• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data Khusus

Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta dengan Populasi penelitian adalah siswa kelas X Akuntansi Tahun

111

Ajaran 2017/2018 yang berjumlah 66 siswa. Data hasil penelitian terdiri dari dua jenis variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari tiga macam yaitu Implementasi Pendidikan Karakter (X1), Motivasi Belajar (X2), Perhatian Orang Tua (X3) serta variabel terikat yaitu Prestasi Belajar Siswa (Y). Pada bagian ini akan disajikan deksripsi data masing – masing variabel meliputi rerata nilai (mean), nilai tengah (median), nilai yang sering muncul (modus), dan ukuran persebaran data (standar deviasi). Selain itu juga akan disajikan tabel distribusi frekuensi, pie chart dari frekuensi masing – masing variabel. a. Prestasi Belajar Siswa

Berdasarkan data Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar yang diperoleh dari dokumentasi berupa nilai rerata tugas, Ulangan Harian (UH) sebelum remidi, Ulangan Tengah Semester (UTS) sebelum remidi, dan Ulangan Akhir Semester (UAS) sebelum remidi semester gasal siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018, besarnya nilai tertinggi siswa yaitu 100 dan nilai terendah yaitu 35. Setelah diolah menggunakan program aplikasi statistika (Lampiran 5: Hal. 242), Berdasarkan data Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar Siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

112

Tabel 10. Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Siswa

No Interval F 1 35 - 44 3 2 45 - 54 2 3 55 - 64 5 4 65 - 74 11 5 75 - 84 11 6 85 - 94 21 7 95 - 104 13 TOTAL 66

Sumber: Data primer diolah

Berdasarkan tabel 10. Distribusi frekuensi Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar Siswa tersebut. dapat digambarkan histogram sebagai berikut:

Gambar 2. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar

Data tersebut kemudian dikategorikan ke dalam kecenderungan tinggi rendahnya Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar Siswa yaitu menjadi tuntas dan belum tuntas. Pengkategorian tersebut dibandingkan dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berfungsi sebagai kriteria pembanding sesuai aturan yang ditetapkan sekolah agar diketahui kecenderungan masing – masing nilai siswa. Siswa yang memperoleh ≥ 80 dikatakan tuntas

113

dalam belajarnya, sedangkan siswa yang memperoleh nilai < 80 dikatakan belum tuntas dalam belajarnya dan membutuhkan program perbaikan. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat dibuat kategori kecenderungan nilai siswa sebagai berikut :

Tabel 11. Distribusi Kategori Kecenderungan Prestasi Belajar Siswa

No Nilai Frekuensi % Kategori

1 ≥ 80 37 56,1 Tuntas

2 < 80 29 43,9 Belum Tuntas

Jumlah 66 100

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan data yang diperoleh menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: Hal. 242) rata – rata nilai Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar (mean) sebesar 80; nilai tengah yang (median) diperoleh dari urutan nilai terendah dan tertinggi sebesar 85; nilai yang sering muncul (modus) dan didapatkan siswa dengan nilai sebesar 79; dan besarnya persebaran nilai (standar deviasi) Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar sebesar 16 yang dapat menggambarkan besarnya penyimpangan data dari rata – rata nilai Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Perbankan Dasar Siswa tersebut.

Berdasarkan tabel 11 diatas, dapat diketahui bahwa Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar Siswa pada kategori tuntas sebanyak 37 siswa atau sebanyak 56,1%, sedangkan siswa yang berada pada kategori belum tuntas sebanyak 29 siswa atau sekitar 43,9%. Berdasarkan tabel distribusi kategori kecenderungan Prestasi

114

Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar dapat digambarkan diagram lingkaran (pie chart) sebagai berikut:

Gambar 3. Pie chart kecenderungan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar

Data tersebut menunjukan kecenderungan terbesar pada variabel Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Perbankan Dasar Siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 pada kategori tuntas yaitu sebesar 43,90%

b. Implementasi Pendidikan Karakter

Data variabel Implementasi Belajar diperoleh melalui angket yang terdiri dari 13 item pernyataan dan diisi oleh 66 siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang mejadi subjek penelitian. Terdapat 4 alternatif jawaban dimana skor tertinggi adalah 4 dan skor terendah 1. Berdasarkan data yang diperoleh dan diolah menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: Hal

56,10% 43,90%

115

242), variabel Implementasi Pendidikan Karakter memiliki skor tertinggi sebesar 50 dan skor terendah sebesar 30; Berdasarkan perhitungan (Lampiran 5: Hal. 243-245) frekuensi Implementasi Pendidikan Karakter dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 12. Distribusi Frekuensi Implementasi Pendidikan Karakter

No Interval F 1 30 - 32 2 2 33 - 35 2 3 36 - 38 10 4 39 - 41 16 5 42 - 44 17 6 45 - 47 12 7 48 - 50 7 TOTAL 66

Sumber: Data primer diolah

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi data Implementasi Pendidikan Karakter tersebut, dapat digambarkan histogram sebagai berikut:

Gambar 4. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Implementasi Pendidikan Karakter

Data tersebut kemudian digolongkan ke dalam kategori yang kecenderungan variabel Implementasi Pendidikan karakter pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran

116

2017/2018. Pengkategori tersebut diperoleh melalui perhitungan Mean Ideal (Mi) dan Standar Deviasi Ideal (SDi). Kategori kecenderungan Implementasi Pendidikan karakter pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 terdiri dari kategori tinggi, sedang dan rendah berdasarkan skor yang diperoleh dari masing – masing responden. Berdasarka perhitungan (Lampiran 5: Hal. 243-245) diperoleh nilai Mean Ideal (Mi) sebesar 40; dan Standar Deviasi Ideal (SDi) sebesar 3,3. Distribusi kategori kecenderungan variabl Implementasi Pendidikan Karakter disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 13. Distribusi Kategori Kecenderungan Implementasi Pendidikan Karakter

No Kelas Interval Rentang Skor Frekuen si % Katego ri 1 43,3 ≤ X ≥ 43,3 26 39,4% Tinggi 2 36,7 ≤ X ≤ 43,3 36,7 – 43,3 36 54,5% Sedang 3 X < 36,7 ≤ 36,7 4 6,1% Rendah Total 66 100%

Sumber: data primer yang diolah

Berdasarkan data yang diperoleh menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: Hal. 241) rata – rata nilai Implementasi Pendidikan Karakter dengan mean sebesar 42; median sebesar 42; modus sebesar 41; dan standar deviasi sebesar 4.

Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa rata – rata skor variabel Implementasi Pendidikan Karakter dari total 66 siswa adalah 42 nilai tengah yang diperoleh dari urutan skor terendah hingga tertinggi variabel Implementasi Pendidikan Karakter adalah 42; nilai

117

yang sering uncul atau sering diperoleh siswa pada Implementasi Pendidikan Karakter adalah sebesar 41; serta besarnya persebaran skor variabel Implementasi Pendidikan Karakter adalah sebesar 7 yang dapat menggambarkan besarnya penyimpangan data dari rata – rata nilai Implementasi Pendidikan Karakter tersebut.

Berdasarkan Tabel 13. Distribusi Kategori Kecenderungan Implementasi Pendidikan Karakter dapat digambarkan dalam diagram lingkaran (pie chart) sebagai berikut:

Gambar 5. Pie Chart kecenderungan Implementasi Pendidikan Karakter

Berdasarkan diagram lingkaran tersebut, diketahui bahwa kecenderungan Implementasi Pendidikan Karakter pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada kategori tinggi sebesar 39,40%. Kategori sedang sebesar 54,50%, dan kategori rendah sebesar 6,10%. Berdasarkan data yang tersebut. Dapat diketahui kecenderungan terbesar Implementasi Pendidikan Karakter

39,40% 54,50%

6,10%

118

pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 pada kategori sedang.

c. Motivasi Belajar

Data variabel Motivasi Belajar diperoleh melalui angket yang terdiri dari 23 item pernyataan dan diisi oleh 66 siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang menjadi subjek penelitian. Terdapat 4 alternatif jawaban dimana skor tertinggi adalah 4 dan skor terendah 1, sehingga akan diperoleh skor tertinggi ideal sebesar 92 dan dan skor terendah ideal sebesar 23.

Berdasarkan data yang diperoleh dan diolah menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: 241), variabel Motivasi Belajar memiliki skor tertinggi sebesar 83 dan skor terendah sebesar 59. Berdasarkan perhitungan (Lampiran 5: Hal. 246-251) distribusi frekuensi Motivasi Belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 14. Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar

No Interval F 1 59 – 62 7 2 63 – 66 7 3 67 – 70 12 4 71 – 74 13 5 75 – 78 14 6 79 - 82 11 7 83 – 86 2 TOTAL 66

Sumber: Data primer diolah

Berdasarkan tabel 14 distribusi frekuensi data Motivasi Belajar tersebut, dapat digambarkan histogram sebagai berikut:

119

Gambar 6. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Motivasi Belajar Data terseb3ut kemudian digolongkan ke dalam kategori yang kecenderungan variabel Motivasi Belajar pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Pengkategorian tersebut diperoleh melalui perhitungan Mean Ideal (Mi) dan Standar Deviasi Ideal (SDi). Kategori kecenderungan Motivasi Belajar pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 terdiri dari kategori tinggi, sedang dan rendah berdasarkan skor yang diperoleh dari masing – masing responden. Berdasarkan perhitungan (Lampiran 5: Hal. 217-218), diperoleh nilai Mean Ideal (Mi) sebesar 71; dan Standar Deviasi Ideal (SDi) sebesar 4. Distribusi kategori kecenderungan variabl Motivasi Belajar disajikan dalam tabel sebagai berikut :

120

Tabel 15. Distribusi Kategori Kecenderungan Motivasi Belajar No Kelas Interval Rentang

Skor Frekuen si % Katego ri 1 75 ≤ X ≥ 75 27 40,91% Tinggi 2 67 ≤ X ≤ 75 67 – 75 25 37,88% Sedang 3 X < 67 ≤ 67 14 21,21% Rendah Total 66 100%

Sumber: data primer yang diolah

Berdasarkan data yang diperoleh dan diolah menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: 241) diketahui bahwa rata – rata skor variabel Motivasi Belajar dari total 66 siswa adalah 72,2 nilai tengah yang diperoleh dari urutan skor terendah hingga tertinggi variabel Motivasi Belajar adalah 73; nilai yang sering uncul atau sering diperoleh siswa pada Motivasi Belajar adalah sebesar 41; serta besarnya persebaran skor variabel Motivasi Belajar adalah sebesar 7 yang dapat menggambarkan besarnya penyimpangan data dari rata – rata Motivasi Belajar tersebut.

Berdasarkan tabel 15 distribusi kategori kecenderungan variabel Motivasi Belajar, dapat digambarkan lingkaran sebagai berikut:

Gambar 7. Pie Chart kecenderungan Motivasi Belajar

40,91% 37,88%

21,21%

121

Berdasarkan diagram lingkaran tersebut, diketahui bahwa kecenderungan Motivasi Belajar pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada kategori tinggi sebesar 40.91%. Kategori sedang sebesar 37,88%, dan kategori rendah sebesar 21,21%. Berdasarkan data yang tersebut. Dapat diketahui kecenderungan terbesar Motivasi Belajar pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajara 2017/2018 pada kategori tinggi.

d. Perhatian Orang Tua

Data variabel Perhatian Orang Tua diperoleh melalui angket yang terdiri dari 19 item pernyataan dan diisi oleh 66 siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang menjadi subjek penelitian. Terdapat 4 alternatif jawaban dimana skor tertinggi adalah 4 dan skor terendah 1, sehingga akan diperoleh skor tertinggi ideal sebesar 86 dan dan skor terendah ideal sebesar 19. Berdasarkan data yang diperoleh dan diolah menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: Hal 219), variabel Perhatian Orang Tua memiliki skor tertinggi sebesar 73 dan skor terendah sebesar 33;

Berdasarkan perhitungan (Lampiran 5: Hal. 225-228) frekuensi Perhatian Orang Tua dapat dilihat pada tabel berikut ini:

122

Tabel 16. Distribusi Frekuensi Perhatian Orang Tua

No Interval F 1 33 - 38 4 2 39 - 44 17 3 45 - 50 9 4 51 - 56 3 5 57 - 62 15 6 63 - 68 8 7 69 - 74 10 TOTAL 66

Sumber: Data primer diolah

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi data Perhatian Orang Tua tersebut, dapat digambarkan histogram sebagai berikut:

Gambar 8. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Perhatian Orang Tua

Berdasarkan tabel dan histogram tersebut juga dapat diketahui bahwa letak nilai mean Perhatian Orang Tua sebesar 53,9 adalah pada kelas ke-4 dengan interval nilai 51 – 56 pada titik bahwa 50,5 dan titik atas 56,5 pada variabel Perhatian Orang Tua tersebut memiliki skor dibawah mean berjumlah 31 siswa; bahwa letak nilai median Perhatian Orang Tua sebesar 57 adalah pada kelas ke-5 dengan interval nilai 57 - 62 karena sampai pada interval ini, jumlah frekuensi

123

sudah melebihi setengah dari total data skor Perhatian Orang Tua tepatnya dengan jumlah frekuensi sebesar 45; selain itu juga dapat diketahui bahwa letak nilai modus sebesar 41 adalah pada kelas ke-2 dengan interval 39 – 44 dan frekuensi sebesar 17 siswa frekuensi nilai modus sebesar 41 tersebut diperoleh 6 siswa.

Data tersebut kemudian digolongkan ke dalam kategori yang kecenderungan variabel Perhatian Orang Tua pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Pengkategori tersebut diperoleh melalui perhitungan Mean Ideal (Mi) dan Standar Deviasi Ideal (SDi). Kategori kecenderungan Perhatian Orang Tua pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 terdiri dari kategori tinggi, sedang dan rendah berdasarkan skor yang diperoleh dari masing – masing responden. Berdasarkan perhitungan (Lampiran 5: Hal. 218-219), diperoleh nilai Mean Ideal (Mi) sebesar 53; dan Standar Deviasi Ideal (SDi) sebesar 6,67. Distribusi kategori kecenderungan variabel Perhatian Orang Tua disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 17. Distribusi Kategori Kecenderungan Perhatian Orang Tua No Kelas Interval Rentang

Skor Frekuen si % Katego ri 1 59,67 ≤ X ≥ 59,67 27 40,9% Tinggi 2 46,33 ≤ X ≤ 59,67 46,33 – 59,67 12 18,2% Sedang 3 X < 46,33 ≤ 46,33 27 40,9% Rendah Total 66 100%

124

Berdasarkan data yang dip eroleh dan diolah menggunakan bantuan program aplikasi statistika (Lampiran 5: Hal 241), diketahui bahwa rata – rata skor variabel Perhatian Orang Tua dari total 66 siswa adalah 53,9; nilai tengah yang diperoleh dari urutan skor terendah hingga tertinggi variabel Perhatian Orang Tua adalah 57; nilai yang sering muncul atau sering diperoleh siswa pada Perhatian Orang Tua adalah sebesar 41; serta besarnya persebaran skor variabel Perhatian Orang Tua adalah sebesar 12 yang dapat menggambarkan besarnya penyimpangan data dari rata – rata nilai Perhatian Orang Tua tersebut.

Berdasarkan tabel 17 distribusi kategori kecenderungan variabel Perhatian Orang Tua, dapat digambarkan lingkaran sebagai berikut:

Gambar 9. Pie Chart kecenderungan Perhatian Orang Tua Berdasarkan diagram lingkaran tersebut, diketahui bahwa kecenderungan Perhatian Orang Tua pada siswa kelas X Akuntansi

40,91% 18,90%

40,90%

125

SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada kategori tinggi sebesar 40.9%. Kategori sedang sebesar 18,2%, dan kategori rendah sebesar 40,9%. Berdasarkan data yang tersebut. Dapat diketahui kecenderungan terbesar Perhatian Orang Tua pada siswa kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 pada kategori tinggi dan rendah.