• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Hasil Penelitian

4.1.1. Sejarah Umum PT. Aqua Golden Mississippi Tbk.

PT Aqua Golden Mississippi Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta notaris Tan Thong Kie, SH No. 24 tanggal 23 Pebruari 1973. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/213/22 tanggal 19 Juni 1973 serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara No. 84 tanggal 19 Oktober 1973.

Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir dengan akta notaris Lindasari Bachroem, SH No. 13 tanggal 17 Oktober 2008 dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan ini masih dalam proses pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

PT Aqua Golden Mississippi merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan dan pembotolan air minum dalam kemasan. Perusahaan ini memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. PT Aqua Golden Mississippi berkedudukan di Jakarta dan berkantor pusat di Jalan Pulo Lentut No. 3, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Pabrik Perusahaan berlokasi di Bekasi, Citeureup dan Mekarsari, Jawa Barat. Induk Perusahaan adalah PT Tirta Investama dan Induk Utama Perusahaan adalah

Groupe Danone, sebuah perusahaan yang berdiri dan berkedudukan di Perancis.

4.1.2. Sejarah Umum PT. Cahaya Kalbar Tbk.

PT Cayaha Kalbar Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Pontianak berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Februari 1968 yang dibuat di hadapan Mochamad Damiri, Notaris di Pontianak. Anggaran dasar perusahaan mengalami beberapa kali perubahan yang tertuang dalam Akta Tommy Tjoa Keng Liet, S.H. dan Mochamad Damiri, Akta-akta tersebut telah mendapat persetujuan dan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C21390.HT.01.01.TH.88. Tanggal 17 Februari 1988.

Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan, antara lain dengan Akta tanggal 18 April 1996 No. 83 yang dibuat di hadapan Ny. Siti pertiwi Henny Singgih, S.H., Notaris di Jakarta. Sesuai dengan Surat Persetujuan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) .

Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir berdasarkan akta No. 19 tanggal 20 Juni 2008 yang di buat oleh Merry Susanti Siaril, S.H., terkait dengan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan terhadap Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat No. AHU-74160.A.H.01.02 Tahun 2008 tanggal 15 Oktober 2008.

4.1.3. Sejarah Umum PT. Delta Djakarta Tbk.

PT Delta Djakarta Tbk (“Perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-Undang penanaman modal asing No. 1 tahun1967 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 11 tahun 1970 berdasarkan Akta No. 35 tanggal 15 juni 1970 dari Abdul Latief, SH, notaris di Jakarta. Akta-akta tersebut telah mendapat persetujuan dan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. J.A.5/75/9 tanggal 26 April 1971.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris no. 56 tanggal 15 Agustus 2008 dari Lindasari Bachroem, SH, notaris publik di Jakarta, dalam rangka penyesuaian Undang-undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia masih dalam proses.

Perusahaan dan pabriknya berlokasi di jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur – Jawa Barat. Sesui dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan yaitu terutama untuk memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merek “Anker”, “Carlsberg”, “San Miguel”, “Kuda putih”, dan “San Mig Light”. Perusahaan juga memproduksi dan menjual produk minuman non-alkohol dengan merek “Sodaku” dan “Soda Ice”. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri.

4.1.4. Sejarah Umum PT. Fast Food Indonesia Tbk.

PT Fast Food Indonesia (“Perusahaan“) didirikan berdasarkan Akta No.20 tanggal 19 Juni 1978 yang dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H.,

Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman melalui surat keputusan No.Y.A.5/245/12 tanggal 22 Mei 1979 dan telah didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No.4491 tanggal 1 Oktober 1979, dimuat dalam Tambahan No.682 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.90 tanggal 9 November 1979.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir No.75 tanggal 13 Juni 1997 dari Notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., notaris di Jakarta mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang disesuaikan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas No.1 tahun 1995 dan Undang-Undang Pasar Modal No.8 tahun 1995. Akta ini juga memuat perubahan nama Perusahaan dengan menambahkan kata Tbk. pada akhir nama Perusahaan untuk selanjutnya menjadi PT Fast Food Indonesia Tbk. Perusahaan bergerak di bidang makanan dan restoran. Perusahaan memulai usaha komersialnya sejak tahun 1979.

Pada tanggal 31 Maret 1993 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat sebanyak 4.462.500 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp4.462.500. Sejak tanggal 11 Mei 1993, saham Perusahaan yang telah ditawarkan kepada masyarakat telah dicatat di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2000 Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp1.000 per saham menjadi Rp.100 per saham.

4.1.5. Sejarah Umum PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma, berdasarkan akta notaris Benny Kristianto, S.H., No. 228. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dalam Surat Keputusan No. C2-2915.HT.01.01.Th’91 tanggal 12 Juli 1991, dan diumumkan dalam Berita Negara RI No.12 Tambahan No. 611 tanggal 11 Februari 1992.

Perubahan terakhir dalam Akta Notaris No. 2 mengenai perubahan Direksi dan Dewan Komisaris dan untuk memenuhi ketentuan dalam Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-179/BL/2008tanggal 14 mei 2008 mengenai Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas dan perusahaan publik, telah diterima dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-66708.A.H.01.02. Tahun 2008 tanggal 22 September 2008.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain, pembuatan mie, penggilingan tepung terigu, kemasan, jasa manajemen, serta penelitian dan pengembangan. Saat ini, Perusahaan terutama bergerak di bidang pembuatan mie dan penggilingan tepung terigu. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 27, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 76-78, Jakarta, Indonesia, sedangkan pabriknya berlokasi di berbagai tempat di pulau Jawa,

Sumatera, Kalimantan dan Suulawesi. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

4.1.6. Sejarah Umum PT. Mayora Indah Tbk.

PT Mayora Indah Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan akta No. 204 tanggal 17 Februari 1977 dari Poppy Savitri Parmanto, S.H., pengganti dari Ridwan Suselo, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/5/14 tanggal 3 Januari 1978 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39 tanggal 15 mei 1990, Tambahan No.1716.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 25 tanggal 30 Juni 2008 dari Saifudi Arif S.H., mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia no. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang industri, perdagangan serta agen/perwakilan. Saat ini Perusahaan menjalankan bidang usaha industri makanan, kembanng gula dan biscuit. Perusahaan menjual produknya di pasar lokal dan luar negeri. Perusahaann memulai usahaanya secara komersial pada bulan Mei 1978. Kantor pusat Perusahaan terletak di Gedung Mayora, Jl. Tomang Raya No. 21-23, Jakarta, sedangkan pabrik Perusahaan terletak di Tangerang dan Bekasi.

4.1.7. Sejarah Umum PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.

Induk Perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tanggal 3 Juni 1929 berdasarkan akta notaris No. 8 dari Tjeerd Dijkstra, notaris di Medan, dengan nama N.V. Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen. Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat berlokasi di Ratu Plaza Building Lantai 24, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 9, Jakarta 10270, dan pabrik berlokasi di Jl. Daan Mogot KM. 19, Tangerang 15122 dan Jl. Raya Mojosari-Pacet KM. 50, Sampang Agung, Jawa Timur.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja S.H., No.5 tanggal 5 Agustus 2008. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-61423.AB.01.02. Tahun 2008 tanggal 11 September 2008.

4.1.8. Sejarah Umum PT. Sekar Laut Tbk.

PT Sekar Laut Tbk (”Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta notaris No. 120 tanggal 19 juli 1976 dari Soetjipto, SH, notaris di Surabaya. Akta pendirian Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A.5/56/1 tanggal Maret 1978 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 87, tambahan No. 984 tanggal 30 Oktober 1987.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Noor Irawati S.H., No.96

tanggal 17 Juni 2008. Akta ini belum mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Perusahaan bergerak dalam bidang industri pembuatan kerupuk, saos tomat, sambal dan bumbu masak serta menjual produknya di dalam dan di luar negeri. Perusahaan dikontrol oleh Sekar Group. Pabrik berlokasi di jalan Jenggolo II/17 Sidoarjo, Jawa Timur, dangan jumlah karyawan masing-masing 806 dan 768 orang pada tanggal 31 Desembar 2008 dan 2007. Kantor cabang Perusahaan di Jalan Raya Darmo No. 23-25, Surabaya, Jawa Timur. 4.1.9. Sejarah Umum PT. Siantar Top Tbk.

PT Siantar Top Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 45 tanggal 12 Mei 1987 dari Ny. Endang Widjajanti, S.H., notaris di Sidoarjo dan akta perubahannya No. 64 tanggal 24 Maret 1988 dari Notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-5873.HT.01.01.Th.88 tanggal 11 Juli 1988 serta diumumkan dalam Berita Negara RI No. 104 tanggal 28 Desember 1993, Tambahan No.6226.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Dyah Ambarwati Setyoso S.H., No.48 tanggal 25 Juli 2008 mengenai Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Siantar Top Tbk. Pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas perubahan tersebut masih dalam proses.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang industri makanan

ringan, yaitu mie (snack noodle), kerupuk (crackers) dan kembang gula

(candy). Perusahaan berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur dengan Pabrik

berlokasi di Sidoarjo (Jawa Timur), Medan (Sumatera Utara) dan Bekasi (Jawa Barat). Kantor pusat Perusahaan beralamat Jl. Tambak Sawah No. 21-23 Waru Sidoarjo. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1989. Hasil produksi perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri, khususnya Asia.

4.1.10.Sejarah Umum PT. Sierad Produce Tbk.

PT. Sierad Produce Tbk. (selanjutnya disebut ”Perusahaan”) didirikan dengan akta No. 17 tanggal 16 September 1985 dari Raden Santoso, Notaris di Jakarta dan diubah dengan akta No. 27 tanggal 16 April 1986 daari notaris yang sama. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-4506.HT.01.01.TH.86 tanggal 26 Juni 1986. Anggaran perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir pada tanggal 29 September 2004.

Sesuai dengan passal 3 anggaran dasar perusahaan, ruang llingkup kegiatan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, industri pemotongan dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage, industri pakan ternak dan industri pengeringan jagung.

Perusahaan berdomisili di Bogor, Sukabumi, Tangerang, Lampung dan Sidoarjo. Hasil produksi dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan mulai berproduksi secara komersil sejak tahun 1985.

4.1.11.Sejarah Umum PT. Sinar Mas Agro Resources Tbk.

PT Sinar Mas Agro Resources Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 67 tanggal 18 juni 1962 yang dibuat oleh Raden Kadiman, S.H., notaries di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/115/3 tanggal 29 Agustus 1963 serta diumumkan dalam Berita Negara Repunlik Indonesia No. 83 tanggal 15 Oktober 1963.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 113 tanggal 29 Mei 2008 dari Linda Herawati S.H., mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia no. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-53268.A.H.01.02. Tahun 2008 tanggal 21 Agustus 2008.

Perusahaan dan anak perusahaan (Selanjutnya dinyatakan sebagai “Grup”) didirikan dan menjalankan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Grup meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan, serta bidang jasa pengelolaan dan penelitian yang berhubungan dengan usaha. Hasil produksi Grup meliputi hasil olahan kelapa sawit antara lain minyak goreng, lemak nabati dan margarin serta minyak kelapa sawit (CPO), inti sawit (PK), minyak inti sawit (PKO), cocoa buttersubstitute (CBS), fattyacids, glycerine, sabun dan produk kenasan seperti botol dan tutup botol.

4.1.12.Sejarah Umum PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 26 Januari 1990 berdasarkan akta No. 143. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Kpeutusannya No. C2-1827.HT.01.01.Th.91 tanggal 31 Mei 1991 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65, Tambahan No. 2504 tanggal 13 Agustus 1991.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui akta No. 56 tanggal 31 Januari 2008 dari Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No AHU-12476. AH. 01.02.Tahun 2008 tanggal 13 Maret 2008.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha dagang perdagangan, perindustrian, peternakan, perkebunan, pertanian, perikanan dan jasa. Pada saat ini produk perusahaan terutama adalah usaha industri mie dan perdagangan mie, khususnya mie kering dan mie instan. Perusahaan mulai beroprasi secara komersial pada tahun 1990. Hasil produksi perusahaan dipasarkan di dalam negri. Kantor pusat perusahaan beralamat di Wisma Alun Graha, Jl. Prof. Dr. Soepomo No.233 Jakarta, sedangkan pabriknya berlokasi di Sragen, Jawa Tengah.

4.1.13.Sejarah Umum PT. Tunas Baru Lampung Tbk.

PT Tunas baru Lampung Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta No. 23 tanggal 22 Desember 1973 dari Halim Kurniawan, S.H., notaris di Teluk Betung. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/233/25 tanggal 10 juli 1975 serta diumumkan dalam Berita Negara Repunlik Indonesia No. 44 tanggal 1 juni 1999, tambahan No. 3194.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 14 tanggal 19 Juni 2008 dari Ny. Kartuti Suntana Sastraprawira, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar yang disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar tersebut masih dalam proses pengurusan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup

kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang perkebunan, pertanian dan perindustrian, termasuk bertindak sebagai pedagang eksportir dan importir. Saat ini, perusahaan terutama bergerak dalam bidang produksi minyak goreng sawit, minyak goreng kelapa, minyak kelapa, minyak sawit dan sabun, serta bidang perkebunan kelapa sawit dan hibrida. Perusahaan berdomisili di Jakarta, kantor pusat perusahaan terletak di Wisma Budi, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-6, Jakarta.

4.1.14.Sejarah Umum PT. Ultra Jaya Milk Tbk.

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, selanjutnya disebut “Induk Perusahaan”, didirikan dengan Akta No. 8 tanggal 2 Nopember 1971 jo Akta Perubahan No. 71 tanggal 29 Desember 1971 yang dibuat dihadapan Komar Andasasmita, S.H., Notaris di Bandung. Akta-akta tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/34/21 tanggal 20 Januari 1973, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 34 tanggal 27 April 1973, Tambahan No. 313, dan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun 1974.

Anggaran Dasar Induk Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, termasuk perubahan terakhir yang dilakukan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan ini dilakukan dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk No. 43 tanggal 18 Juli 2008 dibuat oleh Fathiah Helmi S.H., Notaris di Jakarta, yang disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-56037.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 27 Agustus 2008.

Induk Perusahaan memiliki kantor pusat dan pabrik yang berlokasi di Jl. Raya Cimareme 131 Padalarang Kabupaten Bandung 40552. Induk Perusahaan bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman, khususnya minuman aseptik yang dikemas dalam kemasan karton yang diolah dengan teknologi UHT (Ultra High Temperature) seperti minuman

susu, minuman sari buah, minuman tradisional dan minuman kesehatan. Induk Perusahaan juga memproduksi rupa-rupa mentega, teh celup, konsentrat buah-buahan tropis, susu bubuk dan susu kental manis.

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian

Sumber data berasal dari www.idx.co.id (26/8/2010) yaitu situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan cara mendownload laporan keuangan perusahaan, dan berikut ini merupakan hasil dari rekapitulasi data yang diperoleh selama periode penelitian yang ditabulasikan dalam bentuk tabel.

4.2.1. Variabel Return On Assets (X1)

Return On Assets (ROA) merupakan ukuran kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimilki. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak.

Tabel 4.2.1. Deskripsi Variabel Return On Assets pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 sampai dengan tahun 2009

2006 2007 2008 2009 1 PT. Aqua Golden M issisip pi Tbk 6.14 7.39 8.21 6.88 2 PT. Cahaya Kalbar Tbk 5.45 4.02 4.61 8.19 3 PT. Delta Djakarta Tbk 7.50 7.99 11.99 10.81 4 PT. Fast Food Indonesia Tbk 14.25 16.29 15.96 14.07 5 PT. Indofood Sukses M akmur Tbk 4.10 3.32 2.61 3.88 6 PT. M ayora Indah Tbk 6.02 7.48 6.71 8.44 7 PT. M ulti Bintang Indonesia Tbk 12.05 13.57 23.61 29.05 8 PT. Sekar Laut Tbk 4.89 3.14 2.12 6.51 9 PT. Siantar Top Tbk 3.09 3.01 0.77 3.12 10 PT. Sierad Produce Tbk 3.68 1.64 1.97 2.00 11 PT. Sinar M as Agro Resources Tbk 11.82 12.26 10.44 5.12 12 PT. Tiga Pilar Sejahtera Food 0.04 3.06 2.82 2.06 13 PT. Tunas Baru Lampung 2.58 3.96 2.26 8.17 14 PT. Ultra Jay a M ilk Tbk 1.15 2.22 17.45 2.78 No. Nama Perusahaan

Return On Assets (X1) Periode Penelitian

Sumber: BEI diolah peneliti

Berdasarkan tabel 4.2.1. dapat dijelaskankan bahwa besarnya nilai

Return On Assets (ROA) tertinggi untuk tahun 2006 dimiliki oleh PT. Fast Food Indonesia Tbk. yaitu sebesar 14,25% sedangkan yang terendah dimiliki oleh PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk. yaitu sebesar 0,04%. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Fast Food Indonesia Tbk. lebih efektif dalam mendayagunakan

sedangkan PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk. kurang efektif dalam mendayagunakan asset-nya untuk menghasilkan laba dibandingkan 13 perusahaan lainnya.

Tinggi rendahnya Return On Assets (ROA) selain tergantung pada keputusan perusahaan dalam alokasi dana yang mereka miliki pada berbagai bentuk investasi atau aktiva yang tergantung pada tingkat efisiensi pengggunaan aktiva perusahaan juga disebabkan oleh seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan. Semakin rendah nilai aktiva atau asset jika diikuti dengan tingginya laba maka nilai ROA juga akan meningkat. Sebaliknya jika semakin besar nilai aktiva namun dikuti laba yang rendah atau bahkan rugi tentu juga akan menurunkan ROA.

4.2.2. Variabel Debt to Equity Ratio (X2)

Debt EquityRatio yaitu semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang maka semakin besar risiko yang dihadapi, dan investor akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi. Berikut ini deskripsi variabel debt equity ratio pada perusahaan food and beverage yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 :

Tabel 4.2.2. : Deskripsi Variabel Debt Equity Ratio (DER) Pada Perusahaan Food and Beverage Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006 Sampai Dengan Tahun 2009

Debt To Equity Ratio (DER) No Perusahaan

2006 2007 2008 2009

1 PT. Aqua Golden Missisippi, Tbk. 0,77 0,74 0,71 0,75 2 PT. Cahaya Kalbar, Tbk. 0,44 1,8 1,45  0,91 

3 PT. Delta Djakarta, Tbk. 0,31  0,29  0,34  0,30 

4 PT. Fast Food Indonesia, Tbk. 0,68  0,67  0,63  0,65 

5 PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. 2,13  2,62  3,11  2,68 

6 PT. Mayora Indah, Tbk. 0,58  0,73  1,32  1,12 

7 PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk. 2,08  2,14  1,73  2,09 

8 PT. Sekar Laut, Tbk. 3,03  0,90  1,00  0,79 

9 PT. Siantar Top, Tbk. 0,36  0,44  0,72  0,55 

10 PT. Sierad Produce, Tbk. 0,13  0,29  0,34  0,46 

11 PT. Sinar Mas Agro Resources, Tbk. 1,06  1,29  1,17  1,28 

12 PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk. 2,82  3,65  1,60  1,73 

13 PT. Tunas Baru Lampung, Tbk. 1,37  1,62  2,15  1,54 

14 PT. Ultra Jaya Milk, Tbk. 0,53  0,64  0,53  0,45  Sumber: BEI diolah peneliti

Berdasarkan tabel 4.2.2. dapat dijelaskankan bahwa besarnya nilai

Debt To Eqity Ratio (DER) tertinggi untuk tahun 2006 dimiliki oleh PT.

Sekar Laut Tbk. yaitu sebesar 3,03% sedangkan yang terendah dimiliki oleh PT. Sierad Produce Tbk. yaitu sebesar 0,13%. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Sekar Laut Tbk. lebih tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang maka semakin besar risiko yang dihadapi, dibandingkan 13 perusahaan lainnya, sedangkan PT. Sierad Produce Tbk. dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya lebih rendah dibandingkan 13 perusahaan lainnya.

Semakin tinggi DER menunjukkan tingginya ketergantungan permodalan perusahaan terhadap pihak luar sehingga beban perusahaan

semakin berat, hal ini menyebabkan berkurangnya minat investor terhadap saham perusahaan karena tingkat pengembaliannya semakin kecil. Jadi penggunaan hutang yang semakin besar akan mengakibatkan semakin tingginya risiko untuk tidak terbayar. Dengan pertimbangan bahwa investor biasanya menghindari risiko, maka apabila DER suatu perusahaan semakin tinggi, para investor akan menghindari saham perusahaan tersebut, akibatnya permintaan akan saham tersebut menjadi turun dan mengakibatkan harga saham turun.

4.2.3. Variabel Risiko Sistematik (X3)

Risiko Sistematik merupakan risiko yang berpengaruh terhadap semua investasi dana dan tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan cara diversifikasi. Diversifikasi adalah penyebaran, penempatan dana investasi ke dalam berbagai jenis instrumen investasi atau berbagai jenis surat berharga

Dokumen terkait