HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data
Data penelitian yang diambil berupa tuturan lisan para umat Budha di kota Yogyakarta pada bulan September 2013 sampai bulan Oktober 2013. Data diambil berdasarkan fenomena kebahasaan yang berwujud tidak santun. Jumlah data yang terkumpul untuk dianalisis adalah 45 tuturan. Jumlah data yang terkumpul diidentifikasi atau dikategorikan menurut kategori ketidaksantunannya. Jumlah data yang terkumpul adalah sebagai berikut.
Tabel 1: Jumlah Data Tuturan Berdasarkan Kategori Ketidaksantunan
Berikut merupakan tuturan tidak santun yang tergolong ke dalam kategori melecehkan muka. Jumlah tuturan yang terkumpul dari kategori
No Kategori Ketidaksantunan Jumlah Data
1 Melecehkan Muka 24
2 Menghilangkan Muka 5
3 Melanggar Norma 4
4 Menimbulkan Konflik/ Kesembronoan yang Disengaja
2
5 Mengancam Muka Sepihak 10
ketidaksantunan melecehkan muka adalah 22 tuturan. Tuturan melecehkan muka memiliki maksud bahwa tuturan tersebut dapat mengarahkan pada rasa sakit hati mitra tutur. Tuturan tersebut menyebabkan rasa tersinggung karena mitra tutur merasa dihina oleh tuturan penutur.
Table 2: Data Tuturan Ketidaksantunan Kategori Melecehkan Muka
No Tuturan Kode Makna
1 Oalah,ngandani kowe kie koyo ngandani watu A1 Menegur 2 Wo kowe kie berarti ra positif, mbok yo poso! A21
3 Nuwun sewu, punapa panjenengan badhe nggantosi kulo ceramah wonten mriki?
A2 Memperingatkan
4 Sakjane sing leno itu kowe! Kowe sing kurang kontrol ! Apa kowe sing akeh ngutike
A3 Menasehati
5 Ssst, omong wae, ngerti gek donga ra,to! Umeryek wae cangkeme!
A22
6 Halah biasane ora taune mangkat wae, dongamu kuwi paling gak bakal mandi
A4 Mengejek
7 Kowe kie opo nek sembayang gak iso? A11 8 Yoe melu, emang kowe menyang, nek dong
bolong wudele
A12
9 Wes jan payah tenan kowe kie, Kuwi lak istilah dasar ning agama dewe. Seko cilik kan wes diajari to, Ehipassiko kuwi ajaran sing mbedake agama Buddha karo agama liyane, yaiku tentang datang, lihat dan buktikan kebenarannya.
A23
10 La pekok tenan kok kowe ki! Ngerti acara penting koyo ngene malah gak teko. Duwe agama opo ora he?
11 Dadi wong Budha kuwi mbok sing laras, ojo sak penake dewe nek ngetoke pendapat
A5 Menegaskan
12 Jika belajar agama masih ada yang dirahasiakan, bagaimana jika kita berbuat kejahatan?”
A6
13 Halah belgedes, ngono kuwi angel lan tergantung tindak tandhuk awake dewe
A7
14 Gak iso nafas, Banthe A9
15 Lha mau sukses kok suruh kungkum A8 Menyindir 16 itu pertanyaan mudah, dan bisa dilakukan oleh
semua orang, tinggal buka aja ktp anda, gitu aja kok repot
A10
17 Ngono, kok arep urip mulya lan arep entuk Dharma, mustahil!
A13
18 Mbok gak usah, paling bertanya pada hal yang enggak-enggak, Hahahaha bercanda! Yo entuklah, sini tanya tentang apa
A14
19 Mau berbuat baik kok pamrih, Piye? A15 20 Oh ya, Tapi pernahkah anda merasa
terpuaskan mengenai semua kebutuhan Anda? Saya yakin anda, pasti tak akan pernah merasa puas, karena saya melihat tingkah anda seperti ini
A16
21 Oalah, bocah pengung, Mangsane wong kabeh do neng Vihara malah turu
A17
22 Mulane ruangan sing arep dinggo khootbah kae diresiki sek ben mlebu surga, hahaha
A18 Memerintah
23 Piye kok malah diem. Jangan sungkan ayo bertanya, lawong bertanya juga gak bayar to?
A19
24 Wo jelas, karma kuwi ono merga seko tindak-tanduk sing ora jelas lan bertentangan karo
ajaran agamane dewe. Hayo kowe bar ngopo kok pitakonmu ra koyo biasane?
Berikut merupakan tuturan tidak santun yang dimasukan ke dalam kategori menghilangkan muka. Jumlah tuturan yang terkumpul untuk kategori ketidaksantunan menghilangkan muka adalah 3 tuturan. Tuturan ketidaksantunan kategori menghilangkan muka mempunyai maksud mengenai tuturan yang dapat menimbulkan rasa tersinggung dan membuat mitra tutur merasa benar-benar malu karena tuturan yang dikatakan oleh penutur dihadapan orang banyak.
Tabel 3: Data Tuturan Ketidaksantunan Kategori Menghilangkan Muka
No Tuturan Kode Makna
1 Heh tak kandani, nek wong Budha kuwi yo nduwe dino bakda bedane nek dino bakda Budha koyo ngene kie malah susah. Kowe ngerti gek repot ngene kie malah seneng-seneng wae
B1 Memperingatkan
2 Mbok jajal dikelitiki barang, nek si gelem mengko, hahaha
B2 Mengejek
3 Mbasan mlebu bui ping 3, kowe gek ngaku nek duwe Budha, neng endi wae kowe wingi? Paling wingi-wingi kewan telu kuwi gek teko neng nggonmu kabeh
B3
4 Kowe mbok ning wektu ceramah ro Banthe mbok ojo omong dewe. Ribut karepe dewe! Sesuk maneh ojo ngono kuwi!
B5 Menasehati
5 Jika Budha adalah agama yang berpandangan pada sikap berpikir bebas. Kok bisa berpikir
bebas dikatakan sebagai agama! Saya masih bingung dengan pemikiran anda yang ambigu
Berikut merupakan tuturan tidak santun yang termasuk ke dalam kategori melanggar norma. Jumlah tuturan yang terkumpul untuk kategori melanggar norma adalah 4 tuturan. Tuturan melanggar norma memiliki maksud tuturan yang bersifat normatif dianggap negatif, dikarenakan melanggar norma-norma atau aturan yang berlaku dalam masyarakat.
Tabel 4: Data Tuturan Ketidaksantunan Kategori Melanggar Norma
No Tuturan Kode Makna
1 Mbok, biar to Buk! Paling Banthe juga gak marahi aku
C1 Menegaskan
2 Ngopo kowe telat? Udan po? Telat nemen maneh!
C2 Menyinggung
3 Wo babine sing nyedul, wong arep ngibadah kok sakpenake wudel dewe
C3 Mengejek
4 Iyo Bu, ngandani wong sing dolanan HP kuwi koyo ngandani wong sing tandus akale”
C4 Menasehati
Berikut adalah tuturan tidak santun yang telah didapatkan dan termasuk dalam kategori menimbulkan konflik/ kesembronoan yang disengaja. Jumlah tuturan yang terkumpul untuk kategori ketidaksantunan menimbulkan konflik adalah 2 tuturan. Tuturan menimbulkan konflik mempunyai maksud bahwa tuturan tersebut dapat menyebabkan rasa tersinggung mitra tutur, sehingga
tuturan tersebut menimbulkan konflik antara penutur dan mitra tutur karena tuturan dikatakan secara sembrono dan disengaja oleh penutur
Tabel 5: Data Tuturan Ketidakasantunan Kategori Menimbulkan Konflik/ Kesembronoan yang Disengaja
Berikut merupakan tuturan tidak santun yang telah didapatkan dan dikategorikan ke dalam mengancam muka sepihak/ kesembroan yang disengaja. Jumlah tuturan yang terkumpul untuk kategori ketidaksantunan mengancam muka sepihak adalah 8 tuturan. Tuturan mengancam muka sepihak memiliki maksud bahwa tuturan tersebut dapat memberikan ancaman pada mitra tutur sehingga mitra tutur merasa malu dan tersinggung. Penutur tidak menyadari bahwa tuturan yang telah dituturkannya membuat mitra tutur mersa tersinggung dan malu.
Tabel 6: Data Ketidaksantunan Kategori Mengancam Muka Sepihak
No Tuturan Kode Makna
1 Nuwun sewu, Mbak nek omong mbek saya gak opo, tapi nek karo koncomu utowo wong liyo kok koyo kurang pas lan kuwi urung mesti bener
E1 Menyindir
No Tuturan Kode Makna
1 Aku mung ngandani sing bener, ngono wae serik.
D1 Memerintah
2 Gene, kowe iso ngandani awakmu dewe, renungno dewe omonganmu kuwi!
2 Bapake sing lungguh mburi pisan kae, sajake ngerti opo ora sing mau aku omongno, koyo kok mung clingak-clinguk tanpa sebab
E5
3 Kulo gadah cerita mengenai bab bebojoan. Umat kulo duwe bojone niku dikei rejeki pinten mawon mesti kurang, jan mboten nrimo saget syukur babar blas. Bojo njenengan geh ngonten niku, Pak? Santai mawon duwe ingon-ingon koyo ngoten niku disabari mangkih kan mati kiyambak.
E9
4 Opo yo sing dipikir ro Banthe-Banthe mau? Koyone urip ning donya kuwi rak muk gagas babar blas, sing dipikir mung mlebu surga wae!
E10
5 Karang nek masalah duit ono nek urusan agama dianggep sepele, yo?
E2 Mengejek
6 Kowe moco Karaniyametta Sutta bola-bali kok ra apal-apal, koyo umat amatiran, wuuuu.
E7
7 Berarti gawean Bapak penjahat E8
8 Ya ampun, arep kebaktian wae iseh wae pada ngomong karepe dewe
E3 Menggerutu
9 Iyo, nandi panggone ceramah gawe ngantuk, Padune kowe yo ngantuk to?
E4 Menegaskan
10 Kuwi Pak, cakno ngendikane Banthe, nek karo wong liyo sing ngendikanan sing laras tur ngati-ati
E6
Data diklasifikasikan menjadi 5 kategori ketidaksantunan, yaitu melecehkan muka, menghilangkan muka, melanggar norma, menimbulkan konflik, dan mengancam muka sepihak. Kategori ketidaksantunan tersebut diklasifikasikan lagi menurut makna tuturan. Dari data yang terkumpul terdapat
makna tuturan yang cukup bervariasi, karena setiap tuturan memiliki makna masing-masing.
Jumlah data terbanyak yang terkumpul adalah tuturan dengan kategori ketidaksantunan melecehkan muka yaitu 24 tuturan, kemudian tuturan dengan kategori ketidaksantunan menghilangkan muka terdapat 5 tuturan. Tuturan ketidaksantunan kategori melanggar norma terdapat 4 tuturan, sedangkan untuk kategori menimbulkan konflik/ kesembronoan yang disengaja terdapat 2 tuturan. Terakhir adalah kategori ketidaksantunan mengancam muka sepihak yaitu 10 tuturan. Jumlah makna tuturan yang teridentifikasi untuk dianalisis adalah 11 makna tuturan, yakni mengejek, menyindir, menegaskan, memerintah, menasehati, memperingatkan, menegur, berprasangka, membantah, menggerutu dan menyinggung. Jumlah subkategori terbanyak yang terkumpul adalah subkategori mengejek dan menyindir masing-masing terdapat 11 tuturan, kemudian diikuti oleh subkategori menegaskan yaitu 7 tuturan, subkategori memerintah dan menasehati masing-masing memiliki 4 tuturan, kemudian pada subkategori memperingatkan dan menegur masing-masing subkategori memiliki 2 tuturan. Terakhir subkategori berprasangka, membantah, mengerutu dan menyinggung dengan masing-masing subkategori mempunyai 1 tuturan.