• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya 1.Defin isi Operasional

commit to user

METODE PENELITIAN

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya 1.Defin isi Operasional

Pada penelitian ini, dapat dijelaskan bahwa variabel-variabel dalam penelitian ini, yaitu:

1) Variabel Independen

Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain (Sekaran, 2006), dalam penelitian ini yang menjadi variabel-variabel independen adalah:

i. Trust

Trust (kepercayaan) didefinisikan sebagai suatu peristiwa ketika

suatu kelompok memiliki keyakinan bahwa partner pertukaran memiliki reliabilitas dan integritas (Morgan dan Hunt, 1994). Variabel ini diukur dengan empat item pertanyaan (Luarn dan Lin, 2003) yang diukur dengan lima poin skala likert:

Ø Berdasarkan pengalaman yang responden peroleh dalam

commit to user

27

menggunakan jasa TIKI di masa lalu, responden percaya perusahaan jasa pengiriman TIKI tidak semata-mata memanfaatkan peluang bagaimana mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya.

Ø Berdasarkan pengalaman yang responden peroleh dalam menggunakan jasa TIKI di masa lalu, responden percaya perusahaan jasa pengiriman TIKI peduli pada pelanggannya.

Ø Berdasarkan pengalaman yang responden peroleh dalam menggunakan jasa TIKI di masa lalu, responden percaya perusahaan jasa pengiriman TIKI jujur pada pelanggannya.

Ø Berdasarkan pengalaman yang responden peroleh dalam menggunakan jasa TIKI di masa lalu, responden percaya jangka waktu pengiriman di jasa pengiriman TIKI bisa diprediksi.

ii. Customer satisfaction

Kepuasan adalah perasaan seseorang tentang kepuasan atau ketidakpuasan setelah membandingkan kinerja (hasil) yang mereka rasakan dibanding dengan harapannya (Kotler, 2001). Variabel ini diukur dengan 3 item pertanyaan (Luarn dan Lin, 2003). Indikatornya adalah:

Ø Responden merasa puas dengan jasa pengiriman TIKI.

Ø Perusahaan jasa pengiriman TIKI ini berhasil memenuhi permintaan responden.

28

Ø Jasa yang diberikan TIKI telah sesuai dengan harapan responden.

iii. Perceived value

Perceived value adalah trade-off (pertukaran) antara

manfaat yang akan diperoleh dari kepemilikan produk dan pengorbanan finansial yang diperlukan untuk mendapatkan produk (Chapman dan Wahlers, 1999). Variabel ini diukur dengan 3 item pertanyaan (Luarn dan Lin, 2003). Indikatornya adalah:

Ø Jasa yang diberikan oleh TIKI diberi harga yang sesuai.

Ø Mempertimbangkan apa yang responden akan bayarkan untuk jasa TIKI, responden yakin akan mendapatkan lebih dari waktu, usaha dan uang yang telah responden korbankan.

Ø Berdasarkan pertimbangan pada apa yang responden terima dari jasa TIKI dan apa yang responden berikan untuk mendapatkan jasa tersebut, responden memutuskan TIKI menjadi sangat bernilai.

2) Variabel Mediasi

Variabel m ediasi berfungsi untuk memediasi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (Ghozali, 2006), dalam penelitian ini yang menjadi variabel mediasi adalah:

i. Commitment

Commitment didefinisikan sebagai keinginan yang kuat yang

29

bersifat terus menerus untuk selalu menjaga hubungan baik dengan perusahaan (Lihat Fullerton, 2003; Lacey, 2007). Variabel ini diukur dengan 4 item pertanyaan (Luarn dan Lin, 2003). Indikatornya adalah:

Ø Pilihan responden untuk menggunakan jasa TIKI tidak akan berubah.

Ø Akan sangat sulit untuk mengubah keyakinan responden pada TIKI.

Ø Walaupun teman merekomendasikan perusahaan jasa pengiriman lain, hal itu tidak akan merubah pilihan responden terhadap TIKI.

Ø Untuk merubah pilihan responden terhadap TIKI, dibutuhkan anjuran yang sangat mendalam.

3) Variabel Dependen

Variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel-variabel independen (Hadi, 2003). Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu:

i. Loyalty

Pelanggan yang setia adalah pelanggan yang melakukan pembelian ulang dari penyedia jasa yang sama, kapan saja memungkinkan dan diteruskan untuk direkomendasikan ke orang lain atau memberikan sikap positif terhadap perusahaan penyedia jasa tersebut (Kandampully dan Suhartanto, 2000). Variabel ini

30

diukur dengan lima item pertanyaan (Aydin, Ozer, dan Arasil, 2005) yang diukur dengan lima poin skala likert:

Ø Responden akan terus menggunakan jasa pengiriman TIKI.

Ø Jika responden akan mengirimkan suatu barang, responden akan memilih TIKI.

Ø Responden akan merekomendasikan TIKI kepada orang lain.

Ø Responden akan mendorong teman yang ingin mengirimkan suatu barang untuk menggunakan TIKI.

Ø Walaupun jasa pengiriman lain lebih murah, responden akan tetap menggunakan jasa pengiriman TIKI.

2. Pengukurannya

Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert (Likert Scale). Menurut Sekaran (2006), Skala Likert didesain untuk menelaah seberapa kuat subjek setuju atau tidak setuju dengan pernyataan pada skala 5 titik dengan susunan sebagai berikut:

1) Jawaban ”sangat setuju” diberi skor 5 2) Jawaban ”setuju” diberi skor 4 3) Jawaban ”netral” diberi skor 3 4) Jawaban ”tidak setuju” diberi skor 2 5) Jawaban ”sangat tidak setuju” diberi skor 1 F. Prosedur dan Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

31

Analisis deskriptif dilakukan dengan mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data observasi agar p ihak lain dapat dengan mudah memperoleh gambaran mengenai sifat objek dan data tersebut (Sekaran, 2000). Analisis deskriptif berisi tentang bahasan secara deskriptif mengenai jawaban yang diberikan responden pada kuesioner yang kemudian disusun dalam bentuk tabel berbentuk distribusi frekuensi. Dari tabel tersebut dapat memberikan ringkasan sederhana tentang sampel untuk mengetahui karakteristik pelanggan yang menggunakan jasa TIKI di Surakarta.

2. Pengujian Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

Uji validitas d imaksudkan untuk mengukur sah/valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2006). Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan untuk membandingkan antara critical value dengan korelasi product moment pearson (r), yaitu menghitung nilai antara korelasi antara data pada masing-masing butir pertanyaan dengan skor totalnya. Apabila r dari setiap item pertanyaan lebih besar dari critical

value (pada level of significance 0.05), berarti instrumen tersebut valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006). Untuk

32

mengukur reliabilitas adalah dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai

Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnally, 1960, dalam Ghozali, 2006).

Menurut Sekaran (2006) penelitian yang baik apabila nilai

Cronbach Alpha sebagai berikut:

1)Cronbach Alpha 0,8 – 1,0 : reliabilitas baik

2)Cronbach Alpha 0,6 – 0,79 : reliabilitas moderat

3)Cronbach Alpha < 0,6 : reliabilitas marginal

3. Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik diperlukan sebelum dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian ini terdiri atas uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas.

a. Uji Mu ltikolinearitas

Uji multikolinearitas berarti ada hubungan linear yang sempurna atau pasti antara beberapa atau semua variabel independen dari model yang ada. Adanya multikolinearitas menyebabkan standard error

cenderung semakin besar dengan meningkatnya tingkat korelasi antar variabel dan standard error menjadi sangat sensitif terhadap perubahan data. Variabel yang menyatakan multiko linearitas dapat dilihat dari nilai tolerance yang lebih kecil dari 10 atau nilai Variance Inflantion

Factor yang lebih besar dari 10. Apabila nilai kurang dari 10, maka

variabel dinyatakan terdapat multikolinearitas (Ghozali, 2006). b. Uji Heteroskedastisitas

33

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006). Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji glejser. Uji ini dilakukan dengan cara meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen (Gujarati, 2001). Apabila variabel independen signifikan mempengaruhi variabel dependen nilai Absolut Ut (AbsUt), maka terdapat indikasi terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006).

c. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2006). Pengujian yang digunakan adalah

kolmogorov smirnov. Uji kolmogorov smirnov dilakukan dengan

membuat hipotesis:

H0 :Data residual berdistribusi normal HA: Data residual tidak berdistribusi normal

dengan taraf signifikansi = 0,05 apabila nilai p (probabilitas) > maka data terdistribusi normal atau sebaliknya (Hadi, 2003).

4. Uji Hipotesis

34

Untuk menguji dan membuktikan secara statistik pengaruh trust,

customer satisfaction, perceived value terhadap loyalty yang dimediasi

oleh commitment digunakan analisis jalur (path analysis). Analisis jalur

(path analysis)merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda,

atau penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori (Ghozali, 2006). Dua persamaan regresinya dapat ditentukan sebagai berikut:

Z = a + 1 X1 + 2 X2 + 3 X3 + Y = a + 1X1 + 2X2 + 3X3 + 4 Z + Dimana : Z = Variabel commitment a = Konstanta regresi Y = Variabel loyalty X1 = Variabel trust

X2 =Variabel customer satisfaction X3 =Variabel perceived value

1 =Koefisien regresi trust

2 = Koefisien regresi customer satisfaction

3 = Koefisien regresi perceived value

4 = Koefisien regresi commitment

= Error

35 BAB IV

Dokumen terkait