BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
C. DEFINISI OPERASIONAL
1. Variable dependen
Variabel dependen adalah variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi oleh perubahan variabel independen dan mempunyai hubungan positif atau negatif bagi variabel independen nantinya. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah:
a. Tobin’s Q
Dalam penelitian ini kinerja perusahaan diukur dengan
menggunakan Tobin’s Q sebagai ukuran kinerja pasar ( Klapper dan Love, 2004). Tobin’s Q merupakan salah satu dari beberapa jalur other asset channel yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam mempengaruhi perekonomian khususnya dalam mencapai sasaran akhir dari kebijakan moneter yang dikeluarkan yaitu kestabilan harga-harga (tingkat inflasi ). Penelitian ini menganalisa mengenai jalur yang melihat harga asset yang dipegang oleh masyarakat sebagai ekuitas, sebagai indikator untuk mengendalikan tingkat inflasi. Tobin’s Q dihitung dengan menggunakan rumus yang dikembangkan Cjung dan Pruitt, 1994 dalam Eliois 2009 yaitu :
commit to user
46 Dimana :
MVE : harga penutupan saham di akhir tahun buku X banyaknya saham biasa yang beredar
PS : nilai likuidasi dari saham preferen yang beredar
DEBT : (utang lancar-aktiva lancer)+nilai buku sediaan+utang jangka panjang
TA : nilai buku total aktiva
Peneliti menyesuaikan rumus tersebut dengan kondisi transaksi keuangan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dengan demikian, rumus yang digunakan untuk mengukur Tobin’s Q menggunakan rumus sebagai berikut :
Q ratio = (Market Value of Equity+Liabilities)/ Total Asset
Nilai pasar ekuitas saham (market value of Equity ) dihitung dengan mengalikan harga penutupan saham di akhir tahun dengan jumlah lembar saham yang beredar. Menurut James Tobin (Apabila rasio ini lebih besar dari 1 maka perusahaan menghasilkan earning dengan rate of return yang sesuai dengan harga perolehan asset-assetnya.
commit to user
47
b. ROA(Return On Assets)
Dalam penelitian ini kinerja perusahaan juga diukur dengan menggunakan ROA sebagai ukuran kinerja operasional perusahaan. (Klapper dan Love, 2004). Besarnya ROA memberikan gambaran mengenai seberapa efektif perusahaan mengkonversi uang untuk
berinvestasi ke dalam laba bersih. Semakin besar ROA,
mengindikasikan profitabilitas perusahaan semakin baik. ROA dapat dihitung dengan rumus :
net income
ROA = ---
total assets
2. Variable Independen
Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan variabel dependen dan mempunyai hubungan positif atau negatif bagi variabel dependen nantinya. Dalam hal ini variabel independennya adalah
a. Corporate Governance
Variabel ini diukur dengan menggunakan instrumen yang
dikembangkan oleh IICG berupa Corporate Governance
Perception Index (CGPI). CGPI berisi skor hasil survey mengenai
panerapan corporate governance pada perusahaan-perusahaan
commit to user
48 pemeringkatan penerapan good corporate governance di Indonesia pada perusahaan publik. Program ini dilaksanakan sejak tahun 2001 dilandasi dengan pemikiran pentingnya mengetahui sejauh mana perusahaan-perusahaan tersebut telah menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance.
b. Kepemilikan insider
Konsentrasi kepemilikan saham pengendali aktif memiliki efek terhadap tata kelola perusahaan. Kehadiran aktif pengendalian shareholder dapat mengurangi masalah keagenan tetapi di sisi lain, konsentrasi kepemilikan yang tinggi dapat dilakukan untuk pengambilalihan minoritas pemegang saham. Kepemilikan insider diukur dengan presentase saham yang dimiliki manajer (Agus Sartono, 2001).
c. Struktur modal
Struktur modal diukur dengan leverage perusahaan. Proksi leverage yang digunakan dalam penelitian ini yaitu debt to equity ratio (DER). Rasio ini digunakan untuk menggambarkan kebijakan hutang perusahaan. DER dihitung dengan rumus :
Total Debt
DER = ---
commit to user
49
3. Variable Kontrol
Variable kontrol didefinisikan sebagai variabel yang
faktornya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya. Jika tidak dikontrol variabel tersebut akan mempengaruhi gejala yang sedang dikaji. Peneliti harus menghilangkan atau menetralkan pengaruh yang dapat menganggu hubungan antara variable bebas dan variabel tergantung.
Variabel corporate governance memiliki kemungkinan untuk secara endogen ditentukan oleh berbagai faktor. Dengan mengakui sifat endogenitas dari variabel corporate governance, kita hanya dapat menginterpretasikan hasil penelitian sebagai suatu hubungan yang parsial. Di bawah ini merupakan berbagai variabel yang secara teori menentukan penerapan corporate governance di perusahaan.
a. Tangibility (TANG)
Merupakan komposisi aktiva perusahaan berupa aktiva berwujud (aktiva tetap). Aktiva berwujud penting untuk diperhatikan karena aktiva ini merupakan asset yang tidak mudah diselewengkan ataupun tetap dicuri. Menurut Klapper dan Love (2004), Himmelberg dkk (1999) serta Himmelberg, Hubard dan Love (2002) korelasi antara proporsi aktiva dengan corporate governance akan negative. Hubungan ini sangat penting untuk diperhatikan pada saat kita mengestimasi hubungan antara corporate governance dengan kinerja, karena besarnya
commit to user
50 proporsi aktiva tetap bisa menyebabkan tingginya nilai Tobin’s Q (nilaipasar). Sejalan dengan hal tersebut, kinerja operasional juga akan lebih tinggi karena penyebut yang digunakan untuk menghitung kinerja operasional. Tangibility ini diukur dengan membagi aktiva tetap dengan total aktiva. (Klapper dan Love, 2004).
b. Kesempatan pertumbuhan (growth opportunity):
Perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh yang tinggi pada umumnya membutuhkan dana eksternal untuk melakukan ekspansi, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan perbaikan dalam penerapan corporate governance dalam rangka untuk menurunkan biaya modal (La Porta,dkk., 1999; Klapper dan Love, 2004; Himmelberg dkk., 1999; Himmelberg dkk., 2001) dalam Darmawati (2005). Perusahaan yang memiliki kemampuan tumbuh atau berinvestasi akan lebih profitable yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja yang baik pada perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini memasukkan variable kesempatan pertumbuhan
sebagai variabel kontrol yang dapat diukur dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
commit to user
51
c. Ukuran perusahaan (Size):
Pengaruh ukuran perusahaan terhadap corporate
governance masih belum jelas arahnya. Perusahaan besar dapat memiliki masalah keagenan yang lebih besar (karena lebih sulit
untuk dimonitor) sehingga membutuhkan corporate
governance yang lebih baik. Dengan demikian, penelitian ini memasukkan variabel ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan log natural dari pendapatan (Klapper dan Love, 2004).
d. Beta
Menurut Jogiyanto (2003) beta adalah pengukur risiko sistematis dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Beta yang digunakan adalah satu tahun beta perusahaan.