• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iterasi ini berakhir hingga didapatkan Q’influen = Q influen

Dalam dokumen (Kurang 6-11) Alhamdulillah_done (Halaman 70-79)

Kemudiaan setelah didapatkan iterasi tahap I dilanjutkan dengan iterasi tahap II, yaitu kembalinya filtrat dari Sludge Drying Bed (SDB) menuju bak pengendap I.

12. Filtrat yang dikembalikan (dari Sludge Drying Bed)

Konsentrasi sludge cake = 25% solid + 75% air

Sludge Oxydation Ditch 0,58% solid

Massa sludge Oxydation Ditch (OD) =



,%

=

, \− \ . , \ .  \ .  \

,%

= 5.744,913 kg/hari

Massa sludge Bak Pengendap I =

, \

 %

 = 2.058,83 kg/hari

Total Mass Flow Rate = Massa sludge OD + Massa sludge BP I = 5.744,913 kg/hari + 2.058,83 kg/hari = 7.803,74 kg/hari

Total solid

= {41,08 kg/hari-(15 mg/L . 517,30 m3/hr . 10-6 kg/mg . 103 L/m}+ 123,53 kg/hr = 33,3205 kg/hari + 123,53 kg/hari = 156,85 kg/hari

95% solids capture = 0,95 . 156,85 kg/hari = 149,0075 kg/hari

Sludge cake =

, \

%

 = 596,03 kg/hari

Massa resirkulasi filtrate = 7.803,74 kg/hari 596,03 kg/hari = 7.207,71 kg/hari

Qresirkulasi = Volume =

  

= =

., \., \

, \

, \

= 6.864,486 L/hari= 6.864,486 L/hari = 6,864 m = 6,864 m33/hari/hari 5.5. Preliminary Sizing 5.5. Preliminary Sizing

Perhitungan preliminary sizing untuk setiap bangunan pengolahan air buangan adalah Perhitungan preliminary sizing untuk setiap bangunan pengolahan air buangan adalah sebagai berikut :

sebagai berikut : Diketahui : Diketahui : Q

Q average average = = 0,00601 0,00601 m³/detikm³/detik Q

Q peak peak = = 0,01082 0,01082 m³/detikm³/detik Q

Q minimum minimum = = 0,0003 0,0003 m³/detikm³/detik 1.

1. Bar ScreenBar Screen Rencana : Rencana :

Bar screen dipasang sebelum sumur pengumpul : Bar screen dipasang sebelum sumur pengumpul : Kecepatan,

Kecepatan, (v) (v) = = 0,6 0,6 m/detikm/detik Panjang

Panjang saluran, saluran, (p) (p) = = 7 7 mm Kedalaman

Kedalaman Saluran, Saluran, (h) (h) = = 0,7 0,7 mm Perhitungan :

Perhitungan : Across

Across = = Q Q peak peak /v /v = = 0,018 0,018 m²m² Lebar bukaan, (L

Lebar bukaan, (L bukaan bukaan) = A/h) = A/h = = 0,02 0,02 m²m² Jumlah bukaan, (n) = L

Jumlah bukaan, (n) = L bukaan bukaan/ / jarak jarak bar bar = = 11 Lebar

Lebar saluran, saluran, (l) (l) = = n n * * jarak jarak bar bar + + n n * * lebar lebar bar bar = = 0,5 0,5 mm Asurface

Asurface = = p p * * l l = = 3,5 3,5 m²m²

2.

2. Sumur PengumpulSumur Pengumpul Rencana :

Rencana : Kedalaman

Kedalaman sumuran, sumuran, (h) (h) = = 0,5 0,5 mm Diameter

Diameter Screw Screw Pump, Pump, (D) (D) = = 0,7 0,7 mm Jarak

Jarak dari dari dinding dinding ke ke Screw Screw Pump Pump = = 0,5 0,5 mm Perhitungan :

Perhitungan : Lebar

Lebar sumuran, sumuran, (l) (l) = = 2 2 * * D D + + 3 3 * * jarak jarak = = 2,90 2,90 mm x

x = = h h / / tg tg (30°) (30°) = = 0,87 0,87 mm Panjang

3.

3. Grit ChamberGrit Chamber Rencana : Rencana :

Digunakan tipe rectangular horisontal flow dengan proportional weir Digunakan tipe rectangular horisontal flow dengan proportional weir Qaverage

Qaverage = = 0,00601 0,00601 m³ / m³ / detikdetik Jumlah

Jumlah Grit Grit Chamber Chamber = = 1 1 buahbuah Waktu

Waktu detensi, detensi, (td) (td) = = 45 45 detikdetik Kecepatan

Kecepatan horisontal, horisontal, (Vh) (Vh) = = 0,25 0,25 m/detikm/detik Kedalaman, Kedalaman, (h) (h) = = 0,4 0,4 mm Perhitungan : Perhitungan : Volume, Volume, (V) (V) = = Q Q * * td td = = 0,270 0,270 m³m³ Across Across = = Q Q / / Vh Vh = = 0,024 0,024 m²m² Lebar

Lebar Grit Grit Chamber, Chamber, (W) (W) = = Across Across / / h h = = 0,06 0,06 mm Panjang

Panjang teoritis, teoritis, (L´) (L´) = = V V / / (h (h * * W) W) = = 11,25 11,25 mm Panjang

Panjang total, total, (L) (L) = = L´ L´ + + 20 20 % % * * L´ L´ = = 13,5 13,5 mm Asurface

Asurface = = L L * * W W = = 0,81 0,81 m²m²

4.

4. Bak Pengendap IBak Pengendap I Rencana :

Rencana : Qaverage

Qaverage = = 0,00601 0,00601 m³/detikm³/detik Over

Over Flow Flow Rate, Rate, (OFR) (OFR) = = 30 30 m³/m²detikm³/m²detik Menggunakan bak pengendap I tipe rectangular

Menggunakan bak pengendap I tipe rectangular Jumlah

Jumlah bak bak = = 1 1 buahbuah

Waktu

Waktu detensi, detensi, (td) (td) = = 2 2 jamjam Kedalaman, Kedalaman, h h = = 2,5 2,5 mm Rasio Rasio p p : : l l = = 44 Perhitungan : Perhitungan : Q

Q tiap tiap bak bak = = 0,00601 0,00601 m³/detikm³/detik Volume

Volume bak, bak, (V) (V) = = Q Q * * td td = = 0,01202 0,01202 m³m³ Asurface

Asurface = = Q Q / / OFR OFR = = 0,0002 0,0002 m²m² Lebar

Lebar bak, bak, (l) (l) = = ( ( 0,25 0,25 * * Asurface)^0,5 Asurface)^0,5 = = 0,007 0,007 mm Panjang

5.

5. Oxidation DitchOxidation Ditch Rencana : Rencana : Jumlah

Jumlah bak bak = = 1 1 buahbuah

Qaverage

Qaverage = = 0,00601 0,00601 m³/detikm³/detik Q

Q tiap tiap bak bak = = 0,01082 0,01082 m³/detikm³/detik Q

Q resirkulasi resirkulasi = = 75 75 % % Q Q bak bak = = 0,0081 0,0081 m³/detikm³/detik Q

Q pengolahan pengolahan = = Q Q bak bak + + Q Q resirkulasi resirkulasi = = 0,01892 0,01892 m³/detikm³/detik Jarak

Jarak antar antar saluran saluran ditch, ditch, (d) (d) = = 2 2 mm Lebar

Lebar saluran saluran atas,(b1) atas,(b1) = = 4 4 mm Lebar

Lebar saluran saluran bawah, bawah, (b2) (b2) = = 2,5 2,5 mm Kedalaman,

Kedalaman, (h) (h) = = 1,5 1,5 mm

Waktu

Waktu tinggal tinggal hidrolik, hidrolik, (td) (td) = = 8 8 jamjam Perhitungan :

Perhitungan : Volume

Volume bak, bak, (V) (V) : : Q Q * * td td = = 8,40 8,40 m³m³ Luas

Luas penampang, penampang, (A) (A) = = 0,5 0,5 * * (b1 (b1 + + b2 b2 ) ) * * h h = = 4,875 4,875 m²m² Panjang

Panjang saluran, saluran, (L) (L) = = V V / / A A = = 1,72 1,72 mm Jari-jari

Jari-jari belokan belokan luar, luar, (R) (R) = = 0,5 0,5 * * (2 (2 * * b1 b1 +d) +d) = = 5,00 5,00 mm Keliling ujung saluran OD, (K´) =

Keliling ujung saluran OD, (K´) =



* * R R = = 15,70 15,70 mm Panjang

Panjang 2 2 saluran saluran melingkar, melingkar, (K) (K) = = 2 2 * * K K = = 31,40 31,40 mm

6.

6. Secondary Clarifier :Secondary Clarifier : Rencana :

Rencana :

Digunakan secondary clarifier tipe circular Digunakan secondary clarifier tipe circular Q

Q pengolahan pengolahan = = 0,01227 0,01227 m³/detikm³/detik Jumlah

Jumlah bak bak = = 1 1 buahbuah

Solid

Solid loading, loading, (SL) (SL) = = 2,75 2,75 kg/m²,jamkg/m²,jam MLSS

MLSS yang yang masuk, masuk, (X) (X) = = 4 4 kg/m³kg/m³ Perhitungan : Perhitungan : Asurface Asurface = = (Q (Q * * X) X) / / SL SL = = 0,0178 0,0178 m²m² Diameter clarifier, (D) = ((4 * A ) / Diameter clarifier, (D) = ((4 * A ) /



) ) ^ ^ 0,5 0,5 = = 0,1505 0,1505 mm

7. Sludge Drying Bed

Diketahui : Debit lumpur (dari hasil perhitungan mass balance)

Q lumpur BP l = 1,9608 m³/hari

Q lumpur Oxidation Ditch = 27,83 m³/hari

Q waste = 3,80 m³/hari

Rencana :

Kadar solid = 6 %

Kadar air = 94 %

Kadar air cake sludge = 75 %

Jumlah bed = 12 buah

Waktu pengeringan, (td) = 11 hari

Tebal bed, (h) = 0,2 m

Rasio p : l = 1,5

Perhitungan :

Volume cake kering, (Vi) = Q waste * td = 41,8 m³

Asurface = Vi / h = 209 m³ A tiap bed = 17,41 m² Lebar bak, (l) = (1/1,5 * A ) ^ 0,5 = 3,40 m Panjang bak, (p) = 1,5 * l = 5,1 m 8. Chlorinasi Rencana :

Pencampuran menggunakan bangunan baffle channel

Q pengolahan = 0,01227 m³/detik

Jumlah bak = 1 buah

Jumlah baffle = 10 buah

Waktu kontak, (td) = 10 menit

Kecepatan aliran, (Vh) = 4 m/menit

Kecepatan aliran di belokan, (Vb) = 8 m/menit

Kedalaman saluran, (h) = 1 m

Perhitungan :

Across = Q / Vh = 0,00307 m²

Lebar saluran lurus, (W1) = Across / h = 0,00307 m

Lebar belokan, (W2) = Across belokan / h = 0,00153 m Panjang total saluran, (L) = Vh * td = 2400 m Panjang tiap saluran, (L´) = L /n = 240 m

BAB VI

PERHITUNGAN DED

PENGOLAHAN PENDAHULUAN

Air buangan adalah kombinasi cairan dan sampah-sampah cair yang berasal dari  pemukiman , perdagangan , perkantoran dn industry bersama-sama dengan air tanah , air  pemukiman dan air hujan yang mungkin ada.

Setiap air buangan tentunya bias dikatakan sebagai bahan sisa hasil aktivitas manusia yang sifatnya mempunyai kecenderungan mencemari alam. Untuk itu proses pengolahan air limbah sangat diperlukan keberadaannya , dengan criteria-kriteria yang harus dipenuhi , yaitu :

a. Kesehatan , proses harus mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan organisme  pathogen.

 b. Kultur , proses dapat diterima oleh masyarakat sekitar. c. Ekologi , proses harus aman bagi lingkungan sekitar.

d. Ekonomi , proses harus sesuai dengan kemampuan ekonomi dan modal yang tersedia e. Standard , proses harus memenuhi standard yang berlaku.

f. Gangguan , proses tidak menimbulkan hal atau gangguan yang merugikan. Pada dasarnya proses pengolahan dibagi menjadi tiga tahap , yaitu :

1. Pengolahan pendahuluan 2. Pengolahan kedua

3. Pengolahan lanjutan

Untuk pengolahan kedua dan pengolahan lanjutan akan dijelaskan pada bab tersendiri. Sedangkan untuk pengolahan pendahuluan , akan dijelaskan secara detail mengenai tahapan  proses pengolahannya pada bab ini.

6.1 Saluran Pembawa

Saluran pembawa ini merupakan saluran menuju instalasi pengolahan air limbah , yang akan membawa air limbah dari perumahan RW 01 Desa Kepuh Kiriman Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, baik domestik maupun non domestik. Adapun kapasitas pengolahan yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan adalah debit pada tahap 2017-2027.

Qmin = 3 liter/detik = 0,0003 m³/detik Qaverage = 6,01 liter/detik = 0,00601 m³/detik

Untuk kriteria desain saluran pembawa adalah sebagai berikut :

Terbuat dari beton , n = 0,015

Saluran bentuk pipa

Kemiringan , S = 0,0003

Kecepatan aliran dalam saluran , v= 0,3 m/detik

 – 

 2,5 m/detik

Perhitungan :

Penentuan diameter saluran

Diasumsikan d/D = 90% (dimana pada saat Q peak  masih tersisa tinggi renang sebesar 10%) ; maka berdasarkan table (lampiran) diperoleh k = 0,44.

Q = k / n . d8/3 . S1/2

Untuk Q peak, maka d peak  =



\ . \

\

Dimana :

Q = debit saluran (m3/detik) n = koefisien kekasaran Manning d = Kedalaman aliran S = Slope saluran Sehingga : d peak =

,\, . ,, \\

\

 = 0,234

m ≈ 0,

23 m d/D = 0,9 , maka D =



,

= 0,255

m ≈ 0,

30 m = 300 mm Jadi diameter pipa (D) = 300 mm

Dengan diameter yang sama dicari dmin untuk Qmin :

Q = k’/n . D

8/3 . S1/2

k’ =  . 

\. \

=

, \. ,

,\ . ,\

=

,

,

0,00048

dengan k’ = 0,0

0048 ; maka berdasarkan table diperoleh d/D = 0,14 Sehingga :

Kontrol kecepatan Pada saat Q peak:

v peak=



\ . 

=

, \

, ., . . 

=

, \

, . , . , . , 

= 0,170 m/detik Pada saat Qmin :

Vmin =



\ . 

=

, , ., . . \

=

, . , . , . ,, \  

Vmin= 0,03 m/detik

6.2. Bar Screen

Fungsi dari bar screen adalah untuk menyaring benda-benda padat dan kasar yang ikut hanyut dalam air buangan yang dapat menimbulkan kerusakan atau clogging (penyumbatan) dan untuk melindungi peralatan seperti pompa.

Kriteria desain untuk bar screen dapat dilihat pada table berikut ini : Tabel 6.1. Faktor desain pembersihan bar screen

Kriteria Desain Pembersihan Manual Pembersihan Mekanik 1. Kecepatan melalui rack (v) , m/detik

2. Ukuran bar :

• Lebar (w) , m

• Kedalaman (D) , mm

3. Jarak antar batang (b) , mm

4. Slope batang dari vertical , (derajad) 5. Headloss yang diijinkan (hL) , mm 6. Headloss maksimum (hL) , mm 0,2-0,6 4-8 25-50 25-75 45-60 150 800 0.6-1.0 8-10 50-75 10-50 75-85 150 800

Sumber : Qosim , Wastewater Treatment Plants : Planning , Design , and Operations , 1985 , hal 158

Dalam dokumen (Kurang 6-11) Alhamdulillah_done (Halaman 70-79)