Proses pengolahan air limbah secara biologis tersebut dapat dilakukan pada kondisi aerobik (dengan udara), kondisi anaerobik (tanpa udara) atau kombinasi anaerobik dan aerobik. Proses biologis aeorobik biasanya digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban BOD yang tidak terlalu besar, sedangkan proses biologis anaerobik digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban BOD yang sangat tinggi. Pengolahan air limbah secara biologis secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga yakni proses biologis dengan biakan tersuspensi ( suspended culture), proses biologis dengan biakan melekat ( attached culture) dan proses pengolahan dengan sistem lagoon atau kolam.
Proses biologis dengan biakan tersuspensi adalah sistem pengolahan dengan menggunakan aktifitas mikroorganisme untuk menguraikan senyawa polutan yang ada dalam air dan mikro-organime yang digunakan dibiakkan secara tersuspesi didalam suatu reaktor. Beberapa contoh proses pengolahan dengan sistem ini antara lain : proses lumpur aktif standar/konvesional (standard activated sludge), step aeration, contact stabilization, extended aeration, oxidation ditch (kolam oksidasi sistem parit) dan lainya.
Proses biologis dengan biakan melekat yakni proses pengolahan limbah dimana mikroorganisme yang digunakan dibiakkan pada suatu media sehingga mikroorganisme tersebut melekat pada permukaan media. Proses ini disebut juga dengan proses film mikrobiologis atau proses biofilm. Beberapa contoh teknologi pengolahan air limbah dengan cara ini antara lain : trickling filter, biofilter tercelup, reaktor kontak biologis putar (rotating biological contactor, RBC ), contact aeration/oxidation (aerasi kontak) dan lainnnya (Nusa Idaman Said, 2013).
Proses pengolahan air limbah secara biologis dengan lagoon atau kolam adalah dengan menampung air limbah pada suatu kolam yang luas dengan waktu tinggal yang cukup lama sehingga dengan aktifitas mikroorganisme yang tumbuh secara alami, senyawa polutan yang ada dalam air akan terurai. Untuk mempercepat proses penguraian senyawa polutan atau memperpendek waktu tinggal dapat juga dilakukan proses aerasi. Salah satu contoh proses pengolahan air limbah dengan cara ini adalah kolam aerasi atau kolam stabilisasi
( stabilization pond ). Proses dengan sistem lagoon tersebut kadang-kadang dikategorikan sebagai proses biologis dengan biakan tersuspensi. Secara garis besar klasifikasi proses pengolahan air limbah secara biologis dapat dilihat pada skema dibawah ini.
3.4 Pengolahan Air Limbah menggunakan Sistem Oxidation Ditch
Gambar 3.3 Sistem Parit Oksidasi (Oxidation Ditch)
Oxidation Ditch System / Sistem oksidasi parit terdiri dari bak aerasi berupa parit atau saluran yang berbentuk oval yang dilengkapi satu atau lebih rotor rotasi untuk aerasi limbah. Saluran atau parit tersebut menerima limbah yang telah disaring dan mempunyai waktu tinggal hidraulik mendekati 24 jam.
Proses ini umumnya digunakan untuk pengolahan air limbah domestik untuk komunitas yang relatif kecil dan memerlukan luas lahan yang cukup besar. Berikut merupakan gambar sistem oksidasi parit.
3.5 Lumpur Aktif
Pengolahan secara biologis pada prinsipnya adalah pemanfaatan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri dan protozoa. Mikroba tersebut mengkonsumsi polutan organik biodegradable dan mengkonversi polutan organik tersebut menjadi karbondioksida, air dan energi untuk pertumbuhan dan reproduksinya. Oleh karena itu, sistem pengolahan limbah cair secara biologis harus mampu memberikan kondisi yang optimum bagi mikroorganisme sehingga mikroorganisme tersebut dapat menstabilkan polutan organik biodegradable secara optimum. Guna mempertahankan agar mikroorganisme tetap aktif dan produktif, mikroorganisme tersebut harus dipasok dengan oksigen yang cukup, cukup waktu untuk kontak dengan polutan organik, temperatur dan komposisi medium yang sesuai. Tahap terakhir adalah pengolahan tersier untuk mengurangi/menghilangkan konsentrasi BOD, TSS, dan nutrient. Proses pengolahan tersier yang dapat diterapkan antara lain adalah filtrasi pasir, eliminasi nitrogen (nitrifikasi dan denitrifikasi), dan eliminasi fosfor (secara kimia maupun biologis) (Departemen Perindustrian, 2007).
Menurut Departemen Perindustrian (2007), beberapa sistem pengolahan limbah cair meliputi: sistem lumpur aktif, sistem trikling filter , sistem RBC (Rotating Biolocal Disk), sistem SBR (Sequencing Batch Reactor), kolam oksidasi, sistem UASB, dan septik tank.
Sistem LumpurAktif
Pada dasarnya sistem lumpur aktif terdiri atas dua unit proses utama, yaitu bioreaktor (tangki aerasi) dan tangki sedimentasi. Dalam sistem lumpur aktif, limbah cair dan biomassa dicampur secara sempurna dalam suatu reaktor dan diaerasi. Pada umumnya, aerasi ini juga berfungsi sebagai sarana pengadukan suspensi tersebut. Suspensi biomassa dalam li mbah cair
kemudian dialirkan ke tangki sedimentasi, dimana biomassa dipisahkan dari air yang telah diolah. Sebagian biomassa yang terendapkan dikembalikan ke bioreaktor dan air yang telah terolah dibuang ke lingkungan. Agar konsentrasi biomassa di dalam reaktor konstan (MLSS = 3 - 5 gfL), sebagian biomassa dikeluarkan dari sistem tersebut sebagai excess sludge. Skema proses dasar sistem lumpur aktif dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 3.4 Proses Lumpur Aktif (Sumber: Departemen Perindustrian, 2007)
Pada semua sistem lumpur aktif, pengadukan memegang peranan yang penting dalam menjaga keseragaman dan kestabilan kelarutan bahan organik, oksigen, dan mencegah pengendapan lumpur aktif. Penyisihan bahan organik pada sistem ini bisa mencapai 85
–
95% (Gonzales, 1996). Menurut (Metcalf dan Eddy, 1991), dalam bioreaktor, mikroorganisme mendegradasi bahan-bahan organik dengan persamaan stoikiometri pada reaksi di bawah ini:a. Proses Oksidasi dan Sintesis:
bakteri
CHONS + O2 +Nutrien CO2 + NH3 + C5H7 NO2 + sel bakteri baru
b. Proses Respirasi Endogenus: Bioreaktor Influen
Tangki sedimentasi Fluen
Meski memiliki presentase keberhasilan yang tinggi, pengolahan menggunakan Meski memiliki presentase keberhasilan yang tinggi, pengolahan menggunakan lumpur aktif dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial yang jika tidak diperhatikan akan lumpur aktif dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial yang jika tidak diperhatikan akan mengakibatkan kegagalan. Berdasarkan berbagai penelitian telah banyak dilakukan, dapat mengakibatkan kegagalan. Berdasarkan berbagai penelitian telah banyak dilakukan, dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi optimalnya sistem lumpur aktif antara diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi optimalnya sistem lumpur aktif antara lain
lain kelarutan kelarutan oksigen oksigen (DO), (DO), rasiorasio Food/Microorganism Food/Microorganism (rasio F/M), serta interaksi(rasio F/M), serta interaksi kandungan mineral dan lumpur dalam pengendapan lumpur (Argaman, 1981; Casey dkk., kandungan mineral dan lumpur dalam pengendapan lumpur (Argaman, 1981; Casey dkk., 1992; Piirtola dkk., 1999). Pohan (2008) menambahkan, proses ini juga sangat peka 1992; Piirtola dkk., 1999). Pohan (2008) menambahkan, proses ini juga sangat peka terhadap faktor suhu, pH, dan zat-zat inhibitor terutama zat
terhadap faktor suhu, pH, dan zat-zat inhibitor terutama zat -zatberacun.-zatberacun.
Kelebihan dari sistem lumpur aktif adalah dapat diterapkan untuk hampir semua Kelebihan dari sistem lumpur aktif adalah dapat diterapkan untuk hampir semua jenis
jenis limbah limbah cair, cair, baik baik untuk untuk oksidasi oksidasi karbon, karbon, nitrifikasi, nitrifikasi, denitrifikasi, denitrifikasi, maupun maupun eliminasieliminasi fosfor secara biologis. Kendala yang mungkin dihadapi oleh dalam pengolahan limbah cair fosfor secara biologis. Kendala yang mungkin dihadapi oleh dalam pengolahan limbah cair dengan sistem ini kemungkinan adalah besarnya biaya investasi maupun biaya operasi dengan sistem ini kemungkinan adalah besarnya biaya investasi maupun biaya operasi karena sistem ini memerlukan peralatan mekanis seperti pompa dan
karena sistem ini memerlukan peralatan mekanis seperti pompa dan blower blower . Biaya operasi. Biaya operasi umumnya berkaitan dengan pemakaian energi listrik.
umumnya berkaitan dengan pemakaian energi listrik.
Prinsip dasar proses pengolahan secara lumpur aktif adalah pemutusan molekul Prinsip dasar proses pengolahan secara lumpur aktif adalah pemutusan molekul kompleks menjadi molekul sederhana dengan memanfaatkan populasi mikroorganisme kompleks menjadi molekul sederhana dengan memanfaatkan populasi mikroorganisme aerobik yang mampu merombak senyawa organik (molekul kompleks) menjadi gas CO aerobik yang mampu merombak senyawa organik (molekul kompleks) menjadi gas CO 2,2, H
H22O, dan O, dan sel biomassa baru sel biomassa baru (molekul sederhana) (molekul sederhana) (Pohan, 200(Pohan, 2008; Klopping 8; Klopping dkk., 199dkk., 1995;5; Herlambang dan Wahjono, 1999). Pemutusan rantai senyawa organik kompleks yang Herlambang dan Wahjono, 1999). Pemutusan rantai senyawa organik kompleks yang terkandung dalam air limbah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana akan terkandung dalam air limbah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana akan meningkatkan proses biodegradasi aerobik dalam sistem lumpur aktif (Damasceno meningkatkan proses biodegradasi aerobik dalam sistem lumpur aktif (Damasceno dkk.,2008).
dkk.,2008).
Seperti mikroorganisme pada umumnya, mikroorganisme dalam lumpur aktif Seperti mikroorganisme pada umumnya, mikroorganisme dalam lumpur aktif memerlukan sumber nutrisi seperti karbon, nitrogen, fosfor, sulfur, dan unsur-unsur mikro memerlukan sumber nutrisi seperti karbon, nitrogen, fosfor, sulfur, dan unsur-unsur mikro lainnya yang digunakan dalam proses metabolisme. Semua nutrisi yang dibutuhkan tersebut lainnya yang digunakan dalam proses metabolisme. Semua nutrisi yang dibutuhkan tersebut dapat diperoleh dari limbah cair (Buchari dkk., 2001). Mikroorganisme yang umumnya dapat diperoleh dari limbah cair (Buchari dkk., 2001). Mikroorganisme yang umumnya digunakan untuk pengolahan limbah adalah bakteri, algae, atau protozoa (Pohan, 2008). digunakan untuk pengolahan limbah adalah bakteri, algae, atau protozoa (Pohan, 2008). Pertumbuhan mikroo
Pertumbuhan mikroorganisme dapat rganisme dapat membentukgumpalan membentukgumpalan massa yang dapat massa yang dapat dipertahankandipertahankan dalam suspense bila lumpur aktif diaduk. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan dalam suspense bila lumpur aktif diaduk. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan mempertimbangkan sifat mikroorganisme perlu diperhatikan kondisi agar mikroorgansime mempertimbangkan sifat mikroorganisme perlu diperhatikan kondisi agar mikroorgansime dapat berkembang dengan baik sesuai
dapat berkembang dengan baik sesuai dengan lingkungannya (Buchari dkk., 2001).dengan lingkungannya (Buchari dkk., 2001). Bakteri merupakan kom
jenis bakteri hidup dalam
jenis bakteri hidup dalam sistem lumpur aktif. Bakterisistem lumpur aktif. Bakteri-bakteri tersebut mendegradasi bahan--bakteri tersebut mendegradasi bahan- bahan
bahan organik organik dan dan mentransformasi mentransformasi nutrien. nutrien. Jenis Jenis umum umum yang yang sering sering ditemukan ditemukan dalamdalam lumpur aktif adalah
lumpur aktif adalah Zooglea, Zooglea, Pseudomonas, Pseudomonas, Flavobacterium, Flavobacterium, Alkaligenes, Alkaligenes, Bacillus,Bacillus, Achromobacter,
Achromobacter, Corynebacterium, Corynebacterium, Comomonas, Comomonas, BrevibacteriumBrevibacterium, dan, dan Acenetobactes Acenetobactes juga juga Sphaerotillus
Sphaerotillus, seperti, seperti Beggiatoa Beggiatoa, dan, dan VitreoscillaVitreoscilla (Sutapa,1999).(Sutapa,1999).
Menurut Metcalf dan Eddy (2003), mikroorganisme ditemukan dalam jumlah yang Menurut Metcalf dan Eddy (2003), mikroorganisme ditemukan dalam jumlah yang sangat bervariasi hampir dalam semua bentuk air limbah, biasanya dengan konsentrasi sangat bervariasi hampir dalam semua bentuk air limbah, biasanya dengan konsentrasi 105-108 sel/ml. Kebanyakan merupakan sel tunggal yang bebas ataupun berkelompok dan 108 sel/ml. Kebanyakan merupakan sel tunggal yang bebas ataupun berkelompok dan mampu melakukan proses-proses kehidupan baik itu tumbuh, bermetabolisme, dan mampu melakukan proses-proses kehidupan baik itu tumbuh, bermetabolisme, dan bereproduksi. Dalam siklus hidupny
bereproduksi. Dalam siklus hidupnya, mikroorganisme mengalami 4 fase kehidupan, yaitu:a, mikroorganisme mengalami 4 fase kehidupan, yaitu: 1.
1. Fase LagFase Lag
Merupakan fase adaptasi bagi mikroorganisme untuk menyesuaikan diri dengan Merupakan fase adaptasi bagi mikroorganisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Biasanya fase ini terjadi pada bak
lingkungan yang baru. Biasanya fase ini terjadi pada bak equalisasi.equalisasi. 2.
2. Fase PertumbuhanFase Pertumbuhan
Dalam fase ini mikroorganisme tumbuh dan berkembang secara eksponensial Dalam fase ini mikroorganisme tumbuh dan berkembang secara eksponensial apabila fase lag dapat dilalui dengan berhasil. Fase pertumbuhan ini terjadi pada apabila fase lag dapat dilalui dengan berhasil. Fase pertumbuhan ini terjadi pada bak aerasi.
bak aerasi. 3.
3. Fase StasionerFase Stasioner
Pada fase ini mikroorganisme tidak mengalami perkembangbiakkan karena Pada fase ini mikroorganisme tidak mengalami perkembangbiakkan karena persediaan
persediaan nutrien nutrien sudah sudah hampihampir r habis habis digunakan pada digunakan pada fase fase pertumbuhan. pertumbuhan. FaseFase ini
ini terjadi terjadi pada pada tangkiaerasi.tangkiaerasi. 4.
4. Fase KematianFase Kematian
Setelah nutrien benar-benar habis, mikroorganisme akan mengoksidasi diri Setelah nutrien benar-benar habis, mikroorganisme akan mengoksidasi diri sendiri dan tidak menghasilkan sel baru dan akhirnya mikroorganisme tersebut sendiri dan tidak menghasilkan sel baru dan akhirnya mikroorganisme tersebut mati. Fase
BAB IV BAB IV
DASAR-DASAR PERENCANAAN DASAR-DASAR PERENCANAAN
4.1
4.1 Gambaran Gambaran Umum Umum Daerah Daerah PerencanaPerencanaanan
Gambaran umum daerah perencanaan pembangunan IPAL komunal meliputi luas Gambaran umum daerah perencanaan pembangunan IPAL komunal meliputi luas wilayah administratif, data demografi daerah perencanaan, kondisi topografi, klimatologi, wilayah administratif, data demografi daerah perencanaan, kondisi topografi, klimatologi, dan hidrologi, kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat, tata guna lahan, dan hidrologi, kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat, tata guna lahan, peta perencanaan pembangunan IPAL, jadwal pembangunan IPAL, dokumentasi hasil surve peta perencanaan pembangunan IPAL, jadwal pembangunan IPAL, dokumentasi hasil surve yy
lokasi pembangunan IPAL, serta kajian awal perencanaan IPAL. Penting juga untuk lokasi pembangunan IPAL, serta kajian awal perencanaan IPAL. Penting juga untuk mengetahui data primer dan sekunder dalam perencanaan pembangunan IPAL beberapa mengetahui data primer dan sekunder dalam perencanaan pembangunan IPAL beberapa tahun kedepan, yaitu jumlah penduduk, jumlah fasilitas umum yang ada disekitar lokasi tahun kedepan, yaitu jumlah penduduk, jumlah fasilitas umum yang ada disekitar lokasi pembangunan
pembangunan IPAL, IPAL, luas luas wilayah wilayah perencanaan. perencanaan. Sehingga Sehingga bisa bisa digunakan digunakan dasar dasar untukuntuk menghitung debit air bersih, air buangan, dan karakteristik air limbah yang akan diolah.
menghitung debit air bersih, air buangan, dan karakteristik air limbah yang akan diolah.
4.2
4.2 Luas Luas Wilayah Wilayah dan dan AdministratifAdministratif
Candipari adalah desa di wilayah Sidoarjo, yang terletak di Kecamatan Porong, Candipari adalah desa di wilayah Sidoarjo, yang terletak di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Candipari memiliki jumlah penduduk sebanyak Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Candipari memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.887 jiwa, yang mempunyai luas keseluruhan 107,63 Ha. Candipari juga mempunyai 5 RW, 3.887 jiwa, yang mempunyai luas keseluruhan 107,63 Ha. Candipari juga mempunyai 5 RW, yang berada di ketinggian rata-rata 5 mdpl.
yang berada di ketinggian rata-rata 5 mdpl. Maka dari itu
Maka dari itu perencanaan pembangunan perencanaan pembangunan IPAL akan dIPAL akan dilaksanakan di ilaksanakan di Desa CandipariDesa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Adapun batas-batas wilayah Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Adapun batas-batas wilayah Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut :
Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut : a.
a. Sebelah Sebelah Utara Utara : : Desa Desa Pesawahan, Pesawahan, Kecamatan Kecamatan TanggulanginTanggulangin b.
b. Sebelah Sebelah Selatan Selatan : : Desa Desa Pamotan, Pamotan, Kecamatan Kecamatan GempolGempol c.
c. Sebelah Sebelah Timur Timur : : Desa Desa Wunut, Wunut, Kecamatan Kecamatan JabonJabon d.
d. Sebelah Sebelah Barat Barat : : Desa Desa Kedung Kedung boto, boto, Kecamatan Kecamatan KrembungKrembung 4.3
4.3 Data Data Demografi Demografi Daerah Daerah PerencanaanPerencanaan
Rincian jumlah penduduk di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Rincian jumlah penduduk di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2017, d
Tabel 4.1 Rincian jumlah penduduk Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo
No RW 01 Jenis Kelamin Jumlah
Jiwa Laki-Laki Perempuan 1 RW 01 356 389 745 2 RW 02 459 422 881 3 RW 03 297 372 669 4 RW 04 392 420 812 5 RW 05 385 395 780 TOTAL 1889 1998 3887
Sumber : Hasil Survey Dengan Sekertaris Desa Candipari
Berikut ini perhitungan persentase pertumbuhan penduduk Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo:
Tabel 4.2 Persentase Pertumbuhan Penduduk Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo No Tahun Jumlah Penduduk % Pertumbuhan Penduduk 1 2013 2991 -2 2014 3212 7,38 3 2015 3495 8,81 4 2016 3622 3,63 5 2017 3887 7,31
Rata-rata Pertumbuhan Penduduk 6,78
4.4 Topografi, Klimatologi, dan Hidrologi Topografi
Sidoarjo merupakan Dataran dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, meliputi 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bagian timur. Wilayah Bagian Tengah yang berair tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan laut merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan meliputi 40,81 %. Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan laut merupakan daerah pertanian meliputi 29,20%. Sedangkan Desa Candipari berada pada Kecamatan Porong yang merupakan Sidoarjo bagian selatan. Keadaan tanahnya pun datar serta airnya tawar sehingga tidak ada kendala dalam pembangunan IPAL.
Hidrologi
Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo merupakan pemukiman yang belum ada tempat pembuangan limbah domestik (IPAL), sehingga penduduk yang ada dal am
wilayah tersebut membuang limbah domestik mereka langsung ke saluran drainase. Klimatologi
Kondisi iklim di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yaitu beriklim tropis dengan dua musim, musim kemarau pada bulan Juni sampai Bulan Oktober dan musim hujan pada bulan Nopember sampai bulan Mei. Tetapi pada saat ini jika musim hujan tiba, durasi hujan akan berlangsung cukup lama sehingga dapat menyebabkan wilayah Desa Candipari tergenang air. Karena fungsi saluran drainase yang ada di wilayah tersebut kurang optimal.
4.5 Kondisi Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Kesehatan Masyarakat
Kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo tersaji pada Tabel 4.3 :
Tabel 4.3 Kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo
Kondisi Sosial Masyarakat yang tinggal di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo sebagian besar dihuni oleh penduduk asli Candipari. Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo ini letaknya strategis karena berada pada sebelah jalan raya arteri baru. Sebagian besar penduduk Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo adalah pekerja yang tingkat kesibukannya tinggi. Agar dapat bersosialisasi, maka mengadakan kegiatan kerja bakti yang dikoordinir oleh ketua RT masing-masing untuk meningkatkan keakraban, kekeluargaan dan kebersamaan antar tetangga untuk menumbuhkan rasa nyaman dalam tinggal di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut sering dilakukan 1 bulan sekali. Adanya kegiatan rutin ini diharapkan warga Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo dapat berbaur dan menjaga kesehatan lingkungan pemukiman. Selain itu juga ada kegiatan tasyakuran setiap memperingati hari-hari nasional
seperti hari kemerdekaan, maulud nabi, dll.
KondisiEkonomi Kondisi ekonomi masyarakat Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo rata
–
rata menengah ke atas. Kebanyakan yang tinggal di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo adalah Pegawai sipil, pegawai swasta, pegawai BUMN/BUMD, pedagang, pengusaha dan petani.Budaya Budaya yang ada di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo terbilang solid antar warga, dapat dilihat dari kebanyakan saat sore atau malam hari banyak yang berkumpul dengan tetangga dan anak-anak kecil yang bermain diluar rumah dan ada juga yang pergi mengaji di TPQ. Pada saat pagi hingga siang hari Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo ini terasa sepi karena sebagian besar penghuninya bekerja dan mencari ilmu.
Kesehatan Masyarakat
Kesehatan masyarakat Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo cukup bagus. Karena di perumahan itu sendiri terdapat 1 Klinik kesehatan sebagai tempat berobat masyarakat Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Lingkungan yang sehat maka masyarakat juga sehat. Kondisi lingkungan di Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo bisa dibilang cukup bersih karena setiap 1 bulan sekali mereka selalu mengadakan kerja bakti untuk membersihkan sampah
–
sampah disekitar pemukiman. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan estetika lingkungan, baik membersihkan saluran drainase, membersihkan sampah, dll.4.6 Tata Guna Lahan
Data fasilitas umum dan sosial pada Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo tersaji pada tabel berikut.
Tabel 4.4 Jumlah Fasilitas Umum Desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo
No Fasilitas Umum dan Sosial Jumlah
1 Sekolah 5 2 Masjid 1 3 Musholla 14 4 Puskesmas 1 5 Klinik 1 6 Warung/Toko 25 7 Supermarket 1 8 Balai Pertemuan 1
a. Peta Desa Candipari
4.7 Jadwal Pembuatan IPAL Desa Candipari
Tabel 4.5 Jadwal Pembuatan IPAL Desa Candipari
4.8 Dokumentasi Hasil Survey Lokasi yang akan dibangun IPAL di Desa Candipari Berikut ini merupakan hasil dokumentasi hasil kegiatan survey lokasi dan pertemuan dengan Pemerintah Desa Candipari
Gambar 4.2 Pintu gerbang Desa Candipari
No Kegiatan
Bulan Oktober Bulan November
1 2 3 4 1 2 3 4
1. Survey Lokasi
2.
Pembuatan Dokumen
Perencanaan IPAL (BAB I-IV)
3.
Pembuatan Dokumen
Perencanaan IPAL (BAB V-X)
Gambar 4.3 Pengambilan data di Balai Desa Candipari
Gambar 4.5 Jalan Desa Candipari
Gambar 4.7 Pengambilan Contoh Uji di Lokasi Kedua Desa Candipari
Gambar 4.9 Pengambilan Contoh Uji di Lokasi Keempat Desa Candipari.
4.9 Kajian Awal Perencanaan Instalasi Pembuangan Air Limbah
Perencanaan, perancangan, konstruksi, dan operasi IPAL sangat penting untuk diperhatikan dari segala aspek, baik politik, sosial, dan aspek teknis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dari segi lingkungan antara lain :
IPAL tersebut harus dapat mencegah gangguan dan bau
Dapat mencegah kontaminasi terhadap suplai air
Dapat mencegah matinya ikan dan ekosistem lainnya
Dapat mencegah hilangnya manfaat air, misalnya untuk rekreasi, pertanian, dll
Dapat mencegah tersebarnya penyakit, yang bisa berasal dari pembuatan sludgenya
Tidak mengganggu komunitas dan pembangunan sekitar IPAL
Dapat menambah manfaat dari effluen yang dihasilkan
Beberapa faktor desain yang penting untuk diperhatikan, antara lain : b. Jumlah Penduduk dan Kuantitas Air Buangan