A.
Analisis PermasalahanPerancangan motif tekstil untuk tirai ruang tamu dengan mengambil tema “air” akan divisualisasikan dengan mengambil beberapa karakter yang berkaitan dengan air, seperti keadaan air saat menetes, mengalir, memusar maupun kristal-kristal air berdasarkan penelitian Emoto. Visualisasi dari beberapa karakter tersebut akan diwujudkan dalam motif-motif abstrak yang bisa mewakili karakter air tersebut.
Pencapaian karakter motif tersebut perlu mengacu pada pemahaman mengenai unsur-unsur rupa serta prinsip-pinsip desain yaitu irama, keseimbangan, kesatuan, proporsi maupun dominasi sehingga terwujud visualisasi yang menarik dari karakter abstrak air.
Pada umumnya setiap perancangan motif tekstil baik untuk keperluan pakaian maupun untuk elemen pendukung interior mempunyai keterkaitan yang erat dengan nilai estetik di dalamnya maupun kesesuaian bahan dengan fungsi.
Sesuai dengan konsep perancangan motif untuk tirai ruang tamu maka aspek estetis pada penerapan motif suatu karya seni atau desain dapat dianalisa melalui keselarasan atau irama dalam desain itu sendiri. Pencapaian irama tersebut dapat diwujudkan dengan pengulangan pada unsur-unsur rupa yang dapat membentuk jenis-jenis irama tertentu yaitu: repetisi, transisi dan oposisi.
Konsep keseluruhan dalam perancangan ini meliputi beberapa aspek yaitu estetis, fungsi, bahan dan teknik. Penggabungan keseluruhan aspek-aspek tersebut
commit to user
nantinya diharapkan akan menghasilkan suatu produk atau karya seni berupa tirai yang mampu memenuhi aspek fungsi utama tirai yaitu sebagai pengatur intensitas sinar matahari yang masuk dalam suatu ruang serta menjaga privasi penghuni rumah maupun sebagai elemen pendukung suasana yang mampu mempengaruhi kesan ruang melalui motif maupun warnanya dimana hal ini terkait dengan aspek estetisnya mengingat keberadaannya yang cukup luas dalam suatu ruang khususnya ruang tamu.
B.
Strategi Pemecahan MasalahSesuai dengan analisis permasalahan diatas maka strategi pemecahan masalah yang digunakan penulis untuk untuk mewujudkan perancangan motif tekstil tersebut ialah:
1. Identifikasi Motif
Air memiliki banyak karakter berkaitan dengan keadaanya sebagai zat cair yang ada dipermukaan bumi baik saat mengalir, menetes, memercik, menjadi ombak, bergelembung maupun saat menjadi zat padat seperti kristal dan es. Pelbagai karakter dan fenomena tersebut akan mendasari perancangan motif tekstil untuk tirai ruang tamu dengan tema ” air” ini. Visualisasi dari pelbagai karakter air tersebut berbentuk abstrak. Penggarapan motif tekstil ini akan memperhatikan unsur-unsur rupa terutama garis, bentuk dan warna. Disamping itu juga memperhatikan prinsip-prinsip desain yang ada. Untuk itu desain motif yang dihasilkan akan lebih bervariasi diantaranya dengan memperhatikan pengulangan,
commit to user
pencerminan maupun desain utuh dengan memperhatikan irama atau keseimbangan gerak.
2. Penentuan bahan dan teknik
Bahan yang banyak digunakan untuk tirai ialah kain berbahan katun maupun campuran katun dan sintetis. Bahan yang banyak dijumpai di pasaran ialah kain katun dan kain berserat campuran katun sintetis. Dalam perancangan motif tekstil untuk tirai ruang tamu ini bahan yang akan digunakan ialah jenis katun. Penggunaan bahan tersebut diharapkan dapat mewakili fungsi utama tirai sebagai elemen pelengkap interior yang berfungsi untuk pengatur intensitas cahaya matahari disamping untuk pembangkit suasana dalam ruang melalui warna serta motifnya serta sifat-sifat bahan yang sesuai untuk tirai. Sedangkan untuk teknik menggunakan batik tulis dengan pewarnaan celup maupun tolet.
3. Alternatif Desain
Desain yang akan dibuat harus disesuaikan dengan karakter air atau menimbulkan kesan yang bisa mempresentasikan tentang keberadaan air dan fenomena yang terkait dengannya. Bentuk tirai yang akan diterapkan ialah jenis tirai tunggal maupun tirai ganda.
4. Melakukan Percobaan
Langkah penting yang perlu dilakukan dalam perancangan ini ialah melakukan percobaan-percobaan. Hal ini perlu untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan gagasan awal. Percobaan bisa dilakukan dengan cara pengeksplorasian bahan yang sesuai untuk pembuatan tirai. Juga bagaimana teknik yang tepat untuk mencapai hasil yang maksimal dalam
commit to user
perancangan motif ini. Berikut ini beberapa hasil percobaan yang pernah dilakukan terkait dengan aspek teknis.
Gambar 1. Hasil ujicoba dengan teknik sablon pada sifon
commit to user
Gambar 3. Hasil ujicoba dengan teknik sablon pada katun
commit to user
Gambar 5. hasil pecobaan pada denim dengan teknik batik
Gambar. 6. Hasil percobaan dengan teknik batik pada katun
C.
Pengumpulan DataStudi pustaka dilakukan untuk memperoleh informasi tentang air sebagai inspirasi dalam perancangan motif tekstil ini. Hasil studi pustaka ini diperoleh
commit to user
data-data tentang peranan penting air bagi kehidupan makhluk hidup serta keajaiban-keajaiban yang ada padanya. Disamping itu juga diperoleh data-data tentang bahan-bahan tekstil yang biasa digunakan untuk elemen interior. Studi pasar dan studi proses produksi juga dilakukan untuk menunjang kelengkapan data.
1. Studi Pasar
Survey dilakukan untuk mengamati langsung tentang bahan-bahan tekstil yang biasa digunakan untuk elemen interior dan penerapannya. Survey ini dilakukan dengan melakukan pengamatan bahan-bahan tekstil dan motif-motifnya di toko-toko atau stand tekstil yang ada di pusat grosir surakarta dan beteng trade center Solo. Survey menunjukkan bahwa tirai dengan motif geometris dan corak flora fauna yang simpel masih sangat diminati oleh masyarakat. Bahan yang banyak digunakan antara lain kain tenun ATBM dengan motif-motif geometris yang sederhana, satin serta campuran katun dan poliester juga beberapa jenis vitrase. Disamping itu pada beberapa jenis kain seperti belacu yang dikombinasikan dengan teknik bordir untuk mempercantik aksen tirai. Ukuran tirai yang umum ialah berkisar 150 x 175 cm atau sesuai dengan ukuran standar kain yang digunakan. Warna-warna yang umum diminati ialah warna krem, kuning, coklat, ungu yang umumnya mengarah warna pastel. Sementara harga yang ditawarkan berkisar dari Rp.35.000 sampai dengan Rp.200.000. 2. Studi Proses Produksi
Studi proses produksi dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang proses pemberian motif pada tekstil antara lain melalui proses
commit to user
printing. Survey ini pernah penulis lakukan di perusahaan ”Batik Manunggal” yang berada di kampung Butulan, Pajang milik bapak Fandi. Motif tekstil yang dikembangkan di perusahaan ini umumnya mengambil motif-motif dari daerah Irian Barat karena pemasaran yang utama dilakukan perusahaan ini ialah ke Irian Barat. Studi proses produksi juga dilakukan di ”Batik Kalpika”, Yogyakarta maupun di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta saat melakukan kerja profesi di balai tersebut.
Studi visual dilakukan dengan melakukan pengamatan visual tentang air yang yang diperoleh dari buku maupun internet. Data-data tersebut dapat dijadikan acuan dalam perancangan motif tekstil untuk elemen pelengkap interior. Studi proses produksi juga dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang perwujudan motif tekstil melalui beberapa teknik diantaranya batik dan printing.
D.
Alternatif GagasanPerancangan motif tekstil ini akan diterapkan untuk tirai ruang tamu. Sebuah ruang tamu akan terasa lebih nyaman dengan penataan furnitur didalamnya. Tirai sebagai salah satu elemen pelengkap interior kehadiranya bisa menarik perhatian dalam suatu ruang karena umumnya berukuran cukup besar. Penerapan motif pada tirai diharapkan mampu mendukung suasana yang lebih nyaman dalam suatu ruang tamu maupun ruang-ruang lainnya.
Kehadiran tirai dalam suatu ruangan cukup menyita perhatian sehingga membuatnya mempunyai peran tambahan yaitu sebagai elemen estetika interior.
commit to user
Elemen penutup jendela ini berperan dalam menciptakan mood ruang. Melalui corak atau motif didalamnya diharapkan tirai bisa berperan sebagai pembangkit suasana dalam ruang tersebut.
Untuk mendapatkan fungsi yang maksimal dari sebuah tirai yaitu sebagai pengatur intensitas cahaya matahari, tabir untuk menjaga privasi penghuni rumah serta tujuan tambahan yaitu sebagai elemen estetis maka perlu adanya penataan yang luwes serta corak yang menarik didalamnya. Dalam perancangan ini maka perlu memperhatikan keseluruhan aspek yang perlu dipertimbangkan untuk mewujudkannya meliputi aspek fungsi, estetis, bahan maupun teknik penggarapannya.
Bentuk tirai yang akan digunakan adalah tirai jenis curtain baik tirai ganda maupun tiarai tunggal. Curtain merupakan jenis tirai yang paling umum digunakan untuk interior rumah tinggal. Tirai ini digantung di rel atau track
dengan ring atau hook. Tirai ini dapat dibuka dengan cara digeser ke kiri atau ke kanan dengan tangan.
Penerapan motif pada tirai ini akan menggunakan sistem perulangan pola, pencerminan maupun desain utuh sehingga tercipta suatu irama yang menarik. Dengan demikian akan mengahasilkan beberapa alternatif desain motif yang menarik. Penggunaan teknik batik tulis dalam penggarapannya diharapkan mampu menampilkan suatu yang berbeda dengan tirai pada umumnya. Nuansa yang ingin dihadirkan melalui tirai ruang tamu ini ialah nuansa segar melalui warna-warna alami dan hangat seperti putih kebiruan, kuning pastel, hijau, biru laut maupun merah.
commit to user