• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA TANAH 1. Legalitas Tanah

Tegakan Tan

K. DATA TANAH 1. Legalitas Tanah

PropertiPerkebunan Kelapa Sawit yang dinilai meliputi tanah (lahan) seluas x.xxx Ha, tanaman kelapa sawit, bangunan dan prasarana, alat angkut/kendaraan, mesin dan peralatan, peralatan dan perabotan kantor yang berada diatasnya dengan bukti kepemilikan tanah sebagai berikut:

Tabel 16

Sertifikat Hak Kepemilikan Tanah

No. Sertifikat Pemegang Hak Tanggal Gambar Luas

Penerbitan Berakhir Situasi (Ha)

x.xxx,xx PT ABC ... ... 01 8.900,00

Jumlah Luas Tanah x.xxx,xx

Tanah tersebut mempunyai bentuk tidak beraturan. Kami tidak melakukan pengukuran menyeluruh, melainkan dengan cara sampling dengan batas-batas tanah seperti yang ditunjukkan oleh Pemberi Tugas. Luas tanah yang dinilai berdasarkan angka yang terdapat dalam dokumen sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) tersebut.

2. Peruntukan dan Pemanfaatan Tanah

Tanah lokasi properti penilaian dapat digunakan sebagai kawasan Perkebunan, bangunan kantor, gudang dan barak karyawan dengan Surat dan Izin Lokasi sebagai berikut:

 Surat Keputusan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional No: …../HGU/BPN/….., Tentang Pemberian Hak Guna Usaha Atas Tanah Terletak Di Kabupaten […..], Propinsi […..], seluas […..] Ha.

 Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. …../Kpts-II/…..tertanggal ….. bulan ….. tahun…...dan No. …../Kpts-II/…..tertanggal ….. bulan ….. tahun…..., pelepasan tanah seluas  12.019 Ha.

 Izin lokasi berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten […..] No. …../BPN/X/tahun….., tertanggal ….. bulan…..tahun….. jo Surat No. …../BPN/V/ tahun…...

38

 Izin Usaha Perkebunan Kelapa Sawit berdasarkan Surat Keputusan […..] No. ….. /E5.601/.... tertanggal …..bulan …..tahun…...

Berdasarkan surat-surat perizinan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan melihat kondisi lahan dan lingkungan yang ada, tanah lokasi properti tersebut merupakan kawasan Perkebunan Kelapa Sawit.

3. Kesesuaian Lahan

Di Indonesia dalam menentukan kelas kesesuaian lahan untuk penggunaan Perkebunan Kelapa Sawit menggunakan kerangka dari FAO (Food And Agriculture Organisation). Sifat dan karakteristik lahan yang digunakan sebagai kriteria kesesuaian lahan adalah agroklimat (curah hujan, bulan kering, temperatur rata-rata tahunan, suhu maksimum dan minimum), topografi (ketinggian tempat, kemiringan), hidrologi (bahaya erosi dan banjir), serta sifat media perakaran dan nutrient. Berdasarkan sifat dan karakteristik lahan tersebut, maka kelas lahan untuk Perkebunan Kelapa Sawit dibagi menjadi 5 kelas kesesuaian lahan, yaitu S1 (sangat sesuai atau higly suitable), S2 (cukup sesuai atau

moderatly suitable), S3 (sesuai tingkat marginal atau marginality suitable), N1 (tidak sesuai saat ini), N2 (tidak sesuai permanen).

a. Sifat dan Karakteristik Lahan (Tanah)

Adapun sifat dan karakteristik lahan yang saat penilaian dilakukan sudah bersertifikat HGU adalah sebagai berikut:

1) Agroklimat

Untuk mengetahui keadaan iklim di lokasi lahan HGU diperlukan data tentang curah hujan, suhu udara, kelembaban, kecepatan angin dan arah angin serta intensitas penyinaran matahari, yang datanya diperoleh dari Stasiun Meteorologi Sepinggan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi tersebut, data iklim di lokasi Perkebunan Kelapa Sawit adalah sebagai berikut:

(a) Curah Hujan

Hasil analisis data curah hujan di Stasiun Meteorologi Sepinggan curah hujan rata-rata per tahun selama periode 2006-2010 sebesar 1800 mm atau 150 mm perbulan. Distribusi hujan tergolong cukup merata, dimana sebagian besar bulan selama setahun mempunyai curah hujan lebih dari 100 mm. Periode bulan yang mempunyai curah hujan dibawah 100 mm terjadi pada bulan Juni, selebihnya merupakan periode bulan dengan curah hujan diatas 100 mm, sedangkan bulan Oktober dan Desember merupakan periode bulan dengan curah hujan diatas 290 mm.

Ditinjau dari data curah hujan, maka lokasi studi sesuai untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit, karena pertumbuhan optimum dari kelapa sawit menghendaki curah hujan antara 1.500 sampai 4.000 mm per tahun.

39

(b) Suhu Udara

Suhu udara rata-rata tahunan selama periode 2006-2010 di Stasiun Meteorologi Sepinggan, adalah 29o C, dengan suhu maksimum 34oC dan suhu minimum 26oC, sedangkan pertumbuhan optimum dari tanaman kelapa sawit menghendaki suhu udara antara 29oC sampai dengan 30oC. Secara umum dikatakan bahwa kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada suhu rata-rata tidak lebih dari 30oC.

(c) Kelembaban Udara

Kelembaban udara rata-rata bulanan selama periode 2006-2010 berdasarkan data dari Stasiun Pengamatan Sepinggan, tidak menujukkan fluktuasi yang berarti atau relatif konstan pada angka 82% - 87%, sedangkan pertumbuhan optimum dari tanaman kelapa sawit menghendaki kelembaban udara antara 80% sampai 90%, sehingga dapat dikatakan bahwa areal di lokasi tersebut sesuai untuk pengembangan tanaman kelapa sawit.

(d) Kecepatan Angin dan Arah Angin

Kecepatan angin rata-rata berdasarkan data dari Stasiun Pengamatan Sepinggan adalah 6 km/jam. Berdasarkan Skala Beaufort, kecepatan angin di lokasi tersebut termasuk lemah, sehingga tidak terlalu membahayakan bagi pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

(e) Intensitas Penyinaran Matahari

Intensitas penyinaran matahari rata-rata bulanan berdasarkan data dari Stasiun Pengamatan Sepinggan adalah 5 jam. Intensitas penyinaran tertinggi terjadi pada periode bulan Juni dan terendah pada bulan Desember. Kelapa sawit membutuhkan penyinaran matahari yang cukup untuk kelangsungan proses fotosintesa. Dikaitkan dengan standar kebutuhan sinar matahari untuk tanaman kelapa sawit, yaitu lebih dari 4 jam per hari, maka lokasi tersebut sesuai untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

2) Topografi

Berdasarkan Catalog of Land Form of Indonesia (Desaunettes) di areal proyek, digabungkan dengan informasi peta dasar peta topografi dengan skala 1: 50.000, di lokasi proyek terdapat 6 kondisi lahan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini:

Tabel 17

Topografi Tanah Objek Penilaian Fisiografi Bentuk Wilayah Lereng (%) Luas Ha %

Dataran Alluvial Datar 0 – 3 xx.xxx,xx xx,x%

40

Dataran Berombak Berombak 3 – 8 xxx,xx xx,x% Dataran Bergelombang Bergelombang 9 - 15 xxx,xx xx,x% Dataran Bergelombang s.d

Agak Berbukit

Agak berbukit 16 - 25 x.xxx,xx xx,x%

Bukit Berbukit 25 - 40 xxx,xx xx,x%

Jumlah x.xxx,xx xxx,x%

Sumber: manajemen PT ABC, tahun 2010

3) Tata Kelola Air

Di lokasi lahan HGU PT ABC terdapat beberapa sungai besar dan kecil serta rawa-rawa dengan kedalaman sampai dengan xxx cm. Dua sungai besar yang digunakan penduduk setempat untuk sarana perhubungan maupun sebagai sumber air minum adalah Sungai Gorong dan Sungai Jogging dengan debit air masing-masing sebesar xx m3/dt dan xx m3/dt. Sungai ini mengalir sepanjang tahun.

4) Vegetasi

Dari lahan HGU Perkebunan Kelapa Sawit PT ABC yang belum dikembangkan ditumbuhi oleh semak belukardan tegakan pohon-pohon sisa tebangan (eks HPH).

b. Kelas Kesesuaian Lahan

Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan yang dilakukan oleh pihak manajemen PT ABC bahwa areal objek penilaian dapat digolongkan ke dalam kelas kesesuaian lahan S3 (Sesuai Marginal)dengan faktor pembatas utama yang terdiri atas tekstur tanah, kemiringan lereng, solum dangkal dan kemasaman tanah.

4. Tata Guna Lahan

Dari lahan bersertifikat HGU seluas x.xxx Ha tersebut, yang sudah dikembangkan per tanggal .... bulan .... tahun .... seluas x.xxx Ha, dan yang belum dikembangkan (termasuk yang tidak dapat ditanami) seluas x.xxx Ha, dengan perincian penggunaan sebagai berikut:

Tabel 18

Penggunaan Lahan Perkebunan Pada Saat Inspeksi

Uraian Luas (Ha) Bobot

A. Lahan yang Sudah Dikembangkan 1. Tanaman Kelapa Sawit

a. Tahun Tanam [2005] x.xxx,xx xx,xx%

b. Tahun Tanam [2006] xxx,xx x,xx%

c. Tahun Tanam [2007] xxx,xx x,xx%

d. Tahun Tanam [2010] x.xxx,xx xx,xx%

e. Tahun Tanam [2011] x.xxx,xx xx,xx%

Luas Areal Tanaman Kelapa Sawit x.xxx,xx xx,xx%

2. Jalan kebun xxx,xx x,xx%

41

Uraian Luas (Ha) Bobot

4. Bangunan emplasemen kebun xx,xx x,xx%

Total Lahan yang sudah dikembangkan (A) xxx,xx x,xx%

B. Lahan untuk PKS xx,xx x,xx%

C. Lahan yang belum dikembangkan xxx,xx x,xx%

D. Lahan yang tidak bisa Ditanami xxx,xx x,xx%

Total Lahan Belum Dikembangkan xxx,xx x,xx%

E. Total Lahan HGU x.xxx,xx xxx.xx%

Sumber : Laporan Kebun, tahun 2011

Hampir Seluruh lahan sudah dikembangkan, yang terdiri atas Tanaman Menghasilkan (TM) dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).

5. Penggunaan Tertinggi Dan Terbaik (Highest And Best Used)

Dalam penilaian ini kami melakukan analisis Penggunaan Tertinggi Dan Terbaik. Analisis tersebut kami lakukan berdasarkan pertimbangan bahwa berdasarkan analisis awal diketahui bahwa penggunaan tanah untuk Perkebunan Kelapa Sawit, secara fisik sesuai untuk Perkebunan Kelapa Sawit, secara hukum telah diizinkan karena telah mendapatkan sertifikat HGU, dan secara finansial layak, sehingga menurut hemat kami penggunaan tanah untuk Perkebunan Kelapa Sawit adalah pemanfaatan yang tertinggi dan terbaik dari tanah tersebut.

L. PENILAIAN ASET TANAMAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT