• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PERANCANGAN

A. Uraian Deskriptif

1. Desain Motif 1

Gambar .8. Desain motif 1 Ukuran sebenarnya 120 cm x 180 cm

Desain motif ini mengambil karakter air berupa pusaran air. Bentuk yang dihasilkan berupa bentuk-bentuk abstrak yang berupa bidang-bidang yang seakan melingkar dengan perpaduan bidang–bidang lain yang melatarbelakanginya. Pengulangan motif pada desain ini berupa pengulangan penuh menyamping dan kebawah sehingga menimbulkan alur yang teratur dan seimbang. Perpaduan warna kuning dan oranye menjadi latar belakang dalam

commit to user

desain motif ini. Warna coklat dalam perancangan ini memberi kesan natural dalam bentuk bidang yang memusar serta dalam karakter motif kawung.

Bahan yang digunakan dalam perancangan ini ialah katun. Katun ini mempunyai daya serap yang baik terhadap warna sintetis yang digunakan yaitu remasol. Teknik pengerjaannya mengugunakan teknik batik dengan system pewarnaan perpaduan antara celup dan tolet. Karya yang dibuat dalam perancngan ini dibuat ganda dengan system refleksi sehingga menghasilkan karya yang simetris. Ukuran sebenarnya ialah 240x180 cm sesuai dengan ukuran kain yang digunakan yaitu 120 cm. bentuk tirai yang dihasilkan ialah tirai jenis curtain dengan model ganda menggunakan pencerminan motif.

commit to user 2. Desain Motif 2

Gambar 10. Desain motif 2 Ukuran sebenarnya 150 cm x 198 cm

Desain motif ini mengambil karakter aliran air. Bentuk yang dihasilkan berupa bentuk-bentuk abstrak berupa bidang-bidang yang saling berhubungan maupun terpisah diiringi dengan bidang berbentuk bulat atau oval yang tersebar di beberapa bagian. Di bagian bawah dalam desain motif ini karakter aliran air tersebut dibuat terpisah dengan bagian atasnya dengan motif pembatas yaitu karakter dasar motif kawung.

Pengulangan motif pada desain motif ini dilakukan dengan refleksi kekanan sehingga mengahasilkan keseimbangan simetris antara bagian kanan dan kiri. Warna hiajau kekuningan menjadi latarbelakang dalm perancangan ini. Warna yang ingin ditampilkan dalam perancangan desain motif ini ialah perpaduan warna senada dengan warna kontra yaitu hijau dengan merah.

commit to user

Kehadiran warna merah yang tersebar pada desain motif ini memberikan kesan gerak yang dinamis.

Bahan yang digunakan dalam perancangan ini ialah jenis katun. Kain ini mempunyai daya serap terhadap warna cukup baik. Katun ini lebih tebal namun mempunyai kelemasan kain yang cukup baik daripada belacu. Zat warna yang digunakan ialah remasol. Teknik pewarnaan yang digunakan ialah perpaduan antara teknik celup dan tolet. Ukuran sebenarnya dari karya ini yaitu 150 cm x198 cm.

commit to user 3. Desain Motif 3

Gambar 12. Desain motif 3 Ukuran sebenarnya 120 cm x 180 cm

Desain motif ini mengambil tema karakter percikan air. Bentuk-bentuk karakter tersebut ditampilakan dalam wujud bidang-bidang abstrak yang tidak teratur serta persebarannya yang merata. Bentuk-bentuk tersebut mulai dari yang besar dan kecil membentuk ritme keseimbangan non simetris. Pada bagian bawah dibuat tumpal dengan latar belakang karakter motif kawung dengan garis ikal yang berambung pada bagian atasnya.

Desain motif ini merupakan desain utuh yang keseimbangannya diperoleh dari persebaran bentuk-bentuk didalmnya. Irama yang terbentuk dari persebaran tersebut berbentuk memusar dengan pusat perhatian ditengahnya. Kesan pergerakan dalam desain motif ini diperkuat dengan menampilkan warna merah

commit to user

yang bergerak dinamis sesuai dengan karakter warna merah yang bersifat agresif dipadukan dengan warna dasar merah bata serta warna motif utama yaitu kuning . Bahan yang digunakan dalam perancangan desain motif ini ialah katun dengan ukuran 120x 180 cm. pewarnaan dalm desain motif ini dengan mengguamnakan teknik colet dan pencelupan 2 kali. Tirai yang dihasilkan ialah tirai jenis curtain tunggal dengan aksen kancing pada bagian atasnya.

commit to user 4. Desain Motif 4

Gambar 14 Desain motif 4 Ukuran sebenarnya 120 cm x 180 cm

Desain motif ini mengambil karakter kristal air. Bentuk motif utama berupa kristal-kristal air heksagonal. Bentuk-bentuk tersebut dipadukan dengan bentuk abstrak yang berkarakter seperti bonkahan es. Desain motif ini berupa desain motif yang utuh dengan komposisi simetris.

Pemunculan karakter air dalam desain motif ini ditampilkan dengan bentuk karakter kristal heksagonal dipadukan dengan penggunaan efek warna yang mengarah monokromatis warna biru. Keseimbangan desain motif ini diacapai dengan cara pencerminan penuh. Bentuk-bentuk lain yang mendukung dalam desain motif ini yaitu bidang-bidang yang berupa bulatan kecil yang tersebar yang menimbulkankesan bergelembung dalam air.

commit to user

Bahan yang digunakan dalam perancangan desain motif ini ialah katun dengan pewarnaan menggunakan remasol. Teknik pewarnaan dalam desain motif ini ialh batik dengan cara mentolet dengan kuas. Ukuran sebenarnya dari karya ini ialah 120x180 cm sesuia dengan ukuran kain yang digunakan.

commit to user 5. Desain Motif 5

Gambar 16. Desain motif 5 Ukuran sebenarnya 120 cm x 175 cm

Desain motif ini mengambil karakter utama kristal air. Bentuk-bentuk yang dihadirkan berupa karakter visual kristal-kristal air berupa bidang-bidang abstrak yang membentuk segienam. Karakter tersebut merupakan karakter utama yang dihadirkan dalam perancangan ini. Bentuk-bentuk abstrak dsari kristal-kristal tersebut terdiri dari bentuk yang kecil , sedang dan besar. Bentuk lain yang lain dalam desain motif ini ialah bidang-bidang abstrak yang mewakili karakter riak air kecil saat bergelombang. Bentuk lain yang dimunculkan disini ialah karakter dasar motif kawung yang dibuat pada bagian bawah.

Keseimbangan dalam desain motif ini dilakukan dengan cara perncerminan pola utama yang terbentuk secara verikal dan horizontal. Warna

commit to user

kuning dan biru menjadi warna utama dalam desain motif ini. Perpaduan warna biru dengan biru-ungu pada karakter dasar motif kawung sebagai penyeimbang warna pada pola utam yang terbentuk yang didonimasi warna kuning.

Bahan yang digunakan dalam desain motif ini ialah jenis katun. Bahan ini mempunyai tekstur yang halus dan lebih mengkilap. Pewarnaan dalam desain motif ini dengan cara tolet kuas dan spon. Tekstur yang ada kain ini menambah penampilannya lebih menarik. Katun ini juga mempunyai daya serap terhadap warna cukup baik serta lebih ringan dibandingkan dengan katun berkolin. Karya yang sesungguhnya berukuran 120x175 cm.

commit to user 6. Desain Motif 6

Gambar 18. Desain motif 6 Ukuran sebenarnya 120 cm x 180 cm

Desain motif ini mengambil karakter utama kristal-kristal air. Bentuk utama dalam desain motif ini ialah bentuk abstrak dari kristal air berupa kristal heksagonal. Bentuk lain yng mendukung dalam desain motif ini ialah bentk-bentuk abstrak berupa bidang berupa garis yang membentk-bentuk outline tertentu. Komposisi penataan dari motif-motif tersebut tersebar mengerucut keatas dan mengecil. Pada bagian bawah dalm desain motif ini menghadirkan karakter dasar motif kawung.

Keseimbangan dalam desain motif ini dilakukan dengan cara pencerminan horisontal dengan sedikit perubahan. Warna coklat dan biru menjadi warna utama

commit to user

dalam desain motif ini. Kombinasi warna gradasi biru dengan warna coklat tua dan muda memberi kesan perubahan dari hangat menjadi dingin.

Bahan yang digunakan dalam perancangan ini ialah katun. Desain motif ini menggunakan teknik pewarnaan tolet dengan zat warna remasol. Karya ukuran sebenarnya ialah 120x180 cm.

commit to user

BAB V

KESIMPULAN

Perancangan motif tekstil dengan mengambil tema karakter air ini merupakan salah satu alternatif untuk memperoleh desain motif yang menarik dalam bidang desain permukaan. Air sebagai salah satu unsur terpenting di permukaan bumi ini mempunyai pelbagai karakter yang menarik untuk dijadikan inspirasi dalam perancangan motif tekstil. Visualisai dari karakter-karakter air tersebut diwujudkan dalam bentuk abstrak dengan memperhatikan unsur-unsur desain dan prinsip-prinsip desain sehingga dapat diperoleh visual yang menarik meskipun hal tersebut tidak mutlak. Hal yang terpenting ialah kepekaan dalam mengolah sebuah sumber ide menjadi visual yang menarik.

Desain motif dalam perancangan ini ditujukan untuk kebutuhan tekstil pelengkap interior yaitu tirai. Kehadiran tirai dalam suatu ruang disamping sebagai pengontrol intensitas sinar matahari juga untuk elemen pelengkap interior yang mendukung suasana dalam ruang melalui corak dan warnanya.

Pelbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan ini meliputi aspek fungsi, estetis, bahan, teknis serta bentuk. Untuk itu diperlukan pemahaman yang lebih luas untuk mencapai tujuan tersebut. Konsep perancangan ini ialah ingin menampilkan nuansa segar dalam ruang tamu melalui tirai sehingga membuat suasana ruang lebih hidup, cerah, serta menciptakn kesan mengundang. Nuansa warna segar tersebut bisa dihadirkan melalui warna-warna alami dan warna hangat, seperti putih kebirubiruan, kuning pastel, kuning citrus, hijau daun,

commit to user

hijau apel, biru laut merah cerah dan muda. Penggabungan beberapa warna sekaligus juga perlu dilakukan untuk menimbulkan suasana yang baru.

Penggarapan desain motif ini menggunakan teknik batik dengan sistem pewarnaan tolet dan celup serta perpaduan keduanya. Teknik ini dipilih untuk mendapat corak-corak yang sesuai dengan tema yaitu karakter air. Bahan yang digunakan dalam perancangan ini ialah katun. Pemilihan bahan tersebut dengan pertimbangan cukup untuk mewakili aspek fungsi dan aspek estetis untuk menerapkan motif sebuah tirai. Karakter bahan yang digunakan ialah kain katun yang telah dimerserisasi sehingga kain yang dihasilkan mempunyai daya serap warna yang cukup kuat serta kekuatan serat yang baik.

Dokumen terkait