• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Hasil penelitian tindakan kelas ini dilakukan peneliti di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda, yang berlokasi di Jl. Tebet Timur Dalam X C No.20, Tebet Timur Jakarta Selatan. Kondisi Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda cukup baik dengan sarana prasarana yang cukup tersedia dan didukung oleh guru-guru yang pendidikannya sampai sarjana. Hal ini sangat memungkinkan hasil pembelajaran di MI Miftahul Hudadapat menjadi lebih baik jika para tenaga pendidiknya menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan efektif serta disukai oleh siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan..

Sebelum diadakan penelitian, penulis melakukan penelitian kebutuhan terlebih dahulu.Dari analisis kebutuhan diperoleh gambaran mengenai situasi, kondisi dan hasil belajar dari sekolah tempat diadakannya penelitian.

Analisis kebutuhan yang dilakukan yaitu : a) Diskusi dengan guru

Diskusi dengan guru dilakukan pada tanggal 31 Desember 2013. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui kondisi hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA serta kendala apa yang dihadapi pada saat pembelajaran IPA itu berlangsung. Selain itu sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu dilakukan wawancara untuk menggali informasi mengenai tinggi rendahnya hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA.

Dari hasil wawancara diperoleh data yaitu pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam belajar, hal ini akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa.

b) Wawancara dengan siswa

Wawancara dengan siswa dimaksudkan untuk mengungkapkan kesulitan apa yang dialami siswa dalam mempelajari IPA selain itu wawancara ini juga bertujuan untuk mengetahui pendapat mereka mengenai proses pembelajaran yang mereka terima dikelas.

Berdasarkan wawancara dengan siswa diperoleh hasil bahwa sebagian siswa kurang tertarik dengan pelajaran IPA dengan alasan sulit dan kurang menarik sehingga mereka merasa bosan dan mengantuk bahkan mereka lebih senang bermain dengan temannya saat pelajaran itu berlangsung.Hal ini dikarenakan metode belajar yang digunakan guru kurang tepat dan variatif, siswa tidak diikutsertakan untuk aktif berinteraksi dengan guru dan teman dalam belajar.

c) Observasi proses pembelajaran

Observasi dilakukan pada tanggal 31 Desember 2013 dan 7 Januari 2013. Dari observasi tersebut diperoleh gambaran mengenai situasi dan kondisis belajar siswa.Hasil yang diperoleh pada observasi awal adalah kondisi dan situasi belajar, dimanaterlihat bahwa sebagian besar siswa kurang perhatian dan tertarik dengan pembelajaran IPA.Dimana pada saat proses pembelajaran berlangsung, ada siswa yang bercanda dengan temannya, ada yang melamun bahkan mengantuk. Masalah lainyang ditemukan selama observasi awal yaitu siswa kurang aktif, tidak ada interkasisiswa dengan guru dan temannya, siswa belum berani dan merasa takut untuk bertanya pada guru.

Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan pada siklus I dimulai dengan mengidentifikasikan permasalahan yang terdapat di kelas. Berdasarkan hasil observasi ada beberapa permasalahan yang ditemukan diantaranya rendahnya hasil belajar IPA kelas IV, kurangnya motivasi belajar siswa, media serta penggunaan metode belajar yang kurang tepat.

Dari permasalahan tersebut, peneliti mencoba untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Konstruktivisme.

1) Telaah kurikulum untuk menentukan standar kompetensi dasar dan indikator pembelajaran yang akan disampaikan dengan metode pembelajaran Konstrutivisme.

2) Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan penggunaan metode Konstruktivisme..

3) Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS), dengan mengunakan metode Konstruktivisme..

4) Pembuatan instrumen yang digunakan dalam siklus penelitian tindakan kelas.

b. Tindakan yang dilakukan

Tahapan tindakan siklus I di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda .pada Januari 2014 semester genap tahun pelajaran 2013/2014 dengan subjek penelitian kelas IV MI Miftahul Huda, Tebet pada tanggal 14 Januari 2014 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Adapun materi yang diberikan pada siklus pertama ini meliputi struktur akar tumbuhan dan fungsinya. Adapun langkah-langkah tindakan siklus pertama sebagai berikut :

1) Pertemuan pertama

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konstrutivisme pada pertemuan siklus I ini adalah sebagai berikut :

a. Peneliti memberikan pretest untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki siswa sebelum pemberian treatment dengan menggunakan instrument tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 14 soal. Pembelajaran dimulai dengan menggali pengetahuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan apersepsi dan motivasi kepada siswa yang sesuai konsep yang akan dibahas pada pertemuan ini. b. Peneliti membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan

pembelajaran

c. Guru memancing respon siswa dengan mengadakan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari

d. Siswa membentuk kelompok sesuai instruksi guru

e. Setiap kelompok mengambil tanaman kecil yang telah disediakan oleh guru dan melakukan diskusi berdasarkan pengamatan terhadap tanaman tersebut.

f. Setiap kelompok mencatat hasil pengamatan dan melaporkan atau mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya

g. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari

h. Diakhir pembelajaran peneliti memberikan posttest pilihan ganda sebanyak 14 soal untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA pada konsep struktur akar tumbuhan dan fungsinya dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme.

i. Untuk materi awal siswa belum terlalu mengalami kesulitan. Kemudian peneliti mewawancarai siswa, berikut kutipan wawancaranya :

Guru : “Apakah kalian senang belajar dengan cara berkelompok seperti ini?”

Siswa (Syafiq) : “Ya sangat senang”.

Siswa (Salsa) : “Senang bu, besok belajarnya diskusi kelompok seperti ini lagi bu ?”

Siswa (Sarah) : “Senang bu, kita semua dapat belajar bersama tentang

tumbuhan dengan mengamati langsung tumbuhanya,saya

senang sekali”.

Dari kutipan wawancara diatas, terlihat siswa merasa senang belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme sehingga siswa termotivasi untuk belajar.

j. Menutup pembelajaran dan menegaskan kesimpulan tentang konsep struktur akar tumbuhan dan fungsinya dengan memberikan contoh srtuktur akar tumbuhan yang berbeda.

c. Tahap pengamatan

Melalui tahapan pengamatan terdapat hal-hal yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran, diantaranya masih ada siswa tidak ikut berdiskusi dengan teman kelompoknya, siswamasih malu-malu dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok di hadapan teman-temannya. Dan dari hasil penilaian pretest dan posttest diketahui keberhasilan model pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV.

Pedoman observasi siswa digunakan untuk mengetahui ketercapaian hasil belajar IPA pada setiap kegiatan pembelajaran sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran konstruktivisme

Adapun pengamatan pada siklus I adalah sebagai berikut :

Soal pretest pembelajaran IPA pada konsep sturktur akar tumbuhan dan fungsinyapada siklus ini berbetuk pilhan ganda dengan jumlah 14 butir soal.Dan nilai pretest dilihat sebelum siswa mempelajari materi dengan penggunaan model pembelajarankonstruktivisme. Nilai postest diperoleh dari hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajarankonstruktivisme. Skor pretest dan posttest siswa digunakan untuk mencari skor N-gain. Pengolahan data hasil skor pretest dan posttest terdapat dalam lampiran sedangkan nilai rata-rata hasil test dengan skala penilaian 0–100 disajikan pada tabel 4.1 berikut :

Tabel 4.1

Hasil Tes Kemampuan Siswa

Data Hasil Test Pretest Posttest N-Gain

Nilai Maksimal 71 86 0,08

Nilai minimal 36 50 0,76

Rata-rata 48,2 68,7 0,41

Standart Deviasi 12,17 11,81 0,32

Untuk hasil belajar pada siklus I dapat disimpulkan pada Tabel 4.2.berikut ini: Tabel4.2

Kategori Hasil Tes Kemampuan Siswa

Kategori Siklus I

≥ 0.70 = Tinggi 1

0.30 – 0.70 = Sedang 10

≤ 0.30 = Rendah 5

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.1 dapat diketahui nilai N-gain rata-rata sebesar 0,32 dengan kategori sedang. Sehingga dapat dikatakan terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelahditerapkannya model pembelajaran konstruktivisme. Dimana sebelum diterapkannya metode pembelajaran konstruktivisme, rata-rata hasil belajar siswa 48,2 sedangkan setelah

diterapkannya metode pembelajaran konstruktivismehasil belajar siswa meningkat dengan rata-rata sebesar 68,7

Tabel 4.3

Presentase Ketercapaian KKM pada Pretest siklus I

No Kriteria Ketuntasan Data hasil test Presentase

1 Sudah memenuhi KKM 2 50 %

2 Belum tercapai KKM 14 50 %

Tabel 4.4

Presentase Ketercapaian KKM pada Posttest siklus I

No Kriteria Ketuntasan Data hasil test Presentase

1 Sudah memenuhi KKM 8 50 %

2 Belum tercapai KKM 8 50 %

Pada tabel 4.4 diatas, dapat dilihat Persentase Ketercapaian KKM siswa padasiklus I baru mencapai63%.Hal ini berarti ketuntasan belajar pada siklus I belum memenuhi kriteria ketuntasan yang diharapkan 85 %. Tidak tercapainya KKM sesuai kriteria yang diharapkan disebabkan proses pembelajaran masih belumkondusif dan masih banyak siswa belum fokus terhadap materi yang disampaikan.

1. Observasi

Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi, wawancara, dan catatan lapangan yang telah dibuat, berikut ini disajikan data yang diperoleh dalam tahap observasi. a. Observasi Guru

Kegiatan guru selama proses pembelajaran diamati dengan menggunakan lembar observasi, untuk melihat keterlaksanaannyaRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat.Berikut ini merupakan hasil observasi guru yang sedang mengajar

Tabel 4.5.

Data Observasi kegiatan Guru Siklus I

Tabel 4.5.menunjukan penilaian kegiatan guru dalam mengajar yang dinilai oleh observer. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru harus sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disiapkan dalam tahap perencanaan. Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa kegiatan guru

No Aspek Yang Diamati Penilaian

Siklus I

Dokumen terkait