• Tidak ada hasil yang ditemukan

DENTAL DECAY a. Definisi

Dalam dokumen Makalah Gigi dan Mulut (Halaman 38-47)

 Dental decay atau karies berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Karies gigi adalah suatu proses kronis regresif  yang dimulai dengan larutnya mineral email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh  pembentukan asam mikrobial dari substrat sehingga timbul destruksi

komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi kavitas 32. b. Gambar

Gambar 9.1. Dental decay c. Etiologi

Karies gigi disebabkan oleh 4 faktor/komponen yang saling  berinteraksi yaitu33:

1) Komponen dari gigi dan air ludah (saliva) yang meliputi: komposisi gigi, morfologi gigi, posisi gigi, pH saliva, kuantitas saliva, kekentalan saliva.

2) Komponen mikroorganisme yang ada dalam mulut yang mampu menghasilkan asam melalui peragian yaitu: Streptococcus,  Lactobasillus. Bakteri tersebut meyebabkan terjadinya karies karena

a. Membentuk asam dari substrat (asidogenik).  b. Menghasilkan kondisi dengan pH rendah (<5).

c. Bertahan hidup dan memproduksi asam terus menerus pada kondisi dengan pH yang rendah (asidurik).

d. Melekat pada permukaan licin gigi.

e. Menghasilkan polisakarida tak larut dalam saliva dan cairan dari makanan guna membentuk plak 

3) Komponen makanan, yang sangat berperan adalah makanan yang mengandung karbohidrat misalnya sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri tertentu dan membentuk asam.

4) Komponen waktu: kemampuan saliva untuk meremineralisasi selama proses karies, menandakan bahwa roses tersebut terdiri atas  periode perusakan dan perbaikan yang silih berganti, sehingga bila saliva berada dalam lingkungan gigi, maka karies tidak akan menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan dalam hitungan bulan.

d. Patogenesis

Enamel adalah jaringan keras yang kaya akan mineral. Karies dapat terjadi pada enamel melalui proses kimiawi yaitu lingkungan asam yang diproduksi oleh bakteri. Gula akan dicerna oleh bakteri dan energy yang dihasilkan akan dipakai bakteri untuk memproduksi asam laktat. Asam laktat akan menyebabkan demineralisasi kristal hidroksiapatit

 pembentuk enamel. Karies enamel yang tidak ditangani dapat  berkembang menjadi karies dentin34.

Dentin terdiri dari saluran-saluran mikroskopis (tubula dentin) yang menghubungkan pulpa dengan enamel. Bentukan tubula dentin inilah yang menyebabkan karies dentin berkembang lebih cepat. Ketika ada infeksi bakteri, dentin menghasilkan immunoglobulin sebagai mekanisme pertahanan. Sementara itu juga terjadi peningkatan mineralisasi di dentin. Kedua keadaan ini menyebabkan konstriksi tubula dentin sehingga penyebaran bakteri terhalang. Bila demineralisasi terus  berlangsung, karies dapat berkembang ke profunda dan mencapai rongga  pulpa 34.

e. Klasifikasi

Karies gigi bisa diklasifikasikan berdasarkan lokasi dan kedalamannya. 1) Karies berdasarkan lokasi permukaan kunyah dapat dibagi :

a) Karies oklusal  b) Karies labial

c) Karies bukal

d) Karies palatal/lingual e) Karies aproksimal

f) Karies kombinasi (mengenai semua permukaan) 2) Pembagian lain dari karies berdasarkan lokasi:

a) Karies yang ditemukan di permukaan halus Ada tiga macam karies permukaan halus:

i) Karies proksimal adalah tipe yang paling sulit dideteksi; tidak dapat dideteksi secara visual atau manual dengan sebuah explorer gigi; memerlukan pemeriksaan radiografi.

Gambar 9.2. Titik hitam pada batas gigi menunjukkan sebuah karies  proksimal

ii) Karies akar adalah tipe karies yang sering terjadi; terbentuk ketika permukaan akar telah terbuka karena resesi gusi. Bila gusi sehat, karies ini tidak akan  berkembang karena tidak dapat terpapar oleh  plaque  bakteri. Permukaan akar lebih rentan terkena proses demineralisasi daripada enamel atau email karena sementumnya demineralisasi pada pH 6.7, di mana lebih tinggi dari enamel. Gigi geraham atas adalah lokasi tersering dari karies akar.

iii) Karies celah atau fisura.  b) Karies berdasarkan kedalamannya

i) Karies superficial, karies yang hanya mengenai email. ii) Karies media, mengenai email dan telah mencapai

setengah dentin

iii) Karies profunda, mengenai lebih dari setengah dentin dan  bahkan menembus pulpa.

f. Diagnosis34

1) Karies dini/karies email tanpa cavitas yaitu karies yang pertama terlihat secara klinis, berupa bercak putih setempat pada email.

Anamnesis : terdapat bintik putih pada gigi Pemeriksaan Objektif : ekstra oral tidak ada kelainan Intra oral : kavitas (-) , lesi putih (+)

Terapi : pembersihan gigi, diulas dengan flour, edukasi pasien/ Dental Health Education 2) Karies dini/karies email dengan kavitas yaitu karies yang terjadi

 pada email sebagai lanjutan dari karies dini. Anamnesa : gigi terasa ngilu

Pemeriksaan objektif : ekstra oral tidak ada kelainan Intra oral : kavitas (+) baru mengenai email

Terapi : dengan penambalan

3) Karies dengan dentin terbuka/dentin hipersensitif yaitu peningkatan sensitivitas akibat terbukanya dentin.

Anamnesa : - kadang-kadang terasa ngilu saat makan, minum air 

dingin

- rasa ngilu hilang setelah rangsangan dihilangkan

- tidak ada rasa sakit spontan Pemeriksaan objektif : ekstra oral tidak ada kelainan Intra oral : kavitas mengenai dentin

Terapi : dengan penambalan.

g. Terapi

Penataksanaan karies gigi ditentukan oleh stadium saat karies terdeteksi: 1) Penambalan ( filling ) dilakukan untuk mencegah progresi karies lebih

lanjut. Penambalan biasa yang dilakukan pada karies yang ditemukan pada saat iritasi atau hiperemia pulpa.

2) Perawatan saluran akar (PSA) atau root  canal  treatment  dilakukan  bila sudah terjadi pulpitis atau karies sudah mencapai pulpa. Setelah

dilakukan PSA, dibuat restorasi.

3) Ektraksi gigi merupakan pilihan terakhir dalam penatalaksanaan karies gigi, ekstraksi yang telah diekstraksi perlu diganti dengan  pemasangan gigi palsu (denture), implant atau jembatan (brigde).

Pencegahan karies gigi: Pencegahan karies gigi:

1)

1) Menjaga kebersihan mulut (Menjaga kebersihan mulut (oral hygieneoral hygiene) dengan baik dengan) dengan baik dengan menggosok gigi dengan benar dan teratur,

menggosok gigi dengan benar dan teratur,  flossing  flossing , obat kumur , obat kumur  ((mouthwashmouthwash), memeriksakan gigi 2 kali setahun.), memeriksakan gigi 2 kali setahun.

2)

2) Diet rendah karbohidratDiet rendah karbohidrat 3)

3)  Fluoride Fluoride melalui pasta gigi,melalui pasta gigi, mouthwashmouthwash, suplemen, air minum, gel, suplemen, air minum, gel  fluoride

 fluoride.. 4)

10.

10. PULPITISPULPITIS a.

a. DefinisiDefinisi

Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang pada umumnya Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang pada umumnya merupakan kelanjutan dari proses karies dan menimbulkan rasa nyeri. merupakan kelanjutan dari proses karies dan menimbulkan rasa nyeri. Pulpa terdiri dari pembuluh darah dan jaringan saraf, sehingga Pulpa terdiri dari pembuluh darah dan jaringan saraf, sehingga  peradangan pulpa akan menimbulkan hiperemia/peningkatan aliran

 peradangan pulpa akan menimbulkan hiperemia/peningkatan aliran darahdarah ke gigi

ke gigi 3535.. b.

b. GambarGambar

Gambar 10.1.

Gambar 10.1. PulpitisPulpitis c.

c. EtiologiEtiologi

Penyebab pulpitis dapat diuraikan sebagai berikut Penyebab pulpitis dapat diuraikan sebagai berikut 3535::

1)

1) Pembusukan gigi, trauma gigi, pengeboran gigi selama prosesPembusukan gigi, trauma gigi, pengeboran gigi selama proses  perawatan gigi.

 perawatan gigi. 2)

2) Paparan cairan yang mendemineralisasi gigi, pemutih gigi, asamPaparan cairan yang mendemineralisasi gigi, pemutih gigi, asam  pada makanan dan minuman.

 pada makanan dan minuman. 3)

3) Infeksi, baik yang menyerang ruang pulpa maupun infeksi yangInfeksi, baik yang menyerang ruang pulpa maupun infeksi yang  berasal dari abses gigi.

 berasal dari abses gigi. d.

d. KlasifikasiKlasifikasi 1)

1) PulpitisPulpitis reversiblereversible adalah radang pulpa ringan sampai sedang akibatadalah radang pulpa ringan sampai sedang akibat rangsang, dapat sembuh bila penyebab

rangsang, dapat sembuh bila penyebab  pulpitis pulpitis telah dihapus dantelah dihapus dan gigi diperbaiki. Obat-obatan tertentu dapat digunakan selama gigi diperbaiki. Obat-obatan tertentu dapat digunakan selama

 prosedur 

 prosedur  restorativerestorative dalam upaya untuk mempertahankan gigi tetapdalam upaya untuk mempertahankan gigi tetap vital (hidup).

vital (hidup). 2)

2) PulpitisPulpitis irreversibel irreversibel  dicirikan oleh kepekaan yang berkepanjangandicirikan oleh kepekaan yang berkepanjangan terhadap dingin atau panas. Radang pulpa yang ringan atau telah terhadap dingin atau panas. Radang pulpa yang ringan atau telah  berlangsung

 berlangsung lama lama ditandai ditandai nyeri nyeri spontan/dirasakan spontan/dirasakan terus terus menerus.menerus. Terjadi kerusakan saraf sehingga membutuhkan perawatan saluran Terjadi kerusakan saraf sehingga membutuhkan perawatan saluran akar.

akar. e.

e. Diagnosis dan TerapiDiagnosis dan Terapi 3535 1)

1) PulpitisPulpitis reversibel reversibel /hiperemi pulpitis/pulpitis awal yaitu peradangan/hiperemi pulpitis/pulpitis awal yaitu peradangan  pulpa awal sampai sedang akibat rangsangan.

 pulpa awal sampai sedang akibat rangsangan. a)

a) Anamnesis:Anamnesis: i)

i) Biasanya nyeri bila minum panas, dingin, asam dan asinBiasanya nyeri bila minum panas, dingin, asam dan asin ii)

ii)  Nyeri tajam singkat tidak spontan, tidak terus menerus Nyeri tajam singkat tidak spontan, tidak terus menerus iii)

iii) Rasa nyeri lama hilangnya setelah rangsangan dihilangkanRasa nyeri lama hilangnya setelah rangsangan dihilangkan  b)

 b) Pemeriksaan Objektif:Pemeriksaan Objektif: i)

i) Ekstra oral: tidak ada pembengkakan.Ekstra oral: tidak ada pembengkakan. ii)

ii) Intra oral: perkusi tidak sakit, karies mengenaiIntra oral: perkusi tidak sakit, karies mengenai

dentin/karies profunda, pulpa belum terbuka, sondase (+), dentin/karies profunda, pulpa belum terbuka, sondase (+), chlor 

chlor etil etil (+)(+) c)

c) Terapi: dengan penambalan/Terapi: dengan penambalan/ pulp pulp cafing cafing dengan penambalandengan penambalan Ca(OH) ± 1 minggu untuk membentuk dentin sekunder. Ca(OH) ± 1 minggu untuk membentuk dentin sekunder. 2)

2) PulpitisPulpitis irreversibel irreversibel yaitu radang pulpa ringan yang baru dapat jugayaitu radang pulpa ringan yang baru dapat juga yang sudah berlangsung lama. Pulpitis irreversibel terbagi :

yang sudah berlangsung lama. Pulpitis irreversibel terbagi : a)

a) PulpitisPulpitis irreversibel irreversibel akut yaitu peradangan pulpa lama atau baruakut yaitu peradangan pulpa lama atau baru ditandai dengan rasa nyeri akut

ditandai dengan rasa nyeri akut yang hebat.yang hebat. i)

i) Anamnesis: nyeri tajam spontan yang berlangsung terus-Anamnesis: nyeri tajam spontan yang berlangsung terus-menerus menjalar

menerus menjalar kebelakang kebelakang telinga dan telinga dan penderita tidak penderita tidak  dapat menunjukkan gigi yang sakit.

dapat menunjukkan gigi yang sakit. ii)

ii) Pemeriksaan Objektif Pemeriksaan Objektif 

- Intra oral: kavitas terlihat dalam dan tertutup sisa makanan, pulpa terbuka bisa juga tidak, sondase (+), Chlor ethil (+), perkusi bisa (+) bisa (-).

iii) Terapi: menghilangkan rasa sakit dan dengan Perawatan Saluran Akar (PSA).

 b) Pulpitis irreversibel kronis yaitu peradangan pulpa yang  berlangsung lama.

i) Anamnesis: gigi sebelumnya pernah sakit, rasa sakit dapat hilang timbul secara spontan, nyeri tajam menyengat (bila ada rangsangan seperti panas, dingin, asam, manis),  penderita masih bisa menunjukkan gigi yang sakit.

ii) Pemeriksaan Objektif 

- Ekstra oral: tidak ada pembengkakan

- Intra oral: karies profunda (bisa mencapai pulpa bisa tidak), sondase (+), perkusi (-)

c)  Nekrosis pulpa adalah matinya pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya, tergantung pada seluruh atau sebagian yang terlibat.

i) Anamnesis: nyeri spontan atau tidak ada keluhan nyeri tapi pernah nyeri spontan, bau mulut, gigi berubah warna, lesi radiolusen yang berukuran kecil hingga besar disekitar  apeks dari salah satu atau beberapa gigi, tergantung pada kelompok gigi.

ii) Pemeriksaan Objektif:

- Gigi berubah warna, menjadi abu-abu kehitam-hitaman

- Sondase (-), Perkusi (-), dan Palpasi (-) - Terdapat lubang gigi yang dalam

iii) Terapi : perawatan saluran akar dan restorasi. Bila apeks gigi lebar/ terbuka dilakukan perawatan apeksifikasi. Setelah preparasi selesai, saluran akar diisi dengan Ca(OH)2 sampai 1-2 mm dari ujung akar dan ditumpat

tetap. Evaluasi secara berkala 3-6 bulan sampai terjadi  penutupan apeks (dengan menggunakan pemeriksaan

radiografik).

11. PERIODONTITIS

Dalam dokumen Makalah Gigi dan Mulut (Halaman 38-47)

Dokumen terkait