ADIKSIMBA PADA SISWA KELAS VIII SMP ABDI PEMBANGUNAN KOTA MAKASSAR
S K R I P S I
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
RESQI NOPAYANTY F.
NIM. 10533 6273 09
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2013
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jl. Sultan Alauddin No. 259. Telp. (0411) 866 972. Fax (0411) 860 132 Makassar
HALAMAN PENGESAHAN
Judul Skripsi : Penerapan Metode Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA pada Siswa Kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar
Nama Mahasiswa : Resqi Nopayanty F.
NIM : 10533 6273 09
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Setelah diperiksa dan diteliti ulang, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Ujian Skripsi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, Desember 2013 Disetujui oleh
Pembimbing I, Pembimbing II
Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum. Andi Syamsul Alam, S.Pd., M.Pd.
Mengetahui:
Dekan FKIP Ketua Jurusan
Universitas Muhammadiyah Makassar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum. Dra. Munirah, M.Pd.
NBM. 856 625 NBM. 951576
ii
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jl. Sultan Alauddin No. 259. Telp. (0411) 866 972. Fax (0411) 860 132 Makassar
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Skripsi : Penerapan Metode Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA pada Siswa Kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar
Nama Mahasiswa : Resqi Nopayanty F.
NIM : 10533 6273 09
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Setelah diperiksa dan diteliti ulang, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Ujian Skripsi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, Desember 2013 Disetujui oleh
Pembimbing I, Pembimbing II
Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum. Andi Syamsul Alam, S.Pd., M.Pd.
Mengetahui:
Dekan FKIP Ketua Jurusan
Universitas Muhammadiyah Makassar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum. Dra. Munirah, M.Pd.
NBM. 856 625 NBM. 951576
iii
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jl. Sultan Alauddin No. 259. Telp. (0411) 866 972. Fax (0411) 860 132 Makassar
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Mahasiswa : Resqi Nopayanty F.
NIM : 10533 6273 09
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Judul Skripsi : Penerapan Metode Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA pada Siswa Kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar
Dengan ini menyatakan bahwa:
Skripsi yang saya ajukan di depan Tim Penguji adalah asli hasil karya saya sendiri, bukan hasil jiplakan atau dibuatkan oleh siapa pun.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Desember 2013 Yang membuat pernyataan
Resqi Nopayanty F.
Disetujui oleh
Pembimbing I, Pembimbing II
Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum. Andi Syamsul Alam, S.Pd., M.Pd.
iv
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jl. Sultan Alauddin No. 259. Telp. (0411) 866 972. Fax (0411) 860 132 Makassar
SURAT PERJANJIAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Resqi Nopayanty F.
NIM : 10533 6273 09
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dengan ini menyatakan bahwa:
1. Mulai penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya akan menyusunnya sendiri (tidak dibuatkan oleh siapa pun).
2. Dalam penyusunan skripsi ini, saya selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing, yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.
3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi ini.
4. Apabila saya melanggar perjanjian di atas, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian perjanjian ini saya buat dengan sebenarnya.
Makassar, Desember 2013 Yang membuat perjanjian
Resqi Nopayanty F.
Diketahui oleh:
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dra. Munirah, M.Pd.
NBM. 951576 v
MOTTO
Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian,
karena menyia-nyiakan waktu berarti memutuskan dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan
dari dunia dan penghuninya.
Kuperuntukkan karya ini untuk Ayahanda dan Ibunda yang sennatiasa mencintai, menyayangi, dan berdoa demi kesuksesan penulis. Teman-teman tercinta yang telah banyak berkorban demi kesuksesan penulis. Semoga Allah swt. Senantiasa meridhoi semua pengorbanan mereka.
vi
ABSTRAK
Resqi Nopayanty F. 2013. Penerapan Metode Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA pada Siswa Kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh H. Bahrun Amin dan Andi Syamsul Alam.
Rumusan masalah penelitian adalah bagaimanakah penerapan metode latihan dapat meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar? Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui penerapan metode latihan pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas menggunakan 2 siklus.
Faktor yang diteliti adalah faktor proses dan faktor hasil. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak 38 orang terdiri dari 8 laki-laki dan 30 perempuan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data penelitian adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian adalah keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dapat ditingkatkan melalui penerapan metode latihan pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siklus I dalam kategori cukup dan belum mencapai kriteria ketuntasan belajar, kemudian siklus II pada kategori baik dan telah mencapai kriteria ketuntasan belajar. Meningkatnya keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA didukung oleh peningkatan aktivitas belajar siswa, berupa: keaktifan memperhatikan penjelasan guru, melakukan latihan menulis berita, bertanya jawab dengan teman tentang materi menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA, bertanya jawab dengan guru, dan menyimpulkan materi pelajaran.
Kata kunci: Metode Latihan, Keterampilan Menulis Berita, Teknik ADIKSIMBA
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Rabbil Alamin, puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah swt. karena rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sebagai tugas akhir dalam penyelesaian studi pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Shalawat dan taslim senantiasa tercurah kepada junjungan Nabiullah Muhammad saw. Nabi yang telah membawa umat manusia dari jahiliah ke alam yang diridhoi Allah swt. Skripsi ini berjudul: Penerapan Metode Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA pada Siswa Kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar.
Selesainya penyusunan skripsi ini berkat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sepantasnyalah disampaikan terima kasih yang setulus- tulusnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ayahanda Baharuddin Parinri dan Ibunda Muliati yang telah mengasuh, membesarkan, mendidik, membiayai, memberikan semangat, serta selalu mendoakan setiap langkah dalam menempuh pendidikan demi masa depan penulis. Begitu pula kepada keluarga besarku atas segala dukungannya dalam penyelesaian studi penulis.
Ucapan terima kasih dan penghargaai disampaikan pula kepada:
1. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atas dukungannya dalam kegiatan perkuliahan.
viii
3. Dra. Munirah, M.Pd. Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
4. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
5. Drs. H. Bahrun Alam, M.Hum. pembimbing I dan Andi Syamsul Alam, S.Pd., M.Pd., pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memotivasi penulis dengan penuh kesabaran dan ketulusan.
6. Tarman, S.Pd., M.Pd. Penasehat Akademik penulis yang senantiasa memberikan masukan dan bimbingan selama pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar.
7. Drs. Bachtiar Musa, M.Si., Kepala SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar atas izin yang diberikan untuk mengadakan penelitian pada sekolah yang dipimpinnya, dan Hatta, S.Pd., M.Pd., guru pelajaran bahasa Indonesia atas bantuannya dalam pelaksanaan penelitian.
8. Sepupuku: Muh. Tasdim, Islamiah Nur, Umairah, Nur Najmi, Muh. Taslim, serta seluruh keluarga besarku di Selayar atas segala bantuan dan dukungannya dalam penyelesaian studi penulis.
9. Sahabatku “Team Indologo”, Kak Sari, Ifa, Wadan, Fida, Uni, Rahma, dan Lisa, yang senasib dan seperjuangan. Terima kasih atas kerjasama dalam perkuliahan maupun dalam penyusunan skripsi ini. Suka duka yang telah kita tempuh bersama akan selalu menjadi kenangan buat kita semua, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik menuju sukses meraih cita-cita.
ix
10. Teman-teman Kelas I: Ariratuh, Reski, Nindy, Sukma, Kak Rahmatiah, Firman, Nasrul, Asma, dan seluruh rekan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menunjukkan kerjasamanya dalam perkuliahan maupun penyusunan skrpisi ini.
11. Penghuni Pondok Ridha: Kak Ftiri, Kak Darma, Kak Ana, Wia, Santi, Daya, Vivi, Ulpa, Indah, Risna, dan Mya, yang telah memberikan motivasi dan pengertiannya selama tinggal bersama.
Semoga bantuan, petunjuk, dorongan, dan pengorbanan yang telah diberikan, bernilai ibadah dan memperoleh imbalan berlipat ganda di sisi Allah swt. Begitu pula semoga skripsi ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu, khususnya bagi pembaca, Amin.
Makassar, Desember 2013 Penulis
x
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ……….……….. i
LEMBAR PENGESAHAN ……….……… ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ……….……. iii
SURAT PERNYATAAN ……….….. iv
SURAT PERJANJIAN ………... v
MOTO ..………..…. vi
ABSTRAK ………..…… vii
KATA PENGANTAR ………..…….. viii
DAFTAR ISI ……….………. xi
DAFTAR TABEL ……….….……. xiv
DAFTAR GAMBAR ..………..…….. xv
DAFTAR LAMPIRAN ……….…….. xvi
BAB I PENDAHULUAN ……….. 1
A. Latar Belakang ………..……….……… 1
B. Masalah Penelitian ... 4
C. Tujuan Penelitian ……….…….. 6
D. Manfaat Hasil Penelitian ...………... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS 8 A. Kajian Pustaka ……… 8
1. Hasil Penelitian Relevan ... 8 xi
2. Pembelajaran Bahasa Indonesia ... 9
3. Keterampilan Menulis Berita ... 11
4. Teknik ADIKSIMBA ... 16
5. Metode Latihan ... 16
6. Penerapan Metode Latihan dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA ... 21
B. Kerangka Pikir ………….……..………..… 22
C. Hipotesis Tindakan ……….……….….. 25
BAB III METODE PENELITIAN ……….………..….. 26
A. Jenis Penelitian …..………….………..….…. 26
B. Lokasi dan Subjek Penelitian ...……….….….… 26
C. Faktor yang Diteliti ... 26
D. Prosedur Penelitian ………..…...………….……..…. 27
E. Instrumen Penelitian ... 30
F. Teknik Pengumpulan Data ...……….…..……..… 30
G. Teknik Analisis Data ……….………..………... 31
H. Indikator Keberhasilan ...…… 32
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …….……..…… 33
A. Hasil Penelitian ... 33
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 46
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ..………...…….….….…...… 49
A. Simpulan ...….……….………….……..…...…… 49
B. Saran ……..………..…..…… 49 xii
DAFTAR PUSTAKA ………..…….. 51
LAMPIRAN ………..……. 53
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
3.1. Kategorisasi Keterampilan Menulis Berita ... 31
4.1. Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus I ... 36
4.2. Rekapitulasi Nilai Keterampilan Menulis Berita Siklus I ... 37
4.3. Keterampilan Menulis Berita pada Siklus I ... 38
4.4. Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus I ...……... 39
4.5. Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus II ... 42
4.6. Rekapitulasi Nilai Keterampilan Menulis Berita Siklus II ... 43
4.7. Keterampilan Menulis Berita pada Siklus II ... 44
4.8. Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus II ...……... 45
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Bagan Kerangka Pikir ... 24 3.1. Alur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ……… 27
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Silabus Pembelajaran ... 53
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia ….……….………. 54
3. Format Penilaian Keterampilan Menulis Berita ... 72
4. Kriteria Observasi Aktivitas Mengajar Guru ...………. 73
5. Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru …….……….………. 74
6. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa ……….………… 80
7. Keterampilan Menulis Berita pada Siklus I dan II ... 82
8. Pembelajaran Menulis Berita Melalui Metode Latihan ... 84
9. Persuratan ………....………. 87
10. Riwayat Hidup Penulis …...………... 91
xvi
L A M P I R A N
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keterampilan berbahasa Indonesia merupakan salah satu kebutuhan manusia Indonesia yang memungkinkan manusia dapat unggul atas makhluk-makhluk lain ciptaan Tuhan di muka bumi. Keterampilan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar memiliki peranan sangat penting sebagai alat komunikasi dalam pergaulan atau berhubungan dengan orang lain sebagai bahasa pengantar, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 33 ayat (1) (2003: 22) bahwa “bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional”.
Salah satu bentuk keterampilan berbahasa Indonesia adalah menulis atau bahasa tulisan. Keterampilan menulis perlu dimiliki setiap orang, tidak terkecuali siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena dalam melakukan aktivitas belajar di sekolah mutlak harus menulis berbagai materi pelajaran. Bahkan siswa dituntut mengembangkan kemampuannya mengemukakan ide-ide secara kreatif seperti menulis berita. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki minat menulis atau lebih cenderung membaca. Hal ini sesuai pendapat Abdurrahman (1999: 223) bahwa:
Banyak orang yang lebih menyukai membaca daripada menulis, karena menulis dirasakan lebih lambat dan lebih sulit. Meskipun demikian, kemampuan menulis sangat diperlukan baik dalam kehidupan di sekolah maupun di masyarakat. Para siswa memerlukan kemampuan menulis untuk menyalin, mencatat, atau untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
Pendapat tersebut menegaskan pentingnya keterampilan menulis bagi setiap orang tidak terkecuali siswa SMP, karena dalam menulis, siswa dapat mengemukakan
ide, perasaan, dan pikirannya dalam bentuk tulisan dengan memperhatikan kaidah- kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti menulis berita. Lebih lanjut Abdurrahman (1999: 223) menegaskan pentingnya keterampilan menulis bahwa:
Menulis bukan hanya menyalin tetapi juga mengekspresikan pikiran dan perasaan ke dalam lambang-lambang tulisan. Kegunaan menulis adalah untuk menyalin, mencatat dan mengerjakan sebagian besar tugas sekolah. Tanpa memiliki kemampuan untuk menulis, siswa akan mengalami banyak kesulitan dalam melaksanakan ketiga jenis tugas tersebut.
Keterampilan menulis merupakan kemampuan ekspresif dari aspek berbahasa.
Dengan menulis, siswa dapat berpikir kreatif. Oleh karena itu menulis perlu diajarkan dengan baik oleh guru kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran menulis sesuai tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di SMP dengan standar kompetensi mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks, berita, slogan/poster, dan kompetensi dasar menulis teks, berita secara singkat, padat, dan jelas.
Berbagai permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, seperti halnya di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Berdasarkan observasi awal, ditemukan permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, baik berorientasi pada guru maupun siswa. Permasalahan yang berorientasi pada guru, yaitu guru saat mengajar lebih cenderung menerapkan metode pembelajaran yang bersifat konvensional dengan cara menerapkan metode ceramah dan kadang-kadang disertai tanya jawab pada akhir pembelajaran, dan kurang memberikan ruang dan kesempatan yang cukup untuk siswa berpartisipasi aktif. Bahkan siswa belum pernah dilatih menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA, walaupun siswa pernah ditugaskan mencari berita di koran dan membacanya. Demikian halnya permasalahan
pada siswa, antara lain: kurang konsentrasi belajar bahasa Indonesia, malas mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan tidak disiplin mengikuti pelajaran. Nilai rata- rata hasil belajar siswa berdasarkan hasil ujian semester hanya 66 sehingga masih lebih rendah dari standar KKM 70.
Pergeseran paradigma dalam proses pendidikan seharusnya diubah. Dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Dalam pengajaran, kegiatan guru lebih mendominasi ketimbang para siswa. Peran serta dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kurang terfasilitasi. Sedangkan dalam pembelajaran, keterlibatan dan peran serta siswa sangat diprioritaskan. Artinya, proses pendidikan dilakukan dengan lebih banyak memberikan kesempatan kepada para siswa untuk lebih berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Guru tidak lagi hanya mengajari siswa, tetapi lebih kepada bagaimana supaya dapat membelajarkan siswa. Interaksi antar siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan lingkungan, dan antara siswa dengan sumber belajar lainnya tercermin dalam pembelajaran. Tugas guru memfasilitasi para siswa melalui kegiatan pengalaman belajar sehingga terjadi perubahan dalam diri siswa, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Karena pada hakikatnya belajar adalah perubahan dalam diri siswa setelah berakhirnya aktivitas pembelajaran.
Terkait dengan permasalahan di atas, maka akan diterapkan metode latihan untuk melatih siswa menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Menurut Roestiyah (2001: 125) bahwa “melalui metode latihan, siswa dapat memiliki keterampilan motoris/gerak, kecakapan intelek, atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari”.
Walaupun metode latihan dipandang sangat baik diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia seperti meningkatkan keterampilan menulis berita,
tetapi metode latihan selama ini jarang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Padahal metode ini sangat baik diterapkan untuk melatih siswa menulis berita agar lebih mampu menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Metode latihan diberikan kepada siswa di samping dapat meningkatkan keterampilan menulisnya, juga mengatasi kesulitan siswa dalam menulis berita. Melalui bimbingan yang diberikan secara bertahap dan sistematis dalam bentuk latihan secara tepat, teratur, dan kontinyu, maka diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Demikian pula sangat diperlukan kesadaran siswa berlatih berlatih menulis berita agar keterampilan menulis berita meningkat.
Kenyataan di atas menginspirasi penulis untuk melakukan penelitian dalam bentuk tindakan kelas sekaligus mengkaji keefektifan penerapan metode latihan dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Berkaitan dengan hal itu, penulis mengkaji judul yaitu: Penerapan Metode Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita dengan Teknik ADIKSIMBA pada Siswa Kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar.
B. Masalah Penelitian
1. Identifikasi Masalah
Berbagai permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, diidentifikasi sebagai berikut:
a. Guru mengajar lebih cenderung menerapkan metode pembelajaran bersifat konvensional dengan menerapkan metode ceramah dan kadang-kadang disertai tanya jawab, dan kurang memberikan ruang dan kesempatan yang cukup untuk siswa berpartisipasi aktif.
b. Siswa belum pernah dilatih menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA, walaupun siswa pernah ditugaskan mencari berita di koran dan membacanya.
c. Siswa kurang konsentrasi belajar bahasa Indonesia, malas mengerjakan tugas- tugas pelajaran, dan tidak disiplin mengikuti pelajaran.
d. Nilai rata-rata hasil belajar siswa berdasarkan hasil ujian semester hanya 66 sehingga masih lebih rendah dari standar KKM 70.
2. Alternatif Pemecahan Masalah
Sebagai upaya mengatasi kelemahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan rendahnya hasil belajar siswa, maka diterapkan metode pembelajaran yang lebih mengedepankan keaktifan siswa dalam belajar sehingga upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa, di antaranya menerapkan metode latihan dengan teknik ADIKSIMBA.
Metode latihan dengan teknik ADIKSIMBA diberikan kepada siswa di samping dapat meningkatkan keterampilan menulisnya, juga mengatasi kesulitan siswa dalam menulis berita. Melalui bimbingan yang diberikan secara bertahap dan sistematis dalam bentuk latihan secara tepat, teratur, dan kontinyu, maka diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian yaitu:
Bagaimanakah penerapan metode latihan dapat meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar?
C. Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui penerapan metode latihan pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberi manfaat secara teoretis dan praktis sebagai berikut:
1. Manfaat teoretis:
a. Bagi akademisi khususnya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dapat menjadi bahan informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pelajaran bahasa Indonesia berkaitan dengan penerapan metode latihan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
b. Bagi peneliti, sebagai bahan banding atau bahan referensi bagi penelitian yang relevan.
2. Manfaat praktis:
a. Bagi sekolah, sebagai masukan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas mengajar guru, khususnya dalam penerapan metode pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia.
b. Bagi guru, sebagai masukan tentang penerapan metode latihan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa, khususnya berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek menulis.
c. Bagi siswa, menjadi masukan tentang pentingnya berpartisipasi aktif dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Kajian Pustaka
1. Hasil Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian yang relevan dengan penerapan metode latihan untuk mengembangkan kemampuan belajar siswa adalah sebagai berikut:
a. Handayani. 2010, Judul: “Peningkatan Kemampuan Menggunakan Kata Ulang melalui Penerapan Metode Latihan pada Siswa Kelas VI SD Inpres Bontoala 1 Kabupaten Gowa.” Kesimpulan penelitian yaitu siklus I, kemampuan menggunakan kata ulang pada kategori cukup mampu (rata-rata 68,18), kemudian pada siklus II menjadi kategori mampu dan semangat belajar siswa sangat tinggi (rata-rata 81,82).
b. Rahmi. 2009. Judul: “Peningkatan Kemampuan Menyusun Paragraf Melalui Metode Latihan pada Siswa Kelas IV SDN Tamalanrea Makassar.” Kesimpulan penelitian yaitu penggunaan metode latihan bagi siswa di kelas IV SDN Tamalanrea dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penyusunan paragraf secara kualitatif. Peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun paragraf dengan menggunakan metode latihan dapat dilihat dari hasil yang diperoleh siswa pada setiap siklus. Siklus I, kemampuan penyusunan paragraf dalam kategori kurang mampu (rata-rata 5,50), siklus II kategori cukup mampu (rata-rata 6,62), dan kemampuan siswa dalam menyusun paragraf meningkat menjadi sangat mampu (rata-rata 8,12) pada siklus ketiga. Jadi, metode latihan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyusun paragraf.
2. Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa sebagai subjek didik dalam situasi tertentu dengan dukungan komponen pembelajaran lainnya, seperti: media, sumber belajar, dan kurikulum. Dalam pembelajaran, guru memiliki peran penting dan menentukan, karena guru yang merancang, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran guna mengukur kesuksesan pembelajaran bahasa Indonesia.
Abdurrahman (2004: 94) mengemukakan:
Pembelajaran merupakan proses interaksi edukatif (kegiatan bersama yang sifatnya) antara guru dengan siswa di mana berlangsung proses transfering (pengalihan) nilai dengan memanfaatkan secara optimal, selektif, dan efektif semua sumber daya pengajaran untuk mencapai tujuan pengajaran (instruksional).
Dimyati dan Mudjiono (2002: 286) mengemukakan pembelajaran, yaitu:
a. Kegiatan yang dimaksudkan untuk membelajarkan siswa.
b. Program pembelajaran dirancang dan diimplementasikan sebagai sistem.
c. Kegiatan memberikan pengalaman belajar kepada pembelajar.
d. Kegiatan mengarahkan pembelajar ke arah pencapaian tujuan pembelajaran e. Kegiatan melibatkan komponen tujuan, isi pelajaran, sistem penyajian, dan
sistem evaluasi dalam realisasinya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 ayat (20) (2003: 5) ditegaskan bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.
Berdasarkan pendapat di atas, pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dalam proses belajar mengajar yang diawali dengan persiapan mengajar, proses pembelajaran, dan diakhiri penilaian atau evaluasi hasil belajar, di mana pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran bahasa Indonesia.
Mata pelajaran bahasa Indonesia diberikan di semua jenjang pendidikan formal, seperti halnya di SMP. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, serta menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pelajaran bahasa Indonesia di sekolah berorientasi pada pengembangan kemampuan siswa dalam berbahasa, khususnya dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Melalui kemampuan dalam pelajaran bahasa Indonesia, maka hal itu dapat mendukung kemampuan belajar siswa di sekolah.
Ruang lingkup pelajaran bahasa Indonesia yaitu “menyimak, berbicara, membaca, dan menulis”. (Fajri dan Senja, 2010: 947). Keempat ruang lingkup pelajaran bahasa Indonesia tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Mendengarkan berarti menyimak lisan, terdiri atas: mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi atau suara, bunyi bahasa, lagu, kaset, pesan, penjelasan, laporan, ceramah, khotbah, pidato, pembicaraan narasumber, dialog atau percakapan, perintah dan mendengarkan hasil sastra berupa dongeng, cerita anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi, syair, lagu, pantun, dan drama anak.
b. Berbicara berkaitan dengan pengembangan kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, kritik, perasaan dalam berbagai bentuk kepada berbagai mitra bicara sesuai dengan tujuan dan konteks pembicaraan, serta berapresiasi sastra dalam berbagai jenis dan bentuk melalui kegiatan melisankan hasil sastra.
c. Membaca merupakan kegiatan memahami berbagai jenis wacana, baik secara tersurat maupun tersirat untuk berbagai tujuan, serta berapresiasi sastra dalam berbagai jenis dan bentuk melalui kegiatan membaca hasil sastra.
d. Menulis merupakan kegiatan berapresiasi sastra dalam bentuk berbagai jenis dan bentuk melalui kegiatan menulis hasil sastra dengan memperhatikan ejaan bahasa Indonesia.
3. Keterampilan Menulis Berita
a. Pengertian Keterampilan Menulis Berita
Secara etimologis, keterampilan berasal dari kata “terampil”. Terampil sinonim dengan cekatan, cakap mengerjakan sesuatu atau kemampuan melakukan sesuatu dengan baik dan cermat (keahlian). Keterampilan seseorang dapat diukur melalui kegiatan yang dilakukan atau hasil dari suatu kecakapan nyata.
Menurut Syah (2000: 119) bahwa “keterampilan adalah kegiatan yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah, seperti: menulis, mengetik, dan olah raga”. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Reber (Syah, 2000: 119) bahwa “keterampilan adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu”.
Berdasarkan pendapat di atas, maka keterampilan dapat diartikan sebagai kecakapan atau kemampuan seseorang melakukan tindakan atau perbuatan dengan baik dan cermat, di mana objek keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa mencakup keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengar (menyimak). Keempat keterampilan berbahasa tersebut sangat penting dimiliki oleh setiap orang agar dapat melakukan komunikasi dengan orang lain.
Salah satu aspek keterampilan berbahasa adalah menulis. Menurut Lerner (Abdurrahman, 1999: 224) bahwa “menulis merupakan kegiatan menuangkan ide ke dalam suatu bentuk visual”. Sementara Tarigan (2008: 3) menyatakan bahwa
“menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain”.
Lebih lanjut Tarigan (Haryadi, 1996: 77) mengemukakan bahwa:
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut.
Pendapat tersebut menekankan menulis merupakan kegiatan menuangkan ide, pikiran dan perasaan ke dalam tulisan atau menyalin sesuai tujuan menyalin, baik berupa huruf, kata atau kalimat. Salah satu bentuk keterampilan menulis adalah menulis berita.
Menurut Fajri dan Senja (2010: 157) bahwa “berita adalah keterangan tentang peristiwa yang hangat, kabar, cerita tentang kejadian yang menarik dan masih baru”.
Hal ini relevan dengan pendapat Wahyono (2011) bahwa “berita adalah laporan tentang suatu peristiwa atau kejadian”.
Berdasarkan pendapat di atas, maka keterampilan menulis berita pada hakikatnya merupakan kemampuan mengekspresikan ide, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan sebagai laporan atau menerangkan suatu peristiwa atau kejadian.
Menulis berita merupakan implementasi dari pembelajaran mendengarkan berita hingga siswa memproduksi berita. Pada dasarnya, materi dalam penulisan berita sama dengan materi dalam mendengarkan berita dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Menulis Berita
Keterampilan menulis berita merupakan sesuatu yang dapat dibentuk melalui pengalaman, hasil pengalaman, hasil nalar atau hasil belajar sehingga memberi konsekuensi bahwa keterampilan menulis perlu dilatih agar berkembang seiring dengan perkembangan atau pertumbuhan siswa. Keterampilan menulis berita dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang sarat dengan fakta, situasi-situasi, keadaan-keadaan yang mengundang perhatian dan pengamatan seseorang, maka akan sangat besar pengaruhnya dalam membentuk keterampilan menulis. Dalam arti terdapatnya stimulus atau dorongan yang beraneka ragam akan mengundang terbentuknya keterampilan menulis yang lebih baik.
Membahas tentang keterampilan, pada prinsipnya semua orang membawa potensi kreatif, namun kenyataannya tidak semua orang nampak dalam ciri atau gejala perilaku yang menggambarkan kreatif. Hal itu hanyalah perbedaan tingkatan.
Potensi terampil pada diri seseorang seperti halnya pada siswa perlu dikembangkan sehingga memerlukan kemandirian dalam pengembangannya secara maksimal seperti keterampilan menulis.
Slameto (2003: 147) mengemukakan “faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan siswa yaitu hasrat keingintahuan yang cukup besar, dan memiliki latar belakang membaca yang cukup luas”. Pendapat di atas menekankan bahwa faktor belajar menulis merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan menulis seseorang. Jika anak memiliki hasrat keingintahuan terhadap suatu ilmu atau pekerjaan, maka hal itu diwujudkan dengan belajar baik secara mandiri atau bersama sehingga kemampuannya semakin berkembang melalui kegiatan membaca secara rutin dan terarah. Demikian pula
dengan keinginan yang kuat untuk memiliki tulisan yang baik dan benar, maka jika dilatih tentu akan menghasilkan tulisan yang sesuai dengan harapan berupa terjadinya kemajuan dalam menulis.
Keberhasilan menulis ditentukan oleh kegiatan latihan dalam pembelajaran dan kemampuan siswa menulis. Kegiatan latihan ini direncanakan sesuai dengan tema pembelajaran dan dituangkan dalam program pembelajaran. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi tingkat kemampuan siswa setiap kelas dan materi pembelajaran menulis. Materi yang sesuai adalah materi yang sesuai dengan kurikulum, misalnya pengungkapan kembali pengalaman atau hasil pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Muchlisah (1992: 39), faktor yang mempengaruhi keterampilan menulis diklasifikasikan atas dua bagian yaitu “faktor internal dan faktor eksternal”.
Faktor internal atau yang berasal dari dalam diri seseorang menyangkut masalah kemampuan anak menulis, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor luar diri siswa dapat berupa: faktor lingkungan keluarga, teman sebaya, dan guru. Peranan guru dalam memberikan latihan menulis kepada siswa akan sangat penting agar dapat membentuk perkembangan keterampilan menulis siswa secara lebih siswa, dan hal itu harus perlu dilatih secara terus-menerus hingga dapat diperoleh keterampilan menulis yang maksimal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketermapilan menulis siswa dijelaskan sebagai berikut:
1) Faktor dari dalam diri siswa
Berbagai faktor yang bersumber dari dalam diri siswa yang mempengaruh keterampilan menulis. Faktor-faktor tersebut berupa aspek faktor minat atau
keingintahuan yang besar, motivasi untuk memiliki atau menuangkan ide dalam bentuk tulisan, memiliki latar belakang membaca yang luas, kesempatan untuk menulis, dan memiliki pengetahuan tata cara menulis yang baik dengan berdasar pada aturan yang ada. Adanya dukungan dari diri siswa dalam menulis, maka hal tersebut merupakan potensi untuk mengembangkan keterampilan menulis.
2) Faktor eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi keterampilan menulis siswa tidak terlepas dari aspek sosial siswa, seperti faktor dukungan keluarga untuk perkembangan keterampilan menulis, bimbingan guru di sekolah, masukan teman sebaya sebagai tempat untuk melakukan tukar pendapat mengenai tulisan yang baik dan benar, maupun dukungan media yang merangsang kreativitas siswa dalam menulis.
c. Ciri-ciri Berita yang Baik
Suatu berita harus cermat dan tepat atau akurat. Selain itu, berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Berita pun harus tidak mencampurkan fakta dan opini sendiri atau harus objektif, ringkas, jelas, dan hangat. Oleh karena itu, seseorang yang menulis berupa harus memperhatikan ciri-ciri berita yang baik agar dapat memberi informasi kepada pembaca secara lengkap, adil, dan berimbang.
Menurut Kusumaningrat (2008), ciri-ciri berita yang baik yaitu: “berita harus akurat, berita harus lengkap, adil dan berimbang, berita harus objektif, berita harus ringkas dan jelas, serta harus hangat”. Kriteria tentang nilai berita sekarang sudah lebih disederhanakan dan disistematikkan sehingga sebuah unsur kriteria mencakup jenis-jenis berita yang lebih luas. Kriteria atau unsur-unsur nilai berita yang dipakai dalam memilih berita, yaitu: aktualitas, kedekatan, dan keterkenalan.
4. Teknik ADIKSIMBA
Teknik ADIKSIMBA dalam pembelajaran bahasa Indonesia merupakan teknik mengajarkan materi dengan menggunakan rumus 5 W + 1 H yang disingkat menjadi ADIKSIMBA (Reza, 2013). 5 W dan 1 H mencakup: “a) (what), apa yang akan diceritakan, b) (where), di mana seting/lokasi ceritanya, c) (when), kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, d) (who), siapa pelaku ceritanya, e) (why), mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan (f) (how), bagaimana cerita itu dipaparkan”.
Penggunaan teknik ADIKSIMBA mengandung makna pokok-pokok isi berita yang mencakup: Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana berita itu dipaparkan. Dalam memaparkan berita, teks berita disusun dengan alur piramida terbalik. Artinya, berita disajikan dengan cara mendahulukan hal yang terpenting.
Yang dianggap paling penting dan menarik disajikan pada awal dan dijadikan inti berita. Bagian-bagian berikutnya adalah penjelasan atas informasi utama yang disajikan. Akan tetapi, penulisan berita seharusnya mampu menjawab pertanyaan tentang: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana berita atau suatu kejadian terjadi dan diberitakan.
5. Metode Latihan
a. Pengertian Metode Latihan
Proses pembelajaran melibatkan berbagai komponen, antara lain: guru, siswa, kurikulum, dan metode pembelajaran. Semua komponen harus saling mendukung agar proses pembelajaran berlangsung optimal. Dari berbagai komponen tersebut, metode pembelajaran memiliki peran penting karena berkaitan dengan cara penyajian materi pelajaran oleh guru kepada siswa dengan mengajarkan kurikulum atau materi
sesuai mata pelajaran yang diajarkan, seperti dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
Menurut Sudjana (2002: 76), “metode mengajar ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Fathurrohman dan Sutikno (2007: 55) bahwa “metode mengajar adalah cara-cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan”.
Berdasarkan pendapat di atas, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara atau strategi yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan materi pelajaran.
Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat menentukan kualitas proses pembelajaran, di antaranya metode latihan.
Menurut Roestiyah (2001: 125), “metode latihan adalah suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari”.
Sementara Djamarah dan Zain (2002: 108) mengemukakan:
Metode latihan atau juga disebut metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik, melatih ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.
Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka metode latihan dapat diartikan sebagai suatu metode pembelajaran menerapkan suatu latihan yang terarah, bertahap dan melalui kebiasaan tertentu untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan, di antaranya keterampilan menulis berita yaitu keterampilan dalam menuliskan suatu berita dengan tema tertentu.
b. Tujuan dan Prosedur Penggunaan Metode Latihan
Metode latihan merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Penggunaan metode latihan memiliki tujuan tertentu yang berorientasi pada peningkatan kemampuan belajar. Penggunaan metode latihan harus terarah sebagai suatu bentuk latihan yang terencana guna meningkatkan kemampuan pada aspek tertentu sehingga metode ini harus dilakukan secara sistematis dan terencana sesuai tujuan pembelajaran.
Roestiyah (2001: 125) mengemukakan tujuan metode latihan yaitu: “a) memiliki keterampilan motoris/gerak; seperti menghafalkan kata-kata, menulis, mempergunakan alat/membuat suatu benda, b) mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitung mencongak. Mengenal benda/bentuk dalam pelajaran matematika, ilmu kimia, dan tanda baca, dan c) memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain, seperti hubungan sebab akibat banyak hujan-banjir, antara tanda huruf dan bunyi, penggunaan lambang/simbol di dalam peta dan lain-lain”.
Berdasarkan pendapat tersebut, jelas bahwa penerapan metode latihan sebagai salah satu metode pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai, di antaranya melatih motorik atau gerak anggota badan tertentu untuk melakukan suatu aktivitas seperti aktivitas menulis atau dalam meningkatkan kemampuan dalam melakukan suatu aktivitas berupa menulis berita.
Penerapan metode latihan seharusnya mengikuti prosedur atau langkah- langkah yang tepat sehingga tujuan penggunaannya dapat berlangsung efektif dan efisien. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan prosedur penggunaan metode latihan agar tujuan penggunaannya dapat tercapai.
Roestiyah (2001: 127) mengemukakan prosedur penggunaan metode latihan yaitu:
1) Saat latihan pendahuluan, guru harus lebih menekankan pada diagnosa.
2) Guru mengutamakan ketepatan agar anak melakukan latihan secara tepat.
3) Guru memperhitungkan waktu atau masa latihan yang singkat.
4) Guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses yang menjadi inti latihan.
5) Guru memperhatikan perbedaan individual siswa sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa dapat dikembangkan secara optimal.
Melalui langkah-langkah dalam metode latihan, penggunaan metode latihan dipandang dapat efektif dan efisien guna meningkatkan kemampuan anak sesuai dengan tujuan penggunaan metode latihan. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya kesiapan guru dalam menerapkan metode latihan, kesiapan siswa, dukungan fasilitas, dan dukungan situasi lingkungan yang dapat mendukung penyelenggaraan latihan sebagai metode pembelajaran. Penggunaan metode latihan harus dilakukan secara efektif agar dapat diperoleh hasil belajar yang maksimal sehingga guru harus memilih latihan yang mempunyai makna yang mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa, seperti dalam belajar menulis berita dalam pelajaran bahasa Indonesia.
Langkah-langkah penggunaan metode latihan tersebut harus dapat diterapkan oleh guru dengan baik. guru mampu memahami makna latihan, cara melaksanakan latihan, dan mempertimbangkan berbagai aspek lainnya, seperti ketersediaan waktu, kemampuan guru dalam menerapkan metode, dan kemampuan siswa melakukan latihan.
c. Kelebihan dan Kekurangan Metode Latihan
Metode latihan merupakan suatu metode mengajar untuk menanamkan kebiasaan tertentu, dan sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang
baik, memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan. Setiap metode pembelajaran tentu memiliki kelebihan di samping kekurangan.
Sagala (2008: 217) mengemukakan kelebihan metode latihan, yaitu:
1) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dengan mempergunakan metode ini akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
2) Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsentrasi dalam pelaksanaannya, dan
3) Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit menjadi otomatis.
Djamarah dan Zain (2002: 108) mengemukakan kelebihan metode latihan, yaitu:
1) Memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan kata-kata atau kalimat membuat alat-alat.
2) Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta.
3) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
Berdasarkan pendapat tersebut, maka metode latihan memiliki banyak kelebihan atau manfaat dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti: mengembangkan kebiasaan membuat gerakan yang rumut atau kompleks menjadi otomatis atau menjadi suatu kebiasaan (terbiasa), menambah kecepatan dan ketepatan dalam berbagai kegiatan atau menambah kecepatan mental dan motorik.
Metode latihan memiliki kelemahan sebagaimana dikemukakan oleh Sagala (2008: 218), yaitu:
1) Dapat menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada konformitas dan diarahkan untuk uniformitas.
2) Mudah membosankan siswa.
3) Membentuk kebiasaan yang kaku, karena siswa lebih banyak ditujukan untuk mendapatkan kecakapan memberikan respons secara otomatis, dan 4) Dapat menimbulkan verbalisme karena siswa lebih banyak dilatih
menghafal soal-soal dan menjawabnya secara otomatis.
Djamarah dan Zain (2002: 109) mengemukakan kelemahan metode latihan, yaitu:
1) Menghambat bakat dan inisiatif anak, karena anak lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3) Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis.
4) Dapat menimbulkan verbalisme.
Berdasarkan pendapat tersebut, maka metode latihan di samping memiliki kelebihan juga mengandung kelemahan. Kelemahan metode latihan berkaitan dengan hambatan dalam pengembangan bakat dan inisiatif siswa, dapat menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam mengikuti pelajaran karena sifatnya monoton, dan menimbulkan verbalisme. Berkaitan dengan hal itu, maka guru dalam menggunakan metode .latihan hendaknya mempertimbangkan kelemahan metode tersebut sehingga mampu meminimalisir kelemahan yang ada. Demikian pula berupaya agar kelebihan metode latihan dioptimalkan untuk menunjang proses pembelajaran bahasa Indonesia.
6. Penerapan Metode Latihan dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Cerita dengan Teknik ADIKSIMBA
Kesuksesan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh keterlibatan berbagai komponen pembelajaran, di antaranya metode pembelajaran. Pemilihan dan penerapan metode pembelajaran secara efektif memiliki peran sangat penting untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran bahasa Indonesia. Sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis cerita dengan teknik ADIKSIMBA, setiap guru dituntut agar kreatif dan berpikir inovatif dalam pembelajaran dengan memperhatikan pemilihan dan penerapan metode pembelajaran. Artinya, guru harus kreatif dan inovatif dalam memilih dan menerapkan metode agar proses pembelajaran agar
proses pembelajaran bahasa Indonesia dapat berlangsung efektif mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Menurut Slameto (2003: 65) bahwa “agar siswa dapat belajar dengan baik, maka metode mengajar harus diusahakan secara efektif dan efisien, karena pendekatan mengajar mempengaruhi belajar siswa”. Sementara Djamarah dan Zain (2002: 86) mengemukakan bahwa:
Kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilihan pendekatan yang kurang tepat. Kelas yang kurang bergairah dan kondisi anak didik yang kurang kreatif dikarenakan penentuan pendekatan yang kurang sesuai dengan sifat bahan dan tidak sesuai dengan tujuan pengajaran.
Berdasarkan pendapat di atas, jelas bahwa pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran sangat perlu dilakukan secara hati-hati agar proses pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung efektif meningkatkan kualitas pembelajaran, di antaranya metode latihan.
Menurut Sagala (2008: 217) bahwa “metode latihan merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan”. Hal ini menunjukkan bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Indonesia sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA, guru harus memperhatikan penerapan metode pembelajaran secara efektif, di antaranya metode latihan dengan memperhatikan prosedur penerapannya secara konsisten.
B. Kerangka Pikir
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah meliputi empat keterampilan berbahasa yaitu: membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Salah satu aspek
keterampilan berbahasa yang sangat penting dimiliki siswa adalah menulis, di antaranya menulis berita. Menulis berita menuntut keterampilan dalam menyajikan berita dengan baik sehingga dapat menarik perhatian orang lain untuk membaca berita yang ditulis. Agar berita dapat menarik untuk dibaca dan memudahkan bagi pembaca untuk mengetahui isi berita, maka dapat menggunakan kata tanya, yaitu:
apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana (ADIKSIMBA).
Salah satu upaya meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA yaitu melalui metode latihan. Penerapan metode latihan sebagai suatu metode atau suatu cara mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberikan bimbingan atau latihan secara sistematis, kontinu atau berulang-ulang sesuai tujuan yang ingin dicapai setiap latihan. Jadi, pelaksanaan metode latihan dalam menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dilakukan dengan memberikan tugas-tugas menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA sehingga diharapkan keterampilan menulis berita dapat meningkat.
Penerapan metode latihan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, digambarkan dalam bentuk skema kerangka pikir sebagai berikut:
Gambar 2.1: Bagan Kerangka Pikir Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan
Kota Makassar
Keterampilan Menulis Berita
Metode Latihan
Analisis
Temuan
KTSP
Membaca Menulis Berbicara Menyimak
Teknik ADIKSIMBA
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan judul penelitian dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini, yaitu: jika metode latihan diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, maka keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar akan meningkat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Menurut Arikunto (2012: 3) bahwa “penelitian tindakan adalah suatu
pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama”. Hal ini berarti penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian dalam bentuk tindakan atau kegiatan pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas ini berbentuk siklus, meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini mengkaji penerapan metode latihan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar.
B. Lokasi dan Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar.
Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 38 orang, terdiri dari 8 laki-laki dan 30 perempuan.
C. Faktor yang Diteliti
Faktor yang diteliti adalah faktor proses dan faktor hasil. Kedua faktor tersebut dioperasionalkan sebagai berikut:
1. Faktor proses merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru pelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan metode latihan untuk
meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana), dan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran.
2. Keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA merupakan nilai hasil tes secara tertulis dalam bentuk menulis berita yang dilakukan pada setiap akhir siklus.
D. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas dengan model siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Model penelitian tindakan kelas, digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1. Alur Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi, 2012: 16)
Penelitian ini berlangsung dua siklus, dan setiap siklus dilakukan 3 kali pertemuan. Rincian kegiatan setiap tahapan diuraikan sebagai berikut:
Perencanaan SIKLUS I
Pengamatan
Pelaksanaan Tindakan Refleksi
Perencanaan SIKLUS II
Pengamatan
Pelaksanaan Tindakan Refleksi
Siklus N
1. Siklus I
a. Tahap perencanaan merupakan langkah awal dalam penelitian dengan menetapkan rencana yang akan dilakukan dalam meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Rencana yang disusun berkaitan dengan:
1) Menyusun RPP bahasa Indonesia di kelas VIII SMP, standar kompetensi mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks, berita, slogan/
poster, materi menulis berita.
2) Menyusun format observasi aktivitas mengajar guru, dan observasi aktivitas belajar siswa.
3) Membuat format penilaian keterampilan menulis berita.
4) Kegiatan pelaksanaan tindakan sebanyak 3 kali pertemuan. Pertemuan I tanggal 12 November 2013, pertemuan II tanggal 16 November 2013, dan pertemuan III tanggal 19 November 2013 untuk kegiatan pembelajaran sekaligus tes menulis berita.
5) Penentuan kriteria keberhasilan pembelajaran yaitu sesuai dengan nilai rata- rata minimal 70 sesuai standar KKM dan ketuntasan belajar 85 persen.
b. Tahap pelaksanaan tindakan merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru pelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar dengan menerapkan metode latihan. Langkah-langkah pembelajaran bahasa Indonesia dengan metode latihan sebagai berikut:
1) Guru menjelaskan cara menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
2) Guru menugaskan siswa menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
3) Siswa secara individu berlatih menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui bimbingan guru.
4) Selesai latihan pertama, dilanjutkan dengan latihan berikutnya menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
5) Salah seorang siswa membacakan berita yang telah ditulis, dan guru memberikan perbaikan jika dianggap perlu.
6) Tanya jawab tentang materi pelajaran 7) Kesimpulan materi
c. Tahap observasi merupakan kegiatan pengamatan aktivitas mengajar guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan tahapan metode latihan, dan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia. Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti selaku partisipan observer.
d. Tahap refleksi merupakan kegiatan mengukur keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia sekaligus kelemahan yang terjadi selama berlangsungnya proses pembelajaran melalui metode latihana yang dilakukan oleh guru dan observer.
Hal ini dilakukan dengan berdasar pada hasil observasi dan hasil tes sehingga menjadi masukan dalam melakukan perbaikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siklus II.
2. Siklus II
Kegiatan penelitian tindakan kelas dengan tahapan-tahapannya pada siklus II berkaitan dengan peningkatan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar melalui metode latihan adalah sama dengan siklus I. Akan tetapi dilakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi siklus I agar proses pembelajaran bahasa Indonesia pada siklus II dapat
lebih efektif meningkatkan keterampilan menulis berita. Kegiatan pembelajaran sebanyak 3 kali pertemuan. Pertemuan I tanggal 23 November 2013, pertemuan II tanggal 26 November 2013, dan pertemuan III tanggal 30 November 2013 untuk kegiatan pembelajaran sekaligus tes keterampilan menulis berita.
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dilakukan secara kelompok sehingga diharapkan lebih memotivasi siswa belajar bahasa Indonesia melalui metode latihan.
Demikian pula siswa lebih dimotivasi, diarahkan untuk belajar bersama, dan diberikan penguatan seperlunya agar siswa lebih menguasai materi pelajaran pada aspek menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA. Hasil yang dicapai pada siklus II menjadi bahan banding terhadap hasil siklus I dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan dengan memperhatikan indikator keberhasilan pembelajaran.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, tes, dan dokumentasi.
1. Lembar observasi berisi aspek-aspek yang diamati pada aktivitas mengajar guru berdasarkan tahapan metode latihan, dan mengamati aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
2. Tes tertulis dalam bentuk menulis berita.
3. Dokumentasi untuk mengumpulkan data tertulis di lokasi penelitian untuk mendukung pelaksanaan penelitian.
F. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi.
1. Observasi
Kegiatan observasi merupakan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas mengajar guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan tahapan metode latihan di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Selain itu, diamati aktivitas belajar siswa mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran bahasa Indonesia. Kegiatan observasi menggunakan lembar observasi berbentuk chek list.
2. Tes
Tes dilakukan secara tertulis dengan menugaskan siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar untuk menulis berita yang dilakukan pada setiap akhir siklus berdasarkan teknik ADIKSIMBA. Aspek penilaian penulisan berita, yaitu: isi berita menarik, ada lokasi atau tempat cerita, waktu terjadinya peristiwa, pelaku, alasan atau penyebab terjadinya, dan alur kalimat berita yang baik.
3. Dokumentasi
Kegiatan dokumentasi bertujuan memperoleh data tertulis jumlah siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar tahun ajaran 2013/2013, dan standar KKM pelajaran bahasa Indonesia.
G. Teknik Analisis Data
Analisis data hasil penelitian berupa hasil observasi dan tes dianalisis secara deskriptif. Analisis hasil observasi bertujuan memperoleh gambaran aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar. Sedangkan hasil tes dianalisis untuk mengukur keterampilan menulis berita
pada setiap siklus dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase.
Kategorisasi keterampilan menulis berita sebagai berikut:
Tabel 3.1. Kategorisasi Keterampilan Menulis Berita No. Interval Nilai Kategori
1. 80 – 100 Baik sekali
2. 70 – 79 Baik
3. 60 – 69 Cukup
4. 50 – 59 Rendah
5. 49 Sangat rendah
Sumber: Syah (2000: 153)
Penentuan tingkat ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan standar KKM 70, dengan kriteria sebagai berikut:
< 70 dinyatakan tidak tuntas
≥ 70 dinyatakan tuntas
H. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah terjadinya peningkatan keterampilan menulis berita dnegan teknik ADIKSIMBA pada siswa kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar melalui metode latihan.
Perlakuan dianggap berhasil apabila mencapai nilai ketuntasan belajar secara klasikal yaitu nilai rata-rata minimal 70 sesuai standar KKM, dan ketuntasan belajar minimal 85 persen secara klasikal. Demikian pula didukung oleh peningkatan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian melalui penelitian tindakan kelas di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar sebanyak dua siklus, mengkaji penerapan metode latihan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan terhadap 38 siswa. Hasil penelitian melalui tes menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA secara tertulis sebagai penilaian hasil, dan observasi sebagai penilaian proses dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian diklasifikasikan atas dua bagian, yaitu: deskripsi hasil siklus I dan siklus II.
1. Deskripsi Hasil Siklus I
Hasil penelitian siklus I tentang penerapan metode latihan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, diklasifikasikan empat bagian, yaitu: hasil observasi aktivitas mengajar guru berdasarkan tahapan metode latihan, hasil observasi aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran, hasil tes keterampilan menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA, dan refleksi.
a. Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru
Hasil observasi terhadap proses pembelajaran bahasa Indonesia dalam bentuk menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA melalui metode latihan di kelas VIII SMP Abdi Pembangunan Kota Makassar, diuraikan sebagai berikut:
1) Kegiatan awal
a) Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa yang dilakukan dengan cukup baik pada setiap pertemuan (pertemuan I, II, dan III).
b) Guru melakukan apersepsi dengan cukup baik pada setiap pertemuan.
c) Guru tidak memotivasi siswa pada pertemuan I, kemudian pertemuan II dan III sudah dilakukan dengan cukup baik.
d) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada setiap pertemuan dengan cukup baik.
2) Kegiatan inti
a) Guru menjelaskan materi menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam kategori cukup baik pada pertemuan I, II dan III, karena materi disajikan secara jelas dan sistematis walaupun sangat singkat.
b) Guru melatih siswa secara individu menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam kategori cukup pada pertemuan I, II, dan III, karena siswa tidak diwajibkan secara individu menulis berita berdasarkan tema yang diberikan pada setiap pertemuan sehingga terdapat sebagian siswa kurang aktif menulis berita.
c) Menugaskan siswa membacakan berita yang telah ditulis dalam kategori cukup pada pertemuan I, kemudian berlangsung dengan baik pada pertemuan II dan III, karena memberi kesempatan semua siswa membacakan hasil kerjanya walaupun hanya sebagian siswa memanfaatkan kesempatan tersebut.
Pada pertemuan I, hanya 2 siswa membaca tulisan beritanya, sementara pertemuan II hanya 3 orang, kemudian pertemuan III hanya 5 orang. Hal ini
dikarenakan terbatasnya waktu setiap pertemuan sehingga mempengaruhi keterbatasan jumlah siswa membaca berita yang telah ditulis.
d) Tanya jawab materi menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA dalam kategori kurang pada setiap pertemuan (pertemuan I, II, dan III) karena hanya sebagian kecil siswa aktif bertanya jawab baik dengan sesama siswa maupun guru.
3) Kegiatan inti
a) Membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran dalam kategori kurang pada pertemuan I dan II karena hanya sebagian kecil siswa aktif dalam menyimpulkan materi, sementara pertemuan III dalam kategori cukup karena sekitar seperdua dari jumlah siswa telah aktif menyimpulkan materi pelajaran tentang menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA.
b) Kegiatan refleksi tidak dilakukan oleh guru pada pertemuan I dan II, kemudian pertemuan III telah dilakukan oleh guru walaupun masih kurang maksimal.
c) Guru mengakhiri pelajaran dengan salam yang dilakukan dengan baik pada setiap pertemuan.
Hasil observasi di atas menunjukkan bahwa langkah-langkah metode latihan pada hakikatnya telah diterapkan, walaupun masih ada aspek tertentu yang kurang maksimal sehingga mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Hal ini terrkait dengan belum optimalnya melatih siswa menulis berita dengan teknik ADIKSIMBA secara individu, memberi kesempatan membacakan hasil kerjanya tetapi kurang dimanfaatkan oleh siswa, siswa kurang aktif bertanya jawab, dan tidak melibatkan semua siswa menyimpulkan materi pelajaran. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi