• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi faktor-faktor eksternal yang merupakan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) bagi pengembangan TB

Gramedia Duta Plaza

Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat dideskripsikan beberapa hal yang berkaitan dengan faktor strategis eksternal TB Gramedia Duta Plaza yang diurutkan berdasarkan rating adalah sebagai berikut :

Peluang masa mendatang untuk lingkungan eksternal makro:

1) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi oleh perusahaan

No. Dokumen : LBM/PND/11, yang mulai diperkenalkan secara internal sejak tanggal 1 September 2010 menyebutkan bahwa PT Gramedia Asri Media sebagai salah satu badan usaha yang saat ini masih diperhitungkan sebagai salah satu yang terbaik dalam bidang retail buku, juga menyadari akan situasi yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Ditunjang dengan visi misi untuk menjadi yang terdepan di Asia Tenggara, maka PT Gramedia Asri Media melakukan perbaikan dalam komponen kinerjanya. Salah satu cara yang ditempuh adalah melakukan perbaikan teknologi informasi dan komunikasi, melalui perbaikan sistem komputerisasi dari program lama Retail Business System (RBS) menuju ke program Enterprise Resource Planning (ERP) yang merupakan salah satu program komputer internasional berbasis web yang sudah diakui oleh dunia. Dengan ERP, PT Gramedia Asri Media mempunyai misi untuk mencoba meraih berbagai hal, seperti : mengembangkan sistem yang mampu meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan membangun competitive

advantage serta membangun organisasi yang solid, kuat dan terkoordinasi dalam memastikan berjalannya proses bisnis.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang ditemukan oleh Kartini (2010), bahwa teknologi informasi yang canggih merupakan salah satu peluang, karena informasi akan menyebar cepat, dimana para pengguna media informasi tersebut dapat saling bertukar informasi dengan sangat cepat. Namun, indikator ini tidak hanya teridentifikasi sebagai peluang, namun juga teridentifikasi sebagai ancaman di masa yang akan datang. Kemajuan teknologi TB Gramedia terus berkembang. Saat ini konsumen TB Gramedia sudah diperkenalkan kepada Gramedia online. Bila buku yang dicari konsumen tidak tersedia di toko buku, konsumen dapat memesan buku tersebut di Gramedia online melalui customer service support TB Gramedia di seluruh Indonesia. Sistem Gramedia online sudah terhubung dengan sistem di TB Gramedia. Hal ini menjadi ancaman bagi TB Gramedia karena konsumen tidak hanya dapat dapat mengakses Gramedia online melalui customer service support di TB Gramedia, tapi dapat langsung mengakses alamat website Gramedia online dan memesan buku melalui jaringan internet. Lambat laun, jika konsumen sudah fasih menggunakan internet dan menjadi terbiasa, maka TB Gramedia bisa saja ditinggalkan, sebab dengan Gramedia online, konsumen tidak perlu jauh-jauh pergi ke toko buku.

2) Peran penting supplier atau penerbit selaku pencetak produk

TB Gramedia merupakan salah satu unit bisnis dari Grup Kompas Gramedia yang dikenal dengan istilah GoRB (Gramedia of Retail Bussines). Selain toko buku, Kompas Gramedia juga memiliki percetakan dan penerbitan buku sendiri, yang dikenal sebagai GoBP (Gramedia of Books Publishing). Penerbitan buku terdiri atas dua kelompok besar, yaitu PT Gramedia Pustaka Utama dan PT Elex Media Komputindo yang mencetak jenis buku yang berbeda. Gramedia Pustaka Utama lebih fokus di buku dongeng anak, novel remaja dan novel dewasa, buku masakan, manajemen, psikologi, dan kesehatan, sedangkan Elex Media Komputindo lebih fokus pada buku pengetahuan anak, komik, dan buku komputer. Penerbitan inilah yang membuat posisi TB Gramedia kuat karena didukung oleh penerbitan internal. Selain penerbit dari grup sendiri, TB Gramedia juga bergantung pada penerbit dan supplier diluar penerbit Gramedia. Selain penerbit, TB Gramedia juga bekerja sama dengan supplier non penerbit, selaku distributor buku dari penerbit eksternal. Kerja sama antara TB Gramedia dengan penerbit internal maupun penerbit atau supplier eksternal berjalan dengan baik. Dengan hubungan saling ketergantungan yang terus berjalan baik, maka peran penting supplier atau penerbit merupakan peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza.

3) Pertumbuhan ekonomi regional Bali, khususnya di Kota Denpasar

Pertumbuhan ekonomi Bali di triwulan I-2013 sebesar 6,71persen, melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang

mencapai 6,94persen. Namun capaian di awal Tahun 2013 lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 6,02persen. Kuatnya pertumbuhan di awal tahun didukung oleh kondisi perekonomian yang kondusif, serta baiknya situasi bisnis di awal tahun. Hal ini menunjukkan optimisme pelaku usaha dan konsumen. Aktivitas pariwisata masih tumbuh kuat, terutama didorong wisatawan domestik sehingga mendorong kinerja subsektor hotel dan subsektor restoran ditengah melambatnya pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (Tim kajian ekonomi Bank Indonesia, 2013). Melihat tren positif pertumbuhan ekonomi sejak satu tahun terakhir, diprediksi perekonomian Bali akan terus menggeliat (Metrobali, 2013). Pertumbuhan positif dari ekonomi regional Bali merupakan peluang di masa mendatang bagi TB Gramedia Duta Plaza di Kota Denpasar. Penelitian oleh Chandrawati (2010), juga menemukan bahwa salah satu kekuatan dalam perumusan strategi Hotel Ratu di masa mendatang adalah pertumbuhan ekonomi, dengan nilai rating 3,4. Disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi Bali yang semakin membaik.

4) Kepedulian pemerintah terhadap suksesnya program pendidikan

Undang-Undang Sisdiknas telah mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, pemerintah telah menetapkan standar nasional pendidikan yang harus dipenuhi oleh setiap lembaga pendidikan di Indonesia. Hal ini tentunya memerlukan kesungguhan dan dukungan dana yang tidak sedikit. Salah

satu kewajiban pemerintah, baik itu pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten adalah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang, dan yang berhak mendapatkan pengajaran tersebut adalah tiap-tiap warga negara, sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (1) dan (2). Terkait dengan hal tersebut, pemerintah menunjukkan kesungguhannya dengan mengalokasikan dana pendidikan 20persen, melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari APBN dan APBD agar setiap sekolah, terutama sekolah negeri mampu mencapai standar nasional pendidikan, sesuai dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah peduli terhadap suksesnya program pendidikan. Salah satu contoh bentuk kepedulian pemerintah Provinsi Bali akan pendidikan adalah kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Bali yang berjalan secara baik, tertib, dan tidak ada persoalan. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali, terutama Guburnur Bali I Made Mangku Pastika, mendapat apresiasi dari Komisi X DPR atas kepedulian yang sangat tinggi terhadap pendidikan di Bali, salah satu contohnya, Pemerintah Provinsi Bali sudah mengalokasikan bantuan pendidikan bagi siswa SMU. Disaat Pemerintah Pusat belum mengalokasikan BOS untuk SMU, Pemerintah Provinsi Bali sudah memberikan dana sebesar Rp 400 ribu/siswa pertahun untuk SMU dan Rp 500 ribu /siswa pertahunnya untuk SMK, untuk SMK ditambah anggaran untuk praktek. Hal ini merupakan satu bukti bahwa pemerintah

daerah Provinsi Bali sangat peduli mendorong pendidikan nasional (The Community Cares Education, 2011). Penelitian oleh Wardhani (2005), menemukan bahwa indikator tingkat kesadaran dan keterlibatan pemerintah dalam pengembangan keterampilan dan proses pelaksanaan penanggulangan bencana, sebagai salah satu peluang masa mendatang bagi Palang Merah Indonesia Daerah Bali. Indikator ini sama artinya dengan kepedulian pemerintah terhadap suksesnya program pendidikan.

5) Tingkat keamanan yang menciptakan rasa aman dan nyaman

Tingkat keamanan dan kenyamanan dapat dilihat dari tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Bali, baik itu wisatawan mancanegara (wisman) ataupun wisatawan domestik, sebab dunia pariwisata sangat sensitif dengan kondisi keamanan dan kenyamanan daerah tujuan wisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, selama Tahun 2008 – 2012, tingkat kunjungan wisatawan (khususnya wisatawan mancanegara) ke Bali mengalami peningkatan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Desember 2012 mencapai 767,0 ribu orang atau naik 5,86persen dibandingkan jumlah wisatawan mancanegara di Bulan Desember 2011, yang sebesar 724,5 ribu orang. Jika dibandingkan dengan November 2012, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Bulan Desember 2012 naik sebesar 10,54persen (Badan Pusat Statistik, 2013). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Tahun 2012 sudah melampaui dari target 2,8 juta wisatawan. Adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan tingkat keamanan

dan kenyamanan yang sudah cukup baik. Keamanan akan menciptakan kenyamanan untuk tinggal dan beraktivitas di Bali. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aryanata (2013) dan Sucipto (2011), menemukan bahwa stabilitas kemanan di Bali merupakan peluang dalam perumusan strategi masa mendatang dalam penelitian mereka.

6) Situasi politik yang stabil

Situasi politik di Bali tergolong kondusif dan stabil. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tokoh politik yang menempatkan Bali sebagai salah satu target kampanyenya. Disadari betul posisi Bali sebagai pintu gerbang nasional, terutama dalam kaitannya dengan keamanan Indonesia. Bukan hanya untuk kepentingan pariwisata dan wisatawan mancanegara keamanan Bali menjadi acuan, namun Bali juga menjadi ukuran stabilitas dan labilitas situasi politik di Tanah air. Berangkat dari pemikiran inilah, dapat dipahami jika keberadaan Pulau Bali sebagai pusat dan tujuan wisata utama di tanah air menjadi alasan utama mengapa Bali begitu dipentingkan sebagai lahan berpolitik. Saat ini peta politik di Bali bergerak sangat dinamis. Hali ini disebabkan oleh sistem politik demokrasi telah memberikan ruang gerak kebebasan untuk mendirikan partai politik. Masyarakat sudah mulai merasakan dan menikmati kebebasan berpolitik, dan kesadaran akan perbedaan pilihan partai sudah mulai tumbuh. Namun hal ini tidak menyurutkan situasi politik yang stabil di Bali, terlihat dari terjaganya keamanan yang kondusif, sehingga Bali menjadi tuan rumah dalam event internasional, diantaranya KTT APEC dan ajang Miss World

yang diikuti oleh 131 negara dan 3.000 wartawan dari berbagai negara di dunia (Metrobali, 2012).

7) Budaya gemar membaca di Bali

Berdasarkan undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan bahwa budaya gemar membaca menjadi tanggungjawab keluarga, satuan pendidikan (sekolah), masyarakat, maupun pemerintah. Kebiasaan gemar membaca perlu ditumbuhkembangkan di semua kalangan dalam masyarakat terlebih anak-anak sejak dini. Namun kenyatannya, di tingkat ASEAN minat baca anak Indonesia relatif lebih rendah. Badan Internasional yang konsen pada evaluasi pendidikan (IAEE) dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid SD kelas IV pada 30 negara di dunia, disimpulkan bahwa Indonesia menempati posisi ke 29, diatas Negara Venezuela yang menempati posisi paling terakhir (Tribun Pontianak, 2012).

Melihat kondisi seperti ini, Gerakan Anak Indonesia bergerak dan berupaya untuk meningkatkan budaya gemar membaca sejak dini, dengan menggunakan Metode Kubaca yaitu menerapkan belajar membaca yang menyenangkan agar kedepannya anak-anak akan tumbuh menjadi masyarakat yang produktif. Pemerintahan pun menunjukkan tingkat kepedulian yang tinggi melalui pencanangan Bulan Gemar membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan sejak tanggal 14 September 1995 oleh Presiden Soeharto yang terus berlanjut sampai saat ini. Pemerintah Provinsi Bali pun menunjukkan kepeduliannya terhadap budaya gemar

membaca di Bali. Setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi Bali mengadakan kegiatan lomba bercerita tingkat SD/MI dan SMP se-Bali, berpidato tingkat SMA/SMK se-Bali, dan lomba perpustakaan tingkat desa/kelurahan se-Bali. Agar dapat dicapai hasil yang optimal upaya meningkatkan minat baca di lingkungan siswa harus dipupuk dan digiatkan secara serentak dan terpadu (Badan Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Provinsi Bali, 2012). Kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan budaya gemar membaca di Bali menjadi peluang bagi perusahaan di masa yang akan datang.

Namun, selain sebagai peluang, indikator ini juga sekaligus menjadi ancaman bagi perusahaan di masa yang akan datang. Apabila upaya pemerintah ini tidak berhasil, maka rendahnya budaya gemar membaca akan mengancam perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. 8) Perkembangan software dan hardware yang user friendly

Sistem software dan hardware yang terkait dengan informasi dan teknologi sangatlah penting bagi kinerja dan lancarnya proses bisnis di TB Gramedia Duta Plaza, karena kedua hal ini terkait erat dengan sistem komputerisasi perusahaan sebagai kunci utama berjalannya kegiatan perusahaan, baik dalam bidang manajemen, operasional ataupun administrasi. Maka dari itu software dan hardware yang user friendly sangat diperlukan, sebab tidak semua karyawan TB Gramedia adalah karyawan yang melek teknologi. Saat ini software yang digunakan pada

TB Gramedia Duta Plaza adalah : Sistem Oracle. Hardware yang digunakan adalah server ERP dan PC

9) Tingkat pertumbuhan industri, dalam hal ini industri retail toko buku Jumlah toko buku di Indonesia terus bertambah, namun belum didukung minat baca masyarakat yang tinggi, sehingga pertumbuhan industri buku belum menggembirakan. Karena itu, adanya pameran buku seperti Book Fair Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) Denpasar-Bali yang dilaksanakan di zona sekolah, Jl. Kamboja-Denpasar disambut baik penerbit untuk bisa menjual buku dengan harga terjangkau pada masyarakat. Sementara itu, Ketua Ikapi Cabang DKI Jakarta H.E Afrizal Sinaro, menyatakan rendahnya daya baca masyarakat bisa dilihat dari jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia. Selain itu, hingga saat ini untuk satu judul buku baru dicetak di kisaran 3.000 eksemplar atau 5.000 eksemplar jika buku diyakini bakal laris. Keadaan ini belum beranjak dari 10-15 tahun lalu. Hal ini bisa menggambarkan pertumbuhan minat baca masyarakat yang belum signifikan (Napitupulu, 2012). Dalam industri retail buku, hingga saat ini TB Gramedia masih menjadi market leader. Hal inilah yang menjadikan peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza untuk memenangkan persaingan hingga di masa yang akan datang.

10) Potensi belanja konsumen

Pada dasarnya, setiap individu memerlukan buku. Sejak usia balita, masuk sekolah, di dunia kerja, sampai lanjut usia, buku sangatlah penting, karena buku adalah jendela ilmu. Pertumbuhan ekonomi regional Bali

menunjukkan percepatan pertumbuhan di tahun 2012, hal ini memperlihatkan kondisi ekonomi Bali semakin baik. Membaiknya kondisi perekonomian regional Bali memberikan pengaruh positif terhadap tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat Bali. Kondisi ini menunjukkan dukungan terhadap potensi belanja konsumen dan menjadikannya peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza dimasa mendatang.

11) Tingkat pertumbuhan penduduk di Bali khususnya di Kota Denpasar yang merupakan pasar potensial perusahaan

Setiap tahun, laju pertumbuhan penduduk Bali tumbuh rata-rata 2,15persen. Maka setiap tahunnya, penduduk Bali bertambah 87.700 jiwa. Ini sebagai akibat serbuan pendatang yang mencoba mengadu nasib di Bali terus meningkat, disamping tingkat kelahiran juga bertambah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bali, jumlah penduduk Kota Denpasar di Tahun 2012 adalah 834.881 jiwa. Kota Denpasar memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Bali, dengan 6.534 jiwa per km. Padahal, idealnya setiap satu kilometer persegi, jumlah penduduk adalah 1.000 jiwa atau 40 orang per hektar (Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2012).

Penduduk Kota Denpasar merupakan pasar potensial bagi TB Gramedia Duta Plaza, karena TB Gramedia ini letaknya di Kota Denpasar. Tingginya tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduk di Bali, khususnya di Kota Denpasar, akan membuka peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza untuk berusaha memanfaatkan besarnya pasar potensial ini, sehingga jumlah

kunjungan dan nilai transaksi penjualan dapat ditingkatkan, yang muara akhirnya adalah peningkatan penjualan (omzet penjualan).

12) Kesadaran masyarakat akan haknya sebagai konsumen

Penelitian oleh Wardhani (2005) menunjukkan bahwa pengakuan masyarakat terhadap keberadaan dan peran serta Palang Merah Indonesia Daerah Bali dalam penanggulangan bencana merupakan peluang di masa yang akan datang, dengan nilai rating 3,13. Pengakuan diperlukan oleh sebuah organisasi untuk menunjukkan keberadaan dan eksistensinya di tengah masyarakat. Keberadaan Palang Merah Indonesia di Bali sudah diakui oleh masyarakat Bali dan dirasakan manfaatnya, sehingga indikator ini merupakan peluang di masa yang akan datang. Begitupun dengan sikap atau penilaian masyarakat terhadap TB Gramedia Duta Plaza. Penilaian masyarakat tentu ada yang positif dan ada yang negatif. Semua diserahkan kepada pribadi masing-masing individu. Semua sikap masyarakat ini muncul akibat kasadaran mereka akan haknya sebagai konsumen semakin tinggi, sehingga tuntutan masyarakat kepada perusahaan untuk mendapat pelayanan yang baik, mendapat penghargaan yang tinggi juga semakin tinggi. Manajemen TB Gramedia Duta Plaza berusaha menyikapi tuntutan ini dengan arif, cepat, dan tepat. Namun brand Gramedia sebagai toko buku sampai saat ini masih kuat di benak masyarakat. Hal inilah yang menjadi peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza di masa mendatang.

13) Peran penting distributor sebagai penyalur produk

Distributor adalah pihak yang menyalurkan buku dari banyak penerbit ke TB Gramedia Duta Plaza. TB Gramedia memilih berhubungan dengan pihak distributor karena penerbit-penerbit kecil seringkali mengalami kesulitan untuk mengikuti aturan dan sistem yang diterapkan oleh TB Gramedia, dan sebaliknya TB Gramedia juga kesulitan mengarahkan dan melayani begitu banyak penerbit atau penulis buku yang ada di seluruh tanah air. Maka dari itu, peran distributor sangatlah penting dalam mengatasi kesulitan ini dengan menampung para penerbit ataupun penulis buku tersebut. Dengan hadirnya distributor, TB Gramedia cukup berhubungan dengan distributor yang bersangkutan.

14) Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi oleh perusahaan

Penguasaan teknologi adalah penting bagi keberlangsungan hidup sebuah organisasi atau perusahaan. Competitive advantage yang kuat didukung oleh : (1) skills yang berorientasi pada pasar, dan (2) sumber daya perusahaan, seperti (a) sumber daya alam melimpah, (b) upah tenaga kerja rendah, (c) harga energi relatif murah, (d) teknologi yang tepat, (e) efisiensi kinerja produksi, dan (f) sistem pemasaran yang efisien (Hasan, 2008:104-105). Penguasaan teknologi informasi juga menjadi salah satu peluang dalam penelitian yang dilakukan oleh Aryanata (2013), yang menemukan bahwa penguasaan terhadap teknologi informasi di Simpang Inn Hotel Kuta Bali, memudahkan pekerjaan karyawan dan membuat kinerja perusahaan meningkat.

Tabel 5.7

Pelatihan Karyawan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2012 – 2013

No. Jadwal Peserta

Pelatihan Tutor Lokasi Pelatihan 1. September 2012 Top Management & Middle Management Team Store IT System Department PT GAM TB Gramedia Galeria Denpasar Enterprise Resource Planning (ERP) 2. September – Oktober 2012 Staff Pelaksana Team Store IT System Department PT GAM TB Gramedia Galeria Denpasar Enterprise Resource Planning (ERP) 3. Oktober 2012 Middle Management & Staff Pelaksana Team Concession Store Audit PT GAM Masing-masing toko buku Praktik 4. Januari 2013 Top Management & Middle Management (PIC Store) PPR (Pusat Pengadaan Regional) Jatim – Bali & IT System Department PT GAM TB Gramedia Duta Plaza Denpasar RDW System 5. April 2013 Middle Management (CT Store) Strategic Management Office Departement PT GAM Gedung PPR Jatim – Bali Surabaya Scorecard Online System (SCO) 6. November 2013 Middle Management (PIC Store) MDHO Jakarta TB Gramedia Galeria Bali Pendalaman RDW System Sumber : Data Primer, 2013

Note :

PT GAM = PT Gramedia Asri Media Top Management = level Store Manager Middle Management = level Superintendent

Staff Pelaksana = level cashier & store associate PIC = Pic In Charge

CT = Champion Team

TB Gramedia Duta Plaza merupakan salah satu perusahaan yang peduli terhadap penguasaan teknologi informasi dan komunikasi setiap karyawannya. Hal ini ditunjukkan dengan komitmen perusahaan untuk melatih karyawannya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 5.7.

Apabila terdapat pergantian sistem, maka akan diadakan sosialisasi dan pelatihan kantor pusat PT Gramedia Asri Media. Seluruh karyawan akan diberikan kelas khusus untuk memahami penggunaan sistem yang baru, dengan tutor kelas adalah staff dari pusat yang sudah ahli di dalam bidangnya. Untuk selanjutnya, praktek di lapangan akan didampingi selama dua minggu oleh satu staff pusat. Jika terdapat masalah dikemudian hari, maka rekan-rekan staf pusat siap membantu dengan memberikan petunjuk ataupun jalan keluar melalui email, telepon, ataupun melalui media chatting. Seriusnya perusahaan terhadap penguasaan sistem teknologi informasi dan komunikasi karyawannya membuat penguasaan teknologi informasi dan komunikasi oleh perusahaan menjadi peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza.

15) Konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan tempat berbelanja Banyak kompetitor yang bergerak di bidang bisnis yang sama dengan TB Gramedia Duta Plaza. Persaingan semakin ketat karena kemampuan bertahan masing-masing kompetitor semakin kuat. Setiap perusahaan memiliki strategi untuk tetap bertahan dan berusaha memenangkan persaingan. Hal ini merupakan peluang bagi TB Gramedia Duta Plaza

untuk terus bersemangat, menentukan alternatif strategi terbaik dalam mempertahankan posisinya sebagai market leader dalam industri retail buku dan alat tulis.

Ancaman di masa mendatang untuk lingkungan eksternal makro:

1) Tingkat pendapatan masyarakat yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Dimasa mendatang, dikhawatirkan kesenjangan pertumbuhan ekonomi semakin lebar. Buku hanya dapat dinikmati oleh golongan orang berduit, karena naiknya harga buku seiring dengan peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM), yang akan berpengaruh langsung terhadap harga buku, terkait biaya percetakan dan distribusi. Kenaikan kebutuhan pokok dan harga barang juga dapat menyebabkan masyarakat lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan primer, sedangkan buku sebagai penunjang utama pendidikan akan menjadi kebutuhan hidup yang pemenuhannya dianggap tidak terlalu penting.

2) Kepedulian masyarakat akan pentingnya pendidikan

Masyarakat di Bali, khususnya masyarakat Kota Denpasar tampaknya semakin larut dalam gaya hidup yang glamour. Rata-rata masyarakat Kota Denpasar, terutama usia remaja lebih tertarik pada lifestyle dibandingkan dengan pendidikan, dalam hal ini khususnya buku. Tampak dari menjamurnya toko-toko yang menyuguhkan kecanggihan gadget, handphone, alat elektronik, accessories, ataupun kendaraan bermotor, dan

juga pernak-perniknya. Dewasa ini fashionable memang menjadi trend di kalangan anak muda.

3) Kemampuan kompetitor yang semakin kuat

Kemampuan kompetitor industri retail buku di Bali, khususnya di Kota