• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2.4. Deskripsi Data Pelaksanaan Tindakan Siklus 2 Pertemuan II

4.2.4.1. Perencanaan Siklus 2 Pertemuan II

Hal-hal yang dilakukan pada tahap perencanaan siklus 2 pertemuan II adalah sebagai berikut:

a. Mengkaji hasil refleksi siklus 2 pertemuan I

b. Menyusun skenario pembelajaran berdasarkan hasil refleksi siklus 2

pertemuan I

c. Mempersiapkan sumber belajar berupa buku-buku pelajaran PKn kelas IV

dan media pembelajaran

d. Menyiapkan lembar kerja, serta alat evaluasi pembelajaran berupa tes tertulis

e. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati keterampilan guru dan

aktivitas siswa dalam pembejaran.

f. Menyiapkan lembar catatan lapangan dan lembar angket respon siswa.

4.2.4.2. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 Pertemuan II

Penelitian dilaksanakan hari Sabtu, 4 Mei 2013 dengan alokasi waktu 2x35 menit dengan materi misi kebudayaan Indonesia, keuntungan yang didapat Indonesia dari pengaruh globalisasi di bidang kebudayaan dan contoh jenis kebudayaan yang pernah tampil di tingkat Internasiolan. Kegiatan pada pelaksanaan siklus 2 pertemuan II meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Adapun paparan mengenai kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :

a. Kegiatan awal

Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. Selanjutnya guru meminta ketua kelas untuk mempimpin doa. Kemudian, guru mengkondisikan kelas dengan meminta siswa menyiapkan peralatan belajar yang hendak digunakan. Setelah siswa dapat dikondisikan, guru memberikan motivasi kepada siswa aga siap mengikuti pelajaran dengan

baik. Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan: “Kemarin kita belajar tentang apa?” Anak-anak menjawab: “kebudayaan Indonesia.” Guru bersama siswa menyebutkan kembali jenis kebudayaan Indonesia. Guru meminta siswa untuk membaca sekilas materi yang akan dipelajari pada buku pegangan siswa. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa. Tidak lupa guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

b. Kegiatan Inti

Siswa diberikan soal pre-test berisi pertanyaan yang beraitan dengan materi yang akan dipelajari untuk mendapatkan skor awal (mengadopsi

komponen Placement Test). Skor awal digunakan sebagai acuan dalam

pembagian kelompok. Selanjutnya guru membentuk kelompok heterogen terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan berbeda-beda (menagadopsi

komponen Teams). Setelah siswa berkelompok, guru menayangkan slide

powerpoint dan memutarkan video lewat LCD yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari, kemudian guru menjelaskan materi secara singkat

kepada siswa (mengadopsi komponen Teaching Group). Selanjutnya setiap

kelompok mendapatkan lembar kerja yang harus diselesaikan dan didiskusikan bersama kelompoknya. Guru menjelaskan langkah-langkah diskusi, yaitu setiap siswa mengerjakan 1 soal yang berbeda dalam lembar kerjan kelompok masing-masing. Kemudian jawaban akan dikoreksi teman satu kelompok dan didiskusikan bersama kelompok. Guru akan memberikan bantuan secara individual bagi yang memerlukan atau kesulitan dalam

berdiskusi (mengadopsi komponen Team Study). Selanjutnya siswa membuat laporan hasil diskusi secara tertulis, secara bergantian perwakilan kelompok

mempresentasikan hasil kerjanya (Mengadopsi komponen Student Creative).

Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi dengan menyempurnakan jawaban masing-masing kelompok. Selanjutnya guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok yang kurang berhasil (jika

ada) berdasarkan hasil diskusi (mengadopsi komponen Team Score and Team

Recognition). Guru memberikan umpan balik dan penguatan kepada siswa

mengenai materi yang dipelajari (mengadopsi komponen Whole-Class Units).

c. Kegiatan Akhir

Siswa dengan dibimbing guru, menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kemudian siswa diberikan kesempatan guru untuk bertanya kembali apabila di dalam penyampaian materi masih kurang jelas. Setelah itu guru memberikan post-test berupa soal evaluasi pada siswa dan

mengawasi jalannya tes (mengadopsi komponen Fact Test). Siswa yang

sudah selesai mengerjakan mengumpulkan hasil pekerjaanya. Terakhir guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan selanjutnya dan memberikan salam penutup untuk mengakhiri pelajaran.

4.2.4.3. Deskripsi Observasi Pelaksanaan Siklus 2 Pertemuan II

4.2.4.3.1. Ketermpilan Guru dalam Pembelajaran Siklus 2 Pertemuan II

Hasil observasi keterampilan guru selama pembelajaran PKn melalui

penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia pada

Tabel 4.16

Data Keterampilan Guru Siklus 2 Pertemuan II

No. Indikator yang diamati Skor

1. Membuka pembelajaran 4

2. Menyampaikan materi pembelajaran ( Teaching Group) 4

3.

Melakukan variasi dalam proses pembelajaran dan

penggunaan multimedia (Placement Test, Teams) 4

4.

Membimbing siswa dalam berdiskusi dengan

kelompoknya (Team Study) 4

5. Pengkondisian kelas selama pembelajaran 3

6. Membimbing presentasi kelompok (Student Creative) 4

7.

Memberikan penguatan kepada hasil pekerjaan siswa

(Team Score and Team Recognition) 3

8. Menutup pelajaran ( Whole Class units, Fact Test) 4

Jumlah total perolehan skor 30 Kategori Sangat

Baik

Berdasarkan tabel yang dipaparkan dapat dilihat bahwa keterampilan guru

dalam mengelola pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted

Individualization (TAI) dengan multimedia dapat dikatakan sangat baik. Indikator keberhasilan tersebut dapat dilihat dari jumlah skor yang diperoleh yaitu sebesar 30 dengan kategori sangat baik (data diperjelas pada lampiran 3.4 halaman 305). Adapun setiap indikator akan diperinci sebagai berikut :

a. Membuka pembelajaran

Pada indikator ini guru mendapatkan skor 4 dengan kriteria sangat baik karena semua deskriptor telah tampak dalam pertemuan ini yaitu: melakukan apersepsi sesuai materi yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan

pembelajaran, memaparkan langkah-langkah pembelajaran dan memotivasi siswa untuk siapmengikuti pelajaran dan bersungguh-sungguh (lampiran 7 foto 27).

b. Menyampaikan materi pembelajaran ( Teaching Group)

Pada indikator ini guru memperoleh skor 4 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu : menyampaikan materi sesuai dengan indikatornya, guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan jelas saat menyampaikan materi. Guru sudah menyampaikan materi secara sistematis dan memberikan pertanyaan yang berkaiatan dengan materi yang telah disampaikan (lampiran 7 foto 29).

c. Melakukan variasi dalam proses pembelajaran dan penggunaan multimedia

(Placement Test, Teams)

Pada indikator ini guru memperoleh skor 4 ditunjukkan dengan semua deskriptor tampak pada pertemuan ini. Deskriptor tersebut antara lain membentuk kelompok heterogen yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berdasarkan hasil pre-test, media yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran. Selain itu variasi tulisan, gambar, animasi,

audio, video, bacaksound yang ditayangkan sudah jelas dan sesuai karakter

siswa. guru menggunakan variasi posisi mengajar antara lain duduk/berdiri di depan, berkeliling, berdiri di belakang (lampiran 7 foto 27 dan 28).

d. Membimbing siswa dalam berdiskusi dengan kelompoknya (Team Study)

Pada indikator ini guru memperoleh skor 4 yang ditunjukkan dengan semua dskriptor tampak. Deskriptor tersebut antara lain : guru mengatur

tempat duduk siswa sesuai dengan format kelompok, guru sudah menjelaskan langkah-langkah diskusi secara jelas mengenai apa yang harus dilakukan siswa saat kegiatan diskusi. Selain itu guru sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisiasi dengan mengeluarkan ide atau tanggapan dalam berdiskusi kelompok, serta guru sudah menindaklanjuti hasildiskusi dengan membantu merangkum hasil diskusi (lampiran 7 foto 30).

e. Pengkondisian kelas selama pembelajaran

Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu mengelola kegiatan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan, menegur siswa yang membuat keributasn saat pembelajaran berlangsung dan menangani masalah yang timbul.

f. Membimbing presentasi kelompok (Student Creative)

Pada indikator ini guru memperoleh skor 4 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah memberikan petunjuk jalannya diskusi, mendorong terjadinya interaksi antar siswa dengan cara meminta siswa memberikan masing-masing pendapatnya, memberikan kesempatan pada semua kelompok. Guru sudah memberikan pengauatan saat ada kelompok yang presentasi (lampiran 7 foto 31).

g. Memberikan penguatan kepada hasil pekerjaan siswa (Team Score and Team

Recognition)

Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 dengan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah memberikan penguatan verbal dan non verbal, serta guru sudah memberikan penguatan secara kelompok dengan memberikan

penguatan kepada siswa yang aktif dan membutuhkan bantuan dalam kegiatan diskusi (lampiran 7 foto 32).

h. Menutup pelajaran ( Whole Class units, Fact Test)

Pada indikator ini guru memperoleh skor 4 ditunjukkan dengan semua deskriptor tampak, antara lain guru bersama-sama siswa membuat rangkuman/simpulan, melakukan penilaian/evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan, meberi umpan balik terhadap proses pembelajaran dan memberikan tindak lanjut (lampiran 7 foto 33 dan 34).

Selain berasal dari lembar pengamatan keterampilan guru, data hasil pengamatan mengenai keterampilan guru dalam pembelajaran PKn melalui

penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia pada

pelaksanaan siklus 1 pertemuan II ini juga diperoleh dari hasil wawancara dengan kolaborator (data diperjelas pada lampiran 3.20 halaman 332). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan kolaborator dapat disimpulkan bahawa secara

umum proses pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assited

Individualization (TAI) dengan multimedia berlangsung sangat baik dari siklus 2 Pertemuan I yaitu termasuk dalam kategori sangat baik. Guru mampu membimbing siswa dengan baik secara personal maupun kelompok. Guru mengelola kelas dengan baik dan bisa dikatakan berhasil.

4.2.4.3.2. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus 2 Pertemuan II

Hasil observasi aktivitas siswa diperoleh dari analisi data hasil pengamatan guru terhadap aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran PKn

multimedia. Dimana pengamatan tesebut dilakukan dengan instrumen berupa lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar catatan lapangan. Data hasil observasi mengenai aktivitas siswa pada siklus 2 pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.17.

Tabel 4.17

Data Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan II

No. Indikator aktivitas siswa

Jumlah siswa yang mendapat skor Jum-lah skor Rata-rata skor 1 2 3 4 1.

Mempersiapkan diri sebelum menerima pembelajaran (emotional activities)

- - 8 8 96 3,7

2.

Memperhatikan penjelasan dari guru (oral activities, listening activities)

- - 19 7 85 3,3

3.

Menyerap informasi yang diberikan guru melalui media pembelajaran (visual activities, mental activities, listening activities, writing activities)

- - 11 5 93 3,6

4.

Bekerjasama dalam kelompok

diskusi (visual activities,

listening activities, oral activities, writing activities)

- 1 22 3 80 3,1

5.

Siswa mempresentasikan hasil

diskusi (oral activities, mental

activities)

- 7 17 2 87 3,3

6.

Menyimpulkan materi (mental

activities, oral activities, writing activities)

- 3 17 6 79 3,0

7.

Mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan evaluasi (writing activities, mental activities)

- - 4 22 100 3,8

Jumlah 620 23,8 Kategori Baik

Dari tabel 4.17 dapat dijelaskan bahwa aktivitas siswa selama pelaksanaan siklus 2 pertemuan II termasuk kategori baik (data diperjelas pada lampiran 3.8 halaman 315). Hal ini ditunjukkan dengan jumlah rata-rata dari skor yang diperoleh yaitu sebesar 23,8 dimana angka tersebut termasuk kategri baik. Perolehan skor dalam setiap indikator akan dideskripsikan sebagai berikut:

a. Mempersiapkan diri sebelum menerima pembelajaran (emotional activities)

Pada indikator mempersiapkan diri sebelum menerima pembelajaran sebanyak 8 siswa mendapat skor 3 dan 18 siswa di kelas memperoleh skor 4, sehingga diperoleh skor 86 dengan rata-rata 3,3 termasuk kriteria sangat baik. Sebagian besar siswa datang tepat waktu dan siswa sudah menempati tempat duduk masing-masing. Siswa menyiapkan peralatan belajar yang hendak digunakan dan tidak ramai saat mempersiapkan peralatan pembelajaran (lampiran 7 foto 27).

b. Memperhatikan penjelasan dari guru (oral activities, listening activities)

Pada indikator ini sebanyak 19 siswa mendapat skor 3 dan 7 siswa mendapat skor 4, sehingga diperoleh skor 85 dengan rata-rata 3,3 termasuk kriteria baik.. Sebagian besar siswa fokus dalam mendengarkan penjelasan guru dan tidak mengganggu teman yang lain. Serta sudah menjawab pertanyaan dari guru (lampiran 7 foto 29).

c. Menyerap informasi yang diberikan guru melalui media pembelajaran (visual

activities, mental activities, listening activities, writing activities)

Pada inidkator ini sebanyak 11 siswa mendapat skor 3 dan 15 siswa mendapat skor 4, sehingga diperoleh skor 93 dengan rata-rata 3,6 termasuk

kriteria sangat baik. Sebagian besar siswa sudah memperhatikan saat media pembelajaran disampaikan di depan, membaca materi dalam tayangan multimedia dan mencatat materi yang dibahas dan ditayangkan melalui LCD. Beberapa siswa lainnya sudah tepat dalam menjawab pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan materi yang ditayangkan melalui multimedia (lampiran 7 foto 29).

d. Bekerjasama dalam kelompok diskusi (visual activities, listening activities,

oral activities, writing activities)

Pada indikator ini sebanyak 1 siswa mendapat skor 2, 22 siswa lainnya mendapat skor 3 dan 3 siswa mendapat skor 4, sehingga diperoleh skor 80 dengan rata-rata 3,1 termasuk kriteria baik. Sebagian besar siswa duduk sesuai format kelompok diskusi, membaca materi dari berbagai sumber sebelum menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok dan mencatat materi materi yang dibahas dan ditayangkan melalui LCD. Serta beberapa siswa lainnya sudah tepat dalam menjawab pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan materi (lampiran 7 foto 30).

e. Mempresentasikan hasil diskusi (oral activities, mental activities)

Pada indikator ini sebanyak 7 siswa mendapat skor 2, 17 siswa mendapat skor 3 dan 2 siswa mendapat skor 4, sehingga diperoleh skor 87 dengan rata-rata 3,3 termasuk kriteria sangat bail. Sebagian besar siswa aktif untuk mempesentasikan hasl diskusi di depan kelas, jawaban siswa sesuai isi pertanyaan. Siswa ikut menanggapi hasil diskusi dari kelompok lain dan

beberapa siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan suara keras (lampiran 7 foto 31).

f. Menyimpulkan materi (mental activities, oral activities, writing activities)

Pada indikator ini sebanyak 3 siswa mendapat skor 2, 17 siswa mendapat skor 3 dan 6 siswa mendapat skor 4 sehingga diperoleh skor 79 dengan rata-rata 3,0 termasuk kriteria baik. Sebagian besar siswa membuat kesimpulan sesuai dengan materi pembelajaran yang telah dipelajari, ikut menyampaikan pendapat dalam kegiatan menyimpulkan materi pembelajaran dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu beberapa siswa membuat rangkuman di buku catatan masing-masing (lampiran 7 foto 34).

g. Mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan evaluasi (writing activities,

mental activities)

Pada indikator ini sebanyak 4 siswa mendapat skor 3 dan 22 siswa mendapat skor 4 sehingga diperoleh skor 100 dengan rata-rata 3,8 termasuk kriteria sangat baik. Sebagian besar siswa ikut mengerjakan LKS dengan kelompok, mengerjakan evaluais secara mandiri dan mengerjakan LKS dan evaluasi dengan sungguh-sungguh. Serta mengerjakan LKS dan evaluasi tept waktu (lampiran 7 foto 27, 30 dan 33).

Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dan didukung hasil catatan lapangan (data diperjelas pada lampiran 3.24 halaman 336) menunjukkan aktivitas siswa yang baik, ditunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui

penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia

pemerolehan skor pada siklus 2 pertemuan II diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran meningkat dibandingkan dengan siklus 2 pertemuan I, sehingga hasil observasi aktivitas siswa pada siklus 2 pertemuan II berada pada kategori baik.

4.2.4.3.3. Paparan Hasil Belajar Siswa Siklus 2 Pertemuan II

a. Hasil belajar kognitif

Data mengenai hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari hasil nilai evaluasi hasil belajar siswa yang dilaksanakan di akhir pertemuan II pada siklus 2 yaitu berupa post test. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hasil analisis data mengenai hasil belajar siswa pada siklus 2 pertemuan II dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.18

Analisis Hasil Belajar Kognitif Siswa Siklus 2 Pertemuan II

No. Keterangan Data Siklus 2

Pertemuan I

Data Siklus 2 Pertemuan II

1. Nilai terendah 50 50

2. Nilai tertinggi 90 95

3. Jumlah siswa tuntas 20 23

4. Jumlah siswa tidak tuntas 6 3

5. Persentase ketuntasan 77% 88%

6. Persentase ketidaktuntasan 23% 12%

7. Rata-rata 71 77

Tabel 4.18 merupakan perbandingan nilai hasil belajar kognitif siswa pada siklus 2 pertemuan I dengan data nilai hasil belajar siswa pada siklus 2 pertemuan II. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 2 pertemuan I adalah 71 dengan nilai terendah 50,

nilai ketuntasan minimal. Setelah dilaksanakan siklus 2 pertemuan II nilai rata-rata menjadi 77 dengan nilai terendah 50, nilai tertinggi 95. Persentase ketuntasan 88% dan 12% belum memperoleh nilai ketuntasan minimal.

Perbandingan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus 2 pertemuan I dengan persentase hasil belajar siswa pada siklus 2 pertemuan II akan diperjelas dengan penyajian diagram berikut ini.

Gambar 4.4 : Diagram Perbandingan Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

dari Siklus 2 Pertemuan I dan Siklus 2 Pertemuan II

Berdasarkan gambar 4.4 diketahui bahwa ada peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada siklus 2 pertemuan II dibandingkan pada siklus 2 pertemuan I. Ketuntasan belajar yang telah dicapai adalah 88% sehingga telah melebihi target yang diinginkan seperti yang tercantum pada indikator keberhasilan yaitu sebesar 80% dari ketuntasan klasikal. Oleh karena itu penelitian ini tidak dihentikan.

b. Hasil Belajar Afektif

pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia. Dimana pengamatan tersebut dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian ketercapaian karakter bangsa. Hasil observasi mengenai karakter siswa pada siklus 2 pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.19.

Tabel 4.19

Analisis Ketercapaian Karakter Bangsa Siklus 2 Pertemuan I

No. Indikator

Jumlah siswa yang mendapat skor Jumlah perolehan skor 1 2 3 4 1. Kerjasama - - 10 16 94 2. Tanggungjawab - - 5 21 99 3. Percaya diri - 9 10 3 76 Jumlah 269 Rata-rata 10,3 Sangat Baik Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa ketercapaian karakter bangsa meningkat pada setiap pertemuannya. Pada siklus 2 pertemuan I mendapat skor rata-rata 8,8 sedangkan pada siklus 2 pertemuan II naik menjadi 10,3 yang masuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran siswa dapat mulai dilatih dalam menanamkan siskap sesuai karakter yang diharapkan agar tujuan pembelajaran aferktif dapat tercapai (data diperjelas pada lampiran 3.12 halaman 323).

c. Hasil Belajar Psikomotor

Hasil belajar psikomotor diperoleh dari analisis aktivitas siswa pada indikator mempresentasikan hasil diskusi. Dengan mengacu pada indikator ini maka peneliti dapat melihat hasil belajar psikomotor siswa. Hasil analisis

pada indikator ini sebanyak 7 siswa mendapat skor 2, 17 siswa mendapat skor 3 dan 2 siswa mendapat skor 4, sehingga diperoleh skor 87 dengan rata-rata 3,3 termasuk kriteria sangat baik. Pada siklus 2 pertemuan II sudah mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas ditunjukkan dengan adanya beberapa siswa yang mampu memperlihatkan keempat deskriptor.

4.2.4.3.4. Paparan Angket Respon Siswa Siklus 2 Pertemuan II

Angket respon siswa merupakan cara guru untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan, sehingga dalam pelaksanaan pembelajarannya guru dapat melakukan perbaikan berdasarkan respon siswa. Hasil analisis angket dapat dilihat pada tabel 4.20.

Tabel 4.20

Angket Respon Siswa Siklus 2 Pertemuan II

No. Pertanyaan Siswa

Ya Tidak

1. Apakah kamu senang dengan kegiatan belajar hari

ini? 100 % 0%

2. Apakah kamu bisa emmahami materi pelahjaran

dengan lebih mudah? 100 % 0 %

3.

Apakah tulisan, gambar, suara dan video yang ditayangkan dalam kegiatan pembelajaran tadi menarik?

100 % 0 %

4. Apakah kamu senang dengan cara ibu guru mengajar? 100% 0 %

5.

Apakah kamu mengalami kesulitan selama pembelajaran dengan model pembelajaran seperti tadi? Jika iya, kesulitan apa saja yang kalian alami?

8 % 92 %

Berdasarkan data pada tabel dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan

pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted individualization

siswa dalam memahami materi sehingga siswa senang dengan pembelajaran yang dilaksanakan (data diperjelas pada lampiran 3.12 halaman 328).

4.2.4.3.5. Paparan Hasil Catatan Lapangan

Catatan lapangan berisi tentang segala kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran atau suatu gambaran rangkaian rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selma proses pembelajaran baik oleh guru maupun siswa. Pada siklus 2 pertemuan II semua kegiatan pembelajaran sudah baik, dimana guru dalam membimbing siswa kelompok dan membuat simpulan materi bersama siswa mengalami peningkatan. Penggunaan multimedia semakin baik. Siswa antusias mengikuti pembelajaran terbukti dengan maeningkatnya aktivitas siswa dan dalam kegiatan diskusi juga semakin baik dan bertukar pendapat dengan baik. (data diperjelas pada lampiran 3.24 halaman 336).

4.2.4.4. Refleksi Siklus 2 Pertemuan II

Dari analisis hasil penelitian siklus 2 pertemuan II, diperoleh data berupa hasil observasi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada

pembelajaran dengan penerapan model Team Assisted Individualization (TAI)

dengan multimedia. Data tersebut kemudain dianalisis kembali bersama guru kolaborator (observasi) sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya yaitu pada siklus 2. Adapun hasil refleksi pelaksanaan tindakan siklus 2 pertemuan II adalah sebagai berikut:

a. Keterampilan guru dalam pembelajaran PKn dengn penerapan model Team

Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia meningkat dibandingkan dengan siklus 2 pertemuan I, dimana skor yang diperoleh adalah 30 yang

termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini berarti sudah berhasil melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya yaitu

men-capai kategori sekurang-kurangnya baik pada rentang skor 27,5 ≤ skor ≤ 32.

b. Aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn dengn penerapan model Team

Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia meningkat dibandingkan dengan siklus 2 pertemuan I, dimana rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah 23,8 yang termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti sudah berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya yaitu mencapai

kategori sekurang-kurangnya baik pada rentang 17,5 ≤ skor < 24.

c. Hasil belajar PKn yang diperoleh siswa pada siklus 2 pertemuan II ini sudah

mencapai target yang diharapkan, dimana 88% yaitu 23 siswa dari 26 siswa tuntas belajar dan 12% yaitu 3 siswa dari 26 siswa belum tuntas belajar. Adapaun rata-rata nilai siswa adalah 77. Hal tersebut sudah mmenuhi target dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu sebesar 80% siswa tuntas belajar dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65.

4.2.4.5. Revisi Siklus 2 Pertemun II

Berdasarkan hasil refleksi hasil observasi pelaksanaan tindakan

pebelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted Individualizaion (TAI)

dengan multimedia pada siklus 2 pertemuan II, seluruh indikator keberhasilan telah terpenuhi. Oleh karena itu, mutu pembelajaran harus dipertahankan.