PROSES PERANCANGAN
B. Konsep Desain
Konsep desain dalam perancangan ini ialah menghadirkan suasana yang segar dalam ruang tamu melalui salah satu elemen pelengkap interior yaitu tirai. Keberadaann tirai dalam suatu ruang bukan saja untuk pengatur intensitas sinar matahari yang masuk dan penjaga privasi penghuni rumah namun juga sebagai elemen pembangkit suasana dalam ruang. Untuk itu perlu dipertimbangkan beberapa aspek yang harus diperhatikan agar mampu mewujudkan suasana yang diinginkan dalam ruang tersebut melalui tirai disamping elemen pelengkap interior yang lain yang bersinergi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan ini ialah :
1. Aspek Fungsi
Perancangan ini difungsikan untuk tirai untuk ruang tamu, dimana sebagai sebagai salah satu elemen pelengkap interior ialah berfungsi untuk mengatur masuknya cahaya yang berlebihan, membatasi penglihatan orang luar agar tidak melihat segala sesuatu yang berada di dalam rumah secara keseluruhan, untuk menjaga privacy . Untuk tujuan tersebut maka perlu diperhatikan keluwesan pemasangannya agar mudah mengatur besar kecilnya intensitas cahaya yang dibutuhkan serta kesesuaian bahan yang digunakan. Dalam perancangan ini selain fungsi tersebut diatas maka tirai juga difungsikan sebagai elemen pendukung untuk menciptakan kesan ruang yang segar dan ceria dalam ruang tamu melalui warna dan motif didalamnya.
commit to user 2.Aspek Estetis
Aspek estetis dalam suatu karya atau produk tekstil umumnya terkait erat dengan penampilan visual tekstil tersebut berupa motif didalamnya, warna dan bahannya. Beberapa aspek estetis yang perlu diperhatikan dalam perancangan ini ialah :
a. Motif
Motif yang diterapkan adalah motif-motif abstrak dengan karakter-karakter sifat air dalam beberapa keadaan seperti mengalir, memusar, memercik serta kristal-kristal air berdasar penelitian Masaru Emoto. Motif ini berupa motif yang tersusun dari garis-garis atau bentuk yang telah dikembangkan menjadi motif baru sesuai dengan imajinasi dan dengan memperhatikan beberapa prinsip desain terutama keselarasan atau irama. Keselarasan atau irama dapat dilakukan dengan jalan pengulangan atau repetisi, transisi atau peralihan maupun oposisi atau kontras dipadukan dengan karakter dasar motif tradisi yaitu kawung.
b. Warna
Warna merupakan salah satu unsur yang penting dalam suatu perancangan motif tekstil. Warna bisa berperan dalam penciptaan mood, gaya, dan karakter suatu ruang. Dalam perancangan ini warna sebagai unsur estetis suatu motif yang kehadirannya bisa mempengaruhi mood atau suasana dalam ruang tamu yang dihadirkan dalam wujud tirai.
commit to user c. Komposisi
Komposisi dalam perancangan ini mencakup keseluruhan unsur rancangan desain yang meliputi skala proporsi, ukuran, komposisi bentuk, warna maupun bidang dan pengulangan
(repeat). Penataan motif dalam perancangan ini menggunakan
komposisi berimbang yang simetris maupun non simetris. Motif dibuat beragam dari yang besar sampai yang kecil dengan penyusunan motif yang berselang, hal tersebut bertujuan untuk memberikan variasi agar tidak monoton. Motif yang disusun menggunakan sistem pengulangan antara bagian sisi kanan dan kiri, atas dan bawah maupun keseimbangan non simetris. sehingga akan tercapai ritme yang menarik tanpa penggunaan detail yang rumit serta memudahkan pencapaian kesatuan (unity).
3. Aspek Bahan
Pemilihan bahan yang sesuai dengan fungsinya juga sangat menentukan produk tekstil. Keterkaitan antara bahan kain dan zat pewarna yang digunakan dalam perancangan ini dapat mendukung pemunculan karakter motif sesuai dengan fungsinya. Perancangan ini ditujukan untuk tekstil tirai untuk ruang tamu, maka bahan yang dipilih adalah bahan yang memiliki sifat / karakter yang dapat mendukung tujuan fungsional tersebut diantaranya sifat jatuhnya kain, tebal tipisnya kain, daya tahannya terhadap cuaca maupun daya serapnya terhadap debu.
commit to user
Bahan yang digunakan dalam perancangan ini ialah jenis katun. Kain katun tersebut merupakan bahan yang memiliki karakter kuat, dapat menyerap zat warna dengan baik, tidak membutuhkan perawatan yang rumit, relatif mudah digunakan dalam proses penyempurnaan warna. Namun bahan jenis katun memiliki kekurangan diantaranya mudah kusut dan sifat jatuhnya kurang baik kecuali dengan penanganan yang baik. Dengan beberapa karakter yang dimiliki bahan katun tersebut maka dipilih bahan katun yang telah mengalami proses penyempurnaan seperti
mercerised cotton seperti katun dobby dan katun berkolin.
Bahan pewarna yang digunakan dalam perancangan ini ialah zat warna remasol. Zat warna remasol dapat untuk pewarnaan pada printing, batik biasa atau batik tradisional, pada pewarnaan ini kain setelah dikerjakan pewarnaan dikeringkan kemudian dikerjakan iring dengan natrium silikat atau waterglass.
4. Aspek Teknik
Pemilihan teknik dilakukan untuk menentukan teknik terbaik yang akan digunakan untuk memvisualisasikan sumber ide kedalam bahan tekstil dengan hasil yang sesuai dengan perancangan. Batik lukis sebagai salah satu teknik pembuatan dalam desain permukaan merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menuangkan berbagai motif dengan kesan alami.
Batik lukis bercorak bebas tidak mempunyai ikatan tertentu seperti pada batik tradisional. Pewarnaan pada batik lukis juga lebih bebas,tidak
commit to user
terikat dengan warna soga maupun wedel pada batik tradisi. Pengembangan teknik tradisi ini telah digunakan secara turun temurun dan mampu memberikan keindahan tersendiri pada setiap hasil produksinya. Batik lukis juga dapat digunakan untuk menerapkan berbagai motif. Batik lukis dalam perancangan ini diharapkan dapat memunculkan dan mewakili sumber ide yaitu karakter air.
5. Aspek Bentuk
Bentuk tirai disesuaikan dengan model tirai yang sedang diminati di pasaran. Tirai jenis curtain adalah jenis tirai yang paling diminati karena lebih sederhana namun mewakili aspek yang ingin dicapai dengan penggunaan tirai dalam suatu ruang tamu, serta mekanismenya lebih sederhana. Dalam perancangan ini tirai yang dibuat akan berbentuk tunggal maupun ganda.