D. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Hasil Siklus I
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan, antara lain:
1) Melakukan perizinan kepada pihak SMP PGRI 1 Batu yaitu kepada kepala sekolah dan guru mata pelajaran matematika untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut
2) Menentukan kelas yang dipilih untuk penelitian sekaligus waktu pelaksanaan.
Kelas yang dipilih adalah kelas IX-A yang semula para siswanya berasal dari kelas VIII-A. Namun akibat adanya kendala waktu saat akan dilakukan penelitian di kelas VIII sehingga pelaksanaan penelitian dilakukan ketika subjek/siswa berada di kelas IX.
3) Membuat Lembar observasi 4) Membuat RPP
5) Mempersiapkan materi ajar yaitu perpangkatan dan bentuk akar sesuai materi awal semester ganjil kelas 9
23 6) Membuat soal tes
Pada penelitian ini, indikator tentang pemahaman matematis yang digunakan mengadopsi milik Asnawati (2015). Selain berdasarkan indikator pemahaman matematis, soal posttest yang diberikan pada tiap akhir siklus juga disesuaikan dengan kriteria penalaran logis menurut Hartono (2013).
7) Mempersiapkan media yang dibutuhkan untuk penelitian daring seperti laptop, hp, grup wa
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini penelitian dilakukan secara daring dikarenakan adanya keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang membuat sekolah masih belum melaksanakan kegiatan tatap muka karena adanya himbauan protokol kesehatan.
Kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat sekaligus penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL. Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan I
Pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 7 September 2021 dengan materi pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifat bilangan berpangkat bilangan bulat positif. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa sesuai dengan RPP langkah pembelajaran pertemuan 1 (terlampir). Pada pertemuan I ini dilaksanakan secara daring melalui video conference (Zoom) dan WhatsApp grup untuk pendistribusian soal dan pengumpulan tugas/tes.
2) Pertemuan II
Pertemuan II dilaksanakan pada 9 September 2021 dengan materi pangkat nol dan pangkat negatif. Pada pertemuan II ini juga mengikuti langkah pembelajaran 2 yang terlampir pada RPP. Pada pertemuan II materi yang diberikan hanya sedikit dikarenakan pada akhir pembelajaran akan dilaksanakan tes Siklus I. Tes siklus I yang diberikan berjumlah 2 soal dengan keterangan 1 soal pemahaman matematis dan 1 soal penalaran logis.
c. Tahap Pengamatan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengamati kegiatan pembelajaran dalam penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL.
Kegiatan pembelajaran pada siklus I sudah sesuai dengan langkah-langkah
24 pembelajaran peertemuan 1 dan 2 pada RPP yang telah dibuat. Siswa sudah terlibat secara aktif dalam pembelajaran siklus I pada penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL ini.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi siklus I ini dilaksanakan pengkajian hasil pelaksanaan pembelajaran/penelitian pada siklus I yang sudah dilakukan. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini mendapat kendala yaitu koneksi internet siswa yang kurang baik sehingga proses pembelajaran sedikit terganggu.
Selain mengkaji proses pembelajaran, dalam tahap ini juga dilakukan analisis data hasil tes Siklus I yang dilakukan oleh siswa. Penerapan model pembelajaran Knisley berbasis strategi SRL membawa pengaruh baik terhadap pemahaman matematis dan penalaran logis siswa. Berikut analisis jawaban siswa dari hasil tes yang dilakukan:
1) Pemahaman Matematis
Hasil analisis jawaban siswa terhadap pemahaman matematis mendapat tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kategori tersebut disesuaikan dengan pedoman pemahaman matematis yang terdapat pada tabel 6. Berikut diambil contoh pengerjaan siswa pada soal nomor 1 (pemahaman matematis):
a) Siswa dengan kategori tinggi
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 18 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
25 Gambar 2 Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 18
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 18 memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut mampu menuliskan kembali permasalahan yang ada di soal menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri dengan benar dan tepat. Siswa tersebut juga memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Indikator kedua dipenuhi dengan menuliskan sifat-sifat bilangan berpangkat yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut dengan benar. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Siswa dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa menuliskan kecepatan air (debit) dan waktu yang dibutuhkan secara lengkap. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan sesuai apa yang diketahui dan yang ditanyakan dengan jawaban yang benar dan lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
26 Tabel 9. Skor Pemahaman Matematis Kategori Tinggi (Siswa No. 18)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 3
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 3 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
3 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
3 Total Skor 12 Skor Akhir 12/12 = 100%
Kategori Tinggi
b) Siswa dengan kategori sedang
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 11 yang memperoleh hasil skor pada kategori tingkat sedang. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 3. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 11
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 11 belum sepenuhnya memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut hanya menuliskan ulang soal dan tidak menuliskan menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri. Siswa tersebut tidak memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Siswa tidak menuliskan sifat-sifat bilangan berpangkat yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk
27 representasi matematis, siswa dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa menuliskan kecepatan air dan waktu yang dibutuhkan secara lengkap dan benar. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan sesuai apa yang diketahui dan yang ditanyakan dengan jawaban yang benar tetapi kurang lengkap pada tahap mengambil kesimpulan. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 10. Skor Pemahaman Matematis Kategori Sedang (Siswa No. 11)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 2
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 1 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
3 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
2 Total Skor 8 Skor Akhir 8/12 = 66,67%
Kategori Sedang c) Siswa dengan kategori rendah
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 16 yang memperoleh hasil skor paling rendah. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 4. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 16
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 16 tidak memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut tidak bisa menuliskan ulang permasalahan menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri. Siswa tersebut juga tidak memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Siswa tidak menuliskan sifat-sifat bilangan berpangkat yang
28 berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut dengan tepat. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis.
Siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa hanya menulis jawaban yang tidak sesuai dengan permaslahan yang disajikan. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut tidak dapat melakukan penyelesaian dari permasalahan yang disajikan. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 11. Skor Pemahaman Matematis Kategori Rendah (Siswa No. 16)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 0
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 1 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
1 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
0 Total Skor 2 Skor Akhir 2/12 = 16,67%
Kategori Rendah
Dari analisis jawaban siswa pada tes pemahaman matematis, secara keseluruhan skor yang diperoleh siswa kelas IX-A dari setiap indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Hasil Penskoran Pemahaman Matematis siswa kelas IX-A untuk Setiap Indikator pada Siklus I
No
Soal Indikator
Jumlah siswa yang
memperoleh skor Jumlah Siswa
0 1 2 3
Menyajikan konsep dalam bentuk
representasi matematis 3 10 5 14 32
Mengaplikasikan konsep atau
algoritma pemecahan masalah 1 4 13 14 32
Total 13 29 30 56 128
Skor Akhir 0 29 60 168 257/384 = 66,93%
Kategori Sedang
29 2) Penalaran Logis
Hasil analisis jawaban siswa terhadap penalaran logis mendapat tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kategori tersebut disesuaikan dengan pedoman penalaran logis yang terdapat pada tabel 8. Berikut diambil contoh pengerjaan siswa pada soal nomor 2 (penalaran logis):
a) Siswa dengan kategori tinggi
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 18 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
30 Gambar 5. Jawaban Penalaran Logis Siswa 18
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 18 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian ditanyakan berupa jumlah sel darah putih dalam satu kantung darah. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan dengan lengkap. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi. Siswa sepenuhnya melakukan penyelesaian masalah dengan benar sesuai rencana yang telah dibuat. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa dapat membuat kesimpulan atas langkah-langkah penyelesaian masalah hingga menemukan hasil akhir.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argument yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa dapat membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan. Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sesuai rencana lain yang telah dibuat dengan benar. Indikator yang ketujuh adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan. Pada tahap terakhir siswa dapat menarik kesimpulan dengan benar dan lengkap.
Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
31 Tabel 13. Skor Penalaran Logis kategori Tinggi (Siswa No. 18)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 3
Membangun dan menetapkan asumsi 3
Menilai atau menguji asumsi 3
Menetapkan generalisasi 3
Membangun argumentasi yang mendukung 3
Memeriksa atau menguji kebenaran argument 3
Menetapkan kesimpulan 3
Total Skor 21 Skor Akir 21/21 = 100%
Kategori Tinggi b) Siswa dengan kategori sedang
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 11 yang memperoleh hasil skor pada kategori sedang. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
32 Gambar 6. Jawaban Penalaran Logis Siswa 11
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 11 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian ditanyakan berupa jumlah sel darah putih dalam satu kantung darah dengan tepat. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa tidak dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi. Siswa melakukan penyelesaian masalah dengan benar namun kurang lengkap karena tidak memberi penjelasan langkah yang dilakukan. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa kurang tepat dalam membuat kesimpulan atas penyelesaian masalah hingga menemukan hasil akhir.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argument yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa tidak membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan. Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan benar meskipun tidak membuat rencana terlebih dahulu. Indikator yang ketujuh
33 adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan.
Pada tahap terakhir siswa dapat menarik kesimpulan dengan benar dan lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 14. Skor Penalaran Logis kategori Sedang (Siswa No. 11)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 3
Membangun dan menetapkan asumsi 0
Menilai atau menguji asumsi 2
Menetapkan generalisasi 2
Membangun argumentasi yang mendukung 0
Memeriksa atau menguji kebenaran argument 3
Menetapkan kesimpulan 3
Total Skor 13
Skor Akhir 13/21 = 61,9%
Kategori Sedang c) Siswa dengan kategori rendah
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 16 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 7. Jawaban Penalaran Logis Siswa 16
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 16 tidak memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa tidak dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan sehingga tidak menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah, serta yang ditanyakan berupa volume air yang dapat ditampung dalam tabung dengan tepat. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa tidak dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan. Indikator ketiga yaitu
34 menilai atau menguji asumsi. Siswa melakukan penyelesaian masalah dengan salah. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa tidak dapat membuat kesimpulan atas langkah-langkah penyelesaian masalah hingga menemukan hasil akhir yang sesuai.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argument yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa dapat membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan namun tidak dijelaskan secara detail.
Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument. Siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan sesuai rencana lain yang telah dibuat dengan benar. Indikator yang ketujuh adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan. Pada tahap terakhir siswa tidak dapat menarik kesimpulan dengan benar dan lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 15. Skor Penalaran Logis kategori Rendah (Siswa No. 16)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 1
Membangun dan menetapkan asumsi 0
Menilai atau menguji asumsi 1
Menetapkan generalisasi 1
Membangun argumentasi yang mendukung 2
Memeriksa atau menguji kebenaran argument 1
Menetapkan kesimpulan 1
Total Skor 7
Skor Akhir 7/21 = 33,3%
Kategori Rendah
Dari analisis jawaban siswa pada tes penalaran logis, secara keseluruhan skor yang diperoleh siswa kelas IX-A dari setiap indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Hasil Penskoran Penalaran Logis siswa kelas IX-A untuk Setiap Indikator pada Siklus I
No
Soal Indikator Skor
Jumlah Siswa
0 1 2 3
2 Mengumpulkan fakta 0 0 5 27 32
Membangun dan menetapkan asumsi 2 10 6 14 32
Menilai atau menguji asumsi 0 2 7 23 32
Menetapkan generalisasi 2 15 5 10 32
35 Penala
ran Logis
Membangun argumentasi yang
mendukung 7 5 11 9 32
Memeriksa atau menguji kebenaran
argument 3 10 9 10 32
Menetapkan kesimpulan 3 10 7 12 32
Total 17 52 50 105 224
Skor Akhir 0 52 100 315 467/672 = 69,49%
Kategori Sedang
Refleksi hasil pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut:
a. Penerapan model pembelajaran Knisley berbasis Self Regulation Learning sudah berjalan dengan baik
b. Siswa mengerjakan soal tes dengan baik
c. Pengumpulan hasil pengerjaan tes melalui WA yang dilakukan siswa sudah tepat waktu
2. Deskripsi Hasil Siklus II