• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.1.2 Deskripsi Implementasi Pembelajaran

Pelaksanaan penelitian dimulai dengan dilakukannya pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest bertujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa. Pretest pada kelompok kontrol dilaksanakan pada hari Kamis, 5 September 2019 pukul 07.00 – 08.10 WIB, sedangkan pretest pada kelompok eksperimen dilaksanakan pada hari Rabu, 4 September 2019 pukul 07.0 – 08.10 WIB. Siswa mengerjakan soal uraian yang berjumlah 18 butir soal dengan waktu 2 x 35 menit (2 jam pelajaran). Siswa mendapat arahan dari guru mengenai langkah-langkah pengerjaan soal maupun maksud dari setiap butir soal tersebut. Guru mendampingi siswa selama mengerjakan soal pretest. Guru yang mendampingi siswa di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen saat pretest,

treatment, dan posttest adalah guru yang sama. Penggunaan guru yang sama bertujuan untuk mengendalikan ancaman validitas internal yaitu implementasi. Perbedaan guru yang mengajar pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat berpengaruh terhadap skor posttest (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2012: 283).

Pembelajaran di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan cara yang berbeda. Pembelajaran di kelompok kontrol menggunakan metode ceramah, sedangkan di kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran inkuiri. Pembelajaran dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan di setiap kelompok dengan masing-masing waktunya adalah 2 x 35 menit (2 jam pelajaran). Peran peneliti dalam penelitian adalah sebagai pengamat, menyiapkan alat dan

64 bahan sebelum perlakuan, dan mendokumentasikan kegiatan. Berikut deskripsi implementasi kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

1. Deskripsi Implementasi Pembelajaran Kelompok Kontrol

Metode yang digunakan dalam pembelajaran pada kelompok kontrol adalah metode ceramah. Metode ceramah terdiri dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pembuka meliputi apersepsi, motivasi, dan orientasi. Kegiatan inti dilakukan dengan cara guru menjelaskan materi secara lisan, sedangkan siswa mendengarkan penjelasan guru. Kegiatan penutup berisi penyimpulan materi, pengerjaan soal evaluasi dan refleksi. Waktu yang dibutuhkan dalam melaksanakan pembelajaran pada setiap pertemuan adalah 2 x 35 menit dengan materi pokok yang dipelajari adalah sumber energi. Pembelajaran dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan dengan materi yang berbeda di setiap pertemuan.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada Senin, 9 September 2019 pukul 11.00 – 12.10 WIB. Materi yang dibahas pada pertemuan ini adalah sumber energi. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan permainan konsentrasi sebagai motivasi. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai sumber energi sebagai apersepsi. Langkah selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran hari ini sebagai orientasi. Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi tentang sumber energi, sedangkan siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari sumber energi.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 11 September 2019 pukul 09.00 – 10.10 WIB. Materi yang dibahas pada pertemuan ini adalah jenis-jenis energi. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan tepuk “Open Banana” sebagai motivasi. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai jenis-jenis energi sebagai apersepsi. Langkah selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran hari ini sebagai orientasi. Pada kegiatan

65 inti, guru menyampaikan materi mengenai jenis-jenis energi, sedangkan siswa mendengarkan penjelasan dari guru. kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari jenis-jenis energi.

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 13 September 2019 pukul 07.35 – 08.45 WIB. Materi yang dibahas pada pertemuan ini adalah perubahan energi. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan senam “Poki-poki” sebagai motivasi. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab mengenai perubahan energi sebagai apersepsi. Langkah selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran hari ini sebagai orientasi. Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi mengenai perubahan energi, sedangkan siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari perubahan perubahan energi.

Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Senin, 16 September 2019 pukul 11.00 – 12.10 WIB. Materi yang dibahas pada pertemuan ini adalah sumber energi alternatif. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan tepuk “Teko Kecil” sebagai motivasi. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai sumber energi alternatif sebagai apersepsi. Langkah selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran hari ini sebagai orientasi. Pada kegiatan inti, guru meyampaikan materi mengenai sumber energi alternatif, sedangkan siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari sumber energi alternatif.

Pada hari Kamis, 19 September 2019 pukul 07.00 – 08.10 siswa pada kelompok kontrol melaksanakan posttest. Posttest bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada kelompok kontrol setelah menerima pembelajaran dengan metode ceramah. Soal yang dikerjakan pada posttest adalah soal yang sama dengan soal yang dikerjakan saat pretest. Penggunaan soal yang sama bertujuan untuk mengendalikan ancaman validitas internal yaitu

66 instrumen. Peneliti hanya meggunakan soal nomor 3 untuk meneliti variabel mengevaluasi dan soal nomor 4 untuk meneliti variabel menarik kesimpulan. 2. Deskripsi Implementasi Pembelajaran Kelompok Eksperimen

Pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran inkuiri. Pembelajaran dilaksanakan selama 4 kali pertemuan degan sub materi yang berbeda di setiap pertemuan. Waktu pelaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan adalah 2 x 35 menit. Materi pokok yang dipelajari adalah sumber energi. Pembelajaran dilaksanakan oleh guru mitra melalui beberapa percobaan di dalam kelas sesuai dengan RPP yang telah disusun peneliti.

Pembelajaran di kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran inkuiri yang memuat tujuh langkah di dalamnya. Pembelajaran di kelas meliputi tiga kegiatan yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pembuka meliputi salam, doa, motivasi dan apersepsi. Pada kegiatan inti terdapat tujuh langkah model pembelajaran inkuiri yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil dan evaluasi, sedangkan pada kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi pembelajaran dan dilanjutkan dengan melakukan refleksi.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 9 September 2019 pukul 09.00 – 10.00 WIB. Sub materi yang dipelajari adalah sumber energi. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan mengajak siswa untuk bermain “Menyusun Kata” sebagai motivasi, kemudian guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai benda-benda yang menggunakan sumber energi dan menampilkan video tentang jenis-jenis sumber energi beserta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan inti, orientasi dilakukan dengan cara guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran, selanjutnya guru memberikan penjelasan mengenai cara membuat rumusan masalah dan hipotesis. Kemudian siswa masuk ke dalam kelompok yang telah ditentukan oleh guru. Guru mengajak siswa untuk mengamati video percobaan mengenai pemanfaatan sumber energi matahari dalam kehidupan sehari-hari. Guru membimbing siswa untuk membuat rumusan masalah dan hipotesis berdasarkan tayangan video dan menuliskannya pada LKS telah dibagikan. Setiap kelompok diberi kesempatan

67 untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang rumusan masalah dan hipotesis yang telah dibuat. Selanjutnya guru memberikan evaluasi secara lisan kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari sumber energi dan jenis-jenisnya.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 11 September 2019 pukul 07.00 – 08.10 WIB. Sub materi yang dipelajari adalah salah perubahan energi. Kegiatan dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan permainan “Cari Pasangan” sebagai motivasi, kemudian guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai perubahan energi yang ada di lingkungan sekitar. Pada kegiatan inti guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan percobaan yang akan dilakukan dan meminta siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan pertama sebagai orientasi. Setiap kelompok mendapatkan LKS yang berisikan langkah-langkah dan pertanyaan tentang percobaan yang telah dilakukan. Sebelum melakukan percobaan, guru membimbing siswa untuk menuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “apakah” dan membuat hipotesis dengan menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan dari percobaan yang akan dilakukan. Langkah model pembelajaran inkuiri selanjutnya adalah melakukan percobaan. Siswa melakukan percobaan “kentang listrik” untuk mengetahui salah satu jenis energi, yaitu energi listrik yang dihasilkan dari kentang. Selanjutnya siswa menuliskan hasil percobaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada LKS dan mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan dengan berpedoman pada rumusan masalah dan hipotesis yang telah dibuat. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang hasil percobaan yang telah dilakukan. Selanjutnya guru memberikan evaluasi secara lisan kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari perubahan energi.

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 13 September 2019 pukul 09.00 – 10.10 WIB. Sub materi yang dipelajari adalah perubahan energi. Kegiatan dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan permainan “Tebak

68 Kata” sebagai motivasi, kemudian guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai materi sumber energi dan benda-benda yang menggunakan sumber energi yang sudah diperlajari pada pertemuan pertama. Pada kegiatan inti guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan percobaan yang akan dilakukan dan meminta siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan pertama sebagai orientasi. Setiap kelompok mendapatkan LKS yang berisikan langkah-langkah dan pertanyaan tentang percobaan yang telah dilakukan. Sebelum melakukan percobaan, guru membimbing siswa untuk menuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “apakah” dan membuat hipotesis dengan menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan dari percobaan yang akan dilakukan. Langkah model pembelajaran inkuiri selanjutnya adalah melakukan percobaan. Siswa melakukan percobaan “kertas spiral” untuk mengetahui perubahan energi yang terjadi pada percobaan tersebut. Selanjutnya siswa menuliskan hasil percobaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada LKS dan mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan dengan berpedoman pada rumusan masalah dan hipotesis yang telah dibuat. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang hasil percobaan yang telah dilakukan. Selanjutnya guru memberikan evaluasi secara lisan kepada siswa tentang materi yang telah diperlajari. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari perubahan energi.

Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Senin, 16 September 2019 pukul 07.34 – 08.45 WIB. Sub materi yang dipelajari adalah sumber energi alternatif. Kegiatan dibuka dengan mengajak siswa untuk melakukan permainan “Pesawat Mini” sebagai motivasi, kemudian guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai hal yang akan terjadi jika sumber energi telah habis. Pada kegiatan inti guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan percobaan yang akan dilakukan dan meminta siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan pertama sebagai orientasi. Setiap kelompok mendapatkan LKS yang berisikan langkah-langkah dan pertanyaan tentang percobaan yang telah dilakukan. Sebelum melakukan

69 percobaan, guru membimbing siswa untuk menuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “apakah” dan membuat hipotesis dengan menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan dari percobaan yang akan dilakukan. Langkah model pembelajaran inkuiri selanjutnya adalah melakukan percobaan. Siswa melakukan percobaan “kincir angin” untuk mengetahui bahwa angin dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Selanjutnya siswa menuliskan hasil percobaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada LKS dan mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan dengan berpedoman pada rumusan masalah dan hipotesis yang telah dibuat. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang hasil percobaan yang telah dilakukan. Selanjutnya guru memberikan evaluasi secara lisan kepada siswa tentang materi yang telah diperlajari. Kegiatan penutup dilakukan dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan melakukan refleksi tentang pentingnya mempelajari sumber energi alternatif.

Pada hari Jumat, 20 September 2019 pukul 07.00 – 08.10 siswa pada kelompok eksperimen melaksanakan posttest. Posttest bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada kelompok eksperimen setelah menerima pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri. Soal yang dikerjakan pada posttest adalah soal yang sama dengan soal yang dikerjakan saat

pretest. Penggunaan soal yang sama bertujuan untuk mengendalikan ancaman

validitas internal yaitu instrumen. Peneliti hanya meggunakan soal nomor 3 untuk meneliti variabel mengevaluasi dan soal nomor 4 untuk meneliti variabel menarik kesimpulan.

4.1.2 Deskripsi Sebaran Data

Pada deskripsi sebaran data, peneliti memperlihatkan perbedaan data yang diperoleh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk setiap indikator. Hasil dari sebaran data dapat dilihat pada tabel berikut.

70 4.1.2.1 Kemampuan Mengevaluasi

Hasil dari sebaran data dapat dilihat pada tabel berikut. 1. Kelompok Kontrol

Tabel 4.1 Sebaran Data Kelompok Kontrol Kemampuan Mengevaluasi

No Indikator Soal Skor Pretest Skor Posttest

1 2 3 4 Total 1 2 3 4 Total

1 Menilai kebenaran dari pernyataan tentang contoh alat yang meggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui

8 10 10 1 29 2 13 11 3 29

2 Menilai kebenaran suatu argumen tentang

perbandingan penggunaan alat untuk menghasilkan energi listrik

6 14 8 1 29 6 13 9 1 29

3 Menilai suatu prinsip yang dapat diterapkan dalam upaya pemasangan panel surya

7 9 11 2 29 8 10 8 3 29

Total Frekuensi 21 33 29 4 87 16 36 28 7 87 Tabel 4.1 menunjukkan hasil pengerjaan pretest kelompok kontrol pada ketiga indikator, siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 21 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 33 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 29 siswa, dan siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 4 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 2 adalah skor yang mempunyai jumlah frekuensi paling banyak yaitu 33 siswa, sedangkan skor yang memiliki jumlah frekuensi paling sedikit adalah skor 4 yaitu sebanyak 4 siswa. Hasil pengerjaan posttest kelompok kontrol pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 16 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 36 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 28 siswa, dan yang mendapat skor 4 sebanyak 7 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 2 memiliki jumlah frekuensi paling banyak yaitu 36 siswa dan skor 4 menjadi skor yang memiliki jumlah paling sedikit yaitu 7 siswa. Skor yang mengalami peningkatan jumlah frekuensi adalah skor 2 dan 4 , sedangkan skor 1 dan 3 mengalami penurunan jumlah frekuensi.

71 2. Kelompok Eksperimen

Tabel 4.2 Sebaran Data Kelompok Eksperimen Kemampuan Mengevaluasi

No Indikator Soal Skor Pretest Skor Posttest

1 2 3 4 Total 1 2 3 4 Total

1 Menilai kebenaran dari pernyataan tentang contoh alat yang meggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui

9 9 8 1 27 1 10 10 6 27

2 Menilai kebenaran suatu argumen tentang

perbandingan penggunaan alat untuk menghasilkan energi listrik

9 9 8 1 27 0 10 14 3 27

3 Menilai suatu prinsip yang dapat diterapkan dalam upaya pemasangan panel surya

7 8 5 7 27 4 10 12 1 27

Total Frekuensi 25 26 21 9 81 5 30 36 10 81 Tabel 4.2 menunjukkan hasil pengerjaan pretest kelompok eksperimen pada ketiga indikator, siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 25 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 26 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 21 siswa, dan siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 9 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 2 adalah skor yang memiliki jumlah frekuensi paling banyak yaitu 26 siswa, sedangkan skor yang memiliki jumlah frekuensi paling sedikit adalah skor 4 yaitu sebanyak 9 siswa. Hasil pengerjaan posttest kelompok kontrol pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 5 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 30 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 36 siswa, dan siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 10 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 3 memiliki jumlah frekuensi paling banyak yaitu 36 siswa, sedangkan skor yang memiliki jumlah frekuensi paling sedikit adalah skor 1 yaitu sebanyak 5 siswa. Skor yang mengalami peningkatan jumlah frekuensi adalah skor 2, 3, dan 4, sedangkan yang mengalami penurunan jumlah frekuensi hanya skor 1.

72 4.1.2.2 Kemampuan Menarik Kesimpulan

Hasil dari persebaran data dapat dilihat pada tabel berikut. 1. Kelompok Kontrol

Tabel 4.3 Sebaran Data Kelompok Kontrol Kemampuan Menarik Kesimpulan

No Indikator Soal Skor Pretest Skor Posttest

1 2 3 4 Total 1 2 3 4 Total

1 Membuat alternatif pemecahan masalah tentang penggunaan energi alternatif

8 11 8 2 29 6 13 9 1 29

2 Menilai cara yang paling tepat dalam penggunaan energi alternatif 8 14 6 1 29 5 13 9 2 29 3 Membuat kesimpulan tentang pemanfaatan energi alternatif 10 11 7 1 29 3 14 10 2 29 Total Frekuensi 26 36 21 4 87 14 40 28 5 87 Tabel 4.3 menunjukkan hasil pengerjaan pretest kelompok kontrol pada ketiga indikator, siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 26 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 36 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 21 siswa, dan siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 4 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 2 adalah skor yang mempunyai jumlah frekuensi paling banyak yaitu 36 siswa, sedangkan skor yang memiliki jumlah frekuensi paling sedikit adalah skor 4 yaitu sebanyak 4 siswa. Hasil pengerjaan posttest kelompok kontrol pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 14 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 40 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 28 siswa, dan yang mendapat skor 4 sebanyak 5 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 2 memiliki jumlah frekuensi paling banyak yaitu 40 siswa dan skor 4 menjadi skor yang memiliki jumlah paling sedikit yaitu 5 siswa. Skor yang mengalami peningkatan jumlah frekuensi adalah skor 2, 3 dan 4 , sedangkan skor 1 mengalami penurunan jumlah frekuensi.

73 2. Kelompok Eksperimen

Tabel 4.4. Sebaran Data Kelompok Eksperimen Kemampuan Menarik Kesimpulan

No Indikator Soal Skor Pretest Skor Posttest

1 2 3 4 Total 1 2 3 4 Total

1 Membuat alternatif pemecahan masalah tentang penggunaan energi alternatif

5 15 5 2 27 1 12 8 6 27

2 Menilai cara yang paling tepat dalam penggunaan energi alternatif 6 18 3 0 27 1 6 16 4 27 3 Membuat kesimpulan tentang pemanfaatan energi alternatif 5 15 6 1 27 4 12 8 3 27 Total Frekuensi 16 48 14 3 81 6 30 32 13 81 Tabel 4.4 menunjukkan hasil pengerjaan pretest kelompok eksperimen pada ketiga indikator, siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 16 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 48 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 14 siswa, dan siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 3 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 2 adalah skor yang memiliki jumlah frekuensi paling banyak yaitu 48 siswa, sedangkan skor yang memiliki jumlah frekuensi paling sedikit adalah skor 4 yaitu sebanyak 3 siswa. Hasil pengerjaan posttest kelompok kontrol pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa yang mendapat skor 1 sebanyak 6 siswa, yang mendapat skor 2 sebanyak 30 siswa, yang mendapat skor 3 sebanyak 32 siswa, dan siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 13 siswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa skor 3 memiliki jumlah frekuensi paling banyak yaitu 32 siswa, sedangkan skor yang memiliki jumlah frekuensi paling sedikit adalah skor 1 yaitu sebanyak 6 siswa. Skor yang mengalami peningkatan jumlah frekuensi adalah skor 3 dan 4, sedangkan yang mengalami penurunan jumlah frekuensi adalah skor 1 dan 4.

4.1.3 Uji Hipotesis Penelitian I

Hipotesis penelitian I adalah penerapan model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi siswa kelas IV SD. Variabel dependen pada hipotesis tersebut adalah kemampuan mengevaluasi, sedangkan variabel independennya adalah penerapan model pembelajaran inkuiri. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dependen terdiri dari 1 soal uraian yaitu

74 item soal nomor 3. Satu soal mengandung 3 indikator Menilai kebenaran dari pernyataan tentang contoh alat yang meggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui, Menilai kebenaran suatu argumen tentang perbandingan penggunaan alat untuk menghasilkan energi listrik, dan Menilai suatu prinsip yang dapat diterapkan dalam upaya pemasangan panel surya.

Hasil analisis statistik secara keseluruhan dihitung dengan menggunakan program statistik yaitu IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Tahap analisis data yang dilakukan adalah 1) uji asumsi yaitu melakukan uji normalitas distribusi data yang bertujuan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak, sehingga dapat digunakan untuk menentukan analisis selanjutnya menggunakan statistik parametrik atau nonparametrik, 2) uji perbedaan kemampuan awal siswa pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, 3) uji signifikansi pengaruh perlakuan, dan 4) uji besar pengaruh perlakuan. Tahap selanjuntnya adalah analisis lebih lanjut yang terdiri dari a) uji persentase peningkatan rerata pretest ke posttest b) uji besar efek peningkatan rerata

pretest ke posttest, dan c) uji korelasi rerata pretest ke posttest.

4.1.3.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal

Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui apakah kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama terhadap kemampuan mengevaluasi. Data yang digunakan adalah rerata skor

pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

1. Uji Asumsi

a. Uji Asumsi Normalitas Distribusi Data

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data, sehingga dapat ditentukan jenis statistik yang digunakan untuk menganalisis data tersebut (Field, 2009: 144). Data pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diuji menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov test. Data yang digunakan yaitu skor pretest. Kriteria yang digunakan untuk kesimpulan uji normalitas data yaitu sebagai berikut. Jika harga p > 0,05 maka distribusi data normal, sehingga uji statistik berikutnya menggunakan statistik parametrik misalnya dengan Independent samples t-test atau Paired Samples t-test (Field,

75 2009: 326). Jika harga p < 0,05 maka Hnull ditolak serta distribusi data tidak normal, sehingga uji statistik berikutnya menggunakan statistik nonparametrik misalnya dengan Mann-Whitney atau Wilcoxon Signed Rank test (Field, 2009: 345). Berdasarkan kriteria tersebut, berikut hasil uji normalitas distribusi data kemampuan mengevaluasi (lihat Lampiran 4.3.1)

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Distribusi Data

Kelompok p Keputusan

Kontrol 0,068 Normal

Eksperimen 0,081 Normal

Tabel 4.5 menunjukkan harga p > 0,05 pada aspek pretest untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan demikian, Hnull gagal ditolak artinya data berdistribusi normal, sehingga analisis data selanjutnya menggunakan statistik parametrik. Statistik parametrik yang digunakan yaitu Independent Samples t-test, untuk menganalisis data dari dua kelompok yang berbeda, misalnya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Field, 2009: 326).

b. Uji Asumsi Homogenitas Varian

Sebelum dilakukan uji perbedaan kemampuan awal, dilakukan uji asumsi

Dokumen terkait