• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 Akuntan Publik yang terdapat di Surabaya. Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sumber data berasal dari jawaban kuisioner yang disebar pada 40 Akuntan Punlik yang terdapat di Surabaya, dan kuesioner tersebut terdiri dari 15 pernyataan yang dibagi menjadi 4 bagian.

Untuk memperjelas uraian di atas, maka berikut ini adalah hasil dari jawaban kuisioner untuk masing masing variabel, yaitu sebagai berikut:

1 Bagian I berkaitan dengan pernyataan mengenai “Keahlian Audit (X1

Keahlian audit adalah keahlian dalam melaksanakan tugas pemeriksaan internal dengan menerapkan standart, prosedur dan teknik pemeriksaan secara tepat sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.

)”.

Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Keahlian audit, dapat dilihat pada tabel 4.1, sebagai berikut :

Tabel. 4.1. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Keahlian Audit (X1 Item ) Jawaban Kuesioner 1 2 3 4 5

Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %

1 0 - 2 6,89 4 13,73 18 62,07 5 17,24 2 0 - 5 17,24 10 34,48 13 44,83 1 3,45 3 0 - 2 6,89 8 27,59 12 41,38 7 24,14 4 0 - 1 3,45 4 13,79 17 58,62 7 24,14 Mean - 8,62 22,4 51,72 17,24 Sumber : Lampiran. 1

Berdasarkan dari tabel 4.1 dapat diketahui bahwa nilai mean tertinggi berada pada skor 4 atau jawaban setuju yaitu sebesar 51,72% yang artinya bahwa tingkat Keahlian audit yang dimiliki oleh para auditor tersebut adalah tinggi.

2 Bagian II berkaitan dengan pernyataan mengenai “Kompetensi (X2

Kompetensi adalah sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja superior. Aspek-aspek ini mencakup sifat, motif-motif, system nilai, sikap, pengetahuan dan ketrampilan dimana kompetensi akan mengarahkan tingkah laku akan menghasilkan kinerja. Kompetensi dalam penelitian ini diukur dengan

69

pendidikan dan pengalaman yang memadai yang dimiliki akuntan publik dalam bidang auditing dan akuntansi.

Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Kompetensi, dapat dilihat pada tabel 4.2, sebagai berikut :

Tabel. 4.2. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Kompetensi (X2

Item

)

Jawaban Kuesioner

1 2 3 4 5

Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %

1 0 - 0 - 1 3,45 15 51,72 13 44,83 2 0 - 1 3,45 3 10,34 8 27,59 17 58,62 3 0 - 2 6,89 9 31,03 12 41,38 7 24,14 4 0 - 1 3,45 4 13,79 17 58,62 7 24,14 Mean - 3,45 14,65 44,83 37,93 Sumber : Lampiran. 2

Berdasarkan dari tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai mean tertinggi berada pada skor 4 atau jawaban setuju yaitu sebesar 44,83% yang artinya bahwa tingkat Kompetensi Auditor yang dimiliki oleh para auditor tersebut adalah tinggi.

3 Bagian III berkaitan dengan pernyataan mengenai “Independensi (X3

Independensi adalah sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain dan tidak tergantung oleh orang lain.

)”.

Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Kompetensi Auditor, dapat dilihat pada tabel 4.3, sebagai berikut :

Tabel. 4.3. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Independensi (X3

Item

)

Jawaban Kuesioner

1 2 3 4 5

Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %

1 15 51,72 5 17,24 7 24,14 2 6,89 0 - 2 17 58,62 7 24,14 1 3,45 3 10,34 1 3,45 3 3 10,34 2 6,89 4 13,79 16 55,17 4 13,79 4 13 44,83 12 41,38 2 6,89 2 6,89 0 Mean 41,38 22,41 12,07 19,82 4,31 Sumber : Lampiran. 3

Berdasarkan dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa nilai mean tertinggi berada pada skor 1 atau jawaban sangat tidak setuju yaitu sebesar 41,38% yang artinya bahwa tingkat Independensi yang dimiliki oleh para auditor tersebut adalah cukup.

71

4 Bagian IV berkaitan dengan pernyataan mengenai “Kualitas Audit (Y)”.

Melaksanakan audit sesuai dengan standar auditing yang meliputi standar umum, standar pekerjaan lapangan, standar pelaporan dan juga standar pengendalian mutu yang diwujudkan dengan memiliki pendidikan dan pengalaman berpraktik sebagai auditor independen.

Berdasarkan dari hasil jawaban kuesioner mengenai Kompetensi Auditor, dapat dilihat pada tabel 4.4, sebagai berikut :

Tabel. 4.4. Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai : Kualitas Audit (Y)

Item

Jawaban Kuesioner

1 2 3 4 5

Resp % Resp % Resp % Resp % Resp %

1 0 - 0 - 3 10,34 19 65,52 7 24,12

2 0 - 1 3,45 1 3,45 12 41,38 15 51,72

3 0 - 2 6,89 2 6,89 13 44,83 12 41,38

Mean 3,45 6,89 50,58 39,07

Sumber : Lampiran. 4

Berdasarkan dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa nilai mean tertinggi berada pada skor 4 atau jawaban setuju yaitu sebesar 50,58% yang

artinya bahwa kualitas audit yang dihasilkan oleh auditor indenpenden cukup baik.

4.3. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis 4.3.1. Uji Analisis Data

4.3.2. Uji Validitas, Reliabilitas, dan Normalitas 1. Uji Validitas

Dasar analisis yang digunakan yaitu jika nilai rhitung > rtabel

Berdasarkan dari hasil Uji Validitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan program SPSS.16.0, untuk masing – masing variabel, dapat dilihat pada tabel 4.5, yaitu sebagai berikut :

dan nilai r positif, maka butir atau item pertanyaan tersebut adalah valid (Ghozali, 2002 : 135)

73

Tabel. 4.5 : Hasil Uji Validitas

Dengan Program SPSS. 16.0 For Windows

Variabel Item

Nilai r hitung

r tabel Ket (Corrected Item - Total Correlation)

Keahlian Audit (X1) Butir_1 0,411

0,317

Valid

Butir_2 0,318 Valid

Butir_3 0,350 Valid

Butir_4 0,449 Valid

Kompetensi (X2) Butir_1 0,380 Valid

Butir_2 0,378 Valid

Butir_3 0,420 Valid

Butir_4 0,564 Valid

Independensi (X3) Butir_1 0,746 Valid

Butir_2 0,535 Valid

Butir_3 0,343 Valid

Butir_4 0,740 Valid

Kualitas Audit (Y) Butir_1 0,568 Valid

Butir_2 0,546 Valid

Butir_3 0,448 Valid

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa variabel rhitung>rtabel, masing- masing item pertanyaan sehingga dapat dikatakan item pertanyaan dalam 4 variabel adalah valid.

2. Uji Reliabilitas

Dasar analisis yang digunakan yaitu jika nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka butir atau item pertanyaan tersebut adalah reliabel (Ghozali, 2002 : 133)

Berdasarkan dari hasil Uji Reliabilitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan program SPSS.16.0 for windows, untuk masing – masing variabel, dapat dilihat pada tabel 4.6, yaitu sebagai berikut :

Tabel. 4.6 : Hasil Uji Reliabilitas

Dengan Program SPSS. 16.0 For Windows

Variabel Nilai Cronbach Alpha

Ket Keahlian Audit (X1) 0,658 0,60 Reliabel Kompetensi (X2) 0,621 Reliabel Independensi (X3) 0,769 Reliabel

Kualitas Audit (Y) 0,696 Reliabel

Sumber : Lampiran 5 - 8

Berdasarkan pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa besarnya nilai Cronbach Alpha pada seluruh variabel baik X1, X2, X3, dan Y lebih besar dari 0,60, dan sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, hal ini berarti bahwa item pertanyaan yang terbagi atas 4 bagian dan terdiri dari 15 item pernyataan tersebut reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

75

3. Uji Normalitas

Dasar analisis yang digunakan yaitu jika nilai signifikansi atau nilai probabilitasnya (Asymp sig (2-tailed) > 5%, maka butir atau item pertanyaan tersebut adalah berdistribusi normal(Sumarono, 2004 :40)

Berdasarkan dari hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan program SPSS.16.0 For Windows, untuk masing – masing variabel, dapat dilihat pada tabel 4.7, yaitu sebagai berikut ::

Tabel. 4.7. Hasil Uji Normalitas

Sumber : Lampiran 9

Berdasarkan pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa besarnya nilai signifikansi lebih besar dari 5%, dan sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, hal ini berarti bahwa butir atau item pertanyaan yang terbagi

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

29 ,0000000 1,08992146 ,161 ,120 -,161 ,865 ,443 N Mean Std. Deviation Normal Parameters a,b

Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

Unstandardized Residual

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

atas 4 bagian dan terdiri dari 15 item pernyataan tersebut adalah berdistribusi normal, sehingga dapat digunakan dalam penelitian.

4.4. Uji Asumsi Klasik 4.4.1. Uji Autokolerasi

Dalam penelitian ini data yang digunakan bukan data time series, sehingga untuk Uji Autokorelasi tidak dilakukan (Gujarati, 1999 : 201).

4.4.2. Uji Multikolinieritas

Identifikasi secara statistik ada atau tidaknya gejala multikolinier dapat dilakukan dengan menghitung nilai Variance Inflition Factor.

Dasar analisis yang digunakan yaitu jika nilai VIF (Variance Inflation Factor) < 10, maka hal ini berarti dalam persamaan regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau bebas Multikolinieritas (Ghozali, 2006 : 57-59)

Berdasarkan hasil Uji Multikolinieritas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS. 16.0., dapat dilihat pada tabel 4.8, sebagai berikut :

77

Tabel 4.8. Hasil Uji Multkolinieritas

Variabel VIF Keterangan

Keahlian Audit (X1) 1,151 Bebas Multikolinieritas

Kompetensi (X2) 1,098 Bebas Multikolinieritas

Independensi (X3) 1,202 Bebas Multikolinieritas

Sumber : Lampiran 10

Berdasarkan pada tabel 4.8 menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini baik X1, X2, dan X3

4.4.3. Uji Heteroskedastisitas

mempunyai nilai VIF (Variance Inflation Factor) lebih kecil dari 10, dan sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, hal ini berarti bahwa dalam persamaan regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau bebas Multikolinieritas.

Dasar analisis yang digunakan yaitu jika nilai Sig (2-tailed) > 0,05, maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas Heteroskedastisitas (Santoso, 2001 : 161)

Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS. 16.0., dapat dilihat pada tabel 4.9, sebagai berikut :

Tabel 4.9. Hasil Uji Heteroskedastisitas : Variabel Probabilitas (Sig (2 - tailed) Keterangan Keahlian Audit (X1) 0,285 Bebas Heteroskedastisitas Kompetensi (X2) 0,441 Bebas Heteroskedastisitas Independensi (X3) 0,462 Bebas Heteroskedastisitas Sumber : Lampiran 11

Berdasarkan pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini baik X1, X2, dan X3

Setelah dilakukan Uji Asumsi Klasik tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi linier dalam penelitian ini, bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut, sehingga pengambilan keputusan melalui uji F dan uji t yang akan dilakukan dalam penelitian ini tidak akan bias atau sesuai dengan tujuan penelitian.

, mempunyai nilai nilai Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05, dan sesuai dengan dasar pengambilan keputusan, hal ini berarti bahwa dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas Heteroskedastisitas.

79

Dokumen terkait