BAB III METODE PENELITIAN
4.5. Teknik Analisis Regresi Linier Berganda
Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Adapun hasil pengolahan analisis regresi linier berganda dapat dilihat berikut ini :
Tabel 4.10. Hasil Pendugaan Parameter Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients B Std. Error 1 (Constant) 7,432 2,881 Keahlian Audit (X1) 0,167 0,118 Kompetensi (X2) 0,294 0,122 Independensi (X3) -0,238 0,075 Sumber : Lampiran. 10
Berdasarkan pada 4.10. dapat diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 7,432 + 0,167 X1 + 0,294X2 - 0,238X
Dari model persamaan regresi linier tersebut di atas, dapat diinterprestasikan, sebagai berikut :
Konstanta (α)
Nilai konstanta (α) sebesar 7,432 menunjukkan bahwa, apabila variabel keahlian audit, independensi, dan kompetensi auditor konstan maka besarnya nilai pendapat audit yaitu sebesar 7,432 satuan.
Koefisien (β1) Untuk Variabel Keahlian Audit (X1
Besarnya nilai koefisien regresi (β
)
1) sebesar 0,167, nilai (β1) yang positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara kualitas audit (Y) dengan keahlian audit (X1) yang artinya jika keahlian audit (X1
Koefisien (β
) naik sebesar satu satuan, maka besarnya nilai kualitas audit (Y) akan naik sebesar 0,167 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya bersifat konstan.
2) Untuk Variabel Kompetensi (X2
Besarnya nilai koefisien regresi (β )
2) sebesar 0,294 nilai (β2) yang positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara kualitas audit (Y) dengan kompetensi (X2) yang artinya jika kompetensi (X2
Koefisien (β
) naik sebesar satu satuan, maka besarnya nilai kualitas audit (Y) akan naik sebesar 0,294 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya bersifat konstan.
3) Untuk Variabel Independensi Auditor (X3
Besarnya nilai koefisien regresi (β
)
3) sebesar -0,238, nilai (β3) yang negatif menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan arah antara kualitas
81
audit (Y) dengan independensi auditor (X3) yang artinya jika independensi auditor (X3
4.6. Uji Hipotesis
) naik sebesar satu satuan, maka besarnya nilai kualitas audit (Y) akan turun sebesar 0,238 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya bersifat konstan.
4.6.1. Uji F (Uji Kesesuaian Model)
Untuk menguji kecocokan model regresi linear berganda dan untuk mengetahui pengaruh variabel keahlian audit, kompetensi, dan independensi terhadap variabel kualitas audit dalam penelitian ini digunakan Uji F. Untuk mengetahui kecocokannya disajikan dalam tabel 4.11, sebagai berikut :
Tabel 4.11. Hasil Analisis Hubungan Kesesuaian Model
ANOVAb 41,497 3 13,832 10,396 ,000a 33,262 25 1,330 74,759 28 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), X3, X2, X1 a.
Dependent Variable: Y b.
Sumber ; Lampiran. 11
Berdasarkan pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa besarnya nilai F hitung sebesar 10,396 dengan tingkat taraf signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti model regresi yang
dihasilkan cocok guna melihat pengaruh Keahlian Audit, Independensi, dan Kompetensi Auditor terhadap Kualitas Audit.
Dari hasil pengujian juga diperoleh nilai R square yang dapat dilihat pada tabel 4.12, sebagai berikut:
Tabel. 4.12 : Koefisien Determinasi (R square / R2
Model Summaryb ,745a ,555 ,502 1,153 1,642 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson Predictors: (Constant), X3, X2, X1 a. Dependent Variable: Y b. ) Sumber : Lampiran. 12
Berdasarkan tabel 4.12 menunjukkan besarnya nilai koefisien Determinasi (R square / R2
4.6.2. Uji t
) sebesar 0,555, hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel Kualitas Audit sebesar 56% dipengaruhi oleh variabel Keahlian Audit, Independensi, dan Kompetensi Auditor, sedangkan sisanya 44% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model.
Uji t digunakan untuk menguji signifikan atau tidaknya pengaruh antara variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Mengenai analisis hubungan secara parsial yang disajikan dalam tabel 4.13 adalah sebagai berikut :
83
Tabel 4.13 : Hasil Analisis Varians Hubungan Secara Parsial
Variabel t hitung Sig Keterangan
Keahlian Audit (X1) 1,421 0,168 Tidak berpengaruh Kompetensi (X2) 2,418 0,023 Berpengaruh Independensi (X3) -3,192 0,004 Berpengaruh
Sumber : Lampiran. 10
Berdasarkan dari tabel 4.13 dapat diinterprestasikan, yaitu sebagai berikut :
1. Pengaruh Keahlian Audit (X1
Berdasarkan tabel 4.13 di atas menunjukkan besarnya nilai t ) Secara Parsial terhadap Kualitas Audit (Y)
hitung sebesar 1,421, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,168 (lebih besar dari 0,05), maka H0 diterima dan H1
2. Pengaruh Kompetensi (X
ditolak yang berarti keahlian audit secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
2
Berdasarkan tabel 4.13 di atas menunjukkan besarnya nilai t ) Secara Parsial terhadap Kualitas Audit (Y)
hitung sebesar 2,418, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,023 (lebih kecil dari 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti independensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
3. Pengaruh Independensi (X3
Berdasarkan tabel 4.13 di atas menunjukkan besarnya nilai t ) Secara Parsial terhadap Kualitas Audit (Y)
hitung sebesar 3,192, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,004 (lebih kecil dari 0,05), maka H0 ditolak dan H1
Berdasarkan hasil Uji Kesesuaian Model dan uji t dapat disimpulkan bahwa keahlian audit tidak berpengaruh secara signifikan sedangkan independensi, dan kompetensi auditor berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga hipotesis yang diajukan teruji kebenarannya.
diterima yang berarti independensi auditor secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
4.7. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dapat diketahui bahwa ada pengaruh positif antara Kompetensi, Independensi akuntan publik terhadap Kualitas Audit, yang artinya adalah setiap kenaikan yang terjadi pada setiap variabel maka akan mengakibatkan adanya kenaikan pada variabel kualitas audit.
Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya peningkatan ketiga variabel tersebut yaitu Keahlian Audit, Kompetensi, Independensi akan mengakibatkan peningkatan Kualitas Audit pada akuntan publik.
85
Berdasarkan hasil pengujian secara simultan diketahui terdapat pengaruh yang signifikan antara Keahlian Audit, Kompetensi, dan Independensi akuntan publik terhadap Kualitas Audit akuntan publik. Hal tersebut menunjukkan bahwa keahlian, kompetensi dan independensi merupakan indikator dalam penentuan kualitas audit seorang akuntan publik.
Variabel keahlian dapat diketahui besarnya nilai thitung sebesar 1,421 (lampiran 10) dengan tingkat signifikan sebesar 0,168 (lebih besar dari 0,05), sehingga Ho
Sedangkan variabel kompetensi hasil analisis dilakukan secara parsial menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pendidikan dan pengalaman yang memadai dalam bidang akuntansi dan auditing yang dimiliki oleh para akuntan publik dalam melaksanakan tugas audit.
diterima. Hal ini menunjukkan bahwa keahlian audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sehingga uji t menyatakan bahwa keahlian audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, teruji kebenarannya.
Selain itu independensi akuntan publik juga mempengaruhi kualitas audit akuntan publik. Independensi merupakan aspek yang unik bagi profesi akuntan publik. Akuntan publik tidak hanya berpihak kepada
klien saja tetapi juga kepada pihak ketiga selaku pemakai laporan keuangan klien. Hal ini sama dengan bahwa akuntan publik tidak boleh berpihak kepada kliennya, pihak ketiga, dan kepada dirinya sendiri. Para akuntan publik dikatakan independensi apabila akuntan publik tersebut memiliki cara pandang yang tidak memihak didalam pelaksanaan penguji, evaluasi hasil pemeriksanaan, dan penyusutan laporan audit. Semakin independen seorang akuntan publik maka semakin akan dapat meningkatkan kualitas audit.
4.8. Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel keahlian, kompetensi dan independensi akuntan publik terhadap kualitas audit akuntan publik. Penelitian ini berhasil mendukung penelitian yang dilakukan oleh Noryulia (2004) yang menyatakan bahwa keahlian audit, independensi dan kompetensi berhubungan dengan pelaksanaan audit yang berkualitas. Kualitas audit dapat dicapai jika auditor memiliki kompetensi yang baik dimana kompetensi tersebut terdiri dari dua dimensi yaitu pengalaman dan pengetahuan. Sedangkan menurut penelitian Christiawan (2002) juga menyatakan bahwa kualitas audit ditentukan oleh dua hal yaitu kompetensi dan independensi.
87
Penelitian ini juga mendukung teori Penentuan Tujuan yang mengasumsikan manusia sebagai individu yang berfikir (thinking individual), yang berusaha mencapai tujuan tertentu. Tujuan dapat menjadi faktor pemotivasian yang efektif baik untuk individu maupun untuk kelompok. Tidak hanya itu, teori motivasi Reinforcement yang menjelaskan peranan balasan dalam membentuk perilaku individu juga didukung oleh penelitian ini. Kedua teori tersebut memotivasi para akuntan publik agar senantiasa meningkatkan dan mempertahankan independensinya untuk memenuhi tuntutan kualitas audit atas pelaksanaan audit.
4.8.1. Implikasi
Penelitian ini menimbulkan implikasi :
1. Kualitas Auditor Independen harus memiliki Keahlian Audit, Kompetensi dan Independensi berbeda dengan auditor yang hanya memiliki salah satu karakter atau sama sekali tidak memiliki karakter tersebut.
2. Implikasi praktisnya adalah perlunya mengidentifikasi pengaruh Keahlian Audit, Kompetensi dan Independensi dalam upaya meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam proses audit, sehingga akan menghasilkan pelaksanaan audit yang berkualitas.
3. Implikasi teoristis yang diperoleh yaitu Keahlian Audit, Kompetensi, Independensi merupaka faktor penting kualitas audit.