• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV.ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data

2. Deskripsi Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil

belajar peserta didik ada tiga yaitu pendidik (guru), satuan pendidikan (sekolah) dan pemerintah. Penilaian yang dilakukan oleh guru secara berkesinambungan yang bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan peserta didik serta meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Biasanya guru akan menguji kemampuan pemahaman belajar peserta didik melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester ganjil dan ulangan akhir semester genap atau ulangan kenaikan kelas.

Untuk mengetahui implementasi penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 menurut persepsi siswa dalam dimensi jenis-jenis penilaian, maka peneliti menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 For Windows yang kemudian diintepretasikan sesuai dengan Pedoman Acuan Patokan Tipe II (PAP II) seperti yang telah diuraikan pada bab III yang tersaji pada tabel 4.12 di bawah ini :

Tabel 4.12

Implementasi Dimensi Jenis-jenis

Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013 Menurut Persepsi Siswa

Kategori Interval Frekuensi Persentase Sangat Tidak Baik 4 - 10 2 0,7 %

Tidak Baik 10 - 11 2 0,7 %

Cukup 11 - 12 3 1,1 %

Baik 12 - 14 143 51,1 %

Sangat baik 14 – 16 130 46,4 %

Total 280 100 %

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 185)

Dari tabel 4.12 di atas diketahui bahwa 280 siswa SMK Negeri Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi se-Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: ada 143 siswa (51,1%) memiliki persepsi baik, ada 130 siswa (46,4%) memiliki persepsi sangat baik, ada 3 siswa (1,1%) memiliki persepsi cukup, ada 2 siswa (0,7%) memiliki persepsi tidak baik dan ada 2 siswa (0,7%) memiliki persepsi sangat tidak baik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMK Negeri Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi se-Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar (51,1%) memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 masuk kategori baik. Kesimpulan ini diperkuat oleh

nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 yang dapat dilihat pada tabel 4.13 di bawah ini:

Tabel 4.13

Nilai-Nilai Statistika Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013

Nilai Statistika Skor

N Valid Missing 280 0 Mean 13,71 Median 12,00 Mode 12 Std. Deviation 1,992 Minimum 8 Maximum 16

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 185)

Dari tabel 4.13 dapat diketahui bahwa implementasi dimensi jneis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 dikatakan baik jika sebaran nilai-nilai statistika masuk dalam rentang skor 12 - < 14. Nilai-nilai statistika mean (13,71), median (12,00) dan

mode sebesar 12 masuk kategori baik dengan standar deviasi 1,992, skor minimum 8 dan skor maksimum 16. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 sudah masuk kategori baik.

Apabila dilihat satu persatu dari nama sekolah yang berstatus negeri dapat diketahui penjelasan secara lengkap terhadap

implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 menurut persepsi siswa sebagai berikut:

a. SMK N 1 Depok

Untuk dapat mengetahui implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 menurut persepsi siswa SMK N 1 Depok, maka peneliti mengintepretasikan sesuai dengan Pedoman Acuan Patokan Tipe II (PAP II) seperti yang telah diuraikan pada bab III yang tersaji pada tabel 4.14 di bawah ini:

Tabel 4.14

Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK N 1 Depok

Kategori Interval Frekuensi Persentase Sangat Tidak Baik 4 - 10 0 0%

Tidak Baik 10 - 11 0 0%

Cukup 11 - 12 1 1,1%

Baik 12 - 14 39 43,3%

Sangat baik 14 – 16 50 55,6%

Total 90 100%

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 186)

Dari tabel 4.14 di atas diketahui bahwa 90 siswa SMK Negeri 1 Depok Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: ada 50 siswa (55,6%) memiliki persepsi sangat baik, 39 siswa (43,3%) memiliki persepsi baik, dan ada 1

siswa (1,1%) memiliki persepsi cukup sementara tidak ada siswa memiliki persepsi tidak baik dan sangat tidak baik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Depok Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar (55,6%) memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 masuk kategori sangat baik. Kesimpulan ini diperkuat oleh nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK N 1 Depok yang dapat dilihat pada tabel 4.15 di bawah ini:

Tabel 4.15

Nilai-Nilai Statistika Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013

di SMK N 1 Depok Nilai Statistika Skor

N Valid Missing 90 0 Mean 14,03 Median 14,50 Mode 12 Std. Deviation 1,899 Minimum 11 Maximum 16

Dari tabel 4.15 dapat diketahui bahwa implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pada SMK N 1 Depok dikatakan sangat baik jika sebaran nilai-nilai statistika masuk dalam rentang skor 14 – 16. Nilai-nilai statistika mean (14,03), median (14,50) masuk kategori sangat baik, sementara mode (12) masuk kategori baik dengan standar deviasi 1,899, skor minimum 11 dan skor maksimum 16. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pada SMK N 1 Depok sudah masuk kategori sangat baik.

b. SMK N 1 Godean

Untuk dapat mengetahui implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 menurut persepsi siswa SMK N 1 Godean, maka peneliti mengintepretasikan sesuai dengan Pedoman Acuan Patokan Tipe II (PAP II) seperti yang telah diuraikan pada bab III yang tersaji pada tabel 4.16 di bawah ini:

Tabel 4.16

Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK N 1 Godean

Kategori Interval Frekuensi Persentase Sangat Tidak Baik 4 - 10 2 2,1%

Tidak Baik 10 - 11 1 1,1%

Cukup 11 - 12 0 0%

Baik 12 - 14 51 53,7%

Sangat baik 14 – 16 41 43,2%

Total 95 100%

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 187)

Dari tabel 4.16 di atas diketahui bahwa 95 siswa SMK Negeri 1 Godean Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: ada 51 siswa (53,7%) memiliki persepsi baik, ada 41 siswa (43,2%) memiliki persepsi sangat baik, ada 2 siswa (2,1%) memiliki persepsi sangat tidak baik, ada 1 siswa (1,1%) memiliki persepsi tidak baik dan tidak ada siswa memiliki persepsi cukup.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Godean Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar (53,7%) memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 masuk kategori baik. Kesimpulan

ini diperkuat oleh nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK N 1 Godean yang dapat dilihat pada tabel 4.17 di bawah ini:

Tabel 4.17

Nilai-Nilai Statistika Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013

di SMK N 1 Godean Nilai Statistika Skor

N Valid Missing 95 0 Mean 13,54 Median 12,00 Mode 12 Std. Deviation 2,082 Minimum 8 Maximum 16

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 186)

Dari tabel 4.17 dapat diketahui bahwa implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pada SMK N 1 Godean dikatakan baik jika sebaran nilai-nilai statistika masuk ke dalam rentang skor 12 - < 14. Nilai-nilai statistika mean (13,54), median sebesar (12,00), dan mode (12) masuk kategori baik dengan standar deviasi 2,082, skor minimum

8 dan skor maksimum 16. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pada SMK N 1 Godean sudah masuk kategori baik.

c. SMK N 1 Tempel

Untuk dapat mengetahui implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 menurut persepsi siswa SMK N 1 Tempel, maka peneliti mengintepretasikan sesuai dengan Pedoman Acuan Patokan Tipe II (PAP II) seperti yang telah diuraikan pada bab III yang tersaji pada tabel 4.18 di bawah ini:

Tabel 4.18

Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK N 1 Tempel

Kategori Interval Frekuensi Persentase Sangat Tidak Baik 4 - 10 0 0%

Tidak Baik 10 - 11 1 1,1%

Cukup 11 - 12 2 2,1%

Baik 12 - 14 53 55,8%

Sangat baik 14 – 16 39 41,1%

Total 95 100%

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 187)

Dari tabel 4.18 di atas diketahui bahwa 95 siswa SMK Negeri 1 Tempel Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: ada 53 siswa (55,8%) memiliki persepsi baik, ada 39 siswa (41,1%) memiliki persepsi sangat baik, ada 2 siswa (2,1%) memiliki persepsi cukup, ada 1 siswa (1,1%)

memiliki persepsi tidak baik dan tidak ada siswa memiliki persepsi sangat tidak baik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Tempel Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Akuntansi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar (55,8%) memiliki persepsi tentang implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013. Kesimpulan ini diperkuat oleh nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK N 1 Tempel yang dapat dilihat pada tabel 4.19 di bawah ini:

Tabel 4.19

Nilai-Nilai Statistika Implementasi Dimensi Jenis-jenis Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013

di SMK N 1 Tempel Nilai Statistika Skor

N Valid Missing 95 0 Mean 13,59 Median 12,00 Mode 12 Std. Deviation 1,970 Minimum 10 Maximum 16

(Lampiran 5; Deskripsi Data; Hal 187)

Dari tabel 4.19 dapat diketahui bahwa implementasi dimensi jenis-jenis penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pada SMK N 1 Tempel dikatakan baik jika sebaran nilai-nilai

statistika masuk dalam rentang skor 12 - < 14. Nilai-nilai statistika

mean (13,59), median (12,00) dan mode (12) masuk kategori baik dengan standar deviasi 1,970, skor minimum 10 dan skor

maksimum 16. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai statistika implementasi dimensi jenis-jenis penilai-nilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pada SMK N 1 Tempel sudah masuk kategori baik.

3. Deskripsi Implementasi Dimensi Prinsip dan Pendekatan Penilaian

Dokumen terkait