• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI DAERAH PERENCANAAN

3.1.4. Prasarana Kota

3.1.4.9. Sistem Jaringan Drainase

Sistem drainase kota perlu dikembangkan secara teknis pada setiap sisi jalan, melakukan sodetan atau membangun saluran air yang menghubungkan antar blok perumahan/bangunan yang tergenang serta mengintegrasikan pembangunan sistem drainase kota dengan kantong-kantong air (satuan pengelolaan genangan air), sehingga sirkulasi air menjadi mengalir dan mengurangi genangan tinggi dan lama pada saat musim hujan. Disamping itu akan dilakukan normalisasi sungai-sungai yang ada dan dalam pengelolaan drainase ini akan mempergunakan sistem folder atau pompanisasi.

Sistem drainase Kota Banjarbaru dibagi menjadi 3 (tiga) zona prioritas, meliputi :

1. Zona Prioritas 1 (satu) atau zona prioritas utama, meliputi: Jalan A.Yani Km. 23 (SPBU Landasan Ulin) – Sungai Simpang Bandara Kiri 2 – Gang SMP, Jl. A Yani - Pertigaan Traffict Light Loktabat, Sungai Kemuning/Besar, Sungai Basung Kecamatan Cempaka.

2. Zona Prioritas 2 (dua), meliputi: Sungai Ulin Kanan, Sungai Salak Kiri 1, Sungai Guntung Payung Hulu Kiri 1, Sungai Guntung Payung Hulu Kanan 1, Sungai Guntung Payung Hulu, Sungai Kemuning Kanan 2, Sungai Kemuning Kiri 2, Sungai Paring Kanan 1, Sungai Paring Kiri 2, Sungai Guntung Gotong Royong, Sungai Simpang Bandara Kiri 3, Sungai Simpang Bandara Kiri 1, Sungai Salak Kiri 2, Sungai Kemuning Kanan 1, Sungai Paring Kiri 1, Sungai Lurus Kiri 1, Sungai Basung Kiri, Sungai Basung Kanan, Sungai Tiung Kiri, Sungai Tiung Kanan, Sungai Paring, Sungai Mangguruh, Sungai Ampuya Kiri 1, Sungai Sambangan, Sungai Ampuya Kiri 2, Sungai Ampuya Kanan, Sungai Guntung Harapan Kiri, Sungai Salak Kanan 1, Sungai Kemuning Kiri 33.

3. Zona prioritas 3 (tiga), meliputi: Sungai Ulin Kiri, Sungai ulin Kanan 2, Sungai Ulin Kanan 1, Sungai Lurus Kiri 3, Sungai Lurus Kanan 3, Sungai Lurus Kanan 1, Sungai Guntung Payung Kanan, Sungai Guntung Payung Hulu Kiri 3, Sungai Lurus Kiri 2, Sungai Lurus Kanan 2.

Untuk lebih jelasnya tentang sistem jaringan drainase Kota Banjarbaru dapat dilihat pada gambar 3.9

Laporan Akhir III-23 Sumber KLHS-RTRW Kota BanjarBaru Tahun 2010 -2030, revisi RTRW 2012-2032

Gambar 3.9. Peta Sistem Jaringan Drainase di Kota Banjarbaru

Laporan Akhir III-24 3.1.4.10. Sistem Pengelolaan Air Limbah

Sebagian besar Air limbah yang menimbulkan masalah lingkungan adalah Air limbah permukiman dan industri. Limbah rumah tangga umumnya dibuang langsung ke genangan air yang merupakan dasar dari rumah. Kendati sudah menggunakan septic tank, namun bagian dasarnya tidak kedap. Sementara itu limbah industri yang umumnya berada di sempadan sungai menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan kualitas air sungai. Oleh karena itu pengembangan IPAL untuk permukiman menjadi prioritas utama untuk dibangun. Selanjutnya, sesuai dengan kebijakan Pemerintah kota Banjarbaru, kegiatan industri berat akan dipusatkan di Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Liang Anggang. Dalam hal ini juga direkomendasikan untuk merelokasi industri yang mencemari sungai dan udara ke kawasan tersebut.

Sistem pengelolaan air limbah Kota Banjarbaru meliputi:

a. Pada tingkat rumah tangga, masyarakat menggunakan jamban sendiri (tangki septic masing-masing) maupun jamban bersama atau umum;

b. Sistem pengelolaan air limbah kota meliputi sistem air pembuangan yang terdiri atas sistem pembuangan air limbah (sewage) termasuk sistem pengolahan berupa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem pembuangan air buangan rumah tangga (sewerage) baik individual maupun komunal :

a. Sistem off-site dengan septictank komunal dan biofilter;

b. Sistem on-site dengan teknologi septictank biofilter; (sistem off-site dengan teknologi aerobic biofilter mencakup wilayah perumahan dan permukiman baru serta pada fasilitas niaga yang berada di sepanjang jalan utama Kota Banjarbaru;

c. Sistem IPAL dan IPAL komunal untuk perumahan dan permukiman baru.

c. rencana sistem pengolahan air limbah meliputi :

a. Zona pelayanan perkotaan, dengan wilayah permukiman baru, hotel, restoran, dan perkantoran sepanjang Jalan Ahmad Yani sampai rencana lokasi IPAL Terpusat. Pengolahan off site di IPAL terpusat, kapasitas 250 (dua ratus lima puluh) meter kubik per hari;

b. Zona permukiman, dengan wilayah pelayanan permukiman atau perumahan lama. Pengolahan on site di IPAL setempat, kapasitas lebih kurang 5 (lima) meter kubik per hari;

c. Zona perkampungan, dengan wilayah pelayanan permukiman padat. Pengolahan off site di IPAL setempat, kapasitas 10 (sepuluh) meter kubik per hari.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.10.

Laporan Akhir III-25 Sumber KLHS-RTRW Kota BanjarBaru Tahun 2010 -2030, revisi RTRW 2012-2032

Gambar 3.10. Peta Sistem Jaringan Air Limbah di Kota Banjarbaru

Laporan Akhir III-26 3.1.5. Undang undang Lingkungan

Peraturan/Acuan/Pedoman dalam Penyusunan Review Dokumen Master Plan Pengelolaan Air Limbah Kota Banjarbaru ini adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan;

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;

3. Undang- Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan;

5. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Penatagunaan Tanah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air minum (SPAM);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian urusan Pemerintahan;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur;

15. Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2008 tentang Air Tanah;

16. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2011 tentang Ijin Lingkungan;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2011 tentang Sungai;

18. Peraturan Menteri Pekerjaan umum Nomor 45 tahun 1990 tentang Pengendalian Mutu Air pada Sumber-Sumber Air;

19. Peraturan Menteri Pekerjaan umum Nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air limbah Permukiman;

20. Peraturan Menteri Pekerjaan umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;

21. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan hidup (AMDAL);

22. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 52 Tahun 1995 tentang baku Mutu limbah Cair bagi Kegiatan Hotel;

23. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu limbah Cair bagi Kegiatan Rumah Sakit;

24. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan hidup;

25. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 37 Tahun 2003 tentang Metode Analisis Kualitas air Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan;

26. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 110 Tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemar Air pada Sumber Air;

27. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 111 Tahun 2003 tentang Pedoman Mengenai Syarat dan tata Cara Perizinan serta Pedoman Kajian Pembuangan Air Limbah ke Air atau Sumber Air;

28. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang baku mutu Air limbah Domestik.

29. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 036 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 04 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Limbah Cair ( BMLC) Bagi Kegiatan Industri, Hotel, Restoran, Rumah Sakit, Domestik dan Pertambangan.

Sumber: Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 036 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 04 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Limbah Cair ( BMLC) Bagi Kegiatan Industri, Hotel, Restoran, Rumah Sakit, Domestik dan Pertambangan.

Laporan Akhir III-27 3.1.6. Kondisi Kelembagaan

Kelembagaan dan Peraturan Daerah Pendukung

Unit kerja Pemerintah daerah yang bertanggung jawab menangani pengelolaan air limbah di Kota Banjarbaru adalah Dinas Pekerjaan Umum (melalui Bidang Cipta Karya), didukung oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam tugas pelayanan penyedotan dan pengangkutan limbah tinja. Sedangkan Kantor Lingkungan Hidup bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pengendalian pencemaran yang disebabkan oleh limbah domestik, terlebih oleh limbah industri

Ringan maupun berat.

Ditingkat masyarakat dan dunia usaha, belum ada partisipasi aktif terhadap sistem pengelolaan air limbah domestik yang memenuhi standar pelayanan penyehatan lingkungan, baik di dalam prilaku sehari-hari maupun dalam sistem kelembagaan. Kondisi ini tentunya menuntut upaya yang lebih keras dari pemerintah untuk mengkampanyekan dan mengadvokasi para pelaku usaha dan masyarakat luas untuk memberi perhatian lebih terhadap penanganan dan pengelolaan air limbah.

Tabel 3.6 Peta Pemangku Kepentingan Dalam Pembangunan Air Limbah Domestik Kota Banjarbaru

FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN

Laporan Akhir III-28 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap

kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan air limbah

domestik  x x

Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan air limbah domestik dan atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik.

 x x

Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku

mutu air limbah domestic  x x

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru

Struktur Organisasi Pengelolaan Air Limbah Domestik

Struktur Organisasi pengelola air limbah domestik berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru No 21 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru adalah Dinas Perkerjaan Umum, yaitu pada Seksi Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Bidang Cipta Karya.

Gambar 3.11. Diagram Kelembagaan Pengelolaan Air Limbah di Kota Banjarbaru

Sumber Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru

Dokumen Penunjang Yang Dimiliki Kegiatan Sektor Air Limbah Permukiman

Landasan hukum pengelolaan air limbah di Kota Banjarbaru masih menggunakan peraturan perundangan yang ditetapkan oleh pemerintah di atasnya yaitu pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sampai saat ini Pemerintah Kota Banjarbaru belum menyusun atau merancang peraturan yang mengatur tentang pengelolaan air limbah, sehingga kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan air limbah belum memiliki dasar pijakan yang kuat dalam penerapan kebijakan pengelolaan air limbah.

Landasan hukum pelaksanaan pengelolaan limbah cair berdasarkan beberapa produk hukum nasional, antara lain berupa : a. Undang-Undang :

1) Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2) Kepmen No.51 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri

3) Kepmen No.52 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel

b. Peraturan pemerintah :

1) PP No.82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air 2) PP Nomor 18 tahun 1999 jo PP No.85 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3

3) PP Nomor 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan B3

c. Dokumen :

1) Outline Plan Air Limbah Kota Banjarbaru Tahun 2006, dibuat oleh Konsultan Perencana PT. Tricon Inter Multijasa Konsultan (Dirjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum).

2) Buku Putih Sanitasi Kota Banjarbaru Tahun 2012, dibuat oleh POKJA Sanitasi (BAPPEDA & PM Kota Banjarbaru).

Laporan Akhir III-29 3) Strategi Sanitasi Kota Banjarbaru Tahun 2012, dibuat oleh POKJA Sanitasi (BAPPEDA & PM Kota Banjarbaru).

4) Memorandum Program Sektor Sanitasi Kota Banjarbaru Tahun 2013, dibuat oleh POKJA Sanitasi (BAPPEDA & PM Kota Banjarbaru).