Kondisi Awal Minat dan Hasil Belajar PJOK
Kondisi awal minat dan hasil belajar siswa ini diperoleh dari hasil angket dan hasil penilaian PJOK terhadap materi pembelajaran sebelumnya.Kondisi awal ini digunakan untuk menghitung peningkatan minat dan hasil belajar siklus I. Kondisi awal minat dan hasil belajar siswa ini dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.
Tabel 2 : Kondisi Awal Minat dan Hasil Belajar PJOK
Skor/
Nilai Kategori
Minat Belajar PJOK Hasil Belajar PJOK Jlh Siswa Persentase Jlh Siswa Persentase
< 80 Kurang 22 73% 22 73% 80 – 86 Cukup 8 26.67% 8 26.67% 87– 93 Baik 0 0% 0 0% 94– 100 Sangat Baik 0 0 % 0 0% Ketuntasan Minat/Hasil Belajar PJOK 8 26.67% 8 26.67%
Sumber: Hasil Pengamatan, Angket dan Penilaian Pra Siklus (2018). Dari Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa dari seluruh siswa yang sebanyak 30 siswa, dalam hal minat dan hasil belajar PJOK, yang memiliki minat minimal cukup sebanyak 8 siswa (26.67%) dan yang memiliki hasil belajar minimal cukup sebanyak 8 siswa (26.67%).
Deskripsi Pelaksanaan dan Hasil Tindakan Siklus I
Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pada tahap ini guru bersama siswa melaksanakan pembelajaran dengan modifikasipermainan bola voli, sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah direncanakan dan sesuai jadwal yang berlaku di sekolah. Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan (1 jam pelajaran, a’ = 35 menit), yakni pada tanggal: 10, 17 dan 24 Agustus 2018.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 45, Juli 2020) 23 Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
Berdasarkan hasil observasi oleh observer diperoleh nilai rerata pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan modifikasi permainan bola voli pada siklus I = 2.56 (Baik). Komponen pelaksanaan pembelajaran yang masih cukup, sehingga perlu ditingkatkan pada siklus II adalah komponen kegiatan inti.
Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus I
Berdasarkan hasil angket dan hasil penilaian PJOK yang dilaksanakan selama dan pada akhir siklus tindakan, diperoleh minat dan hasil belajar siswa pada siklus I sebagaimana pada tabel 3 berikut ini. Tabel 3 : Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus I
Skor/
Nilai Kategori
Minat Belajar PJOK Hasil Belajar PJOK Jlh Siswa Persentase Jlh Siswa Persentase
< 80 Kurang 5 16.67% 5 16.67% 80 – 86 Cukup 10 33.33% 10 33.33% 87– 93 Baik 5 16.67% 5 16.67% 94– 100 Sangat Baik 10 33.33% 10 33.33% Ketuntasan Minat/Hasil Belajar PJOK 25 83.33% 25 83.33%
Sumber: Hasil Angket dan Penilaian Siklus I (2018).
Dari tabel 3 di atasmenunjukkan bahwa dari seluruh siswa yang sebanyak 30 siswa, dalam hal minat dan hasil belajar PJOK, yang memiliki minat minimal cukup sebanyak 25 siswa (83.33%) dan yang memiliki hasil belajar minimal cukup sebanyak 25 siswa (83.33%). Peningkatan Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus I
Dengan membandingkan hasil angkat dan hasil penilaian pada prasiklus dengan pada siklus I dapat ditentukan besar peningkatan minat dan hasil belajar siswa pada siklus I sebagaimana tercantum pada gambar 1 berikut ini.
Dari gambar 1 tersebut menunjukkan bahwa pada pelaksanaan tindakan Siklus I telah terjadi: (1) peningkatan minat belajar PJOK sebesar 56.66% (dari 26.67% pada pra siklus menjadi 83.33% siklus I) dan (2) peningkatanhasil belajar PJOK sebesar 56.66% (dari 26.67% pada pra siklus menjadi 83.33% siklus I).
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 45, Juli 2020)
24
Gambar 1.Diagram BatangPeningkatan Minat danHasil Belajar PJOK Pada Siklus I
Refleksi Tindakan Siklus I
Berdasarkan hasil diskusi peneliti dengan observer terhadap analisis data hasil observasi, angket minat dan penilaian hasil belajar PJOK pada siklus I, serta membandingkannya dengan indikator keberhasilan penelitian, menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi peningkatan minat dan hasil belajar, namun banyak siswa yang memiliki minat dan hasil belajar minimal cukup belum mencapai 85%. Di samping itu hasil observasi pembelajaran juga masih belum mencapai hasil rerata minimal 3.00 (Baik). Bahkan dari 3 kegiatan, baru 2 kegiatan yang sudah baik namun belum mencapai nilai rerata 3.00, yang berarti masih ada satu kegiatan yang masih cukup, yakni pada kegiatan inti. Oleh karenanya peneliti dan observer sepakat untuk melanjutkan tindakan Siklus II, dengan perbaikan pada semua kegiatan pembelajaran. Deskripsi Pelaksanaan dan Hasil Tindakan Siklus II
Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Sebagaimana pada siklus I, pada tahap ini guru bersama siswa melaksanakan pembelajaran dengan modifikasipermainan bola voli, sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah direncanakan dan sesuai jadwal yang berlaku di sekolah. Pelaksanaan tindakan siklus II
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 45, Juli 2020) 25 dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan (1 jam pelajaran, a’ = 35 menit), yakni pada tanggal: 8, 15 dan 22 September 2018.
Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II
Berdasarkan hasil observasi oleh observer diperoleh nilai rerata pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan modifikasi permainan bola voli pada siklus II = 3.67 (Sangat Baik). Dari ketiga komponen pembelajaran, semua komponen sudah dicapai rerata lebih dari 3.00. Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus II
Berdasarkanhasil angket dan hasil penilaian PJOK yang dilaksanakan selama dan pada akhir siklus tindakan, diperoleh minat dan hasil belajar siswa pada siklus II sebagaimana pada tabel 4 berikut ini. Tabel 4 : Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus II
Skor/
Nilai Kategori
Minat Belajar PJOK Hasil Belajar PJOK Jlh Siswa Persentase Jlh Siswa Persentase
< 80 Kurang 0 0% 0 0% 80 – 86 Cukup 5 16.67% 0 0% 87– 93 Baik 15 50% 10 33.33% 94– 100 Sangat Baik 10 33.33% 20 66.67% Ketuntasan Minat/Hasil Belajar PJOK 30 100% 30 100%
Sumber: Hasil Angket dan Penilaian Siklus II(2018).
Dari Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa dari seluruh siswa yang sebanyak 30 siswa, dalam hal minat dan hasil belajar PJOK, yang memiliki minat minimal cukup sebanyak 30 siswa (100%) dan yang memiliki hasil belajar minimal cukup sebanyak 30siswa (100%).
Peningkatan Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus II
Dengan membandingkan hasil angkat dan hasil penilaian pada siklus I dengan pada siklus II dapat ditentukan besar peningkatan minat dan hasil belajar siswa pada siklus II sebagaimana tercantum pada gambar2 berikut ini.
Dari gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa pada pelaksanaan tindakan Siklus II telah terjadi: (1) peningkatan minat belajar PJOK sebesar 16.67% (dari 83.33% pada siklus I menjadi 100% siklus II) dan (2) peningkatanhasil belajar PJOK sebesar 16.67% (dari 83.33% pada siklus I menjadi 100% siklus II).
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 45, Juli 2020)
26
Gambar 2.Diagram Batang Peningkatan Minat dan Hasil Belajar PJOK Pada Siklus II
Refleksi Tindakan Siklus II
Berdasarkan hasil diskusi peneliti dengan observer terhadap analisis data hasil observasi, angket minat dan penilaian hasil belajar PJOK pada siklus II, serta membandingkannya dengan indikator keberhasilan penelitian, menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan minat dan hasil belajar PJOK sebagaimana yang diharapkan. Oleh karenanya peneliti dan observer sepakat untuk tidak melanjutkan ke tindakan Siklus III.
Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dan II berikut ini peneliti deskripsikan peningkatan tersebut pada gambar 3.
Gambar 3. Diagram Batang Peningkatan Minat dan Hasil PJOKPada Siklus I dan II.
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 45, Juli 2020) 27 Dari gambar 3 di atas, menunjukkan bahwa setelah diterapkan modifikasi permainan bola volidi kelas V SD Negeri 010 Balikpapan timur, terjadi: (1) peningkatan minat belajar PJOK sebesar 73,33%, yakni: pada siklus I sebesar 56,66% (dari 26,67% pada Pra Siklus menjadi 83,33% pada Siklus I), pada siklus II sebesar 16,67% (dari 83.33% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II), (2) peningkatan hasil belajar PJOK sebesar 73,33%, yakni: pada siklus I sebesar 56,66% (dari 26,67% pada Pra Siklus menjadi 83,33% pada Siklus I), pada siklus II sebesar 16,67% (dari 83.33% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II).
PEMBAHASAN
Hasil tersebut sesuai dengan pendapat Gusril (2004:46-48), menyatakan bahwa modifikasi memiliki keuntungan dan keefektivitasan, yakni dapat meningkatkan: (1) Motivasi dan Kesenangan Siswa dalam Pembelajaran Penjas, (2) Aktivitas belajar, (3) Hasil Belajar Penjas, dan dapat mengatasi kekurangan sarpras penjas dan orkes..
SIMPULAN
Dari deskripsi hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan bahwa melalui penerapan modifikasi permainan bola voli di kelas V SD Negeri 010 Balikpapan Timur,dapat meningkatkan: (1)minat belajar PJOK sebesar 73,33%, yakni: pada siklus I sebesar 56,66% (dari 26,67% pada Pra Siklus menjadi 83,33% pada Siklus I), pada siklus II sebesar 16,67% (dari 83.33% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II), dan (2) hasil belajar PJOK sebesar 73,33%, yakni: pada siklus I sebesar 56,66% (dari 26,67% pada Pra Siklus menjadi 83,33% pada Siklus I), pada siklus II sebesar 16,67% (dari 83.33% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II).
SARAN
Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada: (1) ParaGuru PJOK pada khususnya dapat mencoba melakukan modifikasi permainan bola voli dan jenis permainan olah raga lainnya untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa atau untuk mengatasi berbagai kekurangan sarana dan prasaranaPJOK yang ada di sekolah, (2)
(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 45, Juli 2020)
28
Para kepala sekolah dapat mendorong agar para guru dapat melakukan penelitian yang sejenis untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa atau untuk mengatasi berbagai permasalahan pembelajaran yang terjadi di kelasnya.