BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian
Dalam satu siklus masing-masing terdiri dari empat tahapan, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, 4) analisis dan refleksi. Proses penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berikut hasil data dari setiap siklus.
1. Siklus Pertama
a. Perencanaan Tindakan
Tahapan perencanan ini dilaksanakan pada jumat, 27 April 2018 di ruang tamu SMP pangudi Luhur Wedi. Pada tahap perencanan ini peneliti bersama dengan kolaborator melakukan diskusi untuk merencanakan tindakan yang akan dilakukan pada siklus I terkait dengan masalah yang ditemukan. Peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran, khususnya keberanian siswa menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dalam penelitian siklus 1. Adapun rencana yang akan dilaksanakan sebagai berikut:
1) Peneliti dan guru menyusun skenario pembelajaran dengan menyusun RPP menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray yaitu sebagai berikut:
a) Kegiatan awal: Pada kegiatan ini peneliti memberi salam kepada siswa dan menanyakan kabar, lalu mempresensi siswa. Setelah itu dilanjutkan dengan memberikan apersepsi terkait dengan materi yang akan dipelajari dengan cara tanya jawab dengan siswa. Setelah itu peneliti juga memberikan motivasi kepada siswa untuk bersemangat dalam pembelajaran. Peneliti juga menjelaskan tujuan pembelajaran.
b) Kegiatan inti: Dalam kegiatan ini peneliti menjelaskan kembali tentang prinsip model pembelajaran Two Stay Two Stray yang akan dilakukan oleh peserta didik. Setelah peneliti menjelaskan prinsip model pembelajaran. Peneliti membagikan artikel dan peserta didik membaca secara individu dengan seksama. Peneliti juga memberitahukan kepada peserta didik untuk mengerjakan terlebih dahulu pertanyaan yang ada secara mandiri untuk memberikan bekal kepada peserta didik untuk berdiskusi di dalam kelompok. Setelah membaca artikel, peneliti membentuk kelompok dengann cara berhitung dengan tiap kelompoknya beranggotakan 4 orang. Setelah terbentuk kelompok peserta didik berdikusi mendiskusikan tentang artikel. Setiap kelompok yang sudah berdiskusi memilih 2 orang untuk meninggalkan kelompok untuk bertamu kekelompok lain dan 2 orang sisanya menjadi tuan rumah untuk menerima tamu dari kelompok lain. Dalam kegiatan ini hanya 3 putaran yang dilakuakan oleh peserta didik dalam bertamu dan menerima tamu. Setelah semua kelompok selesai membagi hasil kerja dan informasi mereka kembali kekelompoknya masing-masing untuk mencocokan hasil kerja mereka.
c) Kegiatan akhir: Kegiatan guru menarik kesimpulana bersama siswa dan dilanjutkan tindak lanjut.
2) Peneliti dan guru mempersiapkan topik diskusi untuk digunakan siswa berdiskusi dalam kelompok, yaitu “Dampak Game Online bagi Pelajar?”.
3) Guru dan peneliti mentukan jadwal pelaksanakan tindakan siklus I yaitu pada hari jumat tanggal 08 Mei 2018. Siklus I akan dilakukan satu pertemuan karena mengingat waktu yang mendekati ujian akhir semester dan dalam satu pertemuan peneliti dan guru sudah mendapatkan data proses dan data hasil.
4) Peneliti dan guru menyusun instrumen penelitian berupa lembar observasi/pengamatan yang meliputi tiga aspek pokok yaitu persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat yang masih dibagi menjadi subbagian.
Dengan demikiaan secara ringkas, hal-hal yang menjadi bahan diskusi peneliti dan guru antara lain sebagi berikut: 1). Peneliti dan guru menyamakan persepsi mengenai penelitian yang akan dilakukan; 2) peneliti memberikan jalan keluar tentang permasalahan yang terjadi di dalam kelas, dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dalam siklus I serta menjelaskan penerapannya; 3) peneliti dan guru menyusun RPP; 4) peneliti dan guru diskusi tentang instrumen penelitian
berupa.lembar pengamatan, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan lain-lain; 5) peneliti dan guru menyusun dan menentukan jadwal pelaksanaan siklus.
b. Pelaksanan Tindakan
Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 08 Mei 2018 di ruang kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten. Pertemuan dilaksanakan dalam alokasi waktu 2x40 menit. Pembelajaran pada siklus I berdasarkan skenario RPP yang telah didiskusiskan antara guru dan peneliti. Disini peneliti mengambil alih memimpin pembelajaran sedangkan guru dibantu 2 mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2014 mengamati proses demi proses siswa dalam berdiskusi kelompok dan bagaiman siswa menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat.
Pada siklus I ini materi yang akan disampaikan adalah tentang cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dengan disertai bukti dan alasan secara logis. Topik yang didiskusikan dalam siklus I, yaitu tentang “Dampak Game Online bagi Pelajar”. Tindakan yang dilaksanakan pada siklus I ini adalah sebagai berikut:
1) Kegiatan Awal
a) Peneliti masuk ke dalam kelas lalu memberi salam kepada peserta didik.
b) Apersepsi, peneliti memberi pertanyaan rangsangan terkait materi yang akan dipelajari.
c) Peneliti mempresensi dan mengkondisikan kelas.
d) Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray.
e) Peneliti membangkitkan motivasi belajar dengan cara mengajak peserta didik untuk bermain permainan bahasa sederhana.
2) Kegiatan Inti a) Persiapan
1. Peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam mengenai topik materi yang akan dipelajari dari buku sumber.
2. Peserta didik mendapatkan Lembar Kerja Peserta Didik(LKPD) yang berisi tentang bacaan artikel dan pertanyaan.
3. Peserta didik membaca secara seksama secara individu (mengamati)
4. Peserta didik dengan guru bertanya jawab tentang artikel yang telah dibaca. (menanya)
5. Pesertaa didik secara individu mengerjakan pertanyaan yang ada dalam LKPD.
6. Peserta didik dibentuk oleh peneliti dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 anak.
b) Kegiatan kelompok
1. Peserta didik mendiskusikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat yang disertai dengan alasan dan bukti.(mengumpulkan data)
2. Setelah selesai, dua siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok lain selama 3 putaran.(mengolah)
3. Dua siswa yang tinggal membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.(mengolah)
4. Tamu mohon diri kembali ke kelompoknya dan
mencocokkan hasil kerja
mereka.(mengkomunikasikan)
5. Setelah selesai mencocokakan hasil kerja dalam kelompok peneliti meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
6. Peserta didik bertanya jawab dengan peneliti untuk meluruskan kesalahpahaman dan memberikan penguatan.
3) Kegiatan Akhir
a) Peserta didik membuat rangkuman pembelajaran.
kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
c) Guru merencanakan tindak lanjut sesuai dengan hasil belajar siswa.
d) Peneliti memberikan salam dan mengakhiri pembelajaran. c. Observasi
Observasi ini dilakukan secara bersamaan dengan proses penelitian. Peneliti mengamati seluruh kegiatan pembelajaran yang terjadi di dalam ruang kelas VIII B. Dari observasi tersebut, maka diperoleh deskripsi mengenai jalannya proses pembelajaran menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat yang diserti bukti dan alasan yang secara garis besar dapat dideskripsikan sebagai berikut. Pada pertemuan pada hari Selasa tanggal 08 Mei 2018 pada pukul 08:50-10:10. Pada pertemuan ini para siswa berdiskusi dengan topik “Dampak Game Online bagi Pelajar”. Pada siklus I pengamat untuk mengamati setiap siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat ada 3 pengamat. Pengamat itu adalah Guru dan 2 mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2014. Sedangkan untuk peneliti berfokus dalam mengajar siswa. Pada siklus I ini peneliti pada awal pembelajaran melaksanakan apersepsi kepada siswa dengan melakukan tanya jawab. Peneliti memberikan informasi mengenai
materi bacaan yang akan diberikan kepada siswa. Peneliti memberi beberapa pertanyaan yang mengarah kepada materi. Misalnya peneliti bertanya apa pengertian dari persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat?, kata kunci dalam kalimat persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat? dan, perbedaan antara sanggahan dan penolakan pendapat. Kondisi ini terdapat dalam lampiran catatan lapangan pada siklus pertama yang tergambar dalam vignette 1 berikut ini:
Setelah peneliti dan siswa selesai bertanya jawab, peneliti membagikan Lembar Kerja Peserta Didik. Isi dalam LKPD ini adalah artikel dan pertanyaan yang harus dijawab oleh kelompok. Tetapi sebelum menyebutkan kelompok, peneliti memberi arahan kepada setiap peserta didik untuk membaca dan menjawab terlebih dahulu pertanyaan yang ada dalam LKPD. Kegiatan ini dilakukan
Peneliti bertanya ciri kata khusus dalam persetujuan adalah? Siswa pertama-tama diam saja dan malu-malu.tetapi, ada satu siswa yang dari gerak geriknya akan menjawab. Peneliti memanggil namanya: Adila? Lalu Adila menjawab. Peneliti masuk ke pertanyaan selanjutnya tentang sanggahan. Peneliti: “apa perbedaan sanggahan dan penolakan? Siswa lagi-lagi hanya diam dan tertawa malu. Peneliti melihat lagi-lagi ada siswa yang ingin menjawab tetapi malu dan takut lalu peneliti memanggil nama siswa itu: ya Shiva? Lalu Shiva menjawab. Setelah itu ada siswa yang langsung menambahkan dengan berbicara dengan suara yang pelan dengan temannya. Peneliti langsung memanggilnya: There ingin menambahkan? There menambahkan apa yang disampaikan oleh Shiva. Tanya jawab yang disampaikan peneliti berakhir.
untuk memberikan bekal kepada peserta didik dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat di dalam setiap kelompok. Pada saat siswa mengerjakan secara individu para siswa hening dan tenang dalam membaca dan mengerjakan walaupun ada 1 dan 2 siswa yang memang benar-benar istimewa dan harus ada perlakukan khusus yang dilalukan oleh peneliti. Setelah siswa selesai membaca dan mengerjakan maka peneliti membentuk kelompok. Kelompok ini dibentuk dengan cara berhitung. Setelah berkumpul dengan kelompok ada beberapa siswa yang senang dan ada yang mengeluh. Kelompok ini terbagi menjadi 6 kelompok. Pada siklus I ini ada 1 siswa yang ditengah pembelajaran izin pulang dikarenakan nenek dari siswa itu meninggal. Nama siswa itu adalah Titan Wahyudi.
Setelah siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, mulailah mereka berdiskusi. Pada siklus I setiap pengamat mengamati 2 kelompok. Peneliti sendiri betugas mengajar dan menjawab pertanyaan kepada setiap kelompok yang belum paham tentang apa yang akan dikerjakan. Pada saat setiap kelompok berdiskusi para pengamat mulai mengamati dengan berpedoman pada lembar pengamatan yang telah dibuat oleh peneliti. Saat kegiatan berdiskusi dalam kelompok dimulai ada 3 kelompok yang sangat ramai dan belum langsung memulai berdiskusi. 3 kelompok yang sangat ramai dan tidak langsung memulai diskusi kelompok
adalah kelompok 1, 3, dan 6. Kelompok yang sangat terlihat ramai adalah kelompok 1 dikarenakan kelompok 1 anggotanya tidak kompak dan adanya ketidakcocokan antar anggota. Walaupun ada salah satu siswa yang aktif mendominasi dalam berdiskusi, keramaian kelompok ini terus berlanjut. Kondisi ini dapat dilihat pada catatan lapangan siklus I. Berikut ini gambar vignette 2:
Untuk kelompok yang lain mereka langsung memulai berdiskusi dengan baik. Kelompok-kelompok itu adalah kelompok 2, 4, dan 5. Berikut ini catatan lapangan dari salah satu kelompok yang tergambar dalam vignette 3:
Kelompok 1 yang beranggotakan Shiva, Yana, Siang, Suci, dan Ivan. Pada awal diskusi kelompok sangat ramai dan ribut dikarenakan ketidakcocokan antar teman dan ada anak yang istimewa. Dalam kelompok ini yang mendominasi dalam kelompok adalah Shiva. Shiva sangat berani dan banyak memberikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat. Yana belum dapat memberikan pendapat masih malu-malu dan kurang berani mengungkapkan pendapat. Siang sudah berani meyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat tetapi belum bisa memberikan bukti dan alasan yang kuat. Suci hanya memberikan persetujuan saja dan menulis jawaban kelompok tanpa memberikan penolakan sanggahan beserta dengan bukti dan alasan. Ivan didalam kelompok masih banyak bicara dan kurang konsentrasi dalam kelompok. Ivan hanya meyampaikan persetujuan dan penolakan dengan tidak disertai bukti dan alasan.
Dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat untuk keseluruhan siswa masih banyak yang belum berani. Hal ini dapat dilihat ketika didalam kelompok hanya ada 1 siswa yang aktif dan yang lain hanya mengikuti teman yang lain, ada yang masih malu-malu , dan masih ragu-ragu dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat. Walaupun demikian, ada hal yang sangat mencolok yaitu ada beberapa siswa yang memang sangat istimewa yang memerlukan pendampingan yang lebih. Kondisi ini bisa dilihat pada catatan lapangan yang tergambar dalam vignette 4:
Kelompok 5 yang beranggotakan Gihon, Tian, Adinda, Vero. Gihon sudah berani menyampaikan persetujuan, sanggahan.penolaka pendapat. Tetapi, belum disertai bukti dan alasan yanga logis. Tian masih malu-malu dalam menyampaikan persetujuan, sanngahan, penolakan pendapat. Tian juga belum menyertai bukti dan alasan dalam menyampaikan pendapat. Adinda sudah berani menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat yang disertai dengan bukti dan alasan. Begitu pula Vero, dia juga berani menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolaka pendapat dengan disertai bukti dan alasan.
Setelah pembelajaran berakhir, hasil pembelajaran yang diperoleh berupa nilai akhir tes siswa dalam kelompok. Para siswa mengumpulkan hasil kerja kelompok kepada peneliti. Dari hasil kerja ini akan terlihat nilai dari setiap siswa. Berikut ini grafik hasil belajar siswa pada prasiklus dan siklus I:
argumentasi/ fakta yang ada dalam teks diskusi. Tetapi, dalam penggunaan kalimat saat menyampaikan terlalu rumit sehingga sulit untuk mendapatkan intinya. Viani cukup berani dan sudah mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dengan disertai bukti dan alasan. Tetapi, Viani masih malu-malu dalam menyampaikannya, dibuktikan dengan dalam berbicara volume suara Viani sangat kecil. Dwi sudah mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dengan disertai bukti dan alasan. Tetapi, Dwi dalam penyampaiannya mengunakan bahasa Jawa. Bagas masih belum dapat menyampaikan pendapat dikarenakan hanya kebanyakan mengajak teman berbicara. Bagas memerlukan pendampingan yang khusus dari peneliti. Cara-cara yang dilakukan oleh peneliti adalah lebih memperhatikan bagas. Ketika peneliti tidak memperhatikan bagas secara dekat dia pasti asyik sendiri dan kadang meletakkan kepala di meja.
Gambar 4.1 Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Prasiklus dan Siklus I Grafik di atas menunjukkan bahwa pada prasiklus persentase ketuntasan hasil belajar siswa memperoleh 16%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil persentase pada siklus I menjadi 20%. Walaupun demikian, hasil dalam siklus I ini masih jauh dari indikator ketercapaian pembelajaran. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 68. Jumlah siswa yang tuntas ada 5 orang dan jumlah siswa yang tidak tuntas ada 20 orang.
Persentase hasil pengamatan keberanian siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat pada siklus I diperoleh angka sebesar 64.32%. Hasil persentase ini dikatakan kurang dikarenakan dalam indikator ketercapaian pembelajaran tertulis 80.00% siswa berani menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat. Dari hasil pengamatan tiap-tiap aspek yang dinilai dalam keberanian siswa
dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat berikut grafik persentase dari prasiklus dan siklus I:
Gambar 4.2 Peningkatan Keberanian Siswa dalam Menyampaikan Persetujuan, Sanggahan, Penolakan Pendapat pada Prasiklus dan Siklus I
Dari gambar 4.2 terbukti pada prasiklus persentase siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat adalah 43.52%. Setelah mendapatkan tindakan maka pada siklus I persentase siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat meningkat menjadi 64.32%.
d. Refleksi
Refleksi ini dilakukan untuk menentukan apakah tindakan siklus I harus diulang atau sudah mencapai keberhasilan, dalam kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut:
1) Berdasarkan hasil tes diskusi kelompok pada siklus pertama diperoleh hasil nilai siswa tuntas melebihi KKM 75 hanya ada 5 siswa dan 21 siswa yang lain belum tuntas. Dengan demikian kriteria keberhasilan pembelajaran belum mencapai kriteria yang telah ditetepkan pada siklus I.
2) Hasil dari pengamatan siswa menunjukan kurang menariknya bahan bacaan yang digunakan untuk diskusi dalam kelompok. Bahan bacaan sebaiknya yang dekat dengan siswa.
3) Keterbatasan pengamat yang membuat kurang maksimal dalam mengamati setiap siswa. Maka dari itu untuk siklus II setiap kelompok akan diamati oleh satu pengamat.
4) Pemahaman siswa yang kurang tentang model pembelajaran Two Say Two Stray. Ini dilihat pada saat mereka menjadi tamu dan tuan rumah mereka masih kebinggung akan tugas apa yang dilakukan tamu? Dan apa tugas yang akan dilakukan tuan rumah?. Maka dari itu pada siklus II nanti peneliti akan lebih menjelaskan lagi tentang model pembelajaran Two Stay Two Stray.
5) Pemilihan anggota kelompok dan kemampuan setiap siswa yang tidak rata dalam kelompok. Untuk siklus berikutnya peneliti yang akan membuat dan menentukan kelompok berdasarkan kemampuan dan keterdekatan secara sosial siswa. 2. Siklus Kedua
a. Perencanaan Tindakan
Perencanaan pada siklus II ini seluruhnya didasarkan pada hasil refleksi pada siklus I. Beberapa kekurangan pada siklus I antara lain mengganti materi bacaan dengan yang mudah dipahami oleh siswa dan lebih menarik, pemahaman siswa yang kurang mengenai modepembelajaran Two Stay Two Stray, keterbatasan pengamat, dan pembagian kelompok yang belum merata. Pada akhirnya, peneliti mengganti materi bacaan pada siklus II ini adalah “Apakah Pacaran Itu Perlu?’. Materi bacaan ini telah didiskusikan antara peneliti dan guru. Peneliti juga menyiapkan 6 pengamat untuk mengamati setiap kelompok dan membuat kelompok bersama dengan guru agar kelompok menjadi hidup. Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2018, dengan alokasi waktu 2x40 menit. Tahap-tahap perencanaan tindakan pada siklus II adalah sebagi berikut:
1) Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk materi berbicara dengan lebih mendalam mengenai
menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dengan disertai bukti dan alasan.
2) Peneliti bertindak memberikan intruksi sebagai berikut:
a) Peneliti memberi pertanyaan mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
b) Peneliti membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi bacaan artikel dan pertanyaan.
c) Peneliti menugasi siswa untuk membaca artikel dan menjawab pertanyaan yang tersedia terlebih dahulu secara individu.
d) Peneliti membagi/membacakan kelompok
e) Peneliti memberikan informasi bahwa saat berputar itu hanya 3 kali putaran saja.
f) Salah satu kelompok perwakilan diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
3) Peneliti mempersiapkan bahan bacaan sebuah artikel yang berjudul “Apakah Pacaran Itu Perlu?”.
4) Peneliti menyusun instrumen penelitian berupa lembar pengamatan/observasi.
b. Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2018 di ruang kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten. Pada tindakan II ini diawali dengan apersepsi
oleh peneliti. Peneliti juga bertanya jawab mengulas tentang pertemuan sebelumnya. Peneliti juga memperdalam materi dengan cara bertanya secara personal dan keseluruhan. Setelah selesai bertanya jawab peneliti memberikan motivasi belajar kepada para siswa. Siswa yang sudah siap untuk memulai pembelajaran maka peneliti langsung masuk pada kegiatan inti.
Pada kegiatan inti ini, peneliti pertama-tama memberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Dalam LKPD ini berisi tentang bacaan artikel yang berjudul “Apakah Pacaran Itu Perlu?” dan pertanyan. Setelah semua siswa mendapat LKPD. Peneliti menugaskan para siswa untuk membaca secara seksama artikel yang ada dan menjawab pertanyaan yang ada di LKPD. Ketika para siswa sudah menyelesaikannya maka peneliti akan membagi dan membacakan kelompok. Kelompok terbagi menjadi 6 kelompok. Setelah semua berkumpul dengan kelompoknya masing-masing maka setiap siswa akan berani menyampaikan persetujuan, sangghan, penolakan pendapat dengan baik. Kegiatan ini bisa berjalan dengan baik karena setiap siswa mempunyai bekal pada waktu mengerjakan secara individu. Setelah semua siswa sudah selesai menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat maka setiap kelompok harus memilih siapa yang akn menjadi tamu dan siapa yang akan menjadi tuan rumah. Setelah terpilih maka mereka yang menjadi tamu akan bertamu ke 3 kelompok atau
berputar 3 putaran. Begitu pula dengan tuan rumah mereka akan merima tamu 3 kelompok saja. Kegiatan bertamu dan menerima tamu selesai maka kembalilah siswa ke kelompok masing-masing.
Kegiatan inti telah selesai maka masuklah ke kegiatan penutup. Sebelum masuk ke kegiatan penutup peneliti meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan secara sederhana hasil kelompok kepada teman-teman. Setelah selesai maka peneliti menarik kesimpulan dan refleksi dengan siswa menunjukkan bahwa pertemuan ini telah selesai.
c. Observasi
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan dibantu 5 mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2014. Peneliti mencatat bahwa pembelajaran pada siklus II ini berjalan dengan baik dan lebih terstruktur. Siswa mulai terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa sudah mulai berani dalam berpendapat terlebih dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat. Para siswa juga mulai serius dalam mengikuti pembelajaran. Pada siklus ini peneliti membentuk kelompok-kelompok yang membuat diskusi menjadi hidup. Nama-nama siswa beserta kelompok pada siklus II akan terlampir.
Kelompok-kelompok yang telah dibuat peneliti membuat pembelajaran semakin hidup, terlebih didukung dengan materi
bacaan yang mudah dipahami siswa dan sangat menarik untuk siswa. “Apakah Pacaran Itu Perlu?” merupakan judul dari materi bacaan yang didiskudikan oleh setiap kelompok. Hasil pengamatan peneliti, guru, dan mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah berani menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dengan disertai bukti dan alasan yang logis. Untuk melihat hasil pengamatan setiap siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat, maka berikut ini kondisi salah satu kelompok pada siklus II yang tergambar dalam vignette 5:
Setelah pembelajaran berakhir, setiap kelompok mengumpulkan satu jawaban untuk dinilai dan hasil yang diperoleh merupakan nilai akhir tes siswa dalam kelompok pada perlakuan siklus II kepada peneliti. Dari situ akan terlihat nilai dari setiap
Kelompok 1 yang beranggotakan Shiva, Dio, Titan, Damai, Virana. Mulai dari Shiva, Shiva sudah mampu dan berani memberikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dengan disertai bukti