• Tidak ada hasil yang ditemukan

Departemen Pengendalian Mutu (Quality Control/

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 44-47)

BAB 3. TINJAUAN KHUSUS PT. RISTRA INDOLAB

3.5 Ketenagakerjaan

3.6.5 Departemen Pengendalian Mutu (Quality Control/

Quality Control and Quality Assassement Manager membawahi supervisor incoming, supervisor process, supervisor outgoing, dan administrasi.

Supevisor incoming bertanggung jawab dalam melakukan pengendalian mutu dengan menguji bahan baku, bahan kemasan, dan uji mikrobiologi; supervisor

process bertanggung jawab dalam verifikasi proses pembuatan produk dari mulai penimbangan sampai pengemasan produk; dan supervisor outgoing bertanggung jawab dalam mengevaluasi return product, verifikasi retain sample, verifikasi complaint product, dan uji stabilitas produk. Masing-masing supervisor memiliki staf yang melakukan pengujian.

Departemen QC memiliki fasilitas laboratorium kimia, laboratorium mikrobiologi, ruang retain sample, dan stabilitas, serta dilengkapi dengan tempat pencucian alat dan tempat penyimpanan reagen.

Departemen QC bertugas dalam mengontrol segala aktivitas yang berhubungan dengan mutu, mulai dari bahan baku yang datang dari supplier hingga produk jadi yang siap diantarkan ke distributor serta melakukan pengendalian produk yang telah beredar melalui retain sample. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisika, kimia, dan mikrobiologi. Selain itu, bagian QC bertugas untuk mengontrol pemeriksaan kebersihan alat dan ruangan, suhu dan kelembaban ruangan, serta kebersihan gudang bahan baku, gudang produk jadi, ruang produksi, dan pengemasan. Aktivitas yang dilakukan oleh QC adalah:

3.6.5.1 Pengendalian Mutu Incoming

Pengendalian mutu incoming merupakan pemeriksaan sebelum proses produksi meliputi pemeriksaan bahan baku dan kemasan yang datang dari supplier. Bagian gudang yang telah menerima bahan baku dari supplier diperiksa dengan mencocokan nomor purchase order dari supplier dengan MIT (Material in Transit) dari Purchasing. Bahan baku yang pertama kali datang disimpan ke ruang karantina dengan diberikan label “karantina” berwarna kuning, kemudian staf gudang memberitahu QC bahwa bahan baku siap diperiksa. QC mengambil sampling bahan baku dan melakukan pengujian yang sesuai dengan menggunakan metode standar internasional.

Setiap bahan baku yang dating harus disertai dengan CoA (Certification of Analysis) dan MSDS (Material Safety Data Sheet). PT. Rristra Indolab sendiri memiliki spesifikasi dari setiap bahan baku yang dibuat sesuai kebutuhan. Setiap bahan baku yang datang dilakukan pengujian untuk mengetahui bahan baku tersebut telah memenuhi spesifikasi atau tidak. Pemeriksaan yang umum

dilakukan antara lain pH, titik leleh, warna, serta bau. Jika memenuhi spesifikasi maka bahan baku tersebut diterima dan diberi label “diterima” berwarna hijau dan dipindahkan ke gudang penyimpanan. Untuk barang yang tidak lulus uji, diberi label merah dengan tulisan “ditolak” dan akan dikembalikan ke supplier. Untuk bahan baku tidak ada toleransi, jika bahan baku tidak sesuai maka akan ditolak walaupun kebutuhan mendesak. Retain sample dari bahan baku disimpan dan diuji kembali pada waktu tertentu.

Proses pemeriksaan wadah dan kemasan perlakuannya sama dengan bahan baku, namun pemeriksaan spesifikasinya yaitu dengan membandingkan sampel dengan pembanding dari segi penulisan, warna, bentuk, ukuran, penampilan, material, mutu cetakan, kebersihan, serta kesesuaian dengan tutup atau bagian lain.

3.6.5.2 Pengendalian Mutu Process

Proses QC merupakan pemeriksaan pada proses produksi berlangsung.

Bagian proses melakukan verifikasi pada saat penimbangan, proses produksi, pengisian (filling), dan pengemasan. Pada bagian produksi yang terbagi atas 3 lini yaitu krim, powder/ lipstik, dan lotion, terdapat perwakilan QC yang bertugas pada masing-masing lini. QC melakukan verifikasi penimbangan yang dilakukan oleh bagian produksi, hal ini dilakukan untuk memastikan bahan-bahan yang ditimbang sesuai dengan instruksi kerja dari bagian R&D. Pada proses produksi, QC melakukan verifikasi prose-proses yang terlibat, antara lain kecepatan pengadukan dan temperatur yang digunakan, apakah telah sesuai dengan instruksi kerja yang telah ditetapkan. Produk ruahan yang telah jadi diinapkan selama satu hari, kemudian diverifikasi oleh QC meliputi bentuk, warna, bau, homogenitas ukuran partikel, viskositas, pH, dan sebagainya sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Produk ruahan yang dinyatakan “diterima”, selanjutnya diisi (filling) kedalam wadah yang telah disiapkan, QC bertugas memastikan bahwa setiap pengisian memenuhi keseragaman bobot. Setelah pengisian selesai selanjutnya pengemasan ke dalam wadah sekunder atau pemberian etiket pada wadah primer atau kemasan (wadah sekunder), QC memverifikasi pengemasan, meliputi kesesuaian pemasangan etiket atau stiker.

3.6.5.3 Pengendalian Mutu Outgoing

Pada pengendalian mutu outgoing melakukan verifikasi pengiriman produk jadi di gudang untuk menjamin bahan produk yang diminta atau dijanjikan dengan distributor yang sesuai. QC melakukan uji stabilitas retain sample selama 36 bulan (3 tahun). Setiap batch yang telah lulus uji oleh QC diambil satu contoh disimpan untuk diverifikasi. Pengujian retain sample adalah uji organoleptik yang dilakukan setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. QC juga menganalisa produk yang telah dikembalikan (return product) oleh distributor.

Return product yang diperoleh dari distributor disimpan di ruangan terpisah dengan produk lain kemudian dilakukan identifikasi kembali. Return product dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik, layak pakai, dan musnah. Untuk kategori baik terbagi lagi menjadi dua kategori yaitu produk yang masih dalam kondisi yang baik dan produk dalam kondisi yang baik tetapi kemasannya rusak maka diganti terlebih dahulu sebelum bisa diedarkan kembali. Kategori layak pakai seperti produk yang wanginya sudah hilang dan waktu expired date-nya sempit (kurang lebih satu tahun) maka dapat digunakan untuk promosi, sedangkan untuk kategori musnah adalah untuk produk yang sudah rusak dan sudah melewati expired date, maka produk dimusnahkan.

Pada proses produksi, QC memeriksa produk ruahan dan produk jadi, apabila terjadi ketidaksesuaian produk, QC melakukan pengambilan sampling ulang kemudian apabila hasilnya tetap tidak sesuai dilakukan recovery dengan cara adjustment yaitu dengan merubah metode ataupun menambahkan bahan yang diperlukan agar produk sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Pengolahan ulang dilakukan dengan peranan QC, R&D, dan Produksi, kemudian QC mengevaluasi kembali untuk menjamin agar pengolahan ulang tidak mempengaruhi mutu produk.

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 44-47)

Dokumen terkait