• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

5.1 Obyek daya tarik wisata alam di Pantai Bukit Batu

5.1.1 Daya tarik

Daya tarik yang dinilai terdiri dari tiga sub unsur yaitu (1) potensi utama daya tarik wisata yang ada pada suatu objek wisata dan memiliki daya tarik wisata, (2) nilai sumberdaya alam merupakan nilai yang melekat pada suatu sumberdaya, sehingga sumberdaya tersebut berpotensi untuk menjadi daya tarik suatu objek wisata dan (3) variasi kegiatan merupakan kegiatan yang dapat dilakukan pada suatu objek wisata.

5.1.1.1Potensi utama daya tarik wisata

Dua objek yang memiliki nilai tertinggi (25) yaitu Teluk Malang Lepau dan Bukit Malang Lepau. Keduanya mempunyai empat potensi daya tarik wisata. Dua objek lain memiliki nilai terendah (20) yaitu Batu Bertumpuk dan Pantai Malang Lepau. Keduanya mempunyai tiga potensi daya tarik wisata. Potensi utama di masing-masing objek adalah batuan yang berukuran besar dan laut. Tabel 6 Potensi utama daya tarik wisata

No. Objek Potensi utama daya tarik wisata Nilai

1 Batu Bertumpuk a) Batuan berukuran besar dengan posisi bertumpuk 20 b) Tumbuhan : Api-api (Avicennia sp.)

c) Laut

2 Pantai Malang Lepau a) Batuan disekitar pantai dengan ukuran besar-kecil 20 b) Tumbuhan : Jambu Hutan (Syzigium bisulea)

c) Laut

3 Teluk Malang Lepau a) Batuan dengan diameter berukuran ± 5 meter 25 b) Tumbuhan : Pandan laut (Pandanus odoratissimus) c) Satwa : Bajing kelapa (Callosciurus notatus) d) Laut

4 Bukit Malang Lepau a) Batuan berukuran besar 25

b) Tumbuhan : Api-api (Avicennia sp.) dan Pandan berduri

c) Satwa : Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)

d) Laut

1.Batu Bertumpuk

Batu Bertumpuk merupakan batuan yang tersusun di sepanjang Pantai Bukit Batu. Susunan batuan ini memberikan keindahan yang luar biasa. Batuan tersebut memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ukuran batuan terbesar berdiameter ± 1 meter dan terkecil berdiameter ± 0.3 meter. Keindahan Batu Bertumpuk, selain batuan terdapat tumbuhan mangrove yang banyak dijumpai di sekitar Batu Bertumpuk yaitu jenis api- api (Avicennia sp.) Hal ini sesuai dengan Bengen (2001) yang menyatakan Avicennia sp. tumbuh pada daerah yang bersubstrat pasir (Gambar 3). Keberadaan jenis api-api ini memberikan keindahan berupa pemandangan alami zonasi mangrove.

Jalan menuju Batu Bertumpuk berupa jalan aspal (± 800 meter) dan jalan tanah ± 100 (Gambar 4). Sebelum mencapai Batu Bertumpuk (± 10 meter) terdapat villa milik pengelola. Pada jarak ± 200 meter dari Batu Bertumpuk terdapat makam nenek moyang Desa Burong Mandi. Makam ini merupakan

makam masyarakat yang dahulu kalah berperang ketika melawan perompak yang ingin menguasai Desa Burong Mandi.

Gambar 3 Potensi daya tarik di Batu Bertumpuk: (a) Susunan batuan yang berukuran besar, (b) Jenis api-api (Avicennia sp.) yang banyak dijumpai di Batu Bertumpuk (Sumber: Rianiko Aditya).

Gambar 4 Kondisi jalan menuju Batu Bertumpuk: (a) Jalan aspal sepanjang ± 800 meter dari pintu masuk Pantai Bukit Batu, (b) Jalan tanah sepanjang ± 100 meter menuju Batu Bertumpuk.

2. Pantai Malang Lepau

Pantai Malang Lepau merupakan pantai yang ada di dalam kawasan Pantai Bukit Batu. Nama Pantai Malang Lepau berasal dari nama bukit yang berada di sebelah pantai, yaitu Bukit Malang Lepau. Potensi daya tarik Pantai Malang Lepau adalah pemandangan laut ketika matahari terbit, pasir pantai berwarna coklat keemasan dan keindahan batuan yang tersusun di tepi pantai. Pohon jambu hutan (Syzygium bisulea) memberikan keindahan dan menambah suasana alami di Pantai Malang Lepau (Gambar 5). Tak jauh dari tepi pantai ke arah timur laut (5 – 7 km) terdapat sebuah batuan yang saling bertumpuk yang dikenal dengan

Jangkar Pulau Belitung. Jangkar tersebut dipercaya sebagai jangkar dari Pulau Belitung ketika dahulu Pulau Belitung mengapung di tengah lautan. Jalan menuju

b

a b

Pantai Malang Lepau berupa jalan aspal (± 800 meter) dan jalan tanah (± 50 meter).

Gambar 5 Potensi daya tarik di Pantai Malang Lepau: (a) Keindahan matahari terbit (Sumber : Rianiko Aditya), (b) Keindahan pasir pantai berwarna coklat keemasan, (c) Batuan di Pantai Malang Lepau, (d) Pohon jambu hutan (Syzygium bisulea) di sekitar Pantai Malang Lepau.

3.Teluk Malang Lepau

Nama Teluk Malang Lepau berasal dari nama bukit yang ada di sebelahnya, yaitu Bukit Malang Lepau. Potensi daya tarik Teluk Malang Lepau antara lain adanya dua buah batuan dengan diameter berukuran ± 5 meter di tepi teluk, ombak laut yang relatif tenang sehingga memungkinkan untuk aktivitas berenang dan keindahan batuan yang tersusun di sepanjang tepi Teluk Malang Lepau (Gambar 6).

Pada pagi hari terdapat aktivitas bajing kelapa (Callosciurus notatus) di Teluk Malang Lepau. Menurut Payne et al. (2000) menyatakan bahwa bajing kelapa hidup di hutan yang dekat dengan pantai dan dataran rendah. Keindahan lain berupa tumbuhan Pandan laut (Pandanus odoratissimus) di tepi Teluk Malang Lepau. (Gambar 7). Jalan menuju Teluk Malang Lepau berupa jalan aspal

a b

(± 800 meter), jalan tanah (± 100 meter) dan tangga yang telah disediakan oleh pengelola (± 50 meter) (Gambar 8).

Gambar 6 Potensi daya tarik di Teluk Malang Lepau: (a) Dua buah batu dengan diameter ± 5 meter yang ada di Teluk Malang Lepau (Sumber : Rianiko Aditya), (b) Kondisi air dan bebatuan di sekitar Teluk Malang Lepau.

Gambar 7 Potensi daya tarik di Teluk Malang Lepau:(a) Aktivitas bajing kelapa (Callosciurus notatus) di Teluk Malang Lepau (Sumber : Rianiko Aditya), (b) Keindahan pandan laut(Pandanus odoratissimus) di sekitar Teluk Malang Lepau.

Gambar 8 Kondisi jalan menuju Teluk Malang Lepau: (a) Kondisi jalan tanah sepanjang ± 100 meter (Sumber : Rianiko Aditya), (b) Tangga yang disediakan oleh pengelola sepanjang ± 50 meter.

a b

a b

4. Bukit Malang Lepau

Bukit Malang Lepau merupakan bukit yang ada di dalam kawasan Pantai Bukit Batu. Potensi daya tarik Bukit Malang Lepau yang berada di dalam bukit antara lain keindahan sekumpulan batuan yang berukuran besar. Batuan tersebut berdiameter antara ± 3-5 meter. Pengunjung dapat naik ke atas batuan tersebut untuk menikmati pemandangan bukit dan laut yang sangat indah. Pada pagi hari terdapat aktivitas monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di sekitar Bukit Malang Lepau. Macaca fascicularis banyak ditemukan di Bukit Malang Lepau karena tumbuhan yang mendominasi di bukit ini adalah jambu hutan (Syzygium bisulea) yang buahnya merupakan pakan dari Macaca fascicularis (Gambar 9).

Gambar 9 Potensi daya tarik di Bukit Malang Lepau: (a) Kumpulan batuan yang memiliki diameter berukuran 3-5 meter, (b) Aktivitas Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis).

Potensi daya tarik Bukit Malang Lepau di sekitar tepi bukit yang menghadap ke arah laut terdapat tumbuhan pandan berduri. Keindahan pandan berduri ini karena memiliki tinggi ± 3 meter. Selain tumbuhan, di sekitar tepi bukit yang menghadap ke arah laut terdapat susunan batuan yang berukuran besar. Susunan batuan tersebut merupakan lokasi masyarakat setempat untuk memancing (Gambar 10). Bukit Malang Lepau dapat menjadi objek daya tarik karena merupakan perwakilan ekosistem dengan keadaan vegetasi yang cukup lebat, sehingga menyuguhkan suasana sejuk di dalamnya.

Bukit Malang Lepau dapat dicapai melalui dua jalan. Jalan pertama berupa jalan setapak yang melewati bagian dalam bukit. Jalan ini dapat ditempuh dengan waktu selama ± 120 menit. Kondisi jalan berupa jalan tanah dan masih tertutup oleh semak-semak karena jarang dilalui oleh masyarakat. Jalan kedua merupakan

jalan alternatif melalui tepi bukit yang menghadap ke arah laut. Jalan ini dapat ditempuh dengan waktu selama ± 45 menit. (Gambar 11).

Gambar 10 Potensi daya tarik di Bukit Malang Lepau: (a) Tumbuhan Pandan Berduri yang memiliki tinggi ± 3 meter, (b) Tepi Bukit Malang Lepau yang menghadap kearah laut.

Gambar 11 Kondisi jalan menuju Bukit Malang Lepau: (a) Kondisi jalan yang melewati bagian dalam Bukit Malang Lepau, (b) Jalan alternatif masyarakat yang melalui tepi Bukit Malang Lepau yang menghadap ke arah laut.

5.1.1.2 Nilai sumberdaya alam

Nilai sumberdaya alam memiliki sub unsur berupa nilai sejarah, nilai pengetahuan, nilai keindahan dan nilai budaya. Batu Bertumpuk dan Bukit Malang Lepau memperoleh nilai tertinggi yaitu 20, karena memiliki tiga sub unsur. Sedangkan Pantai Malang Lepau dan Teluk Malang Lepau memperoleh nilai terendah yaitu 15, karena memiliki dua sub unsur (Tabel 7).

1. Nilai sejarah

Batu Bertumpuk dan Bukit Malang Lepau memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Burong Mandi. Dahulu nenek moyang masyarakat Desa Burong Mandi berperang melawan perompak yang singgah ke Pantai Bukit Batu.

a b

Peperangan tersebut terjadi karena perompak ingin menguasai Desa Burong Mandi. Namun niat perompak tersebut ditolak oleh masyarakat setempat sehingga banyak masyarakat yang meninggal. Masyarakat tersebut dimakamkan di dekat Batu Bertumpuk. Makam nenek moyang Desa Burong Mandi tersebut masih ada hingga saat ini.

2. Nilai keindahan

Seluruh objek di Pantai Bukit Batu memiliki nilai keindahan yang dapat menjadi daya tarik wisata. Pada Batu Bertumpuk memiliki keindahan berupa susunan batuan berdiameter ± 1 meter. Pada Pantai Malang Lepau memiliki keindahan berupa pemandangan laut terutama ketika matahari terbit. Pada Teluk Malang Lepau memiliki keindahan berupa dua buah batuan berdiameter ± 5 meter yang berada di tepi teluk. Pada Bukit Malang Lepau memiliki keindahan berupa pemandangan laut yang nampak dari tepi bukit.

3. Nilai pengetahuan

Seluruh objek di Pantai Bukit Batu memiliki nilai pengetahuan. Nilai pengetahuan yang dapat dilakukan di Pantai Bukit Batu dapat berupa penelitian mengenai gejala geologi (batuan) dan kegiatan pengamatan tumbuhan/satwa. 4. Nilai budaya

Nilai budaya berupa adat istiadat, tradisi lokal, kebiasaan (Damanik & Weber 2006). Sumberdaya alam di Pantai Bukit Batu tidak ada yang digunakan sebagai tradisi lokal atau adat istiadat.

Tabel 7 Nilai sumberdaya alam

No. Objek Nilai sumberdaya alam Nilai

1 Batu bertumpuk Nilai sejarah, nilai keindahan dan nilai pengetahuan 20 2 Pantai Malang Lepau Nilai keindahan dan nilai pengetahuan 15 3 Teluk Malang Lepau Nilai keindahan dan nilai pengetahuan 15 4 Bukit Malang Lepau Nilai sejarah,nilai keindahan dan nilai pengetahuan 20

5.1.1.3 Variasi kegiatan

Variasi kegiatan merupakan kegiatan yang dapat dilakukan di masing- masing objek. Semua objek utama di Pantai Bukit Batu memperoleh nilai 25, karena memiliki empat atau lebih sub unsur. Kegiatan yang dapat dilakukan di semua objek adalah kegiatan fotografi dan kegiatan menikmati pemandangan (Tabel 8).

Tabel 8 Penilaian variasi kegiatan wisata

No. Objek Variasi kegiatan Nilai

1 Batu bertumpuk Bersepeda, fotografi,tracking dan menikmati

pemandangan 25

2 Pantai Malang Lepau Berjemur, berenang, fotografi dan menikmati

pemandangan 25

3 Teluk Malang Lepau Berjemur, berenang, penelitian, fotografi, dan

menikmati pemandangan 25

4 Bukit Malang Lepau Memancing, penelitian, fotografi,tracking dan

menikmati pemandangan 25

5.1.1.4 Penilaian daya tarik di Pantai Bukit Batu

Bobot total dari empat objek di Pantai Bukit Batu yang memiliki nilai daya tarik tertinggi sampai terendah adalah Bukit Malang Lepau dengan nilai 420, Batu Bertumpuk dengan nilai 390, Teluk Malang Lepau dengan nilai 390 dan Pantai Malang Lepau dengan nilai 360 (Tabel 9).

Tabel 9 Penilaian daya tarik di Pantai Bukit Batu

No. Unsur/sub unsur Batu

Bertumpuk Pantai Malang Lepau Teluk Malang Lepau Bukit Malang Lepau

1 Potensi utama daya tarik wisata 20 20 25 25

2 Nilai Sumberdaya alam 20 15 15 20

3 Variasi Kegiatan 25 25 25 25

Total Nilai Sub Unsur 65 60 65 70

Bobot total = Total nilai sub unsur x 6 390 360 390 420

Klasifikasi Penilaian Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

Dokumen terkait