• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA

AKUNTABILITAS KINERJA 2014

DATA KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES TOTAL 2014 753.079 702.666 765.607 726.332 752.363 851.475 777.210 826.821 787.586 808.767 764.461 915.334 9.435.411 2013 614.328 678.415 725.316 646.117 700.708 789.594 717.784 771.009 770.878 719.903 807.422 860.655 8.802.129 2012 652.692 592.502 658.602 626.100 650.883 695.531 701.200 634.194 683.584 688.341 693.867 766.966 8.044.462 2011 548.821 568.057 598.068 608.093 600.191 674.402 745.451 621.084 650.071 656.006 654.948 724.539 7.649.731 Sumber BPS

Berdasarkan grafik di atas yang bersumber dari Badan Statistik Nasional, terlihat jelas bahwa pencapaian kunjungan wisatawan pada tahun 2014 meningkat di bandingkan dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini juga melebihi dari target moderat yang telah ditentukan yaitu sebesar 9,4 juta wisatawan dengan total jumlah kunjungan sebesar 9,43 juta wisatawan mancanegara. Kunjungan wisman bulanan periode Januari – Desember 2014 menunjukkan performance yang menggembirakan karena garis tren kunjungan wisman pada tahun 2014 rata-rata berada di atas garis tren kunjungan wisman 3 tahun sebelumnya, dan secara historis bulan Desember merupakan puncak kunjungan dalam setahun.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Ditjen Pemasaran Pariwisata untuk menarik wisatawan mancanegara, diantara lain menyelenggarakan event-event internasional, mempromosikan dan menjual paket-paket insentif pariwisata minat khusus

Promosi terutama dilakukan kepada pasar utama Indonesia yang menyumbang wisatawan paling banyak dan letaknya paling berdekatan dengan Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Event-event yang mendukung peningkatan kunjungan adalah sebagai berikut, antara lain :

PERTH HOLIDAY & TRAVEL EXPO 2014, 15 – 16 Februari 2014,

Melbourne, Australia

Keikutsertaan Indonesia untuk kelima kalinya dalam pameran ini mendapat sambutan yang hangat dari tour operator, hotel maupun pengunjung / calon wisman yang datang. Peserta di stand Indonesia menilai bahwa kehadiran Indonesia yang diharapkan terus berkesinambungan dalam pameran-pameran serupa, untuk memastikan kepada konsumen Australia bahwa Indonesia siap dan serius mengundang calon wisatawan Australia ke Indonesia.

Pameran Perth Holiday & Travel Expo 2014 merupakan pameran yang bersifat Consumer (Umum), sehingga pengunjung sangat antusias mengunjungi pameran ini. Berdasarkan informasi dari organizing committee bahwa pelaksanaan pameran ini dihadiri sekitar 109 exhibitor dari beberapa negara seperti Indonesia, Selandia Baru, India, Malaysia, Turki, Korea, Jepang, Kroasia, Amerika Selatan serta dari negara-negara bagian di Australia.Pameran ini dihadiri oleh pengunjung lebih dari 9.534 orang. Keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada pameran ini mendapat sambutan dari para pengunjung untuk mendapatkan informasi dan perkembangan destinasi pariwisata Indonesia.

Selain itu dukungan dari para peserta dari Indonesia yang menjual paket wisata dan akomodasi sangat kooperatif dan gigih dalam mempromosikan dan meyakinkan pengunjung untuk datang ke Indonesia, terutama dari Lombok, Kabupaten Wakatobi dan Yogyakarta, sebagai destinasi Beyond Bali.

Outcomes yang dihasilhan dari keikutsertaan Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan

Ekonomi Kreatif dalam kegiatan Perth Holiday & Travel Expo 2014 adalah :

1. Masyarakat Australia mendapatkan informasi pariwisata terkini melalui pendistribusian bahan promosi pariwisata Indonesia.

2. Paket tour dan paket akomodasi yang ditawarkan oleh industri pariwisata Indonesia banyak diminati oleh para pengunjung stand Indonesia, sehingga mereka mendapat manfaat langsung dari transaksi yang terjadi dengan pengunjung expo.

3. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan kepada para peserta, maka diperoleh estimasi sebagai berikut:

a. Rata-rata appointment: 36 appointment

b. Rata-rata perolehan kunjungan calon wisman Australia: 136 pax/tourists

c. Maka estimasi devisa yang dapat diperoleh dari keikutsertaan Indonesia di Perth Holiday and Travel Expo 2014 adalah :

Total wisman yang dihasilkan adalah : 36 x 136 = 4.896 wisman. Apabila dengan asumsi pengeluaran wisman Australia per kunjungan sebesar US$ 1.510, maka total devisa yang diharapkan adalah US$ 7.392.960 atau Rp. 87.236.928.000 (dengan kurs US$ 1 = Rp.11.800). Jadi ekspektasi devisa yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 87,2 milyar (tahun 2012 sebesar

NATAS TRAVEL FAIR 2014, 28 – 30 Februari 2014,

Singapura

Pada keikutsertaan di NATAS Travel Fair 2014 ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih mengusung tema “Beyond Bali” dimana destinasi yang ditawarkan kepada pengunjung diluar pulau Bali seperti Raja Ampat, Belitung, Tanjung Pinang, dan Wakatobi tetapi sayangnya tidak ada industri yang dapat memberikan info secara lengkap maupun memfasilitasinya.

NATAS Travel Fair dirasakan kurang maksimal karena pihak NATAS terlalu melindungi travel agent Singapura dengan melarang industri Indonesia untuk berjualan secara langsung kepada para pengunjung. Selain itu juga penurunan jumlah potensial transaksi salah satunya disebabkan oleh posisi booth Indonesia yang kurang strategis, hal ini juga dikeluhkan oleh para sellers Indonesia. Posisi booth ditentukan berdasarkan pengambilan lotere melalui VITO. Dalam kegiatan Natas tersebut, dilaksanakan juga Table Top dimana kegiatan tersebut mempunyai tema Sellers Meet

Buyers ini dimanfaatkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menawarkan dan

menjual paket – paket wisata yang sudah siap di jual oleh Indonesia ke pasar Singapore.

Pada kegiatan NATAS tersebut hasil yang dapat dilaporkan pada acara table top maupun selama pameran NATAS Travel Fair diperkirakan telah menghasilkan potensial transaksi sebanyak 5.354 pax (turun 21,26% dari tahun lalu yaitu 6.800 pax)dengan nilai transaksi Rp 11,13 Miliar (turun 8,16% dari tahun lalu yaitu 12,12 Miliar). Batam, Yogyakarta, Bali, dan Bandung merupakan destinasi yang paling diminati kemudian disusul Lombok, Jakarta, dan Medan. Perlunya pengemasan paket – paket baru, mengingat kecenderungan minat wisatawan Singapura untuk mencari hal – hal yang baru, dan perlunya product knowlegde bagi travel agent Indonesia untuk mengemas paket – paket tersebut.

MATTA TRAVEL FAIR 2014, 14 – 15 Maret 2014,

Kuala Lumpur Malaysia

MATTA Travel Fair merupakan bursa pariwisata terbesar di Malaysia, bersifat consumer show yang diselenggarakan setiap tahun oleh Asosiasi Travel Agen Malaysia MATTA.

MATTA Fair ke-37 berlangsung di Putra World Trade Centre dengan mengusung tagline ”It’s about

Quality, Not Quantity”, pameran ini diikuti oleh 475 exhibitors lokal dan international antara lain

berasal dari : Cina, Jepang, Korea, Macau, Indonesia, Kamboja, Nepal, dan Filipina. Total pengunjung selama MATTA Fair berlangsung mencapai 90.273 pengunjung dengan perolehan transaksi mencapai 150 juta RM. Destinasi paling diminati adalah: Korea,Taiwan dan Indonesia. Pada keikutsertaan di MATTA Fair ini minat masyarakat Malaysia yang akan melakukan perjalanan wisata (outbond) ke Indonesia semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan potensial transaksi yang diperoleh oleh para sellers.

Dalam keikutsertaan Indonesia yang diwakili oleh 99 sellers dan dihadiri oleh kurang lebih 90.273 pengunjung, berdasarkan laporan dari para sellers pada acara table top maupun selama pameran MATTA Fair berlangsung diperkirakan telah menghasilkan potensial transaksi dengan konsumen sebanyak 24.543 pax dengan nilai transaksi sebesar Rp. 43 milyar. Bandung, Bali, Jakarta, Medan, Padang, dan Yogyakarta merupakan destinasi yang paling diminati kemudian disusul Surabaya, Batam, Makasar, Aceh, Balikpapan, Samarinda, Manado dan Papua. Telah terjadi peningkatan transaksi sebanyak 53,6 % apabila dibanding dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp. 28 milyar.

Pada keikutsertaan di MATTA Fair ini minat masyarakat Malaysia yang akan melakukan perjalanan wisata (outbond) ke Indonesia semakin

tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan potensial transaksi yang diperoleh oleh para sellers. Keikutsertaan industri Balikpapan dan Samarinda untuk pertama kalinya pada MATTA Fair mendapatkan sambutan yang cukup besar dari para pengunjung, sebagai alternatif destinasi baru selain Bandung, Jakarta, dan Bali yang sudah sangat dikenal oleh masayarakat Malaysia.

MATTA Fair adalah pameran yang sangat efektif untuk mempromosikan destinasi Indonesia karena merupakan pameran terbesar di Malaysia, namun demikian, adanya peraturan ketat yang melarang adanya transaksi langsung bagi travel agent asing kepada para konsumen, menjadi hambatan tersendiri bagi para sellers Indonesia.

ASEAN TOURISM FORUM (ATF), 21 – 23 Januari 2014 Borneo Convention Centre Kuching, Sarawak, Malaysia

ASEAN Tourism Forum resmi dibuka oleh Dato'SriMohdNajib Bin Tun Haji Abdul Razak Prime Minister of Malaysia, pada tanggal 20 Januari 2014 pukul 18.30 – 22.30 bertempat di Sarawak State Legislative Assembly, 2ndFloor, Don Chan Palace Hotel.

Booth Indonesia mendapatkan kunjungan VIP antara lain Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Malaysia, YB Dato’ Seri Mohamed Nazri Tan Sri Abdul Aziz, Menteri Hoteldan Pariwisata Myanmar, U HtayAung. President of MATTA, Hamzah Rahmat, dan turut serta Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Herman Prayitno.

Awareness Campaign berupa pemasangan iklan di TTG Asia Show Daily 4 kali berturut-turut selama Travex berlangsung (20-23 Januari 2014), dengan menampilkan image: Raja Ampat, Spa, Golf, Icon Kuliner Indonesia, dan Bromo. Kegiatan Business to Business (B to B Meeting) antara sellers dan buyers selama 2 hari Travex berlangsung pada tanggal 22-23 Januari 2014 di booth Indonesia,

dilakukan dengan sistem PSA (Pre Schedule Appointments) yang telah terjadwal sebelumnya sehingga efektif bagi para sellers maupun buyers yang hadir. Selain melalui PSA sistem, seluruh sellers dan buyers juga dipertemukan di Seller-Meet-Buyer(SMB)On-site Appointment Scheduling Session pada tanggal 21 Januari 2013 pukul 15.00 – 16.00, dan Buyer-Meet-Seller (BMS) pada pukul 16.00 – 17.00.

One-on-one media interview Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri dilaksanakan selama pameran berlangsung di booth Indonesia oleh beberapa media internasional dan lokal mengenai 16 fokus pasar, 16 KSPN, 7 minat khusus, statistik dan target kunjungan wisman ke Indonesia, serta partisipasi Indonesia pada ATF 2014. Sebagai daya tarik disajikan juga kopi dari beberapa daerah penghasil kopi di Indonesia antara lain Jawa, Sumatera dan Papua. Penyajian dilakukan selama 3 hari pameran.

Pelayanan informasi dilakukan dari tanggal 21-23 Januari 2014 berupa pendistribusian bahan promosi dalam bahasa Inggris meliputi: tourist map, leaflet Indonesia’s general information, booklet culinary, Tourism Village, Eco-tourism, Diving, Calender of Event 2014 serta souvenir dan penjelasan destinasipariwisata Indonesia kepada para pengunjung, penjualan paket-paket oleh perwakilan dari masing-masing peserta.

MELBOURNE HOLIDAY & TRAVEL SHOW 2014, 29-30 Maret 2014

Melbourne Convention Centre, Melbourne, Australia

Melbourne Holiday & Travel Show 2014 yang berlangsung dari tanggal 29-30 Maret 2014 berlangsung sangat meriah dan ramai pengunjung karena pameran ini bersifat consumer (umum). Pameran dilaksanakan pada akhir pekan pukul 10.00-16.30 selama 2 hari untuk umum dengan tiket masuk AUD$ 10 per orang. Para pengunjung stand Indonesia pada umumnya sudah tahu mengenai informasi Indonesia dan keindahan alamnya, diantara mereka yang paling dominan mengetahui tentang Bali, ada yang pernah bahkan beberapa kali mengunjungi Indonesia dan ada juga sama sekali belum tahu, dan merencanakan tahun-tahun mendatang akan mengunjunginya. Selain Bali, beberapa pengunjung juga menanyakan informasi mengenai destinasi Lombok, Yogyakarta, Papua dan beberapa destinasi lainnya. Para pengunjung pameran diberikan informasi pariwisata Indonesia.

Stand Indonesia menempati lahan seluas 4 (empat) booth atau 36m2, yang didekorasi dan dihiasi dengan peta Indonesia sebagai backdrop, serta destinasi wisata Indonesia (Raja ampat). Di stand Indonesia setiap harinya disediakan makanan dan minuman ringan khas Indonesia. Stand Indonesia diisi oleh Kementerian Parekraf, KJRI Melbourne dan 10 industri pariwisata, yang berasal Bali, Lombok yang khusus menjual paket wisata dan paket akomodasi;

Para pengunjung pameran stand Indonesia banyak yang meminta informasi pariwisata dan destinasi Indonesia, khususnya Bali, Lombok dan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara, Maluku dan Papua

INTERNATIONALE TOURISMUS-BÖRSE BERLIN 2014, 5 – 9 Maret 2014

Messe Berlin, Berlin, Jerman

ITB Berlin 2014 berlangsung pada 5 – 9 Maret 2014 di Messe Berlin, Berlin. Pavilion Indonesia menempati lahan seluas total 476 m2 di Hall 26 A No 120 dan 235, yang terdiri dari pavilion utama seluas 410 m2 dan pavilion spa dan kuliner seluas 66 m2 yang terletak di seberang pavilion utama. Pavilion utama terdiri dari 2 lantai, lantai pertama berfungsi sebagai dealing table, coffee corner, stage performance dan information desk, sementara lantai kedua seluas 90 m2 berfungsi sebagai meeting room dan VIP lounge.

Konstruksi pavilion Indonesia masih mengangkat tema visual Kapal Phinisi yang berkesinambungan dengan tema promosi Indonesia pada pameran pariwisata di wilayah lainnya. Pavilion Indonesia berada diantara booth Garuda Indonesia, booth

Papua Expeditions milik Dr. Weigline, booth Alila Hotels, booth Malaysia dan Singapura. Industri pariwisata yang bergabung pada pavilion utama Indonesia sebanyak 88 hotel/travel agent/tour operator yang mewakili destinasi di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Dalam 5 (lima) hari rangkaian kegiatan, tiga hari pertama merupakan B-to-B show, dan dua hari berikutnya merupakan Consumer Show. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah melaksanakan beberapa program kegiatan, seperti press conference, awareness campaign, cultural performance, coffee corner, cooking demo 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia dan demo spa tradisional Indonesia bekerjasama dengan Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata c.q. Direktorat Pengembangan Wisata Khusus, Konvensi, Insentif dan Event, pelayanan informasi pariwisata Indonesia, dan pendistribusian bahan promosi serta appointment meeting dengan Wamen Parekraf dan Dirjen Pemasaran Pariwisata.

Selama berlangsungnya ITB Berlin tanggal 5-9 Maret 2014, pavilion Indonesia menyajikan atraksi pembuatan kopi gayo dan kopi tradisional Indonesia lainnya untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada pengunjung pavilion dengan syarat setiap pengunjung yang menikmati kopi Indonesia harus menulis di tweeter account mereka dengan hashtag #Indonesiacoffee dan #wonderfulindonesia.

Cara ini dimaksudkan untuk membantu promosi branding Wonderful Indonesia melalui social media. Selain itu juga dilakukan aktivasi promosi demo spa, food testing, dan culinary workshop makanan khas Indonesia yang tercantum di dalam 30 ikon kuliner Indonesia seperti nasi tumpeng dan sate maranggi.

NEW YORK TIMES TRAVEL SHOW 2014, 28 Februari – 2 Maret2014

NEW YORK, AMERIKASERIKAT

Pameran/Exhibition (28 Februari – 2 Maret 2014), Booth Indonesia seluas 400 square feet dengan nomor booth: 253 dan 350 di dekorasi secara modern minimalis dilengkapi foto-foto keindahanalam Indonesia seperti: Komodo, KawahIjen, Borobudur dan destinasi di Indonesia. Petugas pelayanan informasi dan pendistribusian bahan promosi pariwisata Indonesia serta souvenir yang terdiri dari pulpen, tempelan kulkas, goodie bag “Wonderful Indonesia” adalah Kemparekraf, Tim KJRI New York dan Industri Pariwisata Indonesia. Lokasi booth Indonesia sangat strategis berdekatan dengan Asia Stage (common stage/panggung kesenian untuk menampilkan kesenian dari Asia).

Media Interview (28 Februari 2014), Bertempat di booth Indonesia, Sekditjen Pemasaran Pariwisata diwawancaraioleh NTD (New Tang Dinasti TV) yaitu stasiun TV China berbasis di New York serta reporter TVOne Amerika perihal latar belakang Indonesia berpartisipasi pada kegiatan promosi pariwisata di wilayah Amerika dan hasil-hasil yang diharapkan serta destinasi-destinasi yang dipromosikan di luar Bali.

Indonesia Cultural Performance (1-2 Maret 2014), Padatanggal 1 s/d 2 Maret 2014, bertempat di Panggung Asia, kelompoktaribinaan KJRI New York, SaungBudaya menampilkan kesenian Indonesia melalui medley lima tarian tradisional dari awa Barat, Betawi, Sumatera Barat, Kalimantan dan Sulawesi. Indonesian Cultural Performancemen dapatkan sambutan yang meriah dari para pengunjung dan diadakan pemberian

door prize bagi yang dapat menjawab pertanyaan seputar pariwisata Indonesia.

Demo Kuliner Indonesia (1 Maret 2014), Padatanggal 1 Maret 2014, chef Yono Purnomo yaitu chef asal Indonesia yang memiliki restoran Indonesia di Albany, New York mendemostrasikan masakan Indonesia yaitu BakmiGoreng dan Rendang yang merupakan salah satudari 30 IkonKuliner Tradisonal Indonesia (IKTI). Pada saat demo masak juga dibagikan doorprize bagipeserta

yang bisa menjawab pertanyaan chef Yono. Setelah selesai demo masak, Chef Yono membagi-bagikan masakan Indonesia kepada para penonton demo masakan Indonesia dan para pengunjung di booth Indonesia. Selama kegiatan pameran berlangsung dari tanggal 28 Februari s/d 2 Maret 2014, booth Indonesia menyediakan snack khas Indonesia seperti: Wingko Babat, Kue Lapis serta Permen Kopiko.

Travel Seminars (28 Februari 2014), DalamThe New York Times Travel Show (NYTTS) 2014, Industri Pariwisata Indonesia peserta booth Indonesia mengikuti seminar yang diselengggarakan oleh pihak NYTTS dengan pembicara dari berbagai tokoh pariwisata di AmerikaSerikat.

PAMERAN PARIWISATA DI MUSEUM ETNOLOGI VATIKAN, 11 – 15 Februari 2014

Vatikan

Kegiatan Pameran Pariwisata di Museum Etnologi Vatikan merupakan tindaklanjut kerjasama revitalisasi relief Candi Borobudur yang telahdi buka padabulan November 2012, dalam kesempatan ini Indonesia kembali mendapat kesempatan secara khusus untuk mengisi temporary exhibition di Museum Etnologi dari sejak bulanFebruari sampai dengan September 2014.

Lokasi temporary exhibition tersebut menempati ruangan seluas 400m² dan berada di lokasi yang sangat strategis yaitu di dekat pintu masuku tama Museum Etnologi

Acara ingurasi tanggal 13 Februari 2014 diawali dengan kata sambutan dari beberapa undangan kehormatan, antara lain, Sambutan dari Prof. Antonio Paolucci sebagai Direktur Museum Vatikan. Acara pembukaan kemudian dilanjutkandengan pertunjukan senitari dan jamuan cocktail. Sebagai tarian pembuka dibawakan Tari Gending Sriwijaya yang mempunyai makna tuan ramah yang bergembira dalam menyambut dan sekaligus member penghormatan kepadatamu yang dianggap sebagai tamu istimewa.

Dilanjutka ndengan Tari Siwa Kandela yang mencerminkan keharmonisan penduduk Kerajaan Sriwijaya yang menganut Hindu dan Budha namun tetap hidup rukun berdampingan. Selesai pertunjukan kesenian, seluruh tamu undangan yang berjumlah hampir 400 orang menikmati jamuan cocktail yang menyuguhkan kuliner Indonesia dan kuliner eropa.

Pertunjukan Tari Gending Sriwijaya dan Tari Siwa Kandela mempunyai kesan istimewa dan membuat para tamu yang hadir terkagum-kagum, karena tarian tersebut bernafaskan agama Hindu dan berasal dari Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan dilakukan di museum yang juga merupakan pusat Gereja Katolik dunia.

LA TRAVEL AND ADVENTURE SHOW, 8-9 FEBRUARI2014