HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Deskripsi Hasil Siklus II
Hasil kegiatan penelitian pada siklus II sebagai tindak lanjut hasil refleksi siklus I tentang peningkatan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, diklasifikasikan empat bagian, yaitu: hasil observasi aktivitas mengajar guru, aktivitas belajar siswa, hasil tes keterampilan menulis berita bahasa Indonesia, dan refleksi.
a. Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru
Hasil observasi terhadap proses pembelajaran bahasa Indonesia dalam bentuk menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, diuraikan sebagai berikut:
1) Kegiatan awal
a) Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa yang dilakukan dengan baik pada setiap pertemuan (pertemuan I, II, dan III).
b) Guru melakukan apersepsi dengan baik pada setiap pertemuan.
c) Guru memotivasi siswa dengan baik pada setiap pertemuan.
d) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada setiap pertemuan dengan baik.
2) Kegiatan inti
a) Guru menjelaskan materi menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam kategori baik setiap pertemuan karena materi disajikan secara jelas dan sistematis, dan waktu memadai.
b) Guru melatih siswa secara individu menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam kategori pada pertemuan I, II, dan III, karena siswa diwajibkan secara individu menulis berita berdasarkan tema yang diberikan pada setiap pertemuan.
c) Menugaskan siswa membacakan berita yang telah ditulis dalam kategori baik pada setiap pertemuan karena memberi kesempatan semua siswa membacakan hasil kerjanya karena terbatasnya waktu sehingga tidak semua siswa mendapat kesempatan, sementara siswa sangat antusias membacakan hasil kerjanya.
d) Tanya jawab materi menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam kategori cukup pada setiap pertemuan (pertemuan I, II, dan III) karena sebagian besar siswa aktif bertanya jawab baik dengan sesama siswa maupun guru.
3) Kegiatan inti
a) Membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran dalam kategori baik pada setiap pertemuan guru berupaya mengoptimalkan partisipasi siswa dalam menyimpulkan materi pelajaran tentang menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
b) Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru pada setiap pertemuan untuk memantapkan pengetahuan siswa tentang materi yang telah diajarkan.
c) Guru mengakhiri pelajaran dengan salam yang dilakukan dengan baik pada setiap pertemuan.
Hasil observasi di atas menunjukkan bahwa langkah-langkah metode latihan pada hakikatnya telah diterapkan dengan baik sehingga mendukung peningkatan partisipasi siswa dalam belajar sekaligus keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Kondisi tersebut juga didukung oleh adanya pemberian motivasi dan penguatan terhadap siswa yang mampu menulis berita dengan baik dan membacakan hasil kerjanya sehingga mendukung peningkatan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
b. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa
Hasil observasi aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.5. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II
No Aspek yang Diamati Pertemuan .... Rata-rata
Persentase I II III
1. Aktif memperhatikan penjelasan guru
38 38 38 38 100
2. Aktif melakukan latihan menulis berita
38 38 38 38 100
3. Aktif bertanya jawab dengan teman tentang materi menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA
24 27 31 27 71,05
4. Aktif bertanya jawab dengan guru 10 14 17 14 36,84 5. Aktif menyimpulkan materi
pelajaran
38 38 38 38 100
Sumber: Hasil observasi siklus II
Hasil observasi tersebut memberi gambaran bahwa siswa pada umumnya aktif mengikuti pelajaran bahasa Indonesia aspek menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan dari awal hingga akhir pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari tingginya keaktifan siswa menyimak penjelasan guru, melakukan latihan menulis berita, bertanya jawab, dan menyimpulkan materi pelajaran sehingga mempengaruhi tingginya keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
c. Hasil Tes Menulis Berita
Rekapitulasi nilai keterampilan menulis berita dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan hasil tes siklus II, disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.6. Rekapitulasi Nilai Keterampilan Menulis Berita Siklus II
Aspek-aspek yang dianalisis Nilai
Subjek penelitian 38
Nilai ideal 100
Nilai Tertinggi 90
Nilai Terendah 60
Nilai rata-rata 75,53
Jumlah Nilai 2870
Rentang Nilai (Range) 30
Sumber: Hasil analisis hasil belajar siswa siklus II
Tabel 4.6 tersebut memberi gambaran bahwa nilai keterampilan menulis berita pada siklus II yaitu rata-rata 75,53, nilai tertinggi adalah 90 sementara nilai ideal adalah 100, dan nilai terendah 60 sehingga rentang nilai yaitu 30. Dari 38 subjek penelitian, jumlah nilai adalah 2870. Hal ini memberi gambaran bahwa keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota makassar pada umumnya tinggi.
Gambaran hasil tes keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui penerapan metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, disajikan pada tabel 4.7 berikut ini.
Tabel 4.7. Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA Melalui Metode Latihan pada Siklus II
Interval Keterampilan Menulis Berita Frekuensi Persentase
80 – 100 Baik sekali 16 43,10
70 – 79 Baik 19 50,00
60 – 69 Cukup 3 7,90
50 – 59 Rendah 0 0
49 Sangat rendah 0 0
J u m l a h 38 100,00
Sumber: Hasil tes siklus II
Tabel 4.7 tersebut memberi gambaran bahwa dari 38 subjek penelitian, terdapat 19 siswa atau 50,00 persen memiliki keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada kategori baik, disusul kategori baik sekali sebanyak 16 siswa atau 43,10 persen, dan kategori cukup sebanyak 3 siswa atau 7,90 persen.
Sesuai dengan nilai rata-rata keterampilan menulis berita teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar yaitu sebesar 75,53, di mana nilai rata-rata tersebut berada pada interval 70 – 79 berarti baik.
Ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar dalam pembelajaran menulis berita dnegan teknik ADIKSIMBA berdasarkan hasil tes siklus II, disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.8. Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus II
Standar KKM Ketuntasan Belajar Frekuensi Persentase
70 Tuntas 35 92,11
< 70 Tidak tuntas 3 7,89
J u m l a h 38 100,00
Sumber: Hasil tes siklus II
Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar pada siklus II, yaitu tuntas belajarnya sebanyak 35 siswa atau 92,11 persen berdasarkan standar KKM 70, sedangkan tidak tuntas belajarnya hanya 3 siswa atau 7,89 persen. Hal ini berarti sebagian besar siswa tuntas belajarnya dan telah mencapai kriteia ketuntasan belajar yang ditetapkan, yaitu minimal 85 persen dari 38 subjek penelitian.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, tampak bahwa keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA yaitu rata-rata baik mencapai 50,00 persen. Dari 38 siswa, terdapat 92,11 persen tuntas belajarnya sehingga telah mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan. Dibandingkan siklus I, siswa tuntas belajarnya hanya 50,00 persen dan berada pada kategori cukup. Hal ini berarti keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA mengalami peningkatan pada siklus II dibandingkan hasil siklus I. Demikian pula telah mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan berdasarkan standar KKM 70.
Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi
Pembangunan Kota Makassar, tampak bahwa semua aktif mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran bahasa Indonesia. Demikian pula langkah-langkah metode latihan telah diterapkan dengan baik sehingga menunjang aktivitas belajar dan kemampuan belajar siswa, berupa keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
Berdasarkan analisis di atas, maka hipotesis tindakan yaitu: jika metode latihan diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, maka keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar akan meningkat, diterima. Artinya, upaya meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia berhasil. Dengan kata lain, metode latihan menulis berita efektif diterapkan untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar.
B. Pembahasan
Salah satu aspek keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang penting dimiliki siswa adalah keterampilan menulis berupa menulis berita. Keterampilan menulis berita dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menulis ide-idenya secara terstruktur, memiliki alur kalimat yang benar sehingga mengandung makna atau kesamaan pemahaman antara penulis dengan pembaca dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan.
Siklus I, keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar melalui metode latihan yaitu dalam kategori cukup sebesar 44,74 persen dengan rata-rata 66,58. Dari 38 siswa, tuntas belajarnya hanya 50,00 persen sehingga belum tuntas belajarnya juga 19 siswa atau 50,00 persen sehingga belum mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan. Hal ini berarti pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia tentang menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan harus dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Hasil observasi menunjukkan bahwa langkah-langkah metode latihan belum diterapkan secara maksimal sehingga mempengaruhi partisipasi atau aktivitas belajar siswa mengikuti pelajaran bahasa Indonesia dalam belajar menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Selama proses pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar pada setiap pertemuan, guru masih kurang maksimal memotivasi siswa, kurang optimal membimbing siswa secara individu, serta kurang mengarahkan siswa untuk bekerjasama dalam menulis berita.
Demikian pula sebagian siswa masih kurang aktif mengikuti pelajaran, berupa:
memperhatikan penjelasan guru, melakukan latihan, bertanya jawab dengan teman dan guru, serta menyimpulkan materi pelajaran.
Berkaitan dengan hal di atas, maka harus dilakukan perbaikan pada siklus II sebagai upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Indonesia aspek menulis berita dan keterampilan menulis berita teknik ADIKSIMBA. Hal-hal yang perlu dilakukan yaitu: lebih memotivasi, membimbing, dan mengarahkan siswa untuk bekerjasama dengan temannya menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA sehingga dapat saling bertukar pikiran menulis berita.
Siklus II, keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar melalui metode latihan yaitu kategori baik sebesar 50,00 persen dengan rata-rata 75,53. Dari 38 siswa, tuntas belajarnya sebanyak 35 siswa atau 92,11 persen sehingga telah mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan. Hal ini berarti pelaksanaan pembelajaran hanya sampai pada siklus II. Hasil observasi menunjukkan bahwa langkah-langkah metode latihan dari awal hingga akhir pembelajaran telah diterapkan secara maksimal sehingga mempengaruhi tingginya tingkat partisipasi atau aktivitas belajar siswa mengikuti pelajaran bahasa Indonesia dalam belajar menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa metode latihan sangat baik diterapkan untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Hal ini relevan dengan pendapat Roestiyah (2001) bahwa metode latihan dapat meningkatkan kemampuan siswa, baik aspek motorik maupun kemampuan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari sebelumnya. Jadi, metode latihan efektif atau sangat baik digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita pada pelajaran bahasa Indonesia.
BAB V