D. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Deskripsi Hasil Siklus II
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan, antara lain:
1) Mempersiapkan materi ajar 2) Membuat soal tes
Pada penelitian ini, indikator tentang pemahaman matematis yang digunakan mengadopsi milik Asnawati (2015). Selain berdasarkan indikator pemahaman matematis, soal posttest yang diberikan pada tiap akhir siklus juga disesuaikan dengan kriteria penalaran logis menurut Hartono (2013).
3) Mempersiapkan media yang dibutuhkan untuk penelitian daring seperti laptop, hp, grup wa
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini penelitian dilakukan secara daring dikarenakan adanya keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang membuat sekolah masih belum melaksanakan kegiatan tatap muka karena adanya himbauan protokol kesehatan.
Kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat sekaligus penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL. Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut:
36 1) Pertemuan III
Pertemuan III dilaksanakan pada tanggal 14 September 2021 dengan materi bentuk akar dan sifat-sifat bentuk akar. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa sesuai dengan RPP langkah pembelajaran pertemuan 3 (terlampir). Pada pertemuan III ini dilaksanakan secara daring melalui video conference (Zoom) dan WhatsApp grup untuk pendistribusian soal dan pengumpulan tugas/tes.
2) Pertemuan IV
Pertemuan IV dilaksanakan pada 16 September 2021 dengan materi merasionalkan bentuk akar. Pada pertemuan IV ini juga mengikuti langkah pembelajaran 4 yang terlampir pada RPP. Pada pertemuan IV materi yang diberikan hanya sedikit dikarenakan pada akhir pembelajaran akan dilaksanakan tes Siklus II. Tes siklus II yang diberikan berjumlah 2 soal dengan keterangan 1 soal pemahaman matematis dan 1 soal penalaran logis.
c. Tahap Pengamatan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengamati kegiatan pembelajaran dalam penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL. Kegiatan pembelajaran pada siklus II sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran pertemuan 3 dan 4 pada RPP yang telah dibuat. Siswa sudah terlibat secara aktif dalam pembelajaran siklus II pada penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL ini.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi siklus II ini dilaksanakan pengkajian hasil pelaksanaan pembelajaran/penelitian pada siklus II yang sudah dilakukan. Selain mengkaji proses pembelajaran, dalam tahap ini juga dilakukan analisis data hasil tes Siklus II yang dilakukan oleh siswa. Penerapan model pembelajaran Knisley berbasis strategi SRL membawa pengaruh baik terhadap pemahaman matematis dan penalaran logis siswa. Berikut analisis jawaban siswa dari hasil tes yang dilakukan:
1) Pemahaman Matematis
Hasil analisis jawaban siswa terhadap pemahaman matematis mendapat tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kategori tersebut disesuaikan
37 dengan pedoman pemahaman matematis yang terdapat pada tabel 6. Berikut diambil contoh pengerjaan siswa pada soal nomor 1 (pemahaman matematis):
a) Siswa dengan kategori tinggi
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 18 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 8. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 18
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 18 memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut mampu menuliskan kembali permasalahan yang ada di soal menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri dengan benar dan tepat. Siswa tersebut juga memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu dengan menuliskan sifat-sifat bentuk akar yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut dengan benar. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Siswa dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa menuliskan panjang dan lebar sebidang tanah secara lengkap. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan sesuai apa yang diketahui dan yang ditanyakan dengan jawaban yang benar dan lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
38 Tabel 17. Skor Pemahaman Matematis Kategori Tinggi (Siswa No. 18)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 3
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 3 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
3 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
3 Total Skor 12 Skor Akhir 12/12 = 100%
Kategori Tinggi b) Siswa dengan kategori sedang
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 6 yang memperoleh hasil skor pada kategori tingkat sedang. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 9. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 6
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 6 memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut menuliskan kembali permaslahan yang disajikan menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri. Siswa tersebut tidak memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Siswa tidak menuliskan sifat-sifat bentuk akar yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Siswa dapat menuliskan apa
39 yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan.
Siswa menuliskan kecepatan air dan waktu yang dibutuhkan namun kurang tepat dan lengkap. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan sesuai apa yang diketahui dan yang ditanyakan dengan jawaban yang benar tetapi kurang lengkap pada tahap mengambil kesimpulan. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 18. Skor Pemahaman Matematis Kategori Sedang (Siswa No. 6)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 3
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 1 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
2 Mengaplikasikan konsep atau algoritma penyelesaian
masalah
2
Total Skor 8
Skor Akhir 8/12 = 66,67%
Kategori Sedang c) Siswa dengan kategori rendah
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 16 yang memperoleh hasil skor paling rendah. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 10. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 16
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 16 tidak memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut tidak bisa menuliskan ulang permasalahan menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri. Siswa tersebut juga tidak memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Siswa tidak menuliskan sifat-sifat bentuk akar yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut dengan tepat. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau
40 algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut tidak dapat melakukan penyelesaian dari permasalahan yang disajikan dan hanya menulis hasil akhir dari penyelesaian masalah. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 19. Skor Pemahaman Matematis Kategori Rendah (Siswa No. 16)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 0
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 0 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
0 Mengaplikasikan konsep atau algoritma penyelesaian
masalah
1
Total Skor 1
Skor Akhir 1/12 = 8,33%
Kategori Rendah
Dari analisis jawaban siswa pada tes pemahaman matematis, secara keseluruhan skor yang diperoleh siswa kelas IX-A dari setiap indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 20. Hasil Penskoran Pemahaman Matematis siswa kelas IX-A untuk Setiap Indikator pada Siklus II
No
Soal Indikator
Jumlah siswa yang
memperoleh skor Jumlah Siswa
0 1 2 3
Menyajikan konsep dalam bentuk
representasi matematis 5 10 5 12 32
Mengaplikasikan konsep atau
algoritma pemecahan masalah 2 5 13 12 32
Total 18 32 30 48 128
Skor Akhir 0 32 60 144 236/384 = 61,46%
Kategori Sedang
2) Penalaran Logis
Hasil analisis jawaban siswa terhadap penalaran logis mendapat tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kategori tersebut disesuaikan dengan pedoman penalaran logis yang terdapat pada tabel 8. Berikut diambil contoh pengerjaan siswa pada soal nomor 2 (penalaran logis):
41 a) Siswa dengan kategori tinggi
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 18 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 11. Jawaban Penalaran Logis Siswa 18
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 18 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian yang ditanyakan berupa jumlah sel darah putih dalam satu kantung darah. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan dengan lengkap. Indikator ketiga yaitu menilai
42 atau menguji asumsi. Siswa sepenuhnya melakukan penyelesaian masalah dengan benar sesuai rencana yang telah dibuat. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa dapat membuat kesimpulan atas langkah-langkah penyelesaian masalah hingga menemukan hasil akhir.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argumen yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa dapat membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan. Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sesuai rencana lain yang telah dibuat dengan benar. Indikator yang ketujuh adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan. Pada tahap terakhir siswa dapat menarik kesimpulan dengan benar dan lengkap.
Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 21. Skor Penalaran Logis kategori Tinggi (Siswa No. 18)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 3
Membangun dan menetapkan asumsi 3
Menilai atau menguji asumsi 3
Menetapkan generalisasi 3
Membangun argumentasi yang mendukung 3 Memeriksa atau menguji kebenaran argument 3
Menetapkan kesimpulan 3
Total Skor 21 Skor Akhir 21/21 = 100%
Kategori Tinggi
b) Siswa dengan kategori sedang
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 11 yang memperoleh hasil skor pada kategori sedang. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
43 Gambar 12. Jawaban Penalaran Logis Siswa 11
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 11 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian yang ditanyakan berupa diameter dan tinggi tabung dengan tepat. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi. Siswa melakukan penyelesaian masalah dengan benar dan sesuai rencana yang dibuat. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi, siswa tidak bisa membuat kesimpulan dengan benar dan tepat.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argument yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan namun kurang detail. Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument, siswa tidak dapat menyelesaikan
44 permasalahan. Indikator yang ketujuh adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan. Pada tahap terakhir siswa dapat menarik kesimpulan dengan benar namun kurang lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 22. Skor Penalaran Logis kategori Sedang (Siswa No. 6)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 3
Membangun dan menetapkan asumsi 3
Menilai atau menguji asumsi 3
Menetapkan generalisasi 1
Membangun argumentasi yang mendukung 2 Memeriksa atau menguji kebenaran argument 1
Menetapkan kesimpulan 2
Total Skor 15 Skor Akhir 15/21 = 71,43%
Kategori Sedang c) Siswa dengan kategori rendah
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 16 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 13. Jawaban Penalaran Logis Siswa 16
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 16 tidak memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa tidak dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan. Siswa tidak menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah, serta yang ditanyakan berupa volume air yang dapat ditampung dalam tabung dengan tepat. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan namun kurang
45 lengkap. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi, siswa melakukan penyelesaian masalah dengan salah. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa dapat membuat kesimpulan atas langkah-langkah penyelesaian masalah hingga menemukan hasil akhir yang sesuai namun kurang tepat.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argument yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa tidak dapat membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan hanya memberikan pernyataan ada cara lain untuk menyelesaikan. Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument, siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan sesuai rencana lain. Indikator yang ketujuh adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan. Pada tahap terakhir siswa tidak dapat menarik kesimpulan dengan benar dan lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 23. Skor Penalaran Logis kategori Rendah (Siswa No. 16)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 1
Membangun dan menetapkan asumsi 2
Menilai atau menguji asumsi 1
Menetapkan generalisasi 2
Membangun argumentasi yang mendukung 1 Memeriksa atau menguji kebenaran argument 0
Menetapkan kesimpulan 0
Total Skor 7 Skor Akhir 7/21 = 33,3%
Kategori Rendah
Dari analisis jawaban siswa pada tes penalaran logis, secara keseluruhan skor yang diperoleh siswa kelas IX-A dari setiap indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 24. Hasil Penskoran Penalaran Logis siswa kelas IX-A untuk Setiap Indikator pada Siklus II
No
Soal Indikator Skor
Jumlah Siswa
0 1 2 3
2 Mengumpulkan fakta 0 0 4 28 32
Membangun dan menetapkan asumsi 2 8 7 15 32
Menilai atau menguji asumsi 1 2 7 22 32
Menetapkan generalisasi 2 10 9 11 32
46 Penala
ran Logis
Membangun argumentasi yang
mendukung 5 7 12 8 32
Memeriksa atau menguji kebenaran
argument 4 9 10 9 32
Menetapkan kesimpulan 3 7 12 10 32
Total 17 43 61 103 224
Skor Akhir 0 43 122 309 474/672 = 70,54%
Kategori Sedang
Refleksi hasil pembelajaran siklus II adalah sebagai berikut:
1) Penerapan model pembelajaran Knisley berbasis Self Regulation Learning sudah berjalan dengan baik
2) Siswa mengerjakan soal tes dengan baik
3) Pengumpulan hasil pengerjaan tes melalui WA yang dilakukan siswa sudah tepat waktu
4) Penelitian tindakan kelas dinyatakan berhasil karena sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu adanya peningkatan pemahaman matematis dan penalaran logis siswa dari siklus yang dilaksanakan
Hasil dari pelaksanaan tes siklus I dan siklus II diperoleh suatu informasi terhadap rata-rata pemahaman matematis dan penalaran logis siswa kelas IX-A SMP PGRI 1 Batu yang disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 25. Hasil Rata-rata Tes Kelas IX-A
Aspek
Siklus
I II
Skor Kategori Skor Kategori Pemahaman Matematis 66,93% Sedang 61,46% Sedang Penalaran Logis 69,49% Sedang 70,54% Sedang
Pembahasan
Pada penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematis dan penalaran logis siswa diperoleh data hasil tes pada siklus I dan siklus II seperti pada diagram batang berikut:
47 Dari diagram tersebut diketahui bahwa jumlah siswa ada 32 siswa.
Pelaksanaan tes pemahaman matematis pada siklus I diperoleh bahwa siswa yang mampu mencapai kategori tinggi sebanyak 13 siswa. Kemudian siswa yang mempunyai kategori sedang sebanyak 4 siswa. Siswa yang berada dikategori rendah sejumlah 15 siswa. Rata-rata kelas pada pemahaman matematis siklus I diperoleh 66,93%. Rata-rata tersebut masuk kedalam kategori sedang (Nursaadah &
Amelia, 2018). Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan skor jika dibandingkan dengan tahap observasi awal sesuai penelitian Asnawati (2015).
Adanya peningkatan skor siswa pada pemahaman matematis juga sesuai dengan penelitian Sari (2016). Materi yang digunakan pada tes tersebut adalah perpangkatan.
Indikator dominan yang dicapai siwa pada pemahamana matematis siklus I ini adalah menyatakan ulang sebuah konsep. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Aditya (2012) yang menyatakan bahwa siswa dominan mencapi indikator menyatakan ulang sebuah konsep. Secara keseluruhan, siswa sudah mampu menuliskan kembali permaslaahan menggunakan pemahaman dan bahasa sendiri.
Kemudian diikuti oleh indikator mengaplikasikan konsep atau pemecahan masalah.
Siswa dapat menyelesaikan soal dengan benar. Selanjutnya diikuti indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Sebagian siswa sudah bisa menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan. Namun masih banyak siswa yang hanya langsung menyelesaikan soal tanpa menuliskan apa yang
13
10
4
7
15 15
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Siklus I Siklus II
Jumlah Siswa
Siklus
Pemahaman Matematis
Tinggi Sedang Rendah
48 diketahui dan ditanyakan terlebih dahulu. Indikator mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu masih belum mampu dicapai oleh sebagian besar siswa.
Pemahaman matematis siswa pada siklus II mengalami sedikit penurunan.
Pada siklus II ini siswa yang berada dikategori tinggi turun hanya menjadi 10 siswa.
Kemudian pada kategori sedang mengalami peningkatan jumlah siswa menjadi 7 siswa. Sedangkan yang berada dikategori rendah masih tetap sejumlah 15 siswa.
Rata-rata kelas IX-A terhadap pemahaman matematis siklus II yaitu 61,46% berada di kategori yang tetap yaitu sedang. Pada siklus II rata-rata kelas mengalami penurunan sebesar 5,47% jika dibandingkan dengan siklus I. hal tersebut kemungkinan diakibatkan oleh siswa yang kurang memahami materi yang diberikan pada tes yaitu bentuk akar.
Pada siklus II ini, indikator pemahaman matematis yang dominan adalah mengaplikasikan konsep atau pemecahan masalah. Siswa mampu menyelesaikan permasalahan dengan benar. Kemudian diikuti indikator menyatakan ulang sebuah konsep.
Sebagian siswa sudah mampu menyatakan permasalahan yang disajikan menggunakan bahasanya sendiri. Selanjutnya adalah indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Sebagian siswa sudah bisa menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal. Namun masih banyak juga yang belum memahaminya. Indikator yang paling sukar dicapai oleh siswa adalah mengklasifikasi objek menurut sifat tertentu.
Yaitu siswa tidak bisa menuliskan sifat-sifat bentuk akar yang berlaku pada soal.
Selanjutnya disajikan hasil perbandingan tes penalaran logis siswa dari hasil siklus I dan siklus II melalui diagram berikut:
13
15
10
7
9 10
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Siklus I SiklusII
Jumlah siswa
Siklus
Penalaran Logis
Tinggi Sedang Rendah
49 Dari diagram perbandingan penalaran logis diatas dapat diketahui bahwa jumlah siswa pada siklus I yang berada dikategori tinggi sebanyak 13 siswa.
Kemudian pada kategori sedang sebanyak 10 siswa. Sedangkan untuk kategori rendah sebnayak 9 siswa. Rata-rata kelas IX-A pada penalaran logis siklus I sebesar 69,49%. Kelas tersebut berada dikategori sedang. Siswa sudah mulai memahami cara menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan indikator penalaran logis (Lanani, 2015).
Hasil analisis data terhadap indikator penalaran logis siswa diperoleh bahwa indikator paling dominan yang dimiliki siswa adalah mengumpulkan fakta. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Hartono (2013) yang menyatakan bahwa indikator mengumpulkan fakta paling banyak dicapai siswa. Kemudian diikuti indikator membangun dan menetapkan asumsi, serta menilai atau menguji asumsi. Siswa masih belum bisa memenuhi ketercapaian indikator menetapkan generalisasi, membangun argumentasi yang mendukung, memeriksa atau menguji kebenaran, serta menetapkan kesimpulan.
Pada siklus II, jumlah siswa yang memperoleh kategori tinggi pada penalaran logis ada 15 siswa. Siswa yang berada di kategori sedang ada 7 siswa.
Sedangkan siswa yang berada di kategori rendah sebanyak 10 siswa. Hasil rata-rata kelas IX-A pada tes penalaran logis siklus II ini berada di kategori sedang dengan skor 70,54%. Hasil rata-rata siklus II jika dibandingkan dengan siklus I mengalami peningkatan sebesar 1,05%. Untuk ketercapaian indikator oleh siswa masih sama dengan siklus I.
E. KESIMPULAN DAN SARAN