciro
Gambar 4.1 menunjukkan tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri Baciro yang menunjukan presentase tingkatmkecemasan pada kategori kecemasan sangat rendah 31,47 %,
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 31,47% 31,47% 37,16% 0,00% 0,00% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00%
Frekuensi
64
kategori kecemasan rendah 31,47 %, kategori kecemasan sedang 37,16 %, kategori kecemasan tinggi 0 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0%.
4.1.3.2 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri
Bhayangkara
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri Bhayangkara secara keseluruhan berjalan dengan lancar, sebagian besar siswa sudah bisa membaca, sehingga memudahkan peneliti dalam pengambilan data tersebut. Distribusi tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Bhayangkara disajikan data sebagai berikut:
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Bhayangkara
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 10 37,37 % 2 Rendah 9 33,33 % 3 Sedang 7 25,90 % 4 Tinggi 1 3,40 % 5 Sangat Tinggi 0 0% 6 Jumlah 27 100 %
Dari tabel 4.4 diperoleh data sebanyak 10 siswa (37,37%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 9 siswa (33,33%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 7 siswa (25,90%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 1 siswa (3,40%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori sangat
65
rendah yaitu 10 siswa (37,37%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Bhayangkara pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah sangat rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
Gambar 4.2 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I SD
Negeri Bhayangkara
Dari gambar 4.2 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Bhayangkara pada kategori kecemasan sangat rendah 37,37 %, kategori kecemasan rendah 33,33 %, kategori kecemasan sedang 25,90 %, kategori kecemasan tinggi 3,40 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0%.
4.1.3.3 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri
Demangan
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri Demangan secara keseluruhan berjalan dengan
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 37,37% 33,33% 25,90% 3,40% 0,00% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00%
Frekuensi
66
baik.Walaupun terdapat 1 atau 2 anak yang belum bisa membaca, tetapi peneliti dapat mengatasi masalah tersebut.Wali kelas juga ikut memantau proses pelaksanaan survei sehigga siswa dapat terkontrol dengan baik. Distribusi tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Demangan disajikan data sebagai berikut :
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Demangan
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 1 5 % 2 Rendah 11 55 % 3 Sedang 5 25% 4 Tinggi 2 10 % 5 Sangat Tinggi 1 5 % 6 Jumlah 20 100 %
Dari tabel 4.5 diperoleh sebanyak 1 siswa (5%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 11 siswa (55%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 5 siswa (25%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 2 siswa (10%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan ada 1 siswa (5%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori sangat rendah yaitu 11 siswa (55%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Demangan pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah sangat rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
67
Gambar 4.3 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Demangan
Dari gambar 4.3 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Demangan yaitu menunjukan presentase tingkat kecemasan sangat rendah 5 %, kategori kecemasan rendah 55 %, kategori kecemasan sedang 25 %, kategori kecemasan tinggi 10 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 5%.
4.1.3.4 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri Klitren
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri Klitren dapat berjalan dengan baik, walaupunmasih ada siswa kelas I yang belum lancar membaca, dengan bantuan peneliti siswa dapat mengerjakan angket survei kecemasan aspek sosial. Distribusi tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Klitren disajikan sebagai berikut :
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 5,00% 55,00% 25,00% 10,00% 5,00% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00%
Frekuensi
68
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Klitren
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 4 23,52 % 2 Rendah 8 47,05 % 3 Sedang 2 11,76 % 4 Tinggi 3 17,67 % 5 Sangat Tinggi 0 0 % 6 Jumlah 17 100 %
Dari tabel 4.6 diperoleh data sebanyak 4 siswa (23,5%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 8 siswa (47,05%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 2 siswa (11,76%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 3 siswa (17,67%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori rendah yaitu 8 siswa (47,05%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Klitren pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
69
Gambar 4.4 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Klitren
Dari gambar 4.4 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Klitren pada kategori kecemasan sangat rendah 23,05 %, kategori kecemasan rendah 47,05 %, kategori kecemasan sedang 11,76 %, kategori kecemasan tinggi 17,67 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0 %.
4.1.3.5 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri Sagan
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri Sagan secara keseluruhan berjalan dengan lancar.Walaupun kelas I hanya berjumlah 7 orang, namun para siswa tetap antusias mengerjakan soal instrumen dan dapat menyelesaikannya meski dengan bantuan dan arahan dari peneliti. Peneliti perlu membacakan soal supaya para siswa dapat memahami soal dengan baik. Distribusi tingkat
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 23,52% 47,05% 11,76% 17,67% 0,00% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00% 45,00% 50,00%
Frekuensi
70
kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Sagan disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Sagan
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 1 14,28 % 2 Rendah 4 57,14 % 3 Sedang 2 28,58 % 4 Tinggi 0 0% 5 Sangat Tinggi 0 0 % 6 Jumlah 7 100 %
Dari tabel 4.7 diperoleh data sebanyak 1 siswa (14,28%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 4 siswa (57,14%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 2 siswa (28,58%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 0 siswa (0%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori rendah yaitu 4 siswa (57,1%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Sagan pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
71
Gambar 4.5 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Sagan
Dari gambar 4.5 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Sagan yang menunjukan pada kategori kecemasan sangat rendah 14,28 %, kategori kecemasan rendah 57,14 %, kategori kecemasan sedang 28,58 %, kategori kecemasan tinggi 0 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0%.
4.1.3.6 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri Serayu
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek emosi pada siswa kelas I SD Negeri Serayu secara keseluruhan berjalan dengan baik.Siswa kelas I sudah banyak yang sudah bisa membaca dengan lancar, sehingga memudahkan peneliti dalam pengambilan data penelitian. Walaupun suasana kelas agak ramai, tetapi peneliti dapat membuat suasana kelas menjadi kondusif. Distribusi tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Serayu disajikan sebagai berikut :
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 14,28% 57,14% 28,58% 0,00% 0,00% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00%
Frekuensi
72
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Serayu
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 20 83,33 % 2 Rendah 3 12,51 % 3 Sedang 1 4,16 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 0 0 % 6 Jumlah 24 100 %
Dari tabel 4.8 diperoleh data sebanyak 20 siswa (83,33%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 3 siswa (12,51%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 1 siswa (4,16%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 0 siswa (0%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan ada 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori sangat rendah yaitu 20 siswa (83,33%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Serayu pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah sangat rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
73
Gambar 4.6 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Serayu
Dari gambar 4.6 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Serayu yang menunjukan pada kategori kecemasan sangat rendah 83,33 %, kategori kecemasan rendah 12,51 %, kategori kecemasan sedang 4,16 %, kategori kecemasan tinggi 0 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0 %.
4.1.3.7 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri
Terbansari
Pengambilan data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri Terbansari secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Meski terdapat siswa yang belum lancar membaca, tetapi dengan bantuan peneliti siswa dapat memahami dan menyelesaikan mengerjakan soal
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 83,33% 12,51% 4,16% 0,00% 0,00% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00%
Frekuensi
74
instrumen. Distribusi tingkat kecemasan aspek emosi siswa kelas I SD Negeri Terbansari disajikan sebagai berikut :
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Terbansari
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 8 28,57 % 2 Rendah 13 46,42 % 3 Sedang 6 21,42 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 1 3,59 % 6 Jumlah 28 100 %
Dari tabel 4.9 diperoleh data sebanyak 8 siswa (28,57%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 13 siswa (46,42%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 6 siswa (21,4%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 0 siswa (0%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan ada 1 siswa (3,59%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori sangat rendah yaitu 13 siswa (46,42%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Terbansari pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
75
Gambar 4.7 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I
SD Negeri Terbansari
Dari gambar 4.7 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri Terbansari yang menunjukan pada kategori kecemasan sangat rendah 28,57 %, kategori kecemasan rendah 46,42 %, kategori kecemasan sedang 21,4 %, kategori kecemasan tinggi 0 %, dan kategori kecemasan sangat tinggi 3,59 %.
4.1.3.8 Data Kecemasan Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri
se-Kecamatan Gondokusuman
Pengambilan data kecemasan asepek sosial pada siswa kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Meski terdapat berbagai masalah yatitu sebagian besar siswa kelas I SD masih belum lancar dalam membaca yang mengakibatkan siswa kurang memahami soal dan ketika mengerjakan terkadang jawabannya sama semua. Namun dengan bantuan dan bimbingan peneliti, para siswa
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 28,57% 46,42% 21,42% 0,00% 3,59% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00% 45,00% 50,00%
Frekuensi
76
yang belum lancer membaca dapat memahami dan menyelesaikan soal instrumen. Data keseluruhan dan distribusi tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman disajikan sebagai berikut ini :
Tabel 4.10 Data Frekuensi Keseluruhan Tingkat Kecemasan Aspek
Sosial Siswa Kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman
No Nama Sekolah Keterangan Tingkat Kecemasan Siswa
Sangat Rendah
Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi 1. SD N Baciro 6 6 7 0 0 2. SD N Bhayangkara 10 9 7 1 0 3. SD N Demangan 1 11 5 2 1 4. SD N Klitren 4 8 2 3 0 5. SD N Sagan 1 4 2 0 0 6. SD N Serayu 20 3 1 0 0 7. SD N Terbansari 8 13 6 0 0 Jumlah 50 53 32 6 1
Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa
Kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman
No Kategori Frekuensi Frekuensi
Relatif 1 Sangat Rendah 50 35,21 % 2 Rendah 53 37,32 % 3 Sedang 32 22,53 % 4 Tinggi 6 4,22 % 5 Sangat Tinggi 1 0,72 % 6 Jumlah 142 100 %
77
Dari tabel 4.10 diperoleh data sebanyak 50 siswa (35,21%) mempunyai tingkat kecemasan sangat rendah, 53 siswa (37,32%) mempunyai tingkat kecemasan rendah, 32 siswa (22,53%) mempunyai tingkat kecemasan sedang, 6 siswa (4,22%) mempunyai tingkat kecemasan tinggi, dan ada 1 siswa (0,72%) yang mempunyai tingkat kecemasan sangat tinggi. Frekuensi terbanyak terletak pada interval dengan kategori rendah yaitu 53 siswa (37,32%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman pada tahun pembelajaran 2018/2019 ditinjau dari aspek sosial adalah rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar histogram di bawah ini :
Gambar 4.8 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas I SD
Negeri se-Kecamatan Gondokusuman
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 35,21% 37,32% 22,53% 4,22% 0,72% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00%
Frekuensi
78
Dari gambar 4.8 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman menunjukan presentase kategori tingkat kecemasan sangat rendah 35,21%, kategori kecemasan rendah 37,32%, kategori kecemasan sedang 22,53%, kategori kecemasan tinggi 4,22%, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0,72 %.
4.1.4 Tingkat Kecemasan Aspek SosialUntuk Siswa Kelas I SD Negeri di
Kecamatan Gondokusuman
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman. Dari pengolahan data yang dilakukan oleh peneliti, didapat data sebagai berikut :
Gambar 4.9 Histogram Tingkat Kecemasan Aspek Sosial Siswa Kelas
I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman
Dari gambar 4.9 menunjukan presentase tingkat kecemasan aspek sosial siswa kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman menunjukan presentase kategori tingkat kecemasan sangat rendah 35,21%, kategori
Sangat
Rendah Rendah Sedang Tinggi
Sangat Tinggi Frekuensi 35,21% 37,32% 22,53% 4,22% 0,72% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00%
Frekuensi
79
kecemasan rendah 37,32%, kategori kecemasan sedang 22,53%, kategori kecemasan tinggi 4,22%, dan kategori kecemasan sangat tinggi 0,72 %.Dari data yang telah didapat di atas, rumusan masalah dapat terjawab yaitu tingkat kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman masuk ke dalam kategori rendah. Dari 142 siswa, 37 siswa (37,32%) masuk ke dalam kategori rendah.
4.1.5 Kompilasi Data Penelitian Kecemasan Aspek Sosial Untuk Siswa Kelas
I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman
Pada bagian ini adalah kompilasi data penelitian kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusumanyang dilakukan oleh peneliti. Lebih jelasnya peneliti menampilkan tabel sebagai berikut :
Tabel 4.12 Rangkuman Data Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan
Aspek Sosial pada Siswa Kelas I SD Negeri se-Kecamatan
Gondokusuman
SD N Baciro
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 6 31,47 % 2 Rendah 6 31,47 % 3 Sedang 7 37,16 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 0 0 % Jumlah 19 100 % SD N Bhayangkara
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 10 37,37 %
2 Rendah 9 33,33 %
3 Sedang 7 25,90 %
4 Tinggi 1 3,40 %
80
Jumlah 27 100 %
SD N Demangan
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 1 5 % 2 Rendah 11 55 % 3 Sedang 5 25 % 4 Tinggi 2 10 % 5 Sangat Tinggi 1 5 % Jumlah 20 100 % SD N Klitren
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 4 23,52 % 2 Rendah 8 47,05 % 3 Sedang 2 11,76 % 4 Tinggi 3 17,67 % 5 Sangat Tinggi 0 0 % Jumlah 17 100 % SD N Sagan
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 1 14,28 % 2 Rendah 4 57,14 % 3 Sedang 2 28,58 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 0 0 % Jumlah 7 100 % SD N Serayu
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 20 83,33 % 2 Rendah 3 12,51 % 3 Sedang 1 4,16 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 0 0 % Jumlah 24 100 % SD N Terbansari
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 8 28,57 % 2 Rendah 13 46,42 % 3 Sedang 6 21,42 % 4 Tinggi 0 0 % 5 Sangat Tinggi 1 3,59 % Jumlah 28 100 %
81
SD N se-Kecamatan Gondokusuman
No Kategori Frekuensi Frekuensi Relatif
1 Sangat Rendah 50 35,21 % 2 Rendah 53 37,32 % 3 Sedang 32 22,53 % 4 Tinggi 6 4,22 % 5 Sangat Tinggi 1 0,72 % Jumlah 142 100 %
Dari tabel 4.12 menunjukan kompilasi data penelitian yang dilakukan pada siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman. Dari tabel tersebut terlihat bahwa di SD Negeri Baciro frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan sedang yaitu 7 siswa (37,16%), di SD Negeri Bhayangkara frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan sangat rendah yaitu 10siswa (37,37%), di SD Negeri Demangan frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan rendah yaitu 11 siswa (55%), di SD Negeri Klitren frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan rendah yaitu 8 siswa (47,05%), di SD Negeri Sagan frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan rendah yaitu 4 siswa (57,14%), di SD Negeri Serayu frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan sangat rendah yaitu 20 siswa (83,33%), di SD Negeri Terbansari frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan rendah yaitu 13 siswa (46,42%), untuk keseluruhan data penelitian di SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman frekuensi tertinggi terdapat pada kategori kecemasan rendah yaitu 53 siswa (37,32%).
82
4.2 Pembahasan
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai hasil analisis data yang telah dilakukan yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman. Kecemasan adalah rasa khawatir,takut yang tidak jelas sebabnya. Kecemasan juga merupakan kekuatan yang besar dalam menggerakkan tingkah laku, baik tingkah laku yang menyimpang ataupun yang terganggu. Kedua-duanya merupakan pernyataan, penampilan, penjelmaan dari pertahanan terhadap kecemasan tersebut (Gunarsa, 2008:27). Sedangkan pengertian kecemasan sosial adalah istilah untuk ketakutan, rasa gugup dan kecemasan yang dirasakan seseorang saat melakukan interaksi sosial dengan orang lain (Butler, 2008:17).
4.2.1 Terdapat Kecemasan Aspek Sosial Pada Siswa Kelas I SD Negeri di
Kecamatan Gondokusuman
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada tanggal 10 Desember 2018 di SD Negeri Demangan, mendapatkan hasil terdapat 6 siswa kelas I yang mengalami perilaku cemas ketika mengikuti pelajaran. Hal ini terlihat ketika peneliti berada didalam kelas, dan mengamati perilaku siswa ada yang berkeringat berlebih, kehilangan motivasi dan minat, gelisah, kehilangan kepercayaan diri, tidak bisa menentukan pilihan, dll. Sangat beragam perilaku siswa ketika mengikuti pembelajaran di dalam kelas, perilaku tersebut sesuai dengan beberapa indikator kecemasan yang dipaparkan oleh Widosari (2010:42). Siswa yang kurang
83
bisa berkonsentrasi secara penuh ketika mengikuti pelajaran, akan berdampak pada hasil belajarnya.
Subjek penelitian mengenai kecemasan aspek sosial ini adalah suluruh siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman. Peneliti memilih subjek penelitian kelas I, karena masih jarang ditemui survei kecemasan untuk siswa kelas bawah. Peneliti tidak menggunakan sampel dalam peneliti ini, karena mampu meneliti seluruh populasi siswa kelas I di 7 SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman. Pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:117). Hasil data yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak sekolah dalam memberikan informasi mengenai tingkat kecemasan aspek sosial yang dialami para siswanya. Sehingga pihak sekolah dapat memberikan solusi atau penanganan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi para siswanya. Karena siswa yang mengalami kecemasan aspek sosial ketika mengikuti pembelajaran berlangsung dapat mengakibatkan hasil belajar siswa menurun. Kecemasan bisa muncul sendiri atau bergabung dengan gejala-gejala lain dari berbagai gangguan emosi.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan aspek sosial yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya, yaitu Oktavian pada tahun 2019 yangberjudul “Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Sosial untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Instrumen dikatakan
84
layak apabila sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Sehingga instrumen skala kecemasan aspek sosial dapat digunakan dalam pengambilan data penelitian. Pengertian validitas instrumen digunakan untuk menunjukkan bahwa hasil dari suatu pengukuran menggambarkan segi atau aspek yang diukur (Sukmadinata, 2011:228). Dari 6 indikator kecemasan aspek sosial dijabarkan menjadi 24 butir pernyataan, dan setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas kembali didapatkan 12 butir pernyataan yang valid dengan reliabilitas 0,883 dan dari 12 butir pernyataan tersebut dapat mewakili ke 6 indikator sehingga instrumen tersebut layak untuk digunakan dalam proses pengambilan data penelitian survei kecemasan aspek sosial untuk siswa kelas I SD Negeri di Kecamatan Gondokusuman.
Proses pengambilan data penelitian survei kecemasan aspek sosial di 7 SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Walaupun dalam pelaksanaan penelitian tidak semuanya berjalan lancar, peneliti masih menemui berbagai masalah dan hambatan yang perlu diatasi supaya penelitian ini dapat berjalan dengan baik. Masalah yang sering ditemui ketika masuk kelas I SD adalah siswa yang belum lancar membaca dan memahami soal. Sehingga peneliti perlu membacakan pernyataan secara keras di depan kelas dan dikerjakan secara bersama-sama hingga siswa mampu memahami pernyataan tersebut. Hampir di setiap SD Negeri yang ada di Kecamatan Gondokusuman terdapat siswa kelas I yang masih belum lancar membaca dan menulis.Selain dari siswa kelas I, terdapat juga hambatan mengenai
85
perizinan melakukan penelitian dan masalah dengan guru kelas I karena harus mengatur jadwal penelitian terdahulu supaya tidak bertabrakan dengan jadwal mengajar guru kelas I. Dengan hati yang sabar dan sikap rendah diri, akhirnya peneliti dapat mengatasi hambatan-hambatan yang ada supaya penelitian dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2018/2019 pada semester genap.
4.2.2 Terdapat Tingkatan Kecemasan Aspek Sosial Pada Siswa Kelas I SD
Negeri di Kecamatan Gondokusuman..
Berdasarkan hasil penelitian dan presentase menunjukkan bahwa tingkat kecemasan aspek sosial pada siswa kelas I SD Negeri se-Kecamatan Gondokusuman termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian menunjukkan dari 142 siswa, terdapat 50 siswa yang mengalami kecemasan pada kategori sangat rendah dengan presentase 35,21 %, 53 siswa yang mengalami kecemasan pada kategori rendah dengan presentase 37,32 %, 32 siswa yang mengalami kecemasan pada kategori sedang dengan presentase 22,53 %, 6 siswa yang mengalami kecemasan pada kategori tinggi dengan presentase 4,22 %, dan 1 siswa yang mengalami kecemasan sangat tinggi dengan presentase 0,72 %. Data