• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Pedoman Observasi Penelitian

1. Definisi konseptual

Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas yang mencakup keterampilan otot-otot besar, gerakan ini lebih menuntut kekuatan fisik dan keseimbangan. Gerak motorik kasar melibatkan aktivitas otot tangan, otot kaki dan koordinasi anggota tubuh seperti merangkak, berjalan, berlari melompat, senam irama dan berenang.

2. Definisi Operasional

Senam irama adalah suatu perpaduan bentuk gerakan dengan irama yang mengiringinya. Gerakan harus sesuai dan selaras dengan irama yang mengiringinya agar gerakan yang dilakukan serasi.

Tabel 3. 4

Ketentuan Intensitas Skor Motorik Kasar

Keterangan Deskripsi Skor

Belum Berkembang (BB)

Indikator motorik kasar yang di

amati belum terlihat 1

Mulai Berkembang (MB)

Indikator motorik kasar yang di amati mulai terlihat dengan di bantu dengan tindakan

2 Berkembang Sesuai

Harapan (BSH)

Indikator motorik kasar yang di amati sering muncul dan harus dierikan tindakan dan motivasi

3 Berkembang Sangat

Baik (BSB)

Indikator motorik kasar yang di amati selalu terlihat tanpa harus dibantu tindakan dan motivasi

4

1. Kisi-Kisi Pedoman Observasi

Kisi-kisi pedoman observasi ini merupakan pedoman dalam melakukan pengamatan terhadap proses pembelajran di kelas.

Kisi-kisi pedoman observasi ini berisi tentang catatan yang mencatat kegiatan anak selama proses pembelajaran berlangsung.

Kisi-kisi pedoman observasi adalah sebagai berikut:

a. Lembar Pedoman Observasi

Observasi merupakan seuatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagi proses biologis dan pisikologis.

Dua diantara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan Hadi (dalam Sugiyono, 2011:145) maka dapat diketahui proses observasi melibatkan pengelihatan dan pengamatan yang cukup kuat untuk menarik kesimpulan. Pengisian Lembar observasi, peneliti memberikan tanda ceklis ( ) pada lembar kertas kisi-kisi instrument observasi pada kolom belum berkembang,

mulai berkembang, berkembang sesuai harapan, dan berkembang sangat baik adapun isi kisi-kisi observasi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5

Kisi-Kisi Pedoman Observasi Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Senam Irama Ceria

No Indikator Pernyataan No

Kekuatan -Gerakan memiringkan kepala ke kiri dan ke kanan

1 3

-Gerakan tangan di pinggang 2 -Gerakan kaki berjalan di tempat. 3 Koordinasi -Gerakan menganyunkan 2

tangan

4 3

- Gerakan kaki jalan di tempat 5 -Gerakan berdiri dan tangan

direntangkan

6

Kecepatan -Gerakan jalan di tempat 7 1

Keseimbangan -Gerakan berjalan maju dan mundur di garis lurus

8 4

-Gerakan melangkah maju dan mundur

9 -Gerakan melangkah kekiri dan

kekanan

10 -Gerakan tangan di pinggang 11 Kelincahan -Gerakan megubah posisi tubuh

secara cepat

Gerakan miring -Gerakan kaki kanan melangkah 1 kali

13 2

-Gerakan tangan di miringkan ke atas secara bergantian

14 Gerakan memutar

tangan di depan dada

-Gerakan memutarkan 2 tangan di depan dada

16 1

Gerakan tepuk tangan, melompat

-Gerakan tepuk tangan dan melompat dengan dua kaki secara bersamaan

17 1

Gerak berjalan - Gerakan berjalan ke kanan dan ke kiri

18 1

Berdiri dan tangan -Gerakan Berdiri 19 2

direntangkan -Gerakan tangan direntangkan 20

Gerakan lari cepat - Gerakan jalan di tempat 25 1 Gerakan memutar

bahu ke depan dan kebelakang 2 kali

-Gerakan memutar bahu ke depan dan kebelakang 2 kali

26 1

-Gerakankaki jalan di tempat 28 Gerakan “burung

terbang” tangan direntangkan

kemudian

digerakan ke atas dan ke bawah, kaki melagkah maju dan mundur 2 langkah

-Gerakan“burung terbang”

tangan direntangkan kemudian digerakan ke atas dan ke bawah

29 2

-Gerakan kaki melagkah maju dan mundur 2 langkah

kedua telapak tangan dijadi satu dan di letekan di pipi kanan di pipi kiri

-Gerakan anggota tubuh yang berlawanan 1 Anak melakukan gerakan memiringkan kepala

ke kanan ke kiri, tangan di pinggan dan kaki jalan di tempat

2 Anak melakukan gerakan memutar 2 tangan di depan dada, dan memutar bahu 2 kali

3 Anak melakukan gerakan menepuk tangan, dan melompat menggunakan dua kaki secara bersamaan

4 Gerakan menghirup udara dan mengeluarkan udara dengan kedua tangan di ayunkan keatas dan ke bawah secara perlahanlahan

5 Anak melakukan gerakan melompat seperti katak 2 kali, gerakan melompat dan bertepuk tangan

6 Anak melakukan tangan di rentangkan, kaki jalan ditempat dan tangan di pinggang

7 Anak melakukan gerakan berjalan kekanan dan ke kiri dan maju dan mundur

8 Anak melakukan gerak Gerakan orang “sedang tidur” kedua telapak tangan dijadi satu dan di letekan di pipi kanan, di pipi kiri dengan kaki melangkah ke kanan dan kiri

9 Mampu melakukan Gerakan telapak tangan memutar seperti sedang “mengelap kaca satu tanagan”, kaki kanan melangkah kekiri dan kanan 2 kali

10 Anak melakukan senam irama dengan luwes Keterangan:

BB: Belum Berkembang MB: Mulai Berkembang

BSH: Berkembang Sesuai Harapan BSB: Berkembnag Sangat Baik

b. Lembar Pedoman Catatan Wawancara

Catatan lapangan berisi rangkum seluruh data lapangan yang terkumpul selama sehari, catatan ini disusun secara sesegera mungkin setelah observasi pada hari yang bersangkutan selesai, sehingga berupa data yang benar-benar masih baru dan tidak menunggu pengumpulan data selanjutnya. Adapun catatan lapangan adalah segala informasi yang terkait dengan pelaksanaan senam irama ceria dalam meningkatkan motorik kasar anak usia 4-5 tahun.

Tabel 3.7

Pedoman Wawancara Kepala Sekolah

No Pertanyaan Jawaban

1 Apa visi dariTK Kemaala Bayangkari 4?

2 Apa misi dariTK Kemaala Bayangkari 4?

3 Kurikulum apa yang dijadikan acuan dalam proses kegiatan belajar mengajar?

4 Apa guru-guru sering diikutkan dalam workshop, seminar/pelatihan mengenai perkembangan motorik kasar?

5 Sarana dan prasaran apa saja yang mendukung perkembangan motoirk kasar?

Tabel 3.8

Pedoman Wawancara Guru Kelas Pra Tindakan

No Pertanyaan Jawaban

1 Menurut ibu apakah kemampuan motorik kasar anak penting untuk dikembangkan?

2 Kegiatan apa saja yang telah diterapkan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak?

3 Kesulitan atau kendala-kendala apa saja yang ibu temui dalam meningkatkan motorik kasar anak?

4 Apakah peningkatan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama sangat efektif untuk diterapkan?

5 Apakah masih diperlukan pendekatan yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama?

Tabel 3.9

Pedoman Wawancara Guru Kelas Pasca Tindakan

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana kemajuan yang didapat setelah diterapkannya senam irama ceria untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar?

2 Bagaimana respon anak terhadap kegiatan senam irama ceria?

3 Apakah kegiatan senam irama bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak?

4 Apakah ada perbedaan dalam perkembangan motorik kasar anak setelah diterapkan senam irama?

5 Bagaimana saran ibu terhadap kegiatan senam irama untuk meningkatkan motorik kasar anak?

c. Pedoman Dokumentasi atau Rekaman Foto

Rekaman foto digunakan untuk mengabadikan tindakan yang telah dilaksanakan selain itu, rekaman foto juga berfungsi menggambarkan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat kegiatan terjadi pada saat kegiatan senam berlangsung, detail peristiwa penting yang perlu didokumentasikan sebagai bukti kuat bahwa telah dilakukannya penelitian sehingga laporan yang diberikan menjadi lebih akurat dan dapat di pertanggung jawabkan.

H. Pemeriksaan Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi:

1. Perpanjangan Keikutsertaan

Peneliti menambahkan waktu pengamatan agar dapat mendalami temuan-temuannya. Penambahan waktu ini untuk memeriksa kemungkinan bisa atau salah persepsi, memprediksi disertai melengkapi data atau informasi di lapangan. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai apa yang terjadi. Dengan demikian, penelitiannya bertambah langkap.

2. Ketekunan Pengamatan

Peneliti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan demikian, kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

3. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memangpatkan sesuatu di luar data untuk mengecek atau membandingkan data yang telah didapat, Salah satu bentuk triagulasi adalah dengan memanfaatkan sumber yaitu dengan membandingkan atau mengecek derajat kepercayaan suatu informan di waktu dan alat yang berbeda hal ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan data hasil bisa diketahui penyebab perbedannya.

4. Analisis Kasus Negatif

Analisis kasus negatif adalah mencari kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil peneliti. Peneliti membandingkan data yang ada dengan hasil penelitian.

5. Pengecekan / Tema Sejawat

Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil semetara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan sejawat.

6. Kecukupan Referensial

Kecukupan referensi sebagai alat untuk menampung dan menyesuaikan dengan kritik untuk keperluan evaluasi.

7. Pengecekan Anggota

Peneliti melakukan diskususi, memeriksa ulang dengan teman yang ikut serta dalam penelitian sebagai anggota peneliti.

Memeriksa keseluruan pekerjaan, penguatan metode, cara analisis dan hasil-hasil penelitiannya, dengan demikian, penelitian dapat terus diperbaiki.

I. Teknis Analisis Data

Teknis analisis data dan interpretasi data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga data sudah jenuh, aktifitas dalam analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpualan/verifikasi Miles & Huberman (dalam Sugiyono, 2009: 246) maka dapat diketahui langkah-langkah analisis data kualitatif adalah sebagai berikut:

1. Reduksi Data Merangkum

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, mempokuskan pada hal-hal yang penting, di cari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu (Sugiyono, 2009:247).

Pada tahap ini peneliti akan menggolongkan data berdasarkan cara liputannya lalu membaca data kemudian melakukan pemilihan agar data dapat diringkas dan dibuat menjadi sederhana rincian semua data yaitu hasil dari catatan lapangan, hasil wawancara dan catatan dokumentasi data yang tidak relevan akan disortir karena

hanya yang sesuai dengan tema dan pola penelitian data yang terpilih. Dengan demikian, data telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

2. Penyajian Data

The most frequent form of display data for qualitative research data in the past has been narativ text Miles & Huberman (dalam Sugiyono, 2009: 249). Hal yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Data yang telah terpilih akan dipaparkan, data tersebut akan diberi kode, data ynag masih berupa catatan lapangan, hasil wawancara, atau catatan dokumentasi akan diubah menjadi data berupa deskripsi atau uraian data.

3. Kumpulan / Verifikasi

Langkah ketiga dalam analisis data Kualitatif menurut Miles & Huberman (dalam Sugiyono, 2009: 345) adalah meberikan kesimpulan dan verifikasi. Pada tahap peyimpulan ini, kriteria keberhasilan atas upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun melalui senam irama ceria yang diukur dengan pedoman observasi dengan menggunakan ceklis, ceklis dapat menjamin bahwa peneliti mencatat tip-tiap kejadian sekecil apapun yang dianggap penting (Ridwan, 2010:50).

Penelitian ceklis terentang dari berkembang sangat baik skor 4, berkembang sesuai harapan skor 3, mulai berkembang 2, dan belum berkembang. Pedoman observasi terdiri dari satu aspek penelitian penelitian yaitu kemampuan motorik kasar.

4. Analisis Data Kualitatif

Penelitian ini juga mengunakan analisis data kualitatif diperoleh data-data observasi peneliti meningkatka kemampuan motorik kasar anak. Hasil observasi tersebut kemudain dilakukan analisis data secara kualitatif dengan menggunakan persentase meningkatkan kemampuan motorik kasar anak untuk melihat perkembangan pemberian tindakan melalui senam irama terhadap kemampuan kasar anak usia 4-5 tahun di TK Kemala Bayangkari 4.

Analisis data kualitatif sebagai data pendukung merupakan jumlah skor masing-masing anak. Lalu di persentasikan dari rata-rata jumlah seluruh anak, apabila jumlah rata-rata dari seluruh anak tersebut mengalami kenaikan dilihat dari kisi-kisi instrument peningkatan kemampuan motorik kasar anak, maka peneliti dinyatakan berhasil untuk mencapai persentase di gunkan rumus yaitu jumlah siklus sama dengan jumlah semua nilai dibagi dengan jumlah tertinggi dikalikan dengan seratus persen ( Riduwan, 2012:

89).

Jumlah

Skor Tertinggi X 100%

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Hasil Pra Penelitian

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana kemampuan motorik kasar yang dimiliki oleh anak kelompok A TK Kemala Bhayangkari 4. Selain itu, peneliti melakukan wawancara terhadap guru kelas tentang kemampuan motorik kasar anak. Kegiatan observasi dilaksanakan pada tangggal 27 juli 2017.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan mengenai kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A TK Kemala Bhayangkari 4 masih belum optimal.

Pada dasarnya anak-anak kelompok A TK Kemala Bhayangkari 4 Serang memiliki kemampuan gerak yang baik. Hal ini terlihat ketika anak bermain, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Anak dengan riang gembira berlari keluar masuk kelas, bermain di perosotan dan menaiki jaring laba-laba dan ada beberapa anak yang hanya duduk berdiam diri di depan kelas. Dalam hal mengkombinasikan gerakan tangan dan kaki secara bersamaan, anak-anak kelompok A TK Kemala Bhayangkari 4

Masih mengalami kesulitan. Hal ini terlihat ketika anak-anak berbaris di depan kelas sambil menyanyikan lagu. Di sini terlihat bahwa anak masih mengalami kesulitan mengkombinasikan tangan dan kaki.

Ketika guru memberikan contoh gerakan berjalan di tempat sambil bertepuk tangan, masih ada anak yang hanya berjalan di tempat namun bertepuk tangan yang tidak sesuai dengan irama dan ada anak yang hanya berdiam diri. Ketika guru memberikan contoh grakan selanjutnya yaitu gerakan tangan di pinggang kemudian membungkukkan badan dan berkeliling 2 kali. Ada anak yang hanya berdiam diri, yang hanya mengikuti gerakan berputar 2 kali dan ada anak yang mengikuti gerakan namun masih tidak sesuai dengan irama.

Gambar 4.1

Suasana Kegiatan Berbaris di Halaman (Foto: Siti Aisah, 27 juli 2017)

Berdasarkan hasil observasi kemampuan motorik kasar anak kelompok A di TK Kemala Bhayangkari 4 Serang-Banten pada saat pra penelitian adapun nilai terendah adalah 17% dan nilai tertinggi adalah 60%

untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram dibawah ini:

Diagram 4.1

Data Hasil Observasi Pra Tindakan Anak Usia 4-5 Tahun

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampun motorik kasar 2 dari jumlah 15 anak masih dalam keadaan rendah Perkembangan kemampuan motorik kasar 11 anak berada di skala mulai berkembang, skala ini menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan motorik kasar anak masih rendah. Hal ini didukung pula dalam catatan lapangan dan catan dokumentasi pada saat observasi pra penelitian (CL1). Berdasarkan data-data yang telah diuraikan di atas, maka peneliti melakukan refleksi, tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada siklus I Pada penelitian ini dilakukan satu siklus, terdapat 8 kali pertemuan.

2. Hasil Penelitian Siklus I a. Tindakan ke 1

1. Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempesiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan adalah sebagi berikut:

1) Melakukan kolaborasi dengan guru 2) Membuat rencana kegiatan harian (RKH)

3) Mempersiapkan gerakan dan irama musik yang akan digunakan

4) Mempersiapkan media belajar yang dibutuhkan

5) Membuat name tag untuk memudahkan proses penilaian.

6) Mempersiakan lembar obsevasi untuk melihat peningkatan kemampuan motorik kasar anak

7) Mempersiapkan alat untuk mendokumentasikna kegiatan.

2. Tindakan dan observasi

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 1 Agustus 2017. Jumlah anak yang mengikuti pembelajaran ada psiklus I pertemuan pertama sebanyak 15 anak. Berikut merupakan gambaran penelitian tindakan kelas pada pertemuan pertama. Anak-anak kelompok A dan kelompok B berbaris di halaman setelah mendengar bunyi bel tepat pukul 07.30 WIB.

Kegiatan dimulai dengan bernyanyi “pagi-pagi ke sekolah” sambil bertepuk tangan dilanjutkan dengan jargon TK Kemala Bhayangkari 4 untuk membakar semangat anak.

Jam 08.00 anak-anak mulai masuk kelas kemudian guru dan anak bernyanyi ABC, berhitung 1-10 dan kegiatan pertama di dalam kelas dimulai kegiatan pertama yaitu senam irama ceria, Pertama kali guru menyerahkan kegiatan senam kepada peneliti, kemudian peneliti mengingatkan gerakan senam kepada anak.

peneliti memperagakana gerakan senam di depan anak-anak.

Anak-anak menirukan gerakan yang dilakukan peneliti. Semua anak bersemangat mengikuti gerakan yang dilakukan oleh peneliti. Setelah diingatkan akan gerakan senam, peneliti

mengajak anak untuk melakukan kegiatan senam dengan diiringi irama musik. Peneliti memberikan contoh gerakan yang dimulai dari sikap siap, tangan direntangkan, jalan di tempat tangan direntangkan, gerakan jalan di tempat dan tangan dipinggang, gerakan menganyunkan 2 tangan dan kaki jalan di tempat, gerakan berjalan maju dan mundur di garis lurus, gerakan, tengkleng kepala ke kiri dan ke kanan, tangan dipinggang, kaki berjalan di tempat, gerakan melangkah 2 kali ke kanan dan ke kiri, gerakan telapak tangan memutar seperti sedang “mengelap kaca satu tangan”, kaki kanan melangkah ke kiri dan ka nan 2 kali, gerakan memutar bahu ke depan dan ke belakang 2 kali, memutarkan 2 tangan di depan dada, gerakan mengangkat bahu secara bergantian kaki jalan di tempat,menggerakan tepuk tangan dan melompat dengan dua kaki secara bersamaan, gerakan “ burung terbang” tangan direntangkan kemudian digerakan ke atas dan ke bawah, kaki melagkah maju dan mundur 2 langkah, gerakan melompat seperti katak 2 kali, gerakan orang “sedang tidur” kedua telapak tangan dijadikan satu dan diletakan di pipi kanan, di pipi kiri dengan kaki melangkah ke kanan dan kiri, gerakan tangan dimiringkan ke atas secara bergantian, gerakan menghirup udara dan mengeluarkan udara dengan kedua tangan di ayunkan ke atas dan ke bawah secara perlahan-lahan. peneliti memberikan contoh di depan anak-anak. Dengan antusias anak berusaha mengikuti gerakan yang dilakukan oleh peneliti.

Namun masih bnayak anak yang belum mampu menggerakan memutar tangan di depan dada sambil maju dan mundur, ada anak ynag hanya memutar tangan saja , melompat seperti katak ada anak yang hanya mampu melompat sekali dan kemudian menyenggol temannya. Setelah selesai peneliti dan anak bertepuk tangan untuk memberikan apresiasi. Anak-anak terlihat senang mengikuti kegiatan senam dengan diiringi irama musik. Guru meminta anak untuk duduk dan minum untuk mengembalikan tenaga yang terkuras setelah tenaga anak sudah kembali, anak di siapkan untuk melakukan kegiatan senjutnya seperti biasa.

Gambar 4.2

Suasana Kegiatan senam irama di Halaman (Foto: Siti Aisah, 1 Agustus 2017)

3. Refleksi

Setelah melakukan tindakan pertama, peneliti dan kolabrator mendiskusikan hasil yang menunjukkan bahwa pada pertemuan ke-1 pada siklus I mengalami peningkatan jika pada pra tindakan mencapai 17%, maka pada pertemuan ke-1 siklus I

ini meningkat ke 29%. Pada tindakan ke-1 ini kemampuan motorik kasar anak mulai berkembang, dimana anak mampu berjalan di tempat, dan merentangkan tangan.

b. Tindakan ke 2 1) Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempesiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dalam proses tahap perencanaan (Planning), pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan adalah sebagi berikut:

1. Melakukan kolaborasi dengan guru 2. Membuat rencana kegiatan harian (RKH)

3. Mempersiapkan gerakan dan irama musik yang akan di gunakan 4. Mempersiapkan media belajar yang dibutuhkan

5. Mempersiakan lembar obsevasi untuk melihat peningkatan kemampuan motorik kasar anak

6. Mempersiapkan alat untuk mendokumentasikna kegiatan.

2) Tindakan dan observasi

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 2 Agustus 2017 jumlah anak yang mengikuti kegiatan senam pada pertemuan kedua siklus pertama ini berjumlah 15 anak. Bel tanda berbaris berbunyi tepat pukul 07.30 WIB. Seperti biasanya anak-anak kelompok A dan B berbaris di depan kelas guru menerangkan tema kepada anak dan menyebutkan anggota tubuh menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan Inggris.

Kegiatan selanjutnya bernyanyi bersama lonceng berbunyi

kemudian berbaris rapih dan anak diminta berhitung 1-10 sebelum masuk kelas.

Pukul 08.00 anak-anak masuk kalas dan kegiatan di dalam kelas dimulai kegiatan pertama di hari kedua penelitian adalah senam irama ceria. Kegiatan senam diawali dengan meminta anak-anak berbaris, kemudian guru meminta anak untuk merentangkan tangan agar tidak saling bersentuhan ketika senam.

Setelah semua anak berbaris dan merentangkan tangan guru menyerahkan keada peneliti untuk kegiatan senam dimulai.

Fokus gerakan pada pertemuan kedua adalah mampu jalan di tempat, mampu menggerakan tepuk tangan dan melompat dengan dua kaki secara berasamaan, gerakan melangkah maju dan mundur, kaki ke kanan dan kiri kemudian tangan di pinggang.

Kemudian. peneliti memperagakana gerakan senam di depan anak-anak. Anak-anak menirukan gerakan yang dilakukan peneliti. Semua anak bersemangat mengikuti gerakan yang dilakukan oleh peneliti.

Setelah diingatkan akan gerakan senam, peneliti mengajak anak untuk melakukan kegiatan senam dengan diiringi irama musik. Peneliti memberikan contoh gerakan yang dimulai dari sikap siap, tangan direntangkan, jalan di tempat tangan direntangkan, gerakan jalan di tempat dan tangan dipinggang, gerakan menganyunkan 2 tangan dan kaki jalan di tempat, gerakan berjalan maju dan mundur di garis lurus, gerakan, tengkleng kepala

kekiri dan kekanan, tangan dipinggang, kaki berjalan di tempat, gerakan melangkah 2 kali kekanan dan kekiri, gerakan telapak tangan memutar seperti sedang “mengelap kaca satu tangan”, kaki kanan melangkah kekiri dan kekanan 2 kali, gerakan memutar bahu ke depan dan ke belakang 2 kali, memutarkan 2 tangan di depan dada, gerakan mengangkat bahu secara bergantian kaki jalan di tempat,menggerakan tepuk tangan dan melompat dengan dua kaki secara bersamaan, gerakan “burung terbang” tangan direntangkan kemudian digerakan ke atas dan ke bawah, kaki melagkah maju dan mundur 2 langkah, gerakan melompat seperti katak 2 kali, gerakan orang “sedang tidur” kedua telapak tangan di jadikan satu

kekiri dan kekanan, tangan dipinggang, kaki berjalan di tempat, gerakan melangkah 2 kali kekanan dan kekiri, gerakan telapak tangan memutar seperti sedang “mengelap kaca satu tangan”, kaki kanan melangkah kekiri dan kekanan 2 kali, gerakan memutar bahu ke depan dan ke belakang 2 kali, memutarkan 2 tangan di depan dada, gerakan mengangkat bahu secara bergantian kaki jalan di tempat,menggerakan tepuk tangan dan melompat dengan dua kaki secara bersamaan, gerakan “burung terbang” tangan direntangkan kemudian digerakan ke atas dan ke bawah, kaki melagkah maju dan mundur 2 langkah, gerakan melompat seperti katak 2 kali, gerakan orang “sedang tidur” kedua telapak tangan di jadikan satu

Dokumen terkait