• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterampilan Menulis Berita

Dalam dokumen S K R I P S I RESQI NOPAYANTY F. NIM (Halaman 28-33)

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Kajian Pustaka

3. Keterampilan Menulis Berita

a. Pengertian Keterampilan Menulis Berita

Secara etimologis, keterampilan berasal dari kata “terampil”. Terampil sinonim dengan cekatan, cakap mengerjakan sesuatu atau kemampuan melakukan sesuatu dengan baik dan cermat (keahlian). Keterampilan seseorang dapat diukur melalui kegiatan yang dilakukan atau hasil dari suatu kecakapan nyata.

Menurut Syah (2000: 119) bahwa “keterampilan adalah kegiatan yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah, seperti: menulis, mengetik, dan olah raga”. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Reber (Syah, 2000: 119) bahwa “keterampilan adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu”.

Berdasarkan pendapat di atas, maka keterampilan dapat diartikan sebagai kecakapan atau kemampuan seseorang melakukan tindakan atau perbuatan dengan baik dan cermat, di mana objek keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa mencakup keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengar (menyimak). Keempat keterampilan berbahasa tersebut sangat penting dimiliki oleh setiap orang agar dapat melakukan komunikasi dengan orang lain.

Salah satu aspek keterampilan berbahasa adalah menulis. Menurut Lerner (Abdurrahman, 1999: 224) bahwa “menulis merupakan kegiatan menuangkan ide ke dalam suatu bentuk visual”. Sementara Tarigan (2008: 3) menyatakan bahwa

“menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain”.

Lebih lanjut Tarigan (Haryadi, 1996: 77) mengemukakan bahwa:

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut.

Pendapat tersebut menekankan menulis merupakan kegiatan menuangkan ide, pikiran dan perasaan ke dalam tulisan atau menyalin sesuai tujuan menyalin, baik berupa huruf, kata atau kalimat. Salah satu bentuk keterampilan menulis adalah menulis berita.

Menurut Fajri dan Senja (2010: 157) bahwa “berita adalah keterangan tentang peristiwa yang hangat, kabar, cerita tentang kejadian yang menarik dan masih baru”.

Hal ini relevan dengan pendapat Wahyono (2011) bahwa “berita adalah laporan tentang suatu peristiwa atau kejadian”.

Berdasarkan pendapat di atas, maka keterampilan menulis berita pada hakikatnya merupakan kemampuan mengekspresikan ide, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan sebagai laporan atau menerangkan suatu peristiwa atau kejadian.

Menulis berita merupakan implementasi dari pembelajaran mendengarkan berita hingga siswa memproduksi berita. Pada dasarnya, materi dalam penulisan berita sama dengan materi dalam mendengarkan berita dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Menulis Berita

Keterampilan menulis berita merupakan sesuatu yang dapat dibentuk melalui pengalaman, hasil pengalaman, hasil nalar atau hasil belajar sehingga memberi konsekuensi bahwa keterampilan menulis perlu dilatih agar berkembang seiring dengan perkembangan atau pertumbuhan siswa. Keterampilan menulis berita dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang sarat dengan fakta, situasi-situasi, keadaan-keadaan yang mengundang perhatian dan pengamatan seseorang, maka akan sangat besar pengaruhnya dalam membentuk keterampilan menulis. Dalam arti terdapatnya stimulus atau dorongan yang beraneka ragam akan mengundang terbentuknya keterampilan menulis yang lebih baik.

Membahas tentang keterampilan, pada prinsipnya semua orang membawa potensi kreatif, namun kenyataannya tidak semua orang nampak dalam ciri atau gejala perilaku yang menggambarkan kreatif. Hal itu hanyalah perbedaan tingkatan.

Potensi terampil pada diri seseorang seperti halnya pada siswa perlu dikembangkan sehingga memerlukan kemandirian dalam pengembangannya secara maksimal seperti keterampilan menulis.

Slameto (2003: 147) mengemukakan “faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan siswa yaitu hasrat keingintahuan yang cukup besar, dan memiliki latar belakang membaca yang cukup luas”. Pendapat di atas menekankan bahwa faktor belajar menulis merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan menulis seseorang. Jika anak memiliki hasrat keingintahuan terhadap suatu ilmu atau pekerjaan, maka hal itu diwujudkan dengan belajar baik secara mandiri atau bersama sehingga kemampuannya semakin berkembang melalui kegiatan membaca secara rutin dan terarah. Demikian pula

dengan keinginan yang kuat untuk memiliki tulisan yang baik dan benar, maka jika dilatih tentu akan menghasilkan tulisan yang sesuai dengan harapan berupa terjadinya kemajuan dalam menulis.

Keberhasilan menulis ditentukan oleh kegiatan latihan dalam pembelajaran dan kemampuan siswa menulis. Kegiatan latihan ini direncanakan sesuai dengan tema pembelajaran dan dituangkan dalam program pembelajaran. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi tingkat kemampuan siswa setiap kelas dan materi pembelajaran menulis. Materi yang sesuai adalah materi yang sesuai dengan kurikulum, misalnya pengungkapan kembali pengalaman atau hasil pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Muchlisah (1992: 39), faktor yang mempengaruhi keterampilan menulis diklasifikasikan atas dua bagian yaitu “faktor internal dan faktor eksternal”.

Faktor internal atau yang berasal dari dalam diri seseorang menyangkut masalah kemampuan anak menulis, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor luar diri siswa dapat berupa: faktor lingkungan keluarga, teman sebaya, dan guru. Peranan guru dalam memberikan latihan menulis kepada siswa akan sangat penting agar dapat membentuk perkembangan keterampilan menulis siswa secara lebih siswa, dan hal itu harus perlu dilatih secara terus-menerus hingga dapat diperoleh keterampilan menulis yang maksimal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketermapilan menulis siswa dijelaskan sebagai berikut:

1) Faktor dari dalam diri siswa

Berbagai faktor yang bersumber dari dalam diri siswa yang mempengaruh keterampilan menulis. Faktor-faktor tersebut berupa aspek faktor minat atau

keingintahuan yang besar, motivasi untuk memiliki atau menuangkan ide dalam bentuk tulisan, memiliki latar belakang membaca yang luas, kesempatan untuk menulis, dan memiliki pengetahuan tata cara menulis yang baik dengan berdasar pada aturan yang ada. Adanya dukungan dari diri siswa dalam menulis, maka hal tersebut merupakan potensi untuk mengembangkan keterampilan menulis.

2) Faktor eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi keterampilan menulis siswa tidak terlepas dari aspek sosial siswa, seperti faktor dukungan keluarga untuk perkembangan keterampilan menulis, bimbingan guru di sekolah, masukan teman sebaya sebagai tempat untuk melakukan tukar pendapat mengenai tulisan yang baik dan benar, maupun dukungan media yang merangsang kreativitas siswa dalam menulis.

c. Ciri-ciri Berita yang Baik

Suatu berita harus cermat dan tepat atau akurat. Selain itu, berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Berita pun harus tidak mencampurkan fakta dan opini sendiri atau harus objektif, ringkas, jelas, dan hangat. Oleh karena itu, seseorang yang menulis berupa harus memperhatikan ciri-ciri berita yang baik agar dapat memberi informasi kepada pembaca secara lengkap, adil, dan berimbang.

Menurut Kusumaningrat (2008), ciri-ciri berita yang baik yaitu: “berita harus akurat, berita harus lengkap, adil dan berimbang, berita harus objektif, berita harus ringkas dan jelas, serta harus hangat”. Kriteria tentang nilai berita sekarang sudah lebih disederhanakan dan disistematikkan sehingga sebuah unsur kriteria mencakup jenis-jenis berita yang lebih luas. Kriteria atau unsur-unsur nilai berita yang dipakai dalam memilih berita, yaitu: aktualitas, kedekatan, dan keterkenalan.

Dalam dokumen S K R I P S I RESQI NOPAYANTY F. NIM (Halaman 28-33)

Dokumen terkait