• Tidak ada hasil yang ditemukan

I.4. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

4.9. Definisi Operasional

1. Gabah atau padi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gabah kering giling (GKG).

3. Produksi padi atau gabah Kabupaten Siak adalah jumlah total produksi padi yang dihasilkan dari seluruh wilayah pertanian Kabupaten Siak yang dinyatakan dalam satuan ton.

4. Produksi beras Kabupaten Siak adalah jumlah total produksi beras yang dihasilkan dari seluruh wilayah pertanian Kabupaten Siak yang dinyatakan dalam satuan ton.

5. Luas areal panen adalah luas seluruh areal produktif atau panen tanaman padi di Kabupaten Siak dinyatakan dalam satuan hektar.

6. Produktivitas padi merupakan hasil bagi antara produksi padi dengan luas areal panen tanaman padi di Kabupaten Siak, dinyatakan dalam satuan ton per hektar.

7. Luas areal irigasi adalah luas lahan sawah yang memiliki sarana dan prasarana irigasi atau pengairan yang dibutuhkan untuk tanaman padi, dinyatakan dalam satuan hektar.

8. Curah hujan Kabupaten Siak adalah curah hujan yang ada di wilayah Kabupaten Siak yang disesuaikan dengan kondisi iklim Kabupaten Siak, dinyatakan dalam satuan mm per tahun.

9. Harga riil padi adalah harga padi yang terdapat di tingkat petani setelah dideflasi dengan indeks harga konsumen (IHK) Indonesia, dinyatakan dengan satuan rupiah per kilogram.

10.Harga riil pupuk urea adalah harga faktor produksi yang diwakili oleh harga pupuk urea yang merupakan pupuk utama dalam produksi padi, yang telah dideflasi dengan indeks harga konsumen (IHK) Indonesia, dinyatakan dengan satuan rupiah per kilogram.

11.Harga riil jagung merupakan harga jagung yang terdapat di tingkat petani setelah dideflasi dengan indeks harga konsumen (IHK) Indonesia yang digunakan sebagai komoditi substitusi beras, dinyatakan dengan satuan rupiah per kg.

12.Upah riil tenaga kerja adalah upah yang berlaku pada pekerja tani setelah dideflasi dengan indeks harga konsumen (IHK) Indonesia, dinyatakan dengan satuan rupiah per hari orang kerja (HOK).

13.Jumlah penggunaan pupuk urea adalah jumlah pupuk urea yang

dugunakan oleh petani dalam proses produksi padi dinyatakan dalam satuan kilogram per hektar.

14.Konsumsi beras Kabupaten Siak adalah jumlah beras yang

dikonsumsi/diminta untuk keperluan pangan oleh seluruh penduduk Kabupaten Siak, yang dinyatakan dalam satuan ton.

15.Harga riil beras adalah harga besar eceran di tingkat konsumen setelah dideflasi dengan indeks harga konsumen (IHK) Indonesia, dinyatakan dengan satuan rupiah per kilogram.

16.Jumlah penduduk Kabupaten Siak adalah banyaknya populasi setiap tahun yang terdapat di Kabupaten Siak, dinyatakan dalam satuan jiwa.

17.PDRB adalah satuan untuk mengukur tingkat kemampuan suatu wilayah dalam mengolah hasil sumberdaya alamnya yang merupakan ukuran pendapatan daerah, dinyatakan dalan satuan juta rupiah.

18.Tren waktu merupakan variabel yang mewakili teknologi yang berlaku yang terdiri dari tahun 2000-2008.

V. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1. Letak Geografis

Kabupaten Siak merupakan bagian dari wilayah Propinsi Riau yang memiliki posisi strategis karena berada di kawasan hinterland area daerah kerjasama ekonomi regional “SIJORI” atau “Singapura, Johor, dan Riau” serta termasuk dalam kawasan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Malaysia, Singapore

Growth Triangle (IMS-GT). Jarak tempuh dari Singapura yang hanya 150 km,

memberikan keberuntungan tersendiri bagi Kabupaten Siak sebagai alternatif persinggahan kapal niaga di kawasan tersebut dan bahkan memungkinkan untuk mengembangkan relokasi industri dan perdagangan Internasional. Kabupaten Siak memiliki iklim tropis dengan suhu udara yang relatif tinggi namun lembab disertai dengan curah hujan tinggi hingga mencapai 1.965 mm per tahun, temperarur rata-rata bulanan sekitar 27,50 dengan kelembaban 88,9% per bulan dan rata-rata-rata-rata penyinaran matahari 44,4% per bulan. Sumber air permukaan di daerah Kabupaten Siak terdiri dari sungai dan rawa. Sungai Siak adalah sungai utama di daerah ini dengan debit aliran bulanan sekitar 575 m2/dt pada bulan basah dan sekitar 123 m2/dt pada bulan kering. Secara umum sumber air permukaan dan air tanah ini tidak layak dikonsumsi dan untuk menjadikannya air baku diperlukan unit pengelolaan yang lengkap.

Kondisi geomorfologi Kabupaten Siak sebagian besar sebagian besar terdiri dari daratan rendah yang memiliki ketinggian 0-50 m dari permukaan laut, meliputi dataran banjir sungai dan rawa serta endapan permukaan dengan kemiringan lereng sekitar 0-30 m atau dapat dikatakan nyaris datar. Selain itu juga

terdapat kawasan perbukitan yang memiliki ketinggian antara 50-150 m dari daerah sekitarnya dengan kemiringan antara 30-150 m.

Kabupaten Siak beribukota Siak Sri Indrapura, yang dibentuk berdasarkan UU. No. 53 tahun 1999, dan Keputusan Gubernur Riau No. 253/U/1999 yang merupakan hasil pemekaran dari wilayah administrasi Kabupaten Bengkalis. Secara geografis, Kabupaten Siak yang memiliki luas daerah 8.556,09 km2 serta terletak pada garis lintang 1016’30”LU 0020’49” dan garis bujur 100054’21”BT 102010’59”BT, berbatasan dengan:

• Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis,

• Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan,

• Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Pelalawan, serta

• Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Pekanbaru.

5.2. Penduduk

Jumlah penduduk di Kabupaten Siak pada tahun 2007 sebanyak 319.684 jiwa dengan luas wilayah 8.556,09 km2

terdiri dari laki-laki 164.835 jiwa (51,56%) dan perempuan 154.849 jiwa (48,44%) dengan kepadatan penduduk sebesar 37,36% jiwa per km2. Pertumbuhan penduduk rata-rata 4,99% per tahun. Peningkatan ini terjadi karena dipengaruhi oleh tingkat kelahiran yang lebih besar dari tingkat kematian penduduk dan juga adanya penduduk yang datang dari luar daerah yang menetap di Kabupaten Siak. Jika dilihat dari tingkat kepadatan penduduk di Kabupaten Siak tergolong rendah, namun dilihat dari penyebaran penduduk terlihat tidak merata karena terdapat beberapa daerah yang padat dan kurang padat penduduknya. Untuk melihat penyebaran penduduk di Kabupaten Siak disajikan pada Tabel 4 berikut.

Tabel 4. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2007

No. Kecamatan Luas Wilayah

(km2 ) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk (Per-km2 ) 1. Minas 346,35 18.025 52,04 2. Kandis 1.493,65 44.305 29,66 3. Siak 894,17 14.429 16,14 4. Sungai Apit 1.346,33 24.488 18,19 5. Sungai Mandau 1.705,00 4.482 2,63 6. Kerinci Kanan 128,66 19.851 154,29 7. Lubuk Dalam 155,09 13.665 88,11 8. Tualang 343,60 97.598 284,05 9. Koto Gasib 704,70 15.361 21,80 10. Dayun 232,24 23.443 100,94 11. Bungaraya 695,47 21.111 30,36 12. Mempura 73,36 13.833 31,62 13. Sabak Auh 437,45 9.093 123,92 Total 8.556,09 319.684 37,36

Sumber: Kantor Kependudukan Kabupaten Siak (2007)

Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa Kecamatan Tualang merupakan daerah yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan penduduk 284,05 jiwa per km2. Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi ini merupakan akibat dari pesatnya pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Siak yang bertempat di Kecamatan Tualang yang membutuhkan tenaga kerja yang sangat besar seperti PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Arara Abadi. Kecamatan Sungai Mandau merupakan daerah yang paling jarang penduduknya dengan tingkat kepadatan penduduk 2,63 jiwa per Km2. Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan

yang baru terbentuk, sehingga jumlah penduduk masih sangat rendah (Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak, 2008).

Dokumen terkait