• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOTAL PENGELUARAN (triliun Rp.)

AKUNTABILITAS KINERJA 2014

TOTAL PENGELUARAN (triliun Rp.)

2004 202.763 383,85 71,70 2005 198.359 398,97 74,72 2006 104.553 431,24 88,21 2007 222.389 489,95 108,96 2008 225.041 547,33 123,17 2009 229.731 600,30 137,91 2010 234.377 641,76 150,41 2011 236.752 662,68 156,89 2012 245.000 700,00 171,50 2013 248.000 711,00 176,32 2014 251.200 851,68 213,94 Sumber : BPS

Adapun beberapa kegiatan yang mendukung pencapaian target jumlah perjalanan wisatawan nusantara adalah, antara lain :

DIRECT PROMOTION JAWA BARAT DI PADANG, 29 s.d 30 Maret 2014

Padang

Pameran dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 29 s.d 30 Maret 2014 di Plaza Andalas Padang, dengan menyajikan 11 Booth peserta dari Jawa Barat untuk menjual dan mempromosikan paket-paket wisata dari Jawa Barat. Selama pameran berlangsung banyak pengunjung yang hadir melihat paket-paket wisata yang ditawarkan yang nantinya diharapkan mereka akan memesan melalui brosur dan informasi yang diberikan Kegiatan Table Top ini dimaksudkan untuk mempertemukan seller dari Jawa Barat dan buyer dari Sumatera Barat , dengan tujuan agar para seller dan buyer bisa berinteraksi dan melakukan transaksi jual beli paket-paket wisata. Selain saller

dan buyer acara ini dihadiri oleh : Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri dan staf dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bidang Promosi Pariwisata beserta staf.

Jumpa Pers dengan wartawan media cetak dan elektronik dilaksanakan setelah acara tabel top pada pukul 17.00 Wib di Lounge Hotel Grand Inna Muara Padang, dengan nara sumber antara lain : Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Parekraf, Kabid Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Ketua ASITA Jawa Barat dan Ketua ASITA Sumatera Barat.

PROMOTION SUMATERA SELATAN DI BANDUNG, 4 – 6 April 2014

Hotel Amaris dan Paris Van Java, Bandung

Direct Promotion Sumatera Selatan di Bandung dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 April 2014 bertempat di Paris Van Java, untuk pelaksanaan Table Top dilaksanakan di Hotel Amaris dan Paris Van Java, sedangkan pameran diikuti oleh Travel Agent, Biro Perjalanan Wisata, Hotel, Pengrajin Industri Kreatif, Airlines yang berasal dari Sumatera Selatan.

Kegiatan Direct Promotion Sumatera Selatan di Bandung diawali dengan pertemuan antara sellers dengan buyers (Table Top) pada tanggal 4 April 2014 bertempat di Hotel Amaris.

Sellers yang berpartisipasi dalam Table Top ini berjumlah 8 (delapan) sellers berasal dari Propinsi Sumatera Selatan, terdiri dari 6 Travel Agent dan 2 Hotel. Sedangkan Buyers berjumlah 31 (tiga puluh satu) berasal dari Provinsi Jawa Barat. Table Top dibuka secara resmi oleh Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Tazbir.

Pembukaan Pameran Direct Promotion Sumatera Selatan di Bandung dilaksanakan pada tanggal 4 - 6 April 2014, bertempat di Paris Van Java, yang dibuka secara resmi oleh Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pameran dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yang diikuti oleh para industri, airlines dan industry kreatif. Untuk menambah diselenggarakan pertunjukan kebudayaan seni khas daerah Sumatera Selatan, Peragaan Busana dari Rumah Busana Tria.

Setelah acara Pembukaan Pameran dilakukan Press Conference yang dihadiri media cetak diantaranya Pariwisata Indonesia, Kompas, Pikiran Rakyat, Tribun Bandung, Gala Media dengan narasumber Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, PHRI Jawa Barat. Pertanyaan Media tentang penyelenggaraan Direct Promotion serta target kunjungan Wisatawan Nusantara.

Ada 10 stand yang diisi oleh hotel, travel agent, penerbangan, pengrajin/industry kreatif (UKM). dalam pameran Direct Promotion Sumatera Selatan di Bandung. Antusiasme masyarakat Bandung cukup bagus dalam rangka melihat dan membeli produk kerajinan, Sumatera Selatan terutama penjualan Empek-empek.

FESTIVAL LEGU GAM 2014, 13 - 27 April 2014

Ternate, Provinsi Maluku Utara

Festival Legu Gam (FLG) telah dilaksanakan tanggal 13 April sd. 27 April 2014 di Ternate, Provinsi Maluku Utara merupakan pesta rakyat Moloku Kie Raha Maluku Utara sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Sultan Ternate, Drs. Haji Mudaffar Sjah, MSi yang tahun ini merupakan ulang tahun yang ke 79.

Penyelenggaraan kegiatan FLG tahun ini merupakan yang ke 13 dan telah menjadi agenda tahunan nasional, dimana sejak tahun 2007 Kemparekraf mendukung pelaksanaannya. Tahun ini Festival Legu Gam mengangkat tema “Ekspedisi Kie Raha Satukan Nusantara”.

Kegiatan Festival Legu Gam yang dilaksanakan tahun ini meliputi Pawai Obor “GAM MA CAHAYA”, Legu Gam Expo 2014, Kirab Budaya Nusantara, Panggung Budaya, Pemilihan Jojaro Ngongare Legu Gam 2014, Ternate Fashion Street,Jelajah Samudra Kie Raha, Whorkshop “Kemilau Warna Kie Raha”, Kie Raha Art Culture dan Legu Gam Live in Concert Artist.

Kegiatan Festival Legu Gam dimulai tanggal 12 April 2014 malam jam 20.00 WIT bertempat di Halaman Keraton dengan acara pelepasan Pawai Obor “GAM MA CAHAYA” yang dilepas oleh

Sultan Ternate Haji Mudaffar Syah dan Ratu Boki Nita Budhi Susanti. Dimana obor pertama dinyalakan oleh Sultan dan diikuti oleh obor-obor kecil yang kemudian diarak mengelilingi Kota Ternate.

Festival Legu Gam ditutup secara resmi pada tanggal 26 April 2014, di halaman Kedaton Kesultana Ternate dalam rangka HUT ke-79 Jo Ou Kolano Sultan Drs. Mudaffar Sjah, M.Si, Festival Legu Gam tahun ini adalah pelaksanaan ke-13 kalinya merupakan (pesta rakyat) sebagai manifestasi kecintaan rakyat (Bala Kusu se Kano-Kano) terhadap Paduka Yang Mulia Baginda Sultan Ternate, bahwa FLG bukan saja untuk mempromosikan dan mengangkat budaya masyarakat Maluku Utara, juga merupakan salah satu kegiatan untuk menggerakan ekonomi masyarakat, beragam hasil kria dan karya masyarakat melalui pagelaran dan pameran budaya, produk, kuliner serta menampilkan sejumlah budaya asli Moluku Kie Raha.

MALANG FLOWER CARNIVAL, 27 – 28 Apri 2014

Kota Malang – Jawa Timur

Pelaksanaan Malang Flower Carnival pada 27 – 28 April 2014 di Alun-alun Tugu Kota Malang diadakan bersamaan dengan moment Hari Ulang Tahun ke - 100 tahun Kota Malang. Rangkaian beberapa kegiatan antara lain : Pembukaan oleh band, Parade Putri Ken Dedes, Parade Kakang – Mbakyu Kota Malang, Malang Flower Carnival, Festival Kuliner, Festival Tempo Doeloe, Gerak Jalan Sehat, Pesta Rakyat dan lain-lain.

Malang Flower Carnival diikuti oleh 240 peserta dengan menampilkan berbagai busana yang unik dan menarik. Busana yang dikenakan berprinsip daur ulang yaitu menggunakan barang-barang

bekas seperti plastik kemasan sabun piring ataupun mie instant. MFC diikuti juga oleh 25 Usaha Kecil Menengah dengan hasil produknya yaitu keripik tempe.

Penyelenggaraan Malang Flower Festival diselenggarakan selama dua hari kegiatan diawali pada tanggal 27 – 28 April 2014 berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerjasama yang baik dan terarah antara semua pihak. Melalui Malang Flower Carnival diharapkan dapat menjadi ajang interaksi dan memperluas jejaring bisnis antara para peserta dengan para wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang ke kota Malang, Jawa Timur.

Dampak positif dari penyelenggaraan Malang Flower Carnival sebagai ajang promosi kota Malang sebagai Kota Bunga dan sebagai penunjang kegiatan ini sangat besar artinya bagi peserta pameran dengan animo pengunjung yang cukup tinggi.

GEBYAR BUDAYA DAN WISATA NUSANTARA, 1 s.d. 4 Mei 2014

Hall A Conference Centre (JCC) Jakarta

Gebyar Budaya dan Wisata Nusantara adalah kegiatan dalam bentuk pameran yang memasuki tahun ke 12 dalam rangka memperkenalkan obyek dan daya tarik wisata daerah. Pameran Gebyar Wisata & Budaya Nusantara 2014 berlangsung di Hall A JCC Senayan, Jakarta pada awal bulan Mei 2014 tepatnya pada tanggal 1 Mei sampai dengan 4 Mei 2014.

Sebanyak 117 peserta hadir dalam pameran ini, yang terdiri atas Dinas Pariwisata dari provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. "Sebanyak 30 ribu calon wisatawan dari Jabodetabek mengunjungi pameran ini," kata Sukur Saka, Direktur PT Wahyu Promocitra, penyelenggara acara.

Menurut Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya Ahman Sya, Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara sudah 12 tahun digelar. "Target kami ada 250 juta wisatawan domestik dan 9,5 juta wisatawan mancanegara (yang mengunjungi pameran). Destinasi di Indonesia luar biasa," katanya.

Ia mengatakan Indonesia memiliki 17 ribu lebih pulau, 250 bahasa, dan 500 lebih suku. bidang

sport dan pariwisata menjadi prioritas wisatawan

untuk datang ke Indonesia.

Yanti Sukamdari dari Badan Promosi Pariwisata Indonesia mengatakan wisata minat khusus atau

sport sedang dikembangkan. "Sport ini melibatkan emosi dan feeling. Setelah menikmati wisata sport, biasanya menikmati kearifan lokal yang ada di wilayah Indonesia,"

Selain berbagi pameran pariwisata daerah juga dipamerkan hasil kerajinan ekonomi kreatif daerah yang beragam yang tidak kalah menariknya sebagai buah tangan atau souvenir untuk para wisatawan. Untuk lebih menarik minat pengunjung juga diadakan festival seni dan budaya daerah seperti tarian-tarian, fashion show (lomba busana untuk anak-anak dan remaja), dan atraksi lainnya. Atraksi ini laksanakan dengan harapkan agar para orang tua dan anak mengunjungi pameran dan sambil menemani anaknya untuk ikut lomba.

FESTIVAL DANAU KELIMUTU, 10 – 14 Agustus 2014

Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

Festival Danau Kelimutu tahun 2014 diintegrasikan atas kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan pemerintah daerah Kabupaten Ende khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende.

Karnaval Seni dan Budaya diselenggarakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Ende tanggal 11 Agustus 2014, ditandai dengan dibukanya acara pawai karnaval di halaman Kantor Bupati oleh

Bupati Ende, Ir.Marselinus Y.W. Petu dengan didampingi oleh Setditjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc. Rute karnaval dimulai dari Kantor Bupati dan berakhir di Lapangan Pancasila. Peserta berasal dari siswa siswi sekolah dan paguyuban daerah yang berada di Kabupaten Ende.

Acara pembukaan Festival Danau Kelimutu diselenggarakan di Lapangan Pancasila setelah pawai karnaval seni budaya dilaksanakan dengan ditandai pemukulan gong oleh Setditjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf. Kemudian ditampilkan atraksi Tarian Melayu Kreasi dari SD Kristen Santa Ursula, Ende. Penampilan parade lagu-lagu daerah oleh grup musik lokal Kota Ende, yaitu Rakawesa Band memeriahkan acara malam pembukaan yang dihadiri sekitar 1000 orang masyarakat Ende dan sekitarnya.

Kelimutu Expo yang merupakan pameran seni budaya dan industri kreatif diselenggarakan di Lapangan Pancasila dari 9 s.d. 12 Agustus 2014 dengan jumlah stand yang berpartisipasi adalah 16 stand. Terdiri dari Kemenparekraf, dari pemerintah daerah Kabupaten Ende dan dari swasta. Total transaksi yang terjadi selama pameran berlangsung berjumlah 100 – 200 juta Rupiah.

Tanggal 13 Agustus 2014, dilaksanakan kegiatan trekking ke Kelimutu dengan jarak sekitar 12 km melalui rute start dari pelataran parkir Taman Nasional Danau Kelimutu – air terjun Murun Dao – Dusun Koposili – Kopombobe – Dusun Mboti – Desa Pemou – finish di Saori Ria Wisata (Gardu Pandang Moni). Lomba trekking kali ini diikuti oleh 125 orang, terbagi menjadi 25 tim masing-masing beranggotakan 5 orang. Pesertanya terdiri dari instansi pemerintah, perwakilan kelompok konservasi, kelompok masyarakat pemandu wisata Kelimutu, pecinta alam, ada juga kelompok guru penempatan daerah terpencil, juga perwakilan dari Garuda Indonesia di Ende. Acara pelepasan peserta trekking dilakukan oleh Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W. Petu pukul 08.30 WITA di pelataran parkir Taman Nasional Danau Kelimutu, Ende. Upacara tertinggi ditempatkan di Kelimutu yang dinamakan Patika Do’a Bapu Ata Mata. Hal ini menjelaskan penghormatan masyarakat setempat dengan alam dan antar desa. Upacara ini dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2014 dan menjadi agenda tahunan di

setiap tanggal yang sama dengan tujuan memberikan makan kepada arwah para leluhur dan diikuti oleh desa serta komunitas dengan jumlah sekitar 17 kelompok yang bermukim di sekitar Danau Kelimutu.

Untuk lebih mempromosikan obyek wisata Danau Kelimutu, kami mengundang wartawan dari media nasional yaitu media elektronik (TVRI) serta media oline (detik.com). Disamping meliput kegiatan Festival Danau Kelimutu, mereka juga meliput dan

mengambil foto dari obyek-obyek wisata lainnya di Kabupaten Ende, antara lain Pantai Batu Hijau, Pantai Mbu’u, Desa Wisata Wolotopo (pengrajin tenun ikat), dan Air Terjun Kedebodu. Penyelenggaraan kegiatan Festival Danau Kelimutu pada dasarnya berlangsung dengan baik. Untuk penyelenggaraan di tahun – tahun mendatang diharapkan perencanaan dan koordinasi yang lebih baik.

Penyelenggaraan Festival Danau Kelimutu untuk

kedepannya yang rencananya berubah namanya menjadi “Sepekan Pesta Danau Kelimutu 2015” dapat lebih disempurnakan lagi dengan memperhatikan dan memperbaiki beberpa aspek seperti penentuan tanggal dan tempat festival dan koordinasi yang baik dengan pihak Pemda Kabupaten Ende dan para industri wisata seperti travel agent yang dapat menjual paket wisata ke Danau Kelimutu bersamaan dengan kegiatan yang sedang diadakan. Selain itu, jumlah hadiah lomba pada festival sebaiknya dinaikan untuk lebih menarik lebih banyak peserta lomba.

SAIL RAJA AMPAT 2014, 19-23 Agustus 2014

Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat

Sail Raja Ampat 2014 yang bertemakan Membangun Bahari, Menuju Raja Ampat ke Pentas Wisata Dunia telah dilaksanakan di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dengan Puncak Acara tgl 23 Agustus 2014. Kegiatan Sail Raja Ampat dilaksanakan antara lain dalam upaya percepatan pembangunan daerah kepulauan dan pengembangan potensi sumber daya kelautan dan pariwisata guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat pesisisr dan

pulau-pulau, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja dan multiplier effect lainnya.

Dipilihnya Raja Ampat menjadi lokasi pelaksanaan Sail, karena perairannya merupakan salah satu tujuan wisata bahari di kawasan timur Indonesia yang telah mendunia dan memiliki keanekaragaman hayati laut terbaik serta merupakan jantung segitiga karang dunia (Coral Triangle Initiative), dan juga sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Acara Puncak Sail Raja Ampat yang diselenggarakan tanggal 23 Agustus di Pantai WTC dihadiri oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Menteri-Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Duta-Duta Besar Negara Sahabat, Para Gubernur/ Walikota/ Bupati, Forkompinda Prov.Papua/Papua Barat/Kab.Raja Ampat/Kota Sorong, Pimpinan TNI AD/AL/AU dan Kepolisian, Ketua Masyarakat Adat Provinsi Papua dan Papua Barat, Pimpinan SKPD Provinsi Papua Barat/Kab. Raja Ampat/Kab.Sorong dan tamu undangan serta masyarakat Kota Sorong dan Kab. Raja Ampat termasuk media cetak dan elektronik yang berjumlah sekitar 4000 orang. Adapun susunan acara puncak Sail yaitu Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Tarian Selamat Datang “Tari Batik”, Sambutan Selamat Datang oleh Gubernur Papua Barat, Penyerahan Penghargaan kepada Pemenang Lomba Desain Batik Papua (7 orang) oleh Menkokesra, Sambutan Menkokesra selaku Ketua Pengarah Panitia Nasional, Sambutan Presiden RI dilanjutkan penekanan tombol sirine dan penandatanganan Sampul Peringatan Sail Raja

Ampat 2014, Doa, Atraksi Budaya Sendratari Papua Barat “Harmoni Raja Ampat”, Atraksi Terjun Payung, Paramotor, Sailing Pass (11 kapal-kapal perang TNI dan 3 kapal-kapal perang Amerika Serikat, Singapura dan Australia, 3 liveaboard dan kapal-kapal nelayan ), serta Heli Water Jump. Hal-hal penting yang disampaikan Menkokesra dalam sambutannya, bahwa Sail Raja Ampat adalah model percepatan pembangunan tidak

hanya fisik tapi juga pengembangan sumber daya, dan penyelenggaraan Sail Raja Ampat untuk membangun kembali kesadaran bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Kunjungan wisatawan domestik ke Raja Ampat meningkat 100%, dan pemerintah sedang mengusulkan kepada UNESCO untuk Raja Ampat dijadikan sebagai World Heritage, juga sedang dibuatkan Rancangan Undang-Undang Kelautan, serta sudah ada daerah yang menitipkan untuk pelaksanaan sail-sail berikutnya

yaitu : Sail Tomini (Sulteng, Gorontalo, Sulut), Sail Lombok (NTB), Sail Karimata (Kalbar), Sail Takabonerate (Sulsel), Sail Tapanuli (Sumut). Dalam sambutan Presiden RI menyampaikan akan menyampaikan kepada Presiden terpilih untuk juga punya komitmen mengembangkan daerah-daerah maritim lainnya yang masih tertinggal. Makna dari pelaksanaan Sail Raja Ampat dalam rangka peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat terutama di Papua Barat, dan Indonesia akan

terus membangunan dari Aceh sampai dengan Papua agar seluruh rakyat bisa meningkatkan taraf hidupnya. Presiden menambahkan “kita ingin Indonesia kalau maju, maju semua dan kalau makmur, makmur semua, kita ingin di seluruh Indonesia makin aman, sejahtera, adil dan demokratis.” Presiden juga menandaskan perlu ada kerjasama dan kemitraan internasional dengan partisipasi negara-negara sahabat, karena dunia akan bersatu untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia.

Kegiatan Sail Raja Ampat 2014 merupakan suatu model percepatan pembangunan daerah pesisir/pantai yang mempunyai keunggulan perikanan kelautan maupun wisata dan berdampak bagi Kab. Raja Ampat baik secara fisik maupun pengembangan SDM. Puncak Sail Acara telah berjalan dengan baik, walau disertai hujan dan angin gelombang yang cukup tinggi.

PROMOSI PARIWISATA DI PERBATASAN, 6 September 2014

Harbour Bay, Batam

Tanggal 7 Agustus 2014 pukul 15.00 bertempat di lt. 3 Dit PPDN, Kemenparekraf dilaksanakan rapat pertemuan dengan tim Dwiki Dharmawan membahas kegiatan promosi di perbatasan “ASEAN Jazz Festival 2014” serta artis pendukung. Tanggal 28 Agustus 2014 pukul 10.00 dilaksanakan rapat persiapan serta finalilsasi kegiatan dimaksud yang dipimpin oleh Kadis Budpar Kota Batam dan dihadiri Kadis Budpar Provinsi Kepri serta tim Kemenparekraf bertempat di Kantor Disbudpar Kota Batam dilanjutkan press conference dengan media lokal beberapa pertanyaan seputar penyelenggaraan kegiatan promosi di perbatasan “ASEAN Jazz Festival 2014”, artis pendukung serta dukungan dari Kemenparekraf.

Tanggal 5 September 201 pukul 19.30 wib Jamuan Makan Malam bertempat di De’Patros Cafe, kawasan Harbourbay, Batam dukungan dari Dinas

Pariwisata Provinsi Kepri dihadiri oleh Kemenparekraf, Dinas Pariwisata Kota Batam, PHRI Kota Batam, para pendukung musisi jazz, media cetak nasional dan lokal, elektronik dan diakhiri pertunjukkan konser musik jazz oleh para komunitas Jazz kaula muda Batam dengan menghadirkan “Jam Session” sebagai tradisi Jazz yang tetap dipertahankan dan merupakan

kesempatan bagi para musisi muda untuk menampilkan pertunjukkan serta kesempatan tampil dengan musisi berpengalaman.

Pukul 16.00 wib bertempat di “Wonderful Indonesia Stage” panggung utama bisnis terpadu sekaligus pelabuhan Ferry dari dan ke Singapura kawasan Harbourbay acara konser musik jazz dibuka oleh Walikota Batam Bapak Achmad Dahlan dilanjutkan sambutan Wamen Parekraf, dihadiri : Gubernur Provinsi Kepri, Polda Kepri, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dinas Pariwista Kota Batam dan para tamu undangan lainnya serta masyarakat umum. Beberapa pertunjukkan musik jazz manca negara berkolaborasi dengan musisi jazz Indonesia serta 5 grup jazz dari Batam yaitu Tjepy and Friends, Malay Kadenza, Unveiled, KGC dan Ardhy dari musik tradisional sampai musik populer ikut menyemarakan ASEAN Jazz Festival dengan permainan sangat memukau penonton.

Tanggal 6 September 2014 pukul 19.30 Jamuan makan malam dukungan dari Dinas Pariwisata Kota Batam bertempat di Seafood Restaurant kawasan Harbourbay Batam dihadiri Wamen Parekraf, Wakil Walikota Batam, Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kadis Pariwisata Provinsi Kepri, Kadis Kota Batam ,para pendukung musisi jazz, wartawan media cetak nasional dan lokal serta para undangan lainnya.

Pertunjukkan promosi di perbatasan “ASEAN Jazz Festival 2014” berlangsung selama 4 jam dari pukul 09.00 wib s.d 24.00 dikemas secara bergantian dari satu panggung ke panggung lainnya terdiri dari 2 pangung Kemenparekraf yaitu:

“Wonderful Indonesia Stage” dan “Jazz Indonesian Stage” serta “Wonderful Kepri Stage” dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Puncak acara menampilkan suguhan group band Krakatau yang sudah mempunyai nama tenar bagi masyarakat Indonesia khususnya dan kota Batam pada umumnya yang menjadi ajang reunion bagi musisi Krakatau Band untuk pertama kalinya

FESTIVAL DANAU TOBA, 17 – 21 September 2014

Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara

Event Festival Danau Toba dilaksanakan pada tanggal 17 – 21 September 2014 di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut : Opening Ceremony, Festival Danau Toba 2014 dilaksanakan pada tanggal 17 September 2014 Pukul 09.00 WIB di Museum Batak TB Silalahi Center, di Balige , Kabupaten Toba Samosir. Acara Opening Ceremony diawali dengan pemberian Kata Sambutan dari Bapak TB Silalahi selaku Penasihat Kegiatan Festival Danau Toba 2014 dan Tuan Rumah dari Museum Batak TB Silalahi Center, Kata

Sambutan dari Gubernur Sumatera Utara, Bapak Gatot Pujo Nugroho, dan Kata Sambutan dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sapta Nirwandar. Opening Ceremony dihadiri oleh Para Pejabat Pusat dan Daerah seperti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tobasa, para tokoh dan petinggi adat Batak, tamu undangan dan media dari dalam dan luar negeri serta masyarakat Balige. Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tari tradisional Batak seperti Tari Tortor Pangurason, Tari Panangkok Agung, Pertunjukan Martumba yang dibawakan oleh siswa/i SD Tobasa, Tari Cawan Masal dan Parade Pemecahan Rekor Muri untuk Ulos Sadum sepanjang 500 meter.

Press Conference Festival Danau Toba dilaksanakan pada tanggal 17 September 2014 Pukul 13.00 WIB di Museum Batak TB Silalahi Center dengan narasumber yaitu Wamen Parekraf, Bapak TB Silalahi selaku Penasihat Festival Danau Toba 2014, Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Provinsi Sumatera Utara dan Tokoh Adat Batak. Press Conference dihadiri oleh media lokal, nasional dan inetrnasional serta 13 orang wartawan asing peserta Famtrip, yang merupakan kegiatan yang mendukung Festival Danau Toba dari Direktorat Pengemabangan Pasar Informasi Pariwisata.

Perayaan di Lapangan Sisingamangaraja XII Setelah melakukan Opening Ceremony dan membuka resmi Festival Danau Toba 2014, Wamen Parekraf didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara menuju ke Lapangan Sisingamangaraja XII di Balige untuk menyaksikan beragam perayaan yang turut meemeriahkan Festival Danau Toba 2014. Kegiatan ini diisi dengan Pemberian Ulos kepada Wamen Parekraf, peninjauan stand pameran pariwisata dan produk ekonomi kreatif oleh