• Tidak ada hasil yang ditemukan

Departemen Quality Control PT. Sinar Sosro KPB Tambun

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 66-71)

4. PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Pembahasan

4.2.2 Departemen Quality Control PT. Sinar Sosro KPB Tambun

Departemen Quality Control dipimpin oleh seorang Manajer Quality Control (Ahmad Hadian Fanany) yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu, baik pada bahan baku, proses produksi maupun produk jadi dan limbah cair pabrik sehingga produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi standar mutu. Fungsi koordinasi secara langsung dilaksanakan oleh seorang Supervisor yang dibantu oleh asisten supervisor.

Departemen Quality Control ini sendiri dibagi menjadi enam sub bagian yang memiliki tugas lebih spesifik, yaitu: Incoming material, analisis kimia, analisis mikrobiologi, pemeriksaan produk selama proses produksi (field inspection), gudang barang yang tidak memenuhi standar (Below Standard/ BS), dan pengolahan limbah (Waste Water Treatment).

4.2.2.1. Manajer Quality Control

Manajer Quality Control mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membantu General Manager dalam memastikan bahwa pelaksanaan operasi produksi senantiasa memenuhi spesifikasi dan standar mutu yang telah ditentukan dalam unit yang dibawahi atau tanggung jawabnya. Selain itu, manajer Quality Control bertanggung jawab atas teknik dan kegiatan operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan umum. Pada saat ini jabatan Manajer Quality Control dijabat oleh bapak Ahmad Hadian Fanany.

Adapun uraian tugas manajer Quality Control adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan program-program pengendalian mutu produksi untuk

memastikan bahwa produk-produk yang dihasilkan secara konsisten memenuhi standar mutu yang berlaku.

2. Mempelajari keluhan konsumen mengenai mutu produk, menetapkan langkah-langkah tindak lanjut perbaikan.

3. Memberikan masukan kepada General Manager sehubungan dengan mutu.

4.2.2.2. Supervisor Quality Control

Supervisor Quality Control mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menerapkan prosedur pengendalian mutu mulai dari incoming material bahan baku, proses produksi sampai dengan produk jadi sesuai dengan standar yang ditetapkan. Saat ini posisi Supervisor dijabat oleh Ibu Etyk Rochana, dengan asisten supervisor Fitra Jaya dan Nurbiki.

Uraian tugas supervisor Quality Control adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan program-program pengendalian mutu produk untuk memastikan bahwa produk-produk yang dihasilkan secara konsisten memenuhi standar mutu yang berlaku.

2. Membagi tugas dan menyusun jadwal mingguan sesuai dengan job masing-masing staff QC.

3. Melakukan pengawasan dan memastikan tugas dan tanggung jawab setiap staff QC tidak menyimpang dari prosedur yang ditetapkan.

4. Memeriksa dan mengawasi proses karantina untuk produk non standar yang disimpan dalam gudang karantina, memastikan tindak lanjut terhadap produk tersebut sesuai dengan standar.

5. Mengawasi dan memeriksa pengeluaran produk untuk memastikan sistim FIFO dilakukan dengan benar.

6. Melakukan penilaian terhadap prestasi kerja staff Quality Control. 7. Mengembangkan potensi staff QC.

8. Mengendalikan dokumen-dokumen QC sesuai dengan sistem yang berlaku.

4.2.2.3. Petugas Administrasi Quality Control

Petugas administrasi Quality Control mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam melakukan tugas administrasi QC secara umum. Posisi ini dijabat oleh Bapak Karim.

1. Mengumpulkan semua laporan dari masing-masing bagian untuk diperiksa oleh supervisor atau manager QC.

2. Memasukkan dan merekap data yang masuk dari semua bagian dalam bentuk soft copy atau hard copy.

3. Mengendalikan file QC.

4. Membuat laporan mingguan dan bulanan serta laporan analisa pabrikan. 5. Membuat PP bahan yang diperlukan berdasakanr stok atau kebutuhan,

diketahui oleh Supervisor dan disetujui oleh Manager QC.\

6. Membuat surat jalan untuk setiap barang yang dikirim keluar pabrik.

4.2.2.4. Analis Kimia

Analis kimia mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Melakukan pengawasan terhadap bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi sampai menjadi produk jadi, serta melaku.kan analisa produk untuk standarisasi dengan formula yang telah ditetapkan. Saat ini terdapat enam analis kimia yaitu:

a. Ardiyansyah Dwi Nanda b. Ardy Ferdiansyah c. Hidayatur Rahmadi d. Juanda

e. Ricardo f. Tadin

Uraian tugas analis kimia adalah sebagai berikut:

1. Melakukan analisa bahan baku utama yang meliputi proses pengolahan air di water treatment, cooling tower dan boiler, proses pembuatan sirup gula dan proses pemasakan teh.

2. Memeriksa bahan baku dan bahan tambahan pangan yang digunakan untuk memastikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melakukan analisa produk dan memastikan setiap tahapan proses pemasakan sesuai standar yang ditetapkan.

4. Melakukan analisa pH dan kadar gula produk inkubasi setelah analisa mikrobiologi.

5. Melakukan analisa produk yang urgent released.

6. Melakukan analisa produk untuk standarisasi dengan formula yang telah ditentukan.

7. Melakukan analisa produk non standar.

4.2.2.5. Analis Mikrobiologi

Analis mikrobiologi mempunyai tanggung jawab dalam melakukan analisa mikrobiologi terhadap sumber daya manusia, bahan kemasan, peralatan, mesin, bahan baku (air) dan produk jadi serta melaporkan released produk jadi berdasarkan analisa mirkobiologi. Saat ini posisi Analis Mikrobiologi dijabat oleh Rivani.

Uraian Tugas Analis Mikrobiologi antara lain:

1. Melakukan analisa SDM, bahan kemasan, peralatan dan mesin produksi, bahan baku air dan produk jadi.

2. Melakukan analisa produk karantina.

3. Membuat surat released produk jadi yang disetujui oleh Spv/Manager QC.

4.2.2.6. Field Inspector

Field inspector bertugas dan bertanggung jawab untuk mengawasi proses produksi mulai dari proses pemasakan, sterilisasi, pengemasan, pengepakan sampai penggudangan dan proses cleaning sanitasi.

Saat ini, posisi field inspector dijabat oleh: a. Dewanto Utomo

b. Fajar Bimo Prasetyo c. Fit Nawawi

d. Gilang Mahesa Noegraha e. Hari Tamtomo

f. Maman Ema Janurida g. Ricky Septian

1. Memastikan proses pemasakan di kitchen sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2. Memastikan produk standar yang ditransfer ke sterilizer/ dan temperatur sterilisasi/ pasteurisasi sesuai dengan standar.

3. Memastikan produk standar yang ditransfer ke mixer untuk kemudian ditransfer ke filler sesuai dengan standar (khusus untuk TEBS).

4. Melakukan analisa terhadap bahan-bahan yang dibutuhkan untuk dan selama proses produksi berlangsung (seperti H2O2 di mesin tetra).

5. Melakukan analisa dan memastikan produk jadi termasuk bahan kemasan primernya dan semua yang terkait dengan persyaratan mutu tidak menyimpang dari standar yang ditetapkan.

6. Memastikan bahwa produk dikemas menggunakan kemasan sekunder dilengkapi dating sesuai standar, serta disusun pada palet sesuai dengan standar yang ditetapkan.

7. Sampling produk selama proses produksi sesuai dengan standar.

8. Memastikan semua produk yang dikirim ke gudang barang jadi adalah produk standar.

9. Memastikan semua produk non standar dikarantina dan dipisahkan dari yang standar dan dikirim ke gudang karantina.

10.Melakukan verifikasi terhadap peralatan atau mesin yang digunakan untuk produksi.

4.2.2.7. Incoming Material Inspector

Tugas & Tanggung Jawab bagian Incoming Material adalalah melakukan pengawasan dan analisa bahan baku yan masuk sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta menyiapkan uji organoleptik produk. Saat ini bagian Incoming Material dijabat oleh Guntar dan Mukhlis.

Uraian Tugas :

1. Melakukan pengecekan setiap ada kedatangan barang

2. Melakukan sampling sesuai dengan barang yang datang dan melakukan inspeksi atau analisa

3. Menyiapkan dan mengisi label diterima yang terdiri dari : tanggal penerimaan, jenis atau nama material, jumlah, vendor, nomor kode, tanggal keluar.

4. Menyiapkan, mengisi dan menempelkan label karantina apabila barang tidak standar.

5. Berdasarkan hasil inspeksi dan analisa dibuat laporan serta ditentukan, apakah material tersebut diterima atau ditolak dengan persetujuan Manager QC. 6. Membuat surat ditujukan ke bagian Pembelian apabila material ditolak dengan

persetujuan Manager QC dan akan diteruskan ke supplier oleh bagian Pembelian.

7. Mencatat kode bahan tambahan pangan dan memastikan jumlah yang dipakai sesuai dengan formula.

8. Standarisasi pemakaian bahan dan pengujian bahan atau material untuk verifikasi.

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 66-71)

Dokumen terkait