4.3 Temuan Penelitian
4.3.1 Deskripsi Informan Utama
Lina Wati yang disapa peserta didik Alif Iqra dengan sebutan Miss Lina merupakan mahasiswa tingkat akhir ekonomi pembangunan di Universitas Sumatera Utara. Miss Lina merupakan pengajar yang sangat suka anak kecil dan merupakan sosok orang yang lembut. Hal ini terlihat ketika Miss Lina sedang dalam proses pembelajaran pada anak usia dini memiliki hubungan yang dekat pada peserta didik. Beliau masuk sebagai pengajar privat Alif Iqra Medan pada tahun 2019. Miss Lina terjun sebagai pendidik Alif Iqra yang mengajarkan pembelajaran Alquran ternyata memiliki pendidikan agama yang didapatkan di rumah dan sekolah formal dari mulai madrasah ibtidaiyyah, madrasah tsanawiyah hingga tingkat madrasah aliyah. 12 tahun belajar Miss Lina mendapatkan pendidikan agama di sekolah islam merupakan bekal dasar memahami fiqh, akidah akhlaq, sejarah kebudayaan islam dan Alquran hadist. Pengalaman mengajar Miss Lina pun dimulai dari rumah dikarenakan Miss Lina mengajar mengaji kepada orang-orang terdekat seperti keponakan dan tetangga rumah. Miss Lina mengajar dengan senang hati terlihat komunikasi yang aktif terjalin dengan peserta didik. Hal ini disesuaikan beberapa pernyataan Miss Lina pada tanggal 25 agustus 2020 :
1. Proses Komunikasi Instruksional Lina Wati
Dalam menyiapkan pembelajaran sebelum proses belajar mengajar, Miss Lina menyiapkan materi pembelajaran susuai kurikulum yang telah tersedia berdasarkan modul guru Alif Iqra. Hal yang perlu dipersiapkan ialah materi Fun learning yaitu seperti crafting, mewarnai atau game. Fun learning activity yang dilakukan Miss Lina dipersiapkan sesuai materi yang telah dikirimkan oleh Tim Akademik Alif Iqra yang dikirimkan di grup Whatssup. Saat pembelajaran berlangsung,Miss Lina dengan peserta didik melakukan game tebakan huruf hijaiyah. Miss Lina cukup mengerti keadaan peserta didik anak usia dini.Hal ini terlihat saat mood belajar anak sedang bosan Miss Lina beralih pembelajaran dengan buku dengan pemisalan suara agar peserta didik kembali semangat dengan mencontohkan bunyi huruf seperti tertawa berarti huruf Ha. Untuk hafalan doa dan surah Miss Lina menyesuaikan dengan kebutuhan murid yang ada di sekolah.
Metode pengulangan atau murajaah yang ditekankan dalam pembelajaran privat oleh Umi Lina dikarenakan peserta didik sudah menempuh pendidikan formal di Sekolah Islam Al-Amjad.
Miss Lina dan peserta didik memiliki komunikasi yang baik.Hal ini terlihat ketika Miss Lina menangani langsung saat anak sudah mulai bosan belajar akan ada selingan belajar sambil bermain seperi bermain swit dimana jika peserta didik kalah bermain maka harus mengaji atau mengikuti kemauan saya hal ini berlaku sebaliknya. Pembelajaran Alquran yang dilakukan Miss Lina dan peserta didik tidak hanya membaca Alquran, tetapi ada materi-materi tambahan seperti hafalan doa harian, surah, pemahaman akidah, fiqh ibadah dan materi Fun learning.
Perkembangan peserta didik pada anak usia dini yang diampu oleh Miss Lina tidak hanya berdasarkan perkembangan kognitif saja namun afektif sang anak pun ikut berkembang.Hal ini bersamaan saat peserta didik menanyakan tentang siapa Allah dan suara Azan,“apa kah itu suara Allah”. Pertanyaan ini berkaitan tentang ketuhanan sehingga Miss Lina menjawab dengan “Allah itu ada di kaki langit danada dihati kita, Tidak terlihat. Tidak semuanya sesuatu yang terlihat seperti menghembuskan nafas.“
Saya menyiapkan hari ini belajar apa dan saya cocokan sesuai dengan modul.
Persiapan crafting saja kalau belajarnya ngalir aja kak. Anaknya suka cerita kak jadi gak ada persiapan lainnya. Anak murid saya ini kooperatif,cuma mudah bosan jadi pas saya ngajar biasanya main tebakan huruf dan kalau dia uda bosan mengulang menggunakan buku dengan tebakan dan permisalan jika ketawa berarti Ha. Kalau melambaikan tangan itu huruf Da (trik mengulang). Terkadang diawal lupa, jika disebutkan dia baru ingat. Kalo lagi malas biasanya agak sulit mengucapkan huruf dan kalau lupa dia pasti langsung memberitahu saya jika lupa lagi saya menggunakan trik yang lain biasanya menggunakan isyarat.
2. Strategi Komunikasi Instruksional
Strategi komunikasi Instruksional yang dilakukan Miss Lina terhadap peserta didik ialah dengan menggunakan game edukasi dan interaktif. Anak usia dini ialah karakter anak yang cenderung lebih suka bermain daripada belajar sehingga strategi komunikasi instruksional Miss Lina ialah bermain sambil belajar. Hal ini diperlihatkan Miss Lina mengerti dan paham keadaan psikologi anak yang mudah bosan namun peserta didik juga sangat koperatif artinya sang anak sudah dapat menerima pembelajaran dengan baik (fokus) namun kebosanan kerap terjadi sehingga efektifitas komunikasi instruksional Miss Lina menggunakan strategi bermain sambil belajar.
Materi yang mudah anak murid saya mau ngikutin saya kak. Dan lebih suka game dari pada crafting kalau buat crafting yang susah lama-lama bosen dan buat versi dia sendiri. Game yang disukain sambil murajaah. Mewarnai dia lebih suka
3. Hambatan Komunikasi Instruksional
Proses komunikasi instruksional tidak serta-merta pembelajaran berlangsung dengan baik. Hambatan kerap terjadi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan Miss Lina yaitu hambatan internal seperti daya ingat sang anak itu sendiri. Materi yang disampaikan Miss Lina terhadap peserta didik seperti doa harian dan hafalan surah yang menjadi suatu hambatan dalam proses belajar mengajar ananda belum bisa membaca hafalan itu sendiri sehingga saat memulai hafalan ia kerap diberi tahu bacaan awal (pancingan) agar kembali ingat bacaannya sehingga peserta didik bisa meneruskan kembali hafalannya dan dibantu oleh Miss Lina.
Hambatan eksternal tidak ada. Kalau internal anak saya gampang nurutin hanya sulit mengingat kak, kalau badmood jarang itupun kalau ketiduran dan kalau ngaji rasanya pengen cepat.
2) Ika Muslimah, S.Pd
Miss Ika merupakan Guru Alif Iqra Medan yang bergabung pada tahun 2019.
Miss Ika merupakan sarjana Universitas Islam Sumatera Utara fakultas pendidikan anak usia dini. Saat ini Miss Ika juga mengajar di PAUD Anbata dengan kurang lebih 3 tahun. Pengalaman mengajar Miss Ika dalam mengajar tak hanya di sekolah tapi dengan pengajaran privat di rumah-rumah. Berdasarkan pengalaman Miss Ika yang memiliki jadwal yang padat baik di sekolah dan privat
pribadi Miss Ika ikut serta bergabung menjadi guru privat mengaji di Alif Iqra Medan. Jadwal pengajaran Miss Ika di Alif Iqra ditentukan pada hari-hari libur yaitu sabtu dan minggu. Pendidikan dasar agama Miss Ika didapatkan saat dibangku SMP yaitu sekolah islam yang disebut tsanawiyah hingga beliau duduk dibangku perkuliahan di Universitas Islam Sumatera Utara. Keinginan dan tekad Miss Ika ini lah bentuk pengaplikasian ilmu terjun di dunia anak usia dini, selain dengan background pendidikan anak usia dini melihat perkembangan anak didik Miss Ika cukup bahagia dengan bertemu dan tumbuh berkembang atas dorongan dari beliau sendiri.
1. Proses Komunikasi Instruksional Ika Muslimah
Proses komunikasi instruksional mempengaruhi hasil pesan atau feedback yang akan dicapai. Komunikasi instruksional yang baik memiliki tahapan awal yang harus diperhatikan. Hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses belajar mengajar berlangsung yang dilakukan Miss Ika ialah persiapan fisik, media belajar dan alat-alat belajar. Miss Ika sebelum mempersiapkan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik ialah mengetahui karakter sang anak. Anak usia dini memiliki karakter yang berbeda-beda, mengetahui karakter sang anak akan mempermudah Miss Ika dalam menunjang pembelajaran Alquran berlangsung.
Peserta didik Miss Ika merupakan anaknya ingin tahu lebih dan begitu asik. Untuk media pembelajaran yang disukai ialah crafting activity yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Pertama-tama yang dilakukan Miss Ika dalam pembelajaran Alquran ilah membaca bismilah bersama-sama, membuka buku tilawati PAUD dan Miss Ika menunjuk huruf yang ingin dibaca. Dikarenakan peserta didik sudah mengerti bacaan hurufnya, pembelajaran berlangsung bersifat student center oriented atau berpusat ke murid. Guna memperkuat bacaan huruf hijaiyah peserta didik,Miss Ika mengintruksikan bacaan Alquran dengan mengggunakan game learning yaitu Find Me Hijaiyah letters dengan menyembunyikan kartu-kartu hijaiyah ke beberapa sudut ruangan yang dilakukkan Miss Ika kemudian menutup mata peserta didik kemudian mencari dan
jika menemukan huruf hijaiyah peserta didik membacakan huruf tersebut dengan bacaan yang lantang kepada Miss Ika.
Biasanya saya menyuruh membaca bismillah dahulu sebelum mengaji kemudian menunjuk buku terkait huruf yang ingin dibaca “ ini huruf apa”?
dan dia udah bisa membaca sendiri. Agar memperkuat huruf hijaiyah diakhir mengaji kami bermain find me hijaiyah kak.
Pembelajaran Alquran yang dilakukan MissIka kepada peserta didiknya diperkuat dengan materi-materi pendukung seperti Fun learning activity sebagai materi yang disenangi anak usia dini, hafalan surah, doa harian dan fiqh ibadah.
Miss Ika mengintruksikan hafalan surah atau doa kepada peserta didik dengan membaca secara klasikal yang dibacakan oleh Miss Ika hingga pengulangan 3 kali sampai bisa dibaca oleh peserta didik bersama-sama dengan Miss Ika. Namun sesekali, Miss Ika memberhentikan bacaan ditengah-tengah bacaan guna melihat daya ingat sang anak dan kemudian diteruskan oleh peserta didik bacaan yang dihafalkan bersama-sama diantara peserta didik dan Miss Ika.
2. Strategi komunikasi Instruksional
Strategi komunikasi Instruksional yang dilakukan seorang guru terhadap peserta didik membutuhkan strategi yang tepat. Terlebih mengajarkan pembelajaran anak usia dini seorang guru harus memiliki cara menyempaikan pesan yang sesuai terhadap peserta didik. Strategi komunikasi instruksional yang dilakukan Miss Ika terhadap peserta didiknya yang tergolong anak usia dini menempatkan strategi bahwasanya guru merupakan pembimbing atau teacher as counsellor. Dengan memahami guru sebagai pembimbing Miss Ika dapat
menempatkan strategi ini kepada peserta didik membimbing anak usia dini yang tergolong masih kecil butuh mempersiapakan alat, media dan kegiatan yang mendukung pembelajaran yang nyaman dan disukai terhadap anak usia dini. Hal ini terlihat saat peserta didik Miss Ika begitu antusias membuat sebuah media pembelajaran dalam kegiatan Fun learning Miss Ika menggunting media yang akan ditempelkan sebagai materi crafting dan peserta didik menempelkan dan memberikan lem pada media yang telah disiapkan.
Apa aja suka kak. Instruksinya kami buat bersama biasanya saya yang gunting dan dia menempel crafting atau menggambar.
3. Hambatan Komunikasi Instruksional Ika Muslimah
Memahami hambatan yang terjadi dalam proses belajar mengajar.
Komunikasi instruksional yang dilakukan Miss Ika terhadap peserta didik memiliki hambatan dalam pembelajaran Alquran yaitu media dan alat belajar.
Media dan alat belajar merupakan faktor mendukung pembelajaran secara efektif terlebih anak usia dini yang dengan jenis kelamin laki-laki motorik anak yang begitu aktif membuat Miss Ika membutuhkan media dan alat-alat yang mendukung. Memberikan pembelajaran Alquran pada anak usia dini dibutuhkan observasi dan trial error guna mengetahui bakat terpendam sang anak. Diluar tersebut mood anak usia dini menurut Miss Ika kewalahan dalam menghadapi anak usia dini dalam proses belajar mengajar dengan peserta didik.
Harus punya media dan disesukan dengan anak itu. Agar belajar dengan senang. Hambatan bagi saya adalah mood anak yang bikin saya kesusahan dalam proses belajar mengajar.
3) Khoriza Anzana Nasution, S.Pd.I
Miss Riza sapaan peserta didik Alif Iqra sebagai guru pendidik dan pengajar Alquran. Miss Riza memiliki latar belakang pendidikan sebagai guru BK (Bimbingan Konseling Islam) pada Universitas Islam Sumatera Utara.
Mengetahui karakter anak usia dini ialah titik awal dalam menyesuaikan pembelajaran anak usia dini menurut Miss Riza. Jadi tidak diragukan lagi sebagai guru BK Miss Riza tidak sulit menyesuaikan mengajar pada anak usia dini. Miss Riza bergabung di Alif Iqra Medan pada tahun 2019. Pengalaman mengajar Miss Riza dapatkan pada masa kuliah saat praktek-praktek disekolah. Awal praktek disekolah Miss Riza mengahadapi anak remaja sebagai guru BK di SMP.
Sedangkan pengalaman mengajar didapatkan pada kuliah kerja nyata (KKN) selama 3 bulan menghadapi anak SD. Menurut Miss Riza mengajar anak SD peralihan anak usia dini cukup membuat PR terlebih karakter sang anak masih membutuhkan perhatian lebih apalagi di sekolah terdiri satu kelas mencapai 30 siswa. Hal inilah cikal bakal Miss Riza memahami keunikan anak yang tergolong peralihan anak usia dini. Pendidikan dasar agama Miss Riza dapatkan dari masa kecil didapatkan dari lingkungan keluarga yaitu ibu sebagai guru ngaji dan pendidik di Mts, kemudian masa Tk (taman kanak-kanak) bersekolah di TK Islam, saat SD pun disekolahkan di MDA dan mengaji sore di TPA (Taman Pendidikan Alquran) hingga pada jenjang MTS dan duduk dibangku kuliah.
Semakin dewasa ilmu pendidikan agama akan selalu berkembang.Hal inilah sebagai bentuk pengalaman mengimplementasikan ilmu sebagai pendidik Alquran.
1. Proses Komunikasi Instruksioanl Khoriza Anzana Nasution
Komunikasi instruksional yang dilakukan Miss Riza kepada peserta didik yang berusia dini dilakukan dengan tahap-tahapan awal. Tahapan awal dalam mempersiapkan pembelajaran bagi Miss Riza ialah menentukan metode yang akan diterapkan pada peserta didik serta menentukan pencapaian yang akan dicapai pada hasil pembelajaran berlangsung. Persiapan komunikasi instruksional Miss Riza cukup membantu untuk menentukan fokus belajar seperti pengenalan huruf hijaiiyyah alif dan ba dengan media apakah pengenalan huruf hijaiyah pada anak usia dini. Setiap anak usia dini memiliki keunikan masing-masing.Pembelajaran Alquran pada anak usia dini dibutuhkan loyalitas sang guru guna mencapai tujuan pembelajaran. Anak usia dini menurut Miss Riza tidak semua bisa diperkenalkan pengenalan huruf hijaiyah dengan menggunakan buku dikarenakan anak cenderung bosan. Media pengenalan huruf hijaiyah yang dilakukan Miss Riza dengan metode Fun learning ialah mempersiapkan flashcard hijaiyah (kartu hijaiyah) dengan bentuk gambar yang unik dan mencolok membuat anak tertarik dengan menggunakan flashcard dan menggunakan game edukasi.
Biasanaya saya nyiapin hari ini ngajar apa, metodenya seperti apa, dan pencapaiannya apa. Biasanya aku nentuin gitu seperti fokus ke alif dan ba seperti flashcard alif ba atau games. Kalau persiapan spesific tidak ada dari aku.
Persiapan Miss Riza dengan menentukan metode dan media pembelajaran atas dasar inisiatifnya sendiri. Menurut Miss Riza kurikulum Alif Iqra sebagai modul guru Alif Iqra tidak sesuai dengan umur sang anak. Sejauh ini pembelajaran yang dilakukaan Miss Riza tidak keseluruhan hanya keluar dari modul atau kurikulum alif, disesuakan sesuai umur sang anak sehingga tidak berurut sesuai yang tercantum pada modul guru Alif Iqra. Mengenali karakter sang anak menurut Miss Riza sangat penting pembelajaran Alquran yang dilakukan pada anak usia dini. Sisi keunikan yang ditemui Miss Riza dalam pembelajaran Alquran berdasarkan privat ialah anak yang mudah bosan, pemalu, keinginan yang ingin tahu banyak dan ada anak yang daya ingatnya kuat dan peduli sesama lain.
Sisi kurang baik cepat bosan, pemalu kalau belum kenal. Positifnya rasa ingin tahunya besar. Jika saya tonton video biasanya ingin tahu dan daya ingatnya kuat dan anak peduli sama lain. Pernah nih ada nyamuk terus dia bilang gak boleh pukul nyamuk. Dia itu sopan bagaimana ngomong sama orang yang lebih tua dan nurut kalau diajarin.
Sebelum mulai belajar Miss Riza briefing dengan peserta didik anak usia dini dengan tepuk jari dengan gerakan dan bernyanyi. Peserta didik Miss Riza sangat aktif jika disuruh untuk bernyanyi sehingga metode bernanyi yang dilakukaan Miss Riza sering dilakukan guna menstimuli anak agar semangat mulai untuk mengaji. Media tambahan seperti Fun learning activity selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan seperti menggambar inginnya menjadi gambaran apa dan jika bernyanyi anak didik Miss Riza begitu aktif untuk mengajak menanyi
bersama-sama saat mengaji. Sehingga pembelajaran Alquran pada anak usia dini bersifat tidak kaku dan menyenangkan.
Anak-anak suka semua Fun learning khususnya suka musik dia happy kalau belajar sambil bernyanyi. Dia lebih ekplor kalau mau gambar nanti jadinya apa. Kalau nyanyi itu ayook Miss kita nyanyi. Setiap mau belajar tuh pasti dia tepuk jari satu dengan gerakan dan lebih aktif.
Dalam evaluasi pembelajaran Alquran pada anak usia dini di Alif Iqra memiliki materi tambahan seperti hafalam doa atau suroh. Miss Riza mengintruksikan hafalan pada anak usia dini yang perlu diperhatikan ialah kondisi sang anak itu sendiri. Apakah sang anak cepat dalam menghafal atau tidak dan tidak bisa disama ratakan bagaimana perkembangan anak usia dini masing-masing peserta didik. Pengenalan tahap awal Miss Riza mengenalkan dahulu surahnya artinya dan bagaimana doanya. Pengenalan hafalan doa yang diterapkan Miss Riza bersifat klasikal hingga jika bacaannya telah lancar maka akan terus diulang bersama-sama antara Miss Riza dan peserta didik. Membaca hafalan dengan penggalan-pengalan perkata hingga sampai bisa menjadi satu kalimat.
Memberikan clue bacaan awal kemudian peserta didik menuruskan bacaan Miss Riza.
Tergantung kondisi anak, apakah cepat menghafal atau tidak dan tidak disama ratakan. Kalau biasanya aku kenalin dulu surahnya apa atau doanya apa, seperti doa makan dan setelah makan kalau surahnya annas nanti saya bilang mau tau gak ini surahnya ? Biasanya saya baca dulu nih bunyinya kemudian diulang bareng-bareng sama anaknya. Dan aku terapin sepenggal-sepenggal perayat dalam satu kalimat saya potong perkata diulang sampe bisa dan biasanya sampe 3 kali itu kalau cepat nangkapnya bisa hafal satu kalimat
biasanya aku kasih clue kalau saya diawal dan dia menyambungkan huruf selanjutnya. Seperti mika surah annas, alfalaq dan alikhalas dan terakhir allahab itu yang cepat kak. Biasanya kalau mulai belajar saya evaluasi hafalan sebelumnya.
2. Strategi Komunikasi Instruksional KhorizaAnzana
Miss Riza menentukan strategi komunikasi instruksional pada peserta didik disesuaikan dengan karakter anak usia dini. Strategi komunikasi instruksionalMiss Riza kepada peserta didik menggunakan komunikasi yang mudah dimengerti anak-anak, nada suara yang disesuaikan kepada anak-anak. Menempatkan peran seorang guru menurut Miss Riza itu sangat penting sehingga menentukan strategi komunikasi instruksional bahwasanya guru sebagai pembimbing (counsellor) dan pribadi (person). Pembimbing menurut Miss Riza seorang guru dapat membimbing sang anak menjadi pribadi yang baik tidak hanya memberikan pengetahuan (Kognitif) melainkan sosial kepada anak dalam perkembangan anak usia dini. Mengenalkan kepada peserta didik anak usia dini kenapa anak perempuan itu harus pake jilbab. Keterampilan motorik seperti menulis abjad dan tulisan arab dari penulisan yang simpel menuju penulisan yang kongkrit.
Merupakan perkembangan yang harus terus diekspor pada anak usia dini baik perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor dapat berkembang sesuai dengann umur masing-masing anak.
Perkembangan ngaji insyallah ada, seperti kenapa anak perempuan itu harus pake jilbab, dan nambah hafalan setelah makan. Keterampilan motorik nulis abjad atau nulis nama dan akhirnya bisa nulis yang sebelum bisa nulis.
Strategi komunikasi instruksional yang dilakukan Miss Riza terhadap anak usia dini guru sebagai pribadi lebih banyak memahami psikologi sang anak. Miss Riza memberikan pembelajaran pada anak usia dini yang masih malu untuk berbicara memberikan pengertian yang bersifat slowly atau secara pelan sehinggasang anak mau untuk berbicara kepada Miss Riza atau bagaimana berbicarayang baik kepada orang lebih dewasa sehingga sebagai guru bisa memberikan contoh teladan yang baik pada anak usia dini.
Strategi lain yang dilakukan Miss Riza dalam pembelajaran Alquran pada anak usia dini bersifat efektif dikarenakan setiap anak usia dini yang cenderung bermain dilakukan dengan memberi waktu kapan belajar terlebih dahulu dan kapan waktu bermain. Waktu belajar itu seperti pengenalan huruf hijaiyah dan bermain biasanya Miss Riza memberikan materi tambahan yaitu Fun learning activity seperti menggambar, crafting (menempel) atau bermain dengan game interaktif.
Kondusif itu kesannya lebih ngikut kita sih kak. Biasanya diawal aku bilangin nanti kita ngaji dulu habis halaman sekian nanti main kemudian habis main baru belajar lagi. Dan baru itu kita craftingdan tergantung kita menyampaikannya.
3. Hambatan Komunikasi Instruksional Khoriza Anzana
Berkomunikasi membutuhkan peran komunikator dan komunikan yang aktif agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh sang komunikan. Hambatan komunikasi instruksionalMiss Riza terhadap anak usia dini ialah komunikasi itu
sendiri. Menghadapi karakter sang anak yang terbilang cukup muda menjadi hambatan terlebih jika sang anak yang pemalu jika tidanya oleh Miss Riza tidak menjawab atau bagian anak yang berbicara masih cadel menyebabkan miskomunikasi terhadap sang guru dan membutuhkan peran orang tua untuk menjelaskan lebih kongkrit terhadap anak usia dini kepada guru itu sendiri. Anak
sendiri. Menghadapi karakter sang anak yang terbilang cukup muda menjadi hambatan terlebih jika sang anak yang pemalu jika tidanya oleh Miss Riza tidak menjawab atau bagian anak yang berbicara masih cadel menyebabkan miskomunikasi terhadap sang guru dan membutuhkan peran orang tua untuk menjelaskan lebih kongkrit terhadap anak usia dini kepada guru itu sendiri. Anak