, \
= 0,018
•
Lebar bukaan total :Lebar bukaan total =
=
, ,
=0,02
m•
Jumlah bukaan :Jumlah bukaan =
=
, ,
=1,33 ≈2 ℎ
•
Jumlah bar (n) :Lebar saluran = Jumlah bukaan . Jarak antar bar + n . = 2 . 0,015 m + 1 . 0,01 m = 0,015
m ≈ 0,0
4 m Persamaan energy :
=
ℎ
Dimana :z1 dan z2 : tinggi diatas datum
v1 dan v2 : kecepatan aliran pada titik 1 dan 2 d1 dan d2 : kedalaman aliran pada titik 1 dan 2 Hl : kehilangan tekanan (headloss) =
;=0,25
Bila : datum = z2 z1 = 5cm (0, 05m) di atas datum maka :0,05 0,7 0,1702 9,81 = 0
0,010822 9,81
2 9,810,170
0,010822 9,81
d2 = 1 mJadi kedalaman pada titik 2 = 1 m Cek kecepatan :
v =
, \
, .
= 0,2705 m/detik…. (0,2 –
0,6) m/detik Headloss yang terjadi :ℎ=
,.,− ,
= 0,0022 mPerhitungan antara sebelum dan sesudah screen: Persamaan energy : Z2 + d2 +
=
ℎ
01
,.,
=0d
,.,
d3 = 1 mJadi kedalaman pada titik 3 = 1 m Cek kecepatan :
=
, , . \
=0,2705 \
…. (0,2
-0,6) m/detik Headloss :ℎ=2,42 .
.
.,
\
.0,01.sin60°=0,0048
=
.
=
, . , , \
= 1,49 \
Perhitungan headloss saat 50% clogging :
•
Saat 50% clogging , luas area kisi berkurang 50%•
Kondisi setelah bar screen dianggap tetap seperti saat bersih•
Kecepatan aliran melalui kisi saat 50% clogging :
, . . , . , \
= 0,36 \
•
Kecepatan dalam saluran , v12 :ℎ =
−
.
,
=
,−,
.,
.
,
=
,
•
Persamaan energy :
=
ℎ
0
′
,.,
=01
,.,
,
d’
2 = 1,159m ≈ 1 m
Jadi kedalaman air di titik 2 saat clogging adalah 1 m
•
Headloss :ℎ=
,,
= 0,115
•
Kedalaman kritis sebelum free fall ke sumur pengumpul : Q = b . dc3/2 . g1/2 dc =
. \
\
=
, . ,.\
\
= 0,4
•
Ketinggian pelimpah
=
ℎ
01
,.,
=
.,,
0,115
Zc≈
4,39 m≈
4,4 m6.3 Sumur Pengumpul dan Pompa
Sumur pengumpul (sump well) dalam pengolahan air buangan berfungsi :
1. Menampung air buangan dari sewer yang kedalamannya berada dibawah permukaan instalasi pengolahan air buangan sebelum air buangan dipompakan.
2. Menstabilkan debit air buangan ataupun konsentrasi , sehingga tidak terjadi shock loading
Air buangan dalam sumur pengumpul dinaikkan dengan pompa. Salah satu jenis pompa yang digunakan dalam pemompaan air buangan adalah pompa ulir (screw pump) , dimana dengan pompa ini air buangan yang mengandung material kasa r dapat dipindahkan tanpa merusak pompa. Waktu tinggal hidrolik (td) air buangan didalam sumur pengumpul tidak lebih dari 10 menit (td < 10 menit) , sehingga tidak terjadi kondisi septic yang dapat menimbulkan bau dan supaya tidak terjadi pengendapan.
a) Perhitungan Pompa Ulir
Kriteria desain yang digunakan dalam perencanaan pompa ulir adalah :
•
Kapasitas (Q) = (0,01-0,20)m3/detik•
Diameter screw = (0,3-3)m•
Sudut kemiringan = 30ᵒ-38ᵒ•
Total head maksimum = 9 m•
Kecepatan motor = (20-125)Direncanakan :
•
Jumlah sumur pengumpul = 1 sumuran•
Jumlah pompa ulir = 1 buah•
Qscrew pump =, \
=0,01082
\ = 0,6492
\
Dari table data teknis pompa Archimedean Screw (terlampir) , diperoleh : Sudut kemiringan (a) = 30ᵒ
Kecepatan motor = 64 rpm
Diamater screw (D) = 700 mm = 0,7 m Head limit (H2) = 4,5 m
Perhitungan :
•
Kedalaman air di sumur pengumpul : hi =3 4⁄
. D . cos a=
3 4⁄
. 0,7 m . cos 30ᵒ = 0,45 mH = H2
+ σh –
hi = 4,5 m + 0,2 m–
0,45 m = 4,25•
Power pompa : P =...
; = 997,07
/m3 (T = 25ᵒC)
= 75% P =, \ . , \ . , . , \
%
≈
599,7 Wh = 0,59972 kWh b) Perhitungan Sumur PengumpulPerhitung :
•
Jarak dari dinding ke screw dan antar screw direncanakan 0,5 m•
Lebar saluran pengumpul ( I ) : I = 2. D + 3 . jarak antar screw= 2. 0,6 m + 3 . 0,5 m = 2,90 m
•
Kedalaman sumur pengumpul (d) :d = hi + Fb ; Fb = Free board direncanakan 0,55 m = 0,45 m + 0,55 m = 1,00 m
•
Panjang sumur pengumpul (p) : p = x + 1 tan a =
x =,
t°
= 0,8 m Sehingga : p = 0,8 m + 1,5 m =2,3 m•
Volume sumur pengumpul (V) :V = hi . p . I = 0,45 m . 2,3 m . 2,9 m = 3,0015 m3
•
Kontrol waktu detensi (td) td =
=
, , \
= 277 detik = 4,61 menit Kontrol td saat Qminimum :td =
6.4. Grit Chamber
Grit Chamber berfungsi untuk memisahkan partikel grit atau padatan yang tersuspensi yang berukuran diameter >0,2 mm , yang terbawa air buangan supaya tidak mengganggu pengolahan selanjutnya. Terbawanya grit dalam proses akan mengganggu efisiensi pengolahan terutama pada pengolahan lumpur karena grit tidak dapat diuraikan.
Disamping itu adanya grit chamber dapat melindungi atau memperpanjang umur dari peralatan yang digunakan , karena :
• Mengurangi pembentukan
deposit pad pipa atau saluran• Mengurangi frekuensi pembersihan digester yang diakibat
kan oleh akumulasi grit Penghilangan grit bertujuan untuk :1. Melindungi atau mencegah terjadinya gerakan padatan mekanis dan pompa akibat pemakaian yang tidak perlu dan adanya abrasi.
2. Mencegah terjadinya penyumbatan dalam pipa akibat adanya endapan kasar pada saluran.
3. Mencegah efek sedimentasi pad dasar sludge digester dan primary sedimentation. 4. Menurunkan akumulasi material inert dalam kolam aerasi dan sludge digeste r yang
akan mengakibatkan berkurangnya volume yang dapat digunakan. Secara umum grit chamber dibedakan menjadi dua , yaitu :
1. Conventional / Velocity Controlled / Horizontal Flow Grit Chamber , debit yang melalui saluran ini mempunyai arah horizontal dan kecepatan aliran dikontrol oleh dimensi unit yang digunakan atau melalui penggunaan weir khusus pada bagian effluent.
2. Aerated Grit Chamber , merupakan bak aerasi dengan aliran yang spiral , dimana kecepatan melingkar dikontrol oleh dimensi dan jumlah udara yang disuplai.
Pada akhir bak (grit chamber) dipasang proportional weir yang berfungsi untuk meratakan debit yang keluar dari grit chamber.
Kriteria desain :
• Waktu
detensi (td) = (40-90) detikDirencanakan :
• 1 buah grit chamber dan 1 buah lagi untuk cadangan
• Partikel minimum diamet
er 0,02 mm• Suhu air (T) = 25
ᵒC• Viskositas (ʋ
) = 0,8975 . 10-6 m2/detik = 0,8975 . 10-2 cm2/detik• Kecepatan mengendap (v
s) = 0,6 m/menit (100 mesh) Perhitungan :• Q
pengolahan = Qaverage = 0,00601 m3/detik• Waktu detensi (td)
direncanakan 45 detik = 0,75 menit Sehingga :Volume (V) = Q . td = 0,00601 m3/detik . 45 detik = 0,27045 m3
• Dimensi Grit Chamber :
Luas permukaan bak (As) : As =
=
, \ . \ , \
= 0,601 m2 As= p. l ; direncanakan p:l = 5:1 0,601 m2 = 5 I . I = 5 I2 I = 0,346 m p = 1,73 mKoreksi kecepatan mengendap (vs) : vs =
=
.
=
, , . , \
= 0,01004 m/detik = 0,6024 m/menit Kedalaman air : V = p . I . h h =
.
=
, . , ,
= 0,451m ≈ 0,
45 m Koreksi volume : V = p . I . h = 1,73 m . 0,346 m . 0,45 m = 0,269 m3 Koreksi waktu detensi (td) :td =
• Grit Storage
Debit buangan per hari (Q) :
Q = 0,00601 m3/detik = 519,264 m3/hari
Hasil tes laboratorium menunjukkan dalam 1 m3 air limbah dihasilkan 0,025 L pasir , maka :
V pasir = 0,025 L/m3 . 519,264 m3/hari . 10-3 m3/L = 0,013 m3/hari
Direncanakan pembersihan dilakukan 7 hari sekali
V pasir = 0,013 m3/hari . 7 hari = 0,091 m3
Dimensi grit Storage :
Direncanakan : p = 1,73 m ; I = 0,346 m
p’ =
0,5 m; I’ = 0,
2 m Tinggi (t) grit storage :A = p . I = 1,73 m . 0,346 m = 0,598 m2
A’ = p’ . I’ = 0,
5 m . 0,2 m = 0,1 m2V = 1/3 . t . {A + A’ + ( A . A’ )
0,5 } 0,091 m3 = 1/3.t .{ 0,598 m2 + 0,1 m2 + ( 0,598 m2 . 0,1 m2)0,5 } t = 0,31 m t I’ P P Iair limbah dari hasil pemompaan menuju grit chamber. Direncanakan :
Terbuat dari beton (n=0,015)
Penampang ekonomis (b=2h) , dengan bentuk segi empat
Kecepatan aliran dalam saluran inlet (v) direncanakan = 0,3 m/detik Panjang saluran inlet (L) = 2 m
Dimensi saluran pembagi : Q = 0,00601 m3/detik A =
=
, , \\
= 0,02 m2 A = b . h = 2h . h = 2h2 0,02 m2 = 2h2 h = 0,1 m b = 2h = 0,2 m Koreksi kecepatan : vcek =
=
.
=
, . , \, \
= 0,3 m/detik Jari-jari hidrolis (R) : R =
=
.
+
=
.
+
=
=
,
= 0,05 m Slope saluran inlet :S =
. \
=
, \ . ,,\
= 0,00106 Headloss yang terjadi dalam saluran (hf) :hf = S . L = 0,00106 . 2 m = 0,00212 m
•
Pintu airDirencanakan :
Digunakan 2 buah pintu air pada saluran pembagi inlet , dengan lebar pintu air (b) = 0,6 m dan Cd = 0,6
Q = 2/3 . Cd . b .
2
. h3/20,00601 m3/detik = 2/3 . 0,6 . 0,2 m .
2 .9,81 \
. h3/2 h = 0,0022 mKecepatan pelimpah pada pintu air (v) : v =
=
.
=
, , . , \
= 4,55 m/detik Headloss pada pintu air (hf) :hf =
. .
.
=
, . , . , , \
.
., \
= 26 m
• Sistem outlet
Proportional weir :
Tinggi air di alat ukur (h) :
h = kedalaman aliran
–
kedalaman grit storage = 0,75 m–
0,45 m = 0,3 m = 0,9 ftDebit air limbah yang melalui weir :
Q = 0,00601 m3/detik . 35,287552 cfs/(m3/detik) = 0,21 cfs Dimensi weir : Q = 4,97 . a 0.5 . b . (h
–
a/3) Direncanakan a = 10 cm = 0,328 ft b =
, . , . −\
=
, . ,, , . ,−,\
= 0,020 ft = 0,0061m ≈ 0,
006 m Direncanakan : y = 0,4 m = 1,312 ft y/a =,
,
= 4
Dari table y/a maka x/b (Marsono , Hidrolika Untuk Tehnik Penyehatan dan Lingkungan)
Jika y/a = 4 ; maka x/b = 0,295 Sehingga :
• Saluran antara Grit Chamber dengan Bak Pengendap I
Merupakan saluran yang mengalirkan air limbah dari grit chamber menuju bak pengendap I.
Direncanakan :
Terbuat dari beton (n = 0,015)
Penampang ekonomis (b = 2h) , dengan bentuk segi empat Debit air limbah (Q) = 0,0013 m3/detik
Panjang saluran inlet (L) = 4 m Lebar saluran (b) = 0,434 m Koreksi kecepatan : vcek =
=
.
=
,, . , \
= 0,3 m/detik Jari-jari hidrolis (R) : R =
=
+ .
=
+ .
=
=
,
= 0,05 m Slope saluran inlet :S =
. \
=
,\ . ,,\
= 0,00106 Headloss yang terjadi dalam saluran (hf) :hf = S . L = 0,00106. 4 m = 0,00424m
6.5 Bak Pengendap I (primary clarifier)
Prinsip dalam bak pengendap I adalah memisahkan padatan tersuspensi dalam air secara gravitasi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur kecepatan horizontal partikel agar tidak lebih besar dari kecepatan mengendapnya. Di dalam bak pengendap I dimungkinkan
h
x
y
b
a
terjadi pemisahan Suspended Solid (SS) sebesar 50%-70% dan BOD berkisar antara 25%-40%. Efisiensi removal dari partikel yang memiliki ukuran , bentuk , dansitas dan specifi c gravity yang sama tidak tergantung pada kedalaman , tetapi dipengaruhi luas permukaan dan waktu detensinya. Sasaran dalam bak pengendap I dalam pengolahan air buangan adalah klarifikasi dan penebalan sludge.
Bak pengendap I ini terdiri atas 4 ruang fungsional , yaitu :
1. Zona Inlet : Ruang yang berfungsi untuk memperhalus aliran transisi dari influent ke zona settling
2. Zona Settling : Ruang yang berfungsi untuk pengendapan partikel-partikel diskrit dari air buangan
3. Zona Sludge : Ruang yang berfungsi untuk menampung sementara mat erial (lumpur) yang diendapkan
4. Zona Outlet : Ruang yang berfungsi untuk memperhalus aliran transisi dari settl ing ke effluent.
Bak pengendap I ini didesain berdasarkan Surface Loading Rate (SLR) atau Over Flow Rate (OFR) yang dinyatakan dalam m3/m2.hari. Begitu juga dengan factor lain yang mempengaruhi proses pengendapan ini harus diperhitungkan agar pr oses pengendapan dapat berjalan secara optimal.
Weir Loading Rate (WLR)
Selain Over Flow Rate yang mempengaruhi penghilangan atau removal pada bak pengendap I juga terdapat Weir Loading Rate. Pada umumnta bak pengendap I didesain
dengan WLR kurang dari 370m3/m.hari.
• WLR untuk Q
average≤ 44L/detik = 124 m
3/m.hari.• WLR untuk Q
average> 44L/detik = 186 m3/m.hari. Scour VelocityHal ini penting dalam operasi sedimentasi pada bak pengendap I , dimana kecep atan horizontal diusahakan tetap rendah agar partikel yang telah diendapkan tidak tergerus dari dasar bak.
Over Flow Rate (OFR)
Tabel 6.3. Over Flow Rate untuk Desain Clarifier
Kondisi Range
(m3/m2.hari)
Tipikal (m3/m2.hari) Primary Clarification sebelum Secondary Treanment
• Average Flow
• Peak Flow
Primary Calrification dengan Activated Sludge
• Average Flow
• Peak Flow
30-50 80-120 25-35 45-80 40 100 30 60 Sumber : Qosim , Wastewater Treatment Plants : Planning , Design , and Operations , 1985 Dimensi Bak Pengendapan IDalam proyek perencanaan ini bak pengendap I direncanakan berbentuk rectangular. Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan luas lahan , kemudahan dalam operasional dan desainnya. Sedangkan criteria-kriteria yang digunakan dalam perencanaan ini adalah sebagai berikut :
Tabel 6.4. Kriteria Desain Bak Pengendap I
Kriteria Range (m) Tipikal (m)
Panjang , L (m)
• L / W
• L / D
Kedalaman air , D (m) Lebar , W (m) 10-100 1,0-7,5 4,2-25,0 2,5-5,0 3-24 25-60 4,0 7-18 3,5 6-10Sumber : Qosim , Wastewater Treatment Plants : Planning , Design , and Operations , 1985 Perhitungan :
•
Perhitungan dimensi bak :Debit pengolahan (Q) = 0,00601 m3/detik Direncanakan :
Kedalaman (D) = 2,5 m
Over Flow Rate (OFR) = 30 m3/m2 . hari Debit pengolahan tiap bak :
Q bak = 0,00601 m3/detik
Luas permukaan (As) : As =
=
, \ . \
\.
= 17,3 m2 As = L . W ; direncanakan L : W = 4: 1 As = 4W2 17,3 m2 = 4W2 W = 2,08m ≈
2,1 m ; L = 4W = 8,4 m Cek OFR : OFR =
=
.
=
, \ . \, . ,
= 29,436 m3/m2.hari… (25
-35) m3/m2.hariCek waktu detensi (td) :
Volume bak (V) = L . W . D = 8,4 m . 2,1 m . 2,5 m = 44,1 m3 td =
=
, ,\
= 7337 detik = 2 jam
… (1
-2) jam Kecepatan horizontal (vh) :vh =
=
,
.
100 cm/detik = 0,114 cm/detikCek bilangan Reynold (NRe) dan bilangan Froude (NFr) : Jari-jari hidrolis bak (R) =
=
+ .
=
+ . .
= 73,94 cm NRe = .
ʋ
=
, \ . , , . \
= 939
……..
< 2000Karena NRe < 2000 , maka aliran yang terjadi adala h laminar. NFr 2 =
NFr = 0,000157
…….
>10-5 Karena NFr > 10-5 , maka tidak akan terjadi aliran pendek.•
Desain Perforated Baffle : Direncanakan :Diameter lubang (d) = 10 cm = 0,1 m
Kecepatan aliran melalui lubang (v) = 5 cm/detik = 0,05 m/detik