• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI DAERAH PERENCANAAN

3.2 KONDISI FISIK WILAYAH RENCANA

3.4.1. Data Primer

Tabel. 3.17 Data Hasil Identifikasi Existing SPAL No Nama Bangunan Tahun

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

1 IPAL Pabrik tahu,

Laporan Akhir III-35 No Nama Bangunan Tahun

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

5 IPAL Pabrik Tahu Jalan

Laporan Akhir III-36 No Nama Bangunan

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

9 Alur dan Bantaran Sungai Kemuning - 1

---

Timbunan sampah membentuk kantung-kantung timbunan dan menjadi tempat tumbuh semak dan menghalangi aliran air

S 3° 26’ 50.4” &

E 114° 49 49.8

S3° 26’ 50.7” &

E114° 49’ 57.2”

S3° 26’ 52” &

E114° 50’ 06.6”

S3° 26’ 44.9” &

E114° 49’ 40.3”

10 Alur dan Bantaran Sungai Kemuning - 2

--- Bantaran sungai sudah

ditumbuhi semak dan mengurangi kapasitas alir

S3° 27' 11.131" &

E114° 46' 9.784"

S3° 26' 42.6" &

E114° 49’ 29.9”

Laporan Akhir III-37 No Nama Bangunan Tahun

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

11 Jaringan Pipa

Pembuangan Rumah Tangga

--- Pipa buangan limbah

domestic dibuang

langsung ke badan sungai

S3° 26’ 50.8” &

E114° 50’ 07.8”

12 Alternatif Lahan Kosong untuk sarana MCK Komunal - 1

--- Lahan kosong di bantaran

sungai kemuning untuk dipertimbangkan sebagai lokasi MCK komunal

S3° 26’ 51.6” &

E114° 50’ 07.2”

12 Alternatif Lahan Kosong untuk sarana MCK Komunal - 2

--- Lahan kosong di bantaran

sungai kemuning untuk dipertimbangkan sebagai lokasi MCK komunal

S3° 26’ 54.8” &

E114° 50’ 32.1”

13 MCK LA 01 Jl Berkat Mufakat RT 12 Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara

--- Berfungsi, akses menuju

MCK ditumbuhi dengan semak karena tidak digunakan akibat dari tidak tersedia air bersih

S3° 26’ 59.4” &

E114° 41’ 54.5”

Laporan Akhir III-38 No Nama Bangunan

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

14 Pabrik Tahu,

Jl Sukamara RT 2 PBR Rahu 01 LUU,

Kelurahan Landasan Ulin Utara,

Kecamatan Landasan Ulin

--- Pabrik Tahu, Tidak

memiliki IPAL, seluruh limbah cair di alirkan ke lubang pemuangan di tanah lapang, kemudian di tutup / urug dengan tanah

S3° 25’ 23.7” &

E114° 43’ 37.6”

15 Pabrik Tahu, Jl.Sumber Murni Kelurahan Landasan Ulin Utara,

Kecamatan Landasan Ulin

--- Pabrik Tahu dan Kandang

Sapi, Tidak memiliki IPAL, seluruh limbah cair di alirkan ke tanah lapang

S3° 26’ 52” &

E114° 50’ 06.6”

Laporan Akhir III-39 No Nama Bangunan Tahun

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

16 Kandang Sapi Jl.Kampung Baru Kelurahan Landasan Ulin Utara,

Kecamatan Landasan Ulin

--- Penampungan Sapi,

kapasitas sd 600 ekor, tidak memiliki IPAL, limbah cair (cucian lantai kandang) dialirkan ke kolam penampungan untuk dibiarkan meresap, jika penuh ditimbun dan dibuat kolam baru

S3° 25’ 03.6” &

E114° 43’ 49.0”

17 Pesantren Al Falah Jl.A Yani Km 20 Kelurahan Landasan Ulin Tengah,

Kecamatan Landasan Ulin

--- Blok Santri Putra,

Kondisi sanitasi memprihatinkan, air limbah dialirkan langsung ke saluran air hujan, sampah berserakan, sumur air dangkal terkontaminasi

S3° 26’ 37.8” &

E114° 43 51.5”

Laporan Akhir III-40 No Nama Bangunan

Dibuat Foto Kondisi / Keterangan Koordinat

17 Pesantren Al Falah Jl.A Yani Km 20 Kelurahan Landasan Ulin Tengah,

Kecamatan Landasan Ulin

--- Blok Santri Putri,

Kondisi sanitasi memprihatinkan, air limbah dialirkan langsung ke saluran air hujan, sampah berserakan

S3° 26’ 43.2”

&

E114° 43’ 49.4”

Laporan Akhir III-41 3.4.2. Data Sekunder

Kondisi umum sistem pelelolaan air limbah domestik di Kota Banjarbaru secara teknis dilakukan dengan 2 cara yaitu : a. Sistem Setempat (on site system)

merupakan sistem pengolahan limbah dimana fasilitas instalasi pengolahan berada di dalam persil atau batas tanah yang dimiliki. Sistem pengolahan setempat yang umum dijumpai di Kota Banjarbaru adalah mempergunakan septic tank. Namun tidak seluruh jamban yang dimiliki masyarakat Kota Banjarbaru telah memenuhi standar septic tank yang benar. Di beberapa lokasi, dijumpai masyarakat yang masih mempergunakan cubluk untuk pembuangan limbah tinja, atau bahkan dibuang ke sungai, baik secara langsung atau melalui pipa (plengsengan).

Dari tempat penampungan tersebut (septic tank), limbah tinja disedot dan diangkut dengan mobil tanki tinja untuk dibuang ke instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) milik Pemerintah Kota Banjarbaru yang berada di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka. Namun pengelolaan tempat pembuangan lumpur tinja ini belum memenuhi atau sesuai dengan prosedur operasional IPLT yang diharapkan, kondisi ini terjadi karena proses pengolahan lumpur tinja hanya dibiarkan secara alami tanpa ada penanganan. Minimnya peralatan dan tidak tersedianya biaya operasional menjadi kendala utama dalam pengelolaan IPLT tersebut.

Untuk layanan penyedotan tinja, pemerintah daerah hanya memilki 1 unit mobil pengangkut tinja/air limbah dengan kapasitas 5 m3, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk mengangkut air limbah ke pembuangan akhir. Faktor utama adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan air limbah dalam rangka menjaga kualitas air lingkungan, terutama air permukaan.

Rata-rata permintaan penyedotan lumpur tinja oleh masyarakat hanya berkisar antara 9 – 12 kali dalam sebulan.

Untuk penyediaan sarana prasarana sanitasi, di beberapa kawasan permukiman telah dibangun sistem MCK (mandi, cuci dan kakus) komunal melalui program PNPM Perkotaan, SANIMAS dan kegiatan Satker Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi belum menjangkau seluruh pemukiman padat sehingga perlu juga kita lakukan pengadaannya di lokasi-lokasi lain.

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru

Gambar 3.12. Diagram Sistem Sanitasi On-Site di Kota Banjarbaru

b. Sistem Terpusat (off site system)

adalah sistem suatu pengolahan air limbah dengan menggunakan suatu jaringan perpipaan untuk menampung dan mengalirkan air limbah ke suatu tempat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk selanjutnya diolah. Pengolahan dimaksudkan untuk mengkondisikan air limbah agar siap untuk diolah pada pengolahan tahap selanjutnya sebagaimana dapat dilihat pada gambar 3.3 (DSS off site system), yaitu :

 pengolahan primer, dimaksudkan untuk memisahkan secara fisik partikel tersuspensi (SS) sehingga beban pada unit pengolahan selanjutnya dapat dikurangi, prosesnya menggunakan system pengendapan dan pengapungan.

Laporan Akhir III-42

 pengolahan sekunder, pada tahap ini akan terjadi proses penguraian (secara biologis atau biokimia dengan bantuan mikroorganisma) dan menguraikan zat-zat organic, perosesnya menggunakan lumpur aktif, cakram biologis, trikling filter, extended aeration, dan oxidation pond.

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru

Gambar 3.13. Diagram Sistem Sanitasi Off-Site di Kota Banjarbaru

Di Kota Banjarbaru, sistem ini sudah mulai dibangun terutama pada kawasan padat penduduk, diantaranya melalui kegiatan yang dibiayai oleh APBN melalui Satker Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan. Pada tahun 2011 yang lalu telah dibangun 1 unit IPAL komunal di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan, namun belum termanfaatkan secara optimal karena belum selesainya penyambungan pipa dari rumah-rumah penduduk menuju ke lokasi IPAL. Pembuangan limbah cair rumah tangga selain tinja, yaitu yang berasal dari dapur dan kamar mandi serta air hujan disalurkan umumnya langsung disalurkan ke tanah atau ke saluran air (drainase) maupun ke badan air.

Tabel 3.18 Diagram Sistem Sanitasi Pengelolaan Air Limbah Domestik

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru

Sebagian besar rumah tangga di Kota Banjarbaru sudah menggunakan WC sentor, baik berupa Kloset jongkok maupun kloset duduk leher angsa, hanya saja tidak semuanya tersambung dengan tangki septic. Masih ada sebagian warga yang menyalurkan limbahnya langsung ke badan air seperti sungai atau rawa. Sementara itu di beberapa permukiman yang berorientasi pada alur sungai, sebagian besar masyarakatnya masih menggunakan WC cemplung atau WC helikopter.

Laporan Akhir III-43 Tabel 3.19 Sistem Pengelolaan Air Limbah Yang Ada Di Kota Banjarbaru

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru, data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru,2012

Untuk melayani pengurasan atau penyedotan lumpur tinja dari septic tank, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menyediakan 1 unit mobil pengangkut tinja. Sayangnya sarana ini belum termanfaatkan secara optimal karena jarangnya permintaan dari masyarakat untuk melakukan penyedotan tinja dari septic tank yang ada di rumah mereka, rata-rata hanya 10 kali dalam sebulan. Dampaknya, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang ada saat ini belum dioperasikan secara optimal karena penerimaan dari retribusi jasa penyedotan tinja tidak mampu menutupi biaya operasional pengelolaan IPLT. Minimnya peralatan penunjang menyebabkan lumpur tinja yang mengendap di kolam-kolam pengendapan tidak apat diangkat dan dibiarkan menumpuk di dalam kolam-kolam tersebut.

Tabel. 3.20 Pembuangan Limbah Di Kota Banjarbaru Tahun 2012

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru, data DKP Kota Banjarbaru, 2012

Secara keseluruhan kesadaran masyarakat dalam penanganan sanitasi lingkungan (termasuk air limbah) di Kota Banjarbaru belum maksimal.

Laporan Akhir III-44 Tabel 3.21 Kondisi Sarana MCK Di Masyarakat

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru, 2012

Tabel.3.22 Infrastruktur yang Dibangun Untuk Pencapaian SPM Air Limbah Permukiman Tahun 2009

No Lokasi SPAL Jumlah

1 Kelurahan Kemuning Pembuatan MCK 1

2 Kelurahan Guntung Paikat Pembuatan MCK 1

3 Kelurahan Landasan Ulin Pembuatan MCK 1

4 Kelurahan Landasan Ulin Selatan Pembuatan MCK 1

5 Kelurahan Landasan Ulin Barat Pembuatan MCK 1

6 Kelurahan Landasan Cempaka Pembuatan MCK 1

Tahun 2010

No Lokasi SPAL Jumlah

7 RT. 1 RW. 1, Kelurahan Landasan Ulin Selatan Pembuatan MCK 1

Laporan Akhir III-45

No Lokasi SPAL Jumlah

8 RT. 2 RW. 1, Kelurahan Landasan Ulin Selatan Pembuatan MCK 1 9 Jl. Tegal Arum RT. 24, Kelurahan Syamsuddin

Noor Pembuatan MCK 1

10 Jl. Tonhar RT. 2, Kelurahan Syamsuddin Noor Pembuatan MCK 1 11 Jl. Golf RT. 3, Kelurahan Syamsuddin Noor Pembuatan MCK 1

12 Kelurahan Sungai Tiung Pembuatan MCK 1

13 Kelurahan Landasan Cempaka Pembuatan MCK 1

Tahun 2011

No Lokasi SPAL Jumlah

14 Kelurahan Mentaos Pembuatan MCK 1

15 Pasar Ulin Raya Kelurahan Syamsuddin Noor Pembuatan IPAL 1

16 RT. 18, Kelurahan Cempaka Pembuatan MCK 1

17 RT. 13, Kelurahan Cempaka Pembuatan MCK 1

18 Jl. Mujahidin RT. 19, Kelurahan Cempaka Pembuatan MCK 1 19 Pasar Ulin RT. 19, Kelurahan Cempaka Pembuatan MCK 1 20 Jl. Cempaka Pasar Ulin RT. 18, Kelurahan

Cempaka Pembuatan MCK 1

23 Jl. Komet Raya Gang I, Kelurahan Mentaos Pembuatan IPAL

Komunal 1

27 Kelurahan Landasan Ulin Barat Pembuatan MCK 2

28 RT. 07, Kelurahan Bangkal Pembuatan MCK 1

32 Kelurahan Guntung Paikat Pembuatan MCK (+) 1

33 Kelur ahan Bangkal Pembuatan MCK (+) 2 39 Jl. Nusantara RT. 02 RW. 02, Kelurahan

Loktabat Selatan Pembuatan MCK 1

Laporan Akhir III-46 Tahun 2014

No Lokasi SPAL Jumlah

40 RT. 05 RW. 01, Kelurahan Landasan Ulin Barat Pembuatan MCK (+) 1 41 RT. 04 RW. 02, Kelurahan Landasan Ulin Utara Pembuatan MCK (+) 1 42 RT. 02 RW. 02, Kelurahan Landasan Ulin Barat Pembuatan MCK (+) 1

43 Desa Pumpung Pembuatan MCK (+) 1

44 Desa Kampung Baru Pembuatan MCK (+) 1

45 Kelurahan Loktabat Utara Pembuatan IPAL

Komunal RSH 1

46 Pasar Pagi Bauntung Kelurahan Kemuning Pembuatan IPAL 1

47 Kelurahan Loktabat Utara Pembuatan Sumur

Resapan RSH 6

48 Jl. Rambai Pengembangan/

Pembangunan Sambungan Rumah (SR) PS Air Limbah Komunal

30 SR

49 Ponpes Darul Ilmi Pembuatan MCK (+) 1

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru, 2014