BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
D. PENGUJIAN HIPOTESIS
2. Pengujian Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t)
Pengujian koefisien regresi secara parsial (uji t) dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen
kualitas governance (GOV-I) kepemilikan insider (BOWN),
struktur modal (DER) perusahaan secara parsial pada variabel dependen yaitu Tobins’Q dan ROA. Jika nilai p-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau nilai t-hitung (pada kolom t) lebih besar dari t-tabel maka disimpulkan bahwa variabel independen yang diuji memiliki pengaruh secara parsial pada variabel dependen.
Uji-t ini dilakukan dua kali, yaitu berdasarkan variabel dependen Tobins’Q dan dengan variabel dependen ROA. Hasil uji-t dengan variabel dependen Tobins’Q dapauji-t dilihauji-t pada Tabel IV.7. Hasil uji-t dengan variabel dependen ROA dapat dilihat pada Tabel IV.8.
commit to user
71
Tabel IV. 7
Uj- t Dengan dependen variable TOBINS’Q
Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients t Sig. B 1 (Constant) -1,00 -1,83 ,857 GOV-I -0,451 -0,682 0,502 BOWN 0,087 0,684 0,501 DER 0,005 1,898 0,071* TANG -11,183 -2,395 0,026** GROWTH 0,110 1,187 0,248 SIZE 0,218 3,694 0,001*** BETA -0,089 -0,926 0,364 a Dependent Variable: Q
Sumber : data sekunder diolah, 2011 (lampiran) Keterangan:
*** : Signifikan pada p= 0,01 ** : Signifikan pada p= 0,05
* : Signifikan pada p= 0,1
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan dari ketiga variabel independen yaitu corporate governance(GOV-I), kepemilikan insider (BOWN) dan struktur modal (DER) serta variabel kontrol, TANG, GROWTH, SIZE dan BETA bahwa dua variabel independen secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Tobins’Q sebagai proxy ukuran kinerja pasar perusahaan dengan Sig. GOV-I 0,502, BOWN sebesar 0,501 Variabel
commit to user
72 independen struktur modal menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,071 yang berarti variabel struktur modal berpengaruh positif terhadap kinerja pasar perusahaan. Sedangkan variabel kontrol TANG berada di tingkat signifikasi 0,026, GROWTH 0,248 ; SIZE 0,001 dan BETA 0,346.
Tabel IV. 8
Uj- t Dengan dependen variable ROA
Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients t Sig. B 1 (Constant) 0,183 2,926 0,008 GOV-I -0,135 -1,800 0,086* BOWN 0,005 0,360 0,723 DER -0,001 -2,714 0,013** TANG -0.275 -0,517 0,611 GROWTH 0,006 0,525 0,605 SIZE -0,007 -1,076 0,294 BETA 0,015 1,329 0,197
a Dependent Variable: ROA
Sumber : data sekunder diolah, 2011 (lampiran)
Keterangan:
*** : Signifikan pada p= 0,01
** : Signifikan pada p= 0,05
commit to user
73 Dari tabel IV. 8 dapat dilihat bahwa dari ketiga variabel independen yaitu corporate governance(GOV-I), kepemilikan insider (BOWN) dan struktur modal (DER) serta variabel kontrol, TANG, GROWTH, SIZE dan BETA bahwa dua variabel independen secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap ROA sebagai proxy ukuran kinerja operasional perusahaan dengan Sig. GOV-I 0,086, DER sebesar 0,013 Variabel independen kepemilikan insider menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,723 yang berarti variabel kepemilikan insider tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional perusahaan. Sedangkan variabel kontrol TANG berada di tingkat signifikasi 0611; GROWTH 0,605 ; SIZE 0,294 dan BETA 0,197.
Pengujian secara parsial (uji t) digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Melihat hasil pengujian secara parsial baik melalui dependen variabel Tobins’Q maupun ROA maka, kesimpulan hasil pengujian hipotesis dapat dilihat dalam tabel IV.9.
commit to user
74
Tabel IV.9
Tabel Hasil Pengujian Hipotesis
Nilai Sig Kesimpulan
Pengaruh Kualitas Governance terhadap Kinerja Pasar Perusahaan Keuangan
0,502 Hipotesis ditolak
Pengaruh Kualitas Governance terhadap Kinerja operasional perusahaan keuangan
0,086* Hipotesis diterima
Pengaruh Kepemilikan Insider terhadap Kinerja Pasar Perusahaan Keuangan
0,501 Hipotesis ditolak
Pengaruh kepemilikan insider terhadap kinerjaoperasioanal perusahaan keuangan
0,723 Hipotesis ditolak
Pengaruh Struktur Modal terhadap Kinerja Pasar Perusahaan Keuangan
0,071* Hipotesis diterima
Pengaruh struktur modal terhadap kinerja operasional perusahaan keuangan
0,013** Hipotesis diterima
Sumber : data sekunder diolah, 2011 (lampiran)
* signifikasi level 0,1 ** sigifikasi level 0,05 *** signifikasi level 0,01
Tabel diatas menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa secara statistik, kualitas Governance, berdasarkan penelitian tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan keuangan di Indonesia. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Darmawati (2005) Hal ini kemungkinan
disebabkan rendahnya emiten menerapkan Good corporate
governance(GCG) . Manajemen belum tertarik manfaat jangka panjang penerapan GCG karena mereka merasa dapat berjalan tanpa
commit to user
75 GCG, Manajemen perusahaan belum melihat dampak finansial secara
langsung dan respon pasar terhadap implementasi corporate
governance juga tidak bisa secara langsung, akan tetapi membutuhkan waktu Selain itu, investor di perusahaan keuangan terutama perbankkan di Indonesia tidak melihat kualitas governance untuk mengukur kinerja perusahaan. Investor cenderung lebih melihat kinerja perusahaan yang diukur oleh Bank Indonesia dan tidak melihat peringkat yang dikeluarkan oleh IICG.,. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan Klapper dan Love (2004).
Kualitas governance berdasarkan hasil penelitian berpengaruh terhadap kinerja operasional perusahaan keuangan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansinya 0,086 < 0,1. Sehingga tingkat kepercayaan dari hasil penelitian ini adalah sebesar 90% dengan tingkat kesalahan 10%. Hasil Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Klapper dan Love (2004) yang juga melakukan penelitian yang sama akan tetapi hasilnya dan menunujukkan terdapat pengaruh antara kedua variabel. Hasil tidak konsisten dengan ini penelitian Nur Sayidan (2007) dan Sukmawati Sukamulja (2004) yang hasilnya menunjukkan bahwa kualitas governance tidak berpengaruh terhadap ROA. Kualitas governance dari hasil penelitian memiliki pengaruh negative terhadap kinerja operasional perusahaan (ROA). Hal ini dikarenakan nilai dari ROA
commit to user
76 pada PT. Bank CIC Internasional di tahun 2001, PT. Bank Lippo ditahun 2002 dan PT. Bank Bumiputera 2005 bernilai negative, sedangkan nilai dari kualitas governance yang diproksi dengan skor dari IICG menunjukkan prosentase yang tinggi. Hal ini mempengaruhi secara menyeluruh hasil pengujian pengaruh kualitas governance terhadap kinerja operasional (ROA).
Kepemilikan insider berdasarkan hasil penelitian tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan keuangan maupun terhadap kinerja operasional perusahaan keuangan yang memiliki kualitas governance. Hal ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Sarvaes (1990), Hermalin dan Weisbach (1991) serta Bohren dan Odegaard (2003). Hasil ini menunjukkan bahwa kepemilikan insider merupakan monitoring manajemen yang aktif tapi tidak mempengaruhi kinerja pasar maupun kinerja operasional perusahaan keuangan di Indonesia.
Struktur modal berdasarkan hasil penelitian berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan keuangan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansinya 0,071 < 0,1. Sehingga tingkat kepercayaan dari hasil penelitian ini adalah sebesar 90% dengan tingkat kesalahan 10%.Hal ini menunjukkan bahwa struktur modal pada perusahaan keuangan di Indonesia memiliki pengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan yang diukur dengan Tobins’Q. Pengaruh yang ditimbulkan antara struktur modal dan kinerja pasar dari hasil
commit to user
77 penelitian ini adalah hubungan positif. Penelitian ini sejalan dengan Durnev dan Kim (2003) berhasil menemukan adanya hubungan positif
antara pemilihan perusahaan akan praktik governance dan
pengungkapan berhubungan secara positif dengan kebutuhan perusahaan akan pendanaan eksternal. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Black dkk. (2003) dan Gillan dkk. (2003) yang menemukan adanya hubungan negatif antara leverage dan kualitas corporate governance. Pengaruh positif yang dihasilkan dari penelitian pengaruh struktur modal terhadap kinerja pasar perusahaan keuangan perusahaan ini tidak sejalan juga dengan penelitian Jensen Meckling (1976), Fama dan Frech (1998), Ross et al (1999) dan Antoniou
(2002). Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan leverage akan
menaikkan kinerja pasar perusahaan keuangan.
Sedangkan pengaruh Struktur modal terhadap kinerja operasional perusahaan menunjukkan pengaruh negatif. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansinya 0,013 < 0,05. Sehingga tingkat kepercayaan dari hasil penelitian ini adalah sebesar 95% dengan tingkat kesalahan 5%.Hal ini berarti bahwa kenaikan struktur modal akan menurunkan kinerja operasional perusahaan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan penelitian Black dkk. (2003) dan Gillan dkk. (2003) yang juga menemukan adanya hubungan negatif antara leverage dan kualitas corporate governance. Pengaruh negative yang dihasilkan dari penelitian pengaruh struktur modal terhadap kinerja
commit to user
78 operasional perusahaan keuangan perusahaan ini sejalan juga dengan penelitian Jensen Meckling (1976), Fama dan Frech (1998), Ross et al (1999) dan Antoniou (2002). Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan leverage akan menurunkan kinerja operasional perusahaan keuangan. Penelitian ini tidak sejalan dengan Durnev dan Kim (2003) justru berhasil menemukan adanya hubungan positif antara pemilihan perusahaan akan praktik governance dan pengungkapan berhubungan secara positif dengan kebutuhan perusahaan akan pendanaan eksternal.