HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2.2. Deskripsi Data Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 Pertemuan II
4.2.2.1. Perencanaan Siklus 1 Pertemuan II
Hal-hal yang dilakukan pada tahap perencanaan siklus 1 pertemuan II adalah sebagai berikut:
a. Mengkaji hasil refleksi siklus 1 pertemuan I
b. Menyusun skenario pembelajaran berdasarkan hasil refleksi siklus 1
pertemuan I
c. Mempersiapkan sumber belajar berupa buku-buku pelajaran PKn kelas IV
d. Menyiapkan lembar kerja, serta alat evaluasi pembelajaran berupa tes tertulis
e. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati keterampilan guru dan
aktivitas siswa dalam pembejaran.
f. Menyiapkan lembar catatan lapangan dan lembar angket respon siswa.
4.2.2.2. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 Pertemuan II
Penelitian dilaksanakan hari Sabtu, 27 April 2013 dengan alokasi waktu 2x35 menit dengan materi pengaruh positif dan negatif globalisasi serta cara menyikapi pengaruh negatif globalisasi di lingkungan masyarakat. Kegiatan pada pelaksanaan siklus 1 pertemuan II meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Adapun paparan mengenai kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Awal
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar siap mengikuti pembelajaran. Kemudian guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang telah mereka pelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah siswa mampu mengingat materi yang lalu, selanjutnya melakukan apersepsi dengan bertanya “sebutkan salah satu contoh pengaruh globalisasi di lingkungan sekitar kita?” Kemudian guru mengaitkan jawaban dari tanya jawab dengan materi yang akan dipelajari. Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan dan menyampaikan langkah-langkah pembelajaran dengan
menggunakan model Team Assisted Individualization (TAI).
Guru menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari. Selanjutnya siswa diberikan soal pre-test berisi pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari untuk mendapatkan skor awal (mengadopsi
komponen Placement Test). Skor awal digunakan sebagai acuan dalam
pembagian kelompok. Selanjutnya guru membentuk kelompok heterogen terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan berbeda-beda (menagadopsi
komponen Teams). Setelah siswa berkelompok, guru menayangkan slide
powerpoint dan memutarkan video lewat LCD yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari, kemudian guru menjelaskan materi secara singkat kepada
siswa (mengadopsi komponen Teaching Group). Guru memberikan contoh
kongkrit salah satu contoh pengaruh globalisasi dan bertanya jawab dengan siswa mengenai penagaruh positif, negatif globalisasi serta cara menyikapi pengaruh negatif globalisasi. Selanjutnya setiap kelompok mendapatkan lembar kerja yang harus diselesaikan dan didiskusikan bersama kelompoknya. Guru menjelaskan langkah-langkah diskusi, yaitu setiap siswa mengerjakan 1 soal yang berbeda dalam lembar kerjan kelompok masing-masing. Kemudian jawaban akan dikoreksi teman satu kelompok dan didiskusikan bersama kelompok. Guru akan memberikan bantuan secara individual bagi yang
memerlukan atau kesulitan dalam berdiskusi (mengadopsi komponen Team
Study). Selanjutnya siswa membuat laporan hasil diskusi secara tertulis, secara bergantian perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
(Mengadopsi komponen Student Creative). Guru memberikan konfirmasi
kelompok. Selanjutnya guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok yang kurang berhasil (jika ada) berdasarkan hasil diskusi (mengadopsi
komponen Team Score and Team Recognition). Guru memberikan umpan balik
dan penguatan kepada siswa menganai materi yang dipelajari (mengadopsi
komponen Whole-Class Units).
c. Kegiatan Akhir
Siswa dengan dibimbing guru, menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kemudian siswa diberikan kesempatan guru untuk bertanya kembali apabila di dalam penyampaian materi masih kurang jelas. Setelah itu guru memberikan post-test berupa soal evaluasi pada siswa dan
mengawasi jalannya tes (mengadopsi komponen Fact Test). Siswa yang sudah
selesai mengerjakan mengumpulkan hasil pekerjaanya. Terakhir guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan selanjutnya dan memberikan salam penutup untuk mengakhiri pelajaran.
4.2.2.3. Deskripsi Observasi Pelaksanaan Siklus 1 Pertemuan II
4.2.2.3.1. Ketermpilan Guru dalam Pembelajaran Siklus 1 Pertemuan II
Hasil observasi keterampilan guru selama pembelajaran PKn melalui
penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia pada
Tabel 4.6
Data Keterampilan Guru Siklus 1 Pertemuan II
No. Indikator yang diamati Skor
1. Membuka pembelajaran 3
2. Menyampaikan materi pembelajaran ( Teaching Group) 3
3. Melakukan variasi dalam proses pembelajaran dan
penggunaan multimedia (Placement Test, Teams) 3
4. Membimbing siswa dalam berdiskusi dengan kelompoknya
(Team Study) 3
5. Pengkondisian kelas selama pembelajaran 3
6. Membimbing presentasi kelompok (Student Creative) 4
7. Memberikan penguatan kepada hasil pekerjaan siswa (Team
Score and Team Recognition) 3
8. Menutup pelajaran ( Whole Class units, Fact Test) 3
Jumlah total perolehan skor 25
Kategori Baik
Berdasarkan tabel yang dipaparkan dapat dilihat bahwa keterampilan guru
dalam mengelola pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted
Individualization (TAI) dengan multimedia dapat dikatakan baik. Indikator keberhasilan tersebut dapat dilihat dari jumlah skor yang diperoleh yaitu sebesar 25 dengan kategori baik (data diperjelas pada lampiran 3.2 halaman 297). Adapun setiap indikator akan diperinci sebagai berikut :
a. Membuka pembelajaran
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasaran deskriptor yang tampak yaitu guru sudah melakukan apersepsi sesuai materi yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran dan memaparkan langkah-langkah pembelajaran. Hanya ada 1 deskriptor yang tidak tampak yaitu guru
belum memberikan motivasi yang menarik pada siswa yang memunculkan semangat siswa mengikuti pembelajaran (lampiran 7 foto 11).
b. Menyampaikan materi pembelajaran ( Teaching Group)
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah menyampaikan materi sesuai dengan indikator pembelajaran dan sudah menggunakan kalimat yang mudah dipahami untuk menyampaikan materi kepada siswa. Guru sudah memberikan pertanyaan sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Akan tetapi guru belum menyampaikan materi secara sistematis ( lampiran 7 foto 13).
c. Melakukan variasi dalam proses pembelajaran dan penggunaan multimedia
(Placement Test, Teams)
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru membentuk kelompok heterogen yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berdasarkan hasil pre-test, media yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Selain itu guru sudah melakukan variasi posisi mengajar antara lain duduk di depan, berkeliling atau berdiri dibelakang. Tetapi variasi multimedia kurang menarik karena siswa yang duduk dibagian belakang tidak dapat mendengar dengan baik suara video karena suara masih pelan walaupun sdah dibantu dengan speaker (lampiran 7 foto 11 dan 12).
d. Membimbing siswa dalam berdiskusi dengan kelompoknya (Team Study)
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah mengatur tempat duduk siswa sesuai dengan
format kelompok, menjelaskan langkah-langkah diskusi secara jelas mengenai apa yang harus dilakukan siswa dan guru sudah memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi dengan mengeluarkan ide maupun tanggapan dalam berdiskusi kelompok. Akan tetapi guru lupa untuk menindaklanjuti hasil diskusi dengan membantu siswa merangkum hasil diskusi (lampiran 7 foto 14).
e. Pengkondisian kelas selama pembelajaran
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah mengelola kegiatan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan, menegur siswa yang membuat keributan dan menangani masalah yang timbul saat pembelajaran berlangsung. akan tetapi guru belum menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.
f. Membimbing presentasi kelompok (Student Creative)
Pada indikator ini guru memperoleh skor 4 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah memberikan petunjuk jalannya diskusi, mendorong terjadinya interaksi antar siswa dengan cara meminta siswa memberikan masing-masing pendapatnya, memberikan kesempatan pada semua kelompok. Guru sudah memberikan pengauatan saat ada kelompok yang presentasi (lampiran 7 foto 15).
g. Memberikan penguatan kepada hasil pekerjaan siswa (Team Score and Recognition)
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru sudah memberikan penguatan verbal dan non verbal pada siswa. Guru juga sudah memberikan penguatan secara kelompok, namun terkadang guru tidak memberi respon yang sesegera mungkin kepada siswa (lampiran 7 foto 16).
h. Menutup pelajaran (Whole Class Units, Fact Test)
Pada indikator ini guru memperoleh skor 3 berdasarkan deskriptor yang tampak yaitu guru bersama siswa membuat simpulan materi yang telah di[elajari. guru sudah melakukan penilaian/evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan memberikan post test berupa soal evaluasi kepada siswa. Setelah siswa mengerjakan soal evaluasi, guru memberikan tindak lanjut dengan menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. Akan tetapi guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran (lampiran 7 foto 17 dan 18).
Selain berasal dari lembar pengamatan keterampilan guru, data hasil pengamatan mengenai keterampilan guru dalam pembelajaran PKn melalui
penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia pada
pelaksanaan siklus 1 pertemuan II ini juga diperoleh dari hasil wawancara dengan kolaborator (data diperjelas pada lampiran 3.18 halaman 330). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan kolaborator dapat disimpulkan bahawa secara
Individualization (TAI) dengan multimedia berlangsung lebih baik dari siklus 1 Pertemuan I yaitu termasuk dalam kategori baik. Guru mampu membimbing siswa dengan baik secara personal maupun kelompok. Akan tetapi suara dalam multimedia tidak terdengar siswa yang duduk dibagian belakang karena terlalu pelan meskipun sudah dibantu dengan speaker.
4.2.2.3.2. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus 1 Pertemuan II
Hasil observasi aktivitas siswa diperoleh dari analisis data hasil pengamatan guru terhadap aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran PKn
melalui penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan
multimedia. Dimana pengamatan tesebut dilakukan dengan instrumen berupa lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar catatan lapangan. Data hasil observasi mengenai aktivitas siswa pada siklus 1 pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7
Data Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan II
No. Indikator aktivitas siswa
Jumlah siswa yang
mendapat skor Jum-lah skor Rata-rata skor 1 2 3 4 1.
Mempersiapkan diri sebelum menerima pembelajaran (emotional activities)
- 2 14 0 86 3,3
2.
Memperhatikan penjelasan dari guru (oral activities, listening activities)
- 20 6 - 58 2,2
3.
Menyerap informasi yang diberikan guru melalui media
pembelajaran (visual activities, mental activities,
listening activities, writing activities)
- 14 12 - 63 2,4
4.
Bekerjasama dalam kelompok diskusi (visual
activities, listening activities, oral activities, writing activities)
- 8 18 - 70 2,7
5.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi (oral activities, mental activities)
1 22 3 - 54 2,1
6.
Menyimpulkan materi (mental activities, oral activities, writing activities)
- 22 4 - 56 2,2
7.
Mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan evaluasi (writing activities, mental activities)
- - 14 12 90 3,5
Jumlah 477 18,3
Kategori Baik
Dari tabel 4.7 dapat dijelaskan bahwa aktivitas siswa selama pelaksanaan siklus 1 pertemuan II termasuk kategori baik. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah
rata-rata dari skor yang diperoleh yaitu sebesar 18,3 dimana angka tersebut termasuk kategori baik (data diperjelas pada lampiran 3.6 halaman 311). Perolehan skor dalam setiap indikator akan dideskripsikan sebagai berikut:
a. Mempersiapkan diri sebelum menerima pembelajaran (emotional activities)
Pada indikator mempersiapkan diri sebelum menerima pembelajaran sebanyak 2 siswa mendapat skor 2 , 14 siswa mendapat skor 3 dan 10 siswa di kelas memperoleh skor 4, sehingga diperoleh skor 86 dengan rata-rata 3,3. Deskriptor yang paling sering tampak adalah siswa datang tepat waktu dan siswa sudah menempati tempat duduk masing-masing. Sedangkan beberapa siswa lain tidak menyiapkan peralatan belajar yang hendak digunakan. Bahkan ada yang ramai saat mempersiapkan peralatan pembelajaran (lampiran 7 foto 11).
b. Memperhatikan penjelasan dari guru (oral activities, listening activities)
Pada indikator ini sebanyak 20 siswa mendapat skor 2, dan 6 siswa mendapat skor 3, sehingga diperoleh skor 58 dengan rata-rata 2,2. Deskriptor yang paling sering muncul adalah fokus dalam mendengarkan penjelasan guru dan siswa tidak mengganggu teman yang lain (lampiran 7 foto 13).
c. Menyerap informasi yang diberikan guru melalui media pembelajaran (visual
activities, mental activities, listening activities, writing activities)
Pada inidkator ini sebanyak 14 siswa mendapat skor 2 dan 12 siswa mendapat skor 3, sehingga diperoleh skor 63 dengan rata-rata 2,4. Sebagian besar siswa sudah memperhatikan saat media pembelajaran disampaikan di depan dan membaca materi dalam tayangan multimedia. Namun masih ada
beberapa siswa yang tidak mencatat materi yang dibahas dan ditayangkan melalui LCD. Selain itu masih ada siswa yang tidak tepat dalam menjawab pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan materi yang ditayangkan melaluimultimedia (lampiran 7 foto 13).
d. Bekerjasama dalam kelompok diskusi (visual activities, listening activities,
oral activities, writing activities)
Pada indikator ini sebanyak 8 siswa mendapat skor 2 dan 18 siswa lainnya mendapat skor 3., sehingga diperoleh skor 70 dengan rata-rata 2,7. Dekriptor yang paling sering tampak adalah sisiwa duduk sesuai format kelompok diskusi, dan membaca materi dari berbagai sumber sebelum menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok (lampiran 7 foto 14).
e. Mempresentasikan hasil diskusi (oral activities, mental activities)
Pada indikator ini sebanyak 1 siswa mendapat skor 1, 22 siswa mendapat skor 2 dan 3 siswa mendapat skor 3, sehingga diperoleh skor 54 dengan rata-rata 2,1. Pada indikator ini beberapa siswa aktif untuk mempesentasikan hasl diskusi di depan kelas dan jawaban siswa sesuai isi pertanyaan. Siswa ikut menanggapi hasil diskusi dari kelompok lain. Namun beberapa siswa belum mempresentasikan hasil diskusi dengan suara keras (lampiran 7 foto 15).
f. Menyimpulkan materi (mental activities, oral activities, writing activities)
Pada indikator ini sebanyak 22 siswa mendapat skor 2, dan 4 siswa mendapat skor 3 sehingga diperoleh skor 56 dengan rata-rata 2,2. Deskriptor yang paling sering tampak adalah siswa membuat kesimpulan sesuai dengan
materi pembelajaran yang telah dipelajari dan menyampaikan pendapat dalam kegiatan menyimpulkan materi pembelajaran (lampiran 7 foto 18).
g. Mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan evaluasi (writing activities,
mental activities)
Pada indikator ini sebanyak 14 siswa mendapat skor 3 dan 12 siswa mendapat skor 4 sehingga diperoleh skor 90 dengan rata-rata 3,5. Sebagian siswa ikut mengerjakan LKS dengan kelompok, mengerjakan evaluais secara mandiri da mengerjakan LKS daan evaluasi dengan sungguh-sungguh. Namun masih ada beberapa siswa yang mengerjakan LKS dan evaluasi melebihi batas waktu yang ditentukan (lampiran 7 foto 11, 14 dan 17).
Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dan didukung hasil catatan lapangan (data diperjelas pada lampiran 3.22 halaman 334) menunjukkan aktivitas siswa yang baik, ditunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui
penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia
memiliki jumlah skor 477 dengan rata-rata 18,3. Berdasarkan pemerolehan skor pada siklus I pertemuan II diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran berada pada kategori cukup. Hasil pelaksanaan pada siklus I pertemuan II ini diharapkan dapat menjadi acuan pada pelaksanaan siklus berikutnya agar dapat mencapai hasil yang memuaskan.
4.2.2.3.3. Paparan Hasil Belajar Siklus 1 Pertemuan II
a. Hasil Belajar Kognitif
Data mengenai hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari hasil nilai evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan di akhir pertemuan II pada siklus 1 yaitu
berupa post test. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hasil analisiss data mengenai hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8
Analisiss Hasil Belajar Kognitif Siswa Siklus 1 Pertemuan II
No. Keterangan Data Siklus 1
Pertemuan I
Data Siklus 1 Pertemuan II
1. Nilai terendah 40 45
2. Nilai tertinggi 80 90
3. Jumlah siswa tuntas 15 17
4. Jumlah siswa tidak tuntas 11 9
5. Persentase ketuntasan 58% 65%
6. Persentase ketidaktuntasan 42% 35%
7. Rata-rata 67 69
Tabel 4.8 merupakan perbandingan nilai hasil belajar kognitif siswa pada siklus 1 pertemuan I dengan data nilai hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan II. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan I nilai rata-rata 67 dengan nilai terendah 40, nilai tertinggi 80, persentase ketuntasan 58% dan 42% belum memperoleh nilai ketuntasan minimal. Setelah dilaksanakan siklus 1 pertemuan II nilai rata-rata menjadi 69 dengan nilai terendah 45, nilai tertinggi 90. Persentase ketuntasan 65% dan 35% belum memperoleh nilai ketuntasan minimal.
Perbandingan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan I dengan persentase hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan II akan diperjelas dengan penyajian diagram berikut ini.
Gambar 4.2 : Diagram Perbandingan Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa dari Siklus 1 Pertemuan I dengan Siklus 1 Pertemuan II Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa ada peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada siklus 1 pertemuan II dibandingkan pada siklus 1 pertemuan II. Namun, ketuntasan belajar kognitif yang telah dicapai belum memenuhi target yang diinginkan seperti yang tercantum pada indikator keberhasilan yaitu sebesar 80% dari ketuntasan belajar klasikal.
b. Hasil Belajar Afektif
Hasil belajar afektif diperoleh dari hasil observasi dari analisiss data hasil pengamatan guru terhadap karakter siswa selama mengikuti
pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted Individualization
(TAI) dengan multimedia. Dimana pengamatan tersebut dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian ketercapaian karakter bangsa. Hasil observasi mengenai karakter siswa pada siklus 1 pertemuan II dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9
Analisiss Ketercapaian Karakter Bangsa Siklus 1 Pertemuan II
No. Indikator
Jumlah siswa yang mendapat skor Jumlah perolehan skor 1 2 3 4 1. Kerjasama - 13 13 - 65 2. Tanggungjawab - 22 4 - 82 3. Percaya diri 1 22 3 - 54 Jumlah 201 Rata-rata 7,7 Baik Berdasarkan tabel dapat dilihat karakter bangsa yang diperoleh siswa mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya yaitu mendapat rata-rata skor 7,7 dengan kriteria baik (data diperjelas pada lampiran 3.10 halaman 319).
c. Hasil Belajar Psikomotor
Hasil belajar psikomotor diperoleh dari hasil analisis aktivitas siswa pada indikator mempresentasikan hasil diskusi. Degan mengacu pada indikator ini maka peneliti dapt melihat hasil belajar psikootor siswa. Hasil analisis pada indikator ini diketahui sebanyak 1 siswa mendapat skor 1, 22 siswa mendapat skor 2 dan 3 siswa mendapat skor 3, sehingga diperoleh skor 54 dengan rata-rata 2,1. Pada indikator ini beberapa siswa aktif untuk mempesentasikan hasl diskusi di depan kelas dan jawaban siswa sesuai isi pertanyaan. Siswa ikut menanggapi hasil diskusi dari kelompok lain. Namun beberapa siswa belum mempresentasikan hasil diskusi dengan suara keras. Pada siklus 1 pertemuan II sudah mengalami kenaikan hasil belajar siswa
pada aspek psikomotor karena baik dari segi kualitas maupun kuantitas mengalami peningkatan.
4.2.2.3.4. Paparan Angket Respon Siswa Siklus 1 Pertemuan II
Angket respon siswa merupakan cara guru untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan, sehingga dalam pelaksanaan pembelajarannya guru dapat melakukan perbaikan berdasarkan respon siswa. hasil analisiss angket dapat dilihat pada tabel 4.10.
Tabel 4.10
Angket Respon Siswa Siklus 1 Pertemuan II
No. Pertanyaan Siswa
Ya Tidak
1. Apakah kamu senang dengan kegiatan belajar
hari ini? 100 % 0%
2. Apakah kamu bisa emmahami materi
pelahjaran dengan lebih mudah? 100 % 0 %
3.
Apakah tulisan, gambar, suara dan video yang ditayangkan dalam kegiatan pembelajaran tadi menarik?
100 % 0 %
4. Apakah kamu senang dengan cara ibu guru
mengajar? 100% 0 %
5.
Apakah kamu mengalami kesulitan selama pembelajaran dengan model pembelajaran seperti tadi? Jika iya, kesulitan apa saja yang kalian alami?
12 % 88 %
Berdasarkan data pada tabel dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan
pembelajaran PKn melalui penerapan model Team Assisted individualization
(TAI) dengan multimedia dapat meningkatkan motivasi siswa dan mempermudah siswa dalam memahami materi sehingga siswa senang dengan pembelajaran yang dilaksanakan (data diperjelas pada lampiran 3.14 halaman 326).
4.2.2.3.5. Paparan Hasil Catatan Lapangan
Catatan lapangan berisi tentang segala kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran atau suatu gambaran rangkaian rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selma proses pembelajaran baik oleh guru maupun siswa. Pada siklus 1 pertemuan II catatan lapangan yang ditulis oleh teman sejawat menjelaskan mengenai kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran. Pada siklus 1 pertemuan II semua kegiatan pembelajaran sudah baik, dimana guru sudah membimbing siswa dalam diskusi kelompok dan guru sudah membuat simpulan materi bersama siswa (data diperjelas pada lampiran 3.22 halaman 334).
4.2.2.4. Refleksi Siklus 1 Pertemuan II
Dari analisiss hasil penelitian siklus 1 pertemuan II, diperoleh data berupa hasil observasi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada
pembelajaran dengan penerapan model Team Assisted Individualization (TAI)
dengan multimedia. Data tersebut kemudain dianalisiss kembali bersama guru kolaborator (observasi) sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya yaitu pada siklus 2.
Refleksi tindakan pada siklus 1 pertemuan II ini lebih difokuskan pada permasalahan yang muncul selama pembelajaran. Permasalahan dan keberhasilan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Suara media masih kurang terdengar siswa yang duduk di bagian belakang.
b. Guru belum menindaklanjuti hasil diskusi dengan membantu siswa
c. Ada beberapa siswa yang belum ikut bertukar pendapat dalam diskusi kelompok, namun hanya mengerjakan tugasnya saja dengan menjawab 1 soal dalam LKS.
d. Keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran PKn melalui
penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia
masuk dalam kategori baik.
e. Aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn melalui penerapan model Team
Assisted Individualization (TAI) dengan multimedia masuk dalam kategori baik.
f. Hasil tes akhir menunjukkan masih ada 35% siswa yang belum tuntas,
ketuntasan belajar hanya mencapai 65%, tetapi hal tersebut sudah meningkat dari siklus 1 pertemuan I yang menunjukkan sebanyak 42% siswa belum mengalami ketuntasan belajar.
4.2.2.5. Revisi Siklus 1 Pertemuan I
Berdasarkan permasalah yang muncul pada pelaksanaan siklus 1 pertemuan II yang telah diuraikan, maka hal yang perlu diperbaiki atau direvisi untuk pelaksanaan tindakan berikutnya adalah :
a. Guru membuat media yang menarik dan efek suara yang bisa didengar
sampai pada siswa yang duduk di bagian belakang.
b. Guru menindaklanjuti hasil diskusi kelompok dengan membantu siswa dalam
merangkum hasil diskusi
c. Guru melakukan pendekatan yang lebih intensif kepada setiap kelompok agar
d. Guru memantau siswa dan memberikan arahan saat mengerjakan evaluasi agar siswa mengerjakan dengan baik.