• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam menguji keabsahan suatu hasil penenlitian adalah menggunakan Triangulasi. Triangulasi ialah teknik pemeriksaan keabsahan data merupakan teknik yang digunakan peneliti untuk mengkaji kebenaran data yang di peroleh

dan dilaporan dalam hasil penelitian dengan keadaan objek di lapangan sesungguhnya. Triangulasi peneliti bisa berupa metode, teori, dan sumber data.

Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian merujuk pada teknik pemeriksaan data dengan teknik triangulasi (Iskandar, 2009:155). Langkah langkah yang dilakukan adalah:

a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara

b. Membandingkan apa yang dikatakan oleh seseorang di depan umum dengan apa yang diatakan secara pribadi.

c. Membandingkan apa yang dikatakan seseorang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.

d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain.

e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.

Adapun Informan triangulasi dalam penelitian ini terdiri dari ahli akademik guru PAUD yaitu memiliki kompetensi dalam pembelajaran Alqur‟an, berkompetensi dalam manajemen pendidikan, berkompetensi pada penanganan psikologi anak usia dini. Sedangkan informan yang menjawab kebenaran data berdasarkan proses belajar mengajar yaitu dari orang tua peserta didik Alif Iqra Medan. Pemilihan informan triangulasi ini berdasarkan orang yang mengalami langsung proses pembelajaran Alquran pada anak usia dini dan informan triangulasi dapat memberikan kebenaran data. Adapun rincian nama-nama informan sebagai berikut :

Tabel 3.6 Informan Triangulasi

No Nama Informan P/L Usia Status

1 MasmuhahOcha, S.Sos, M.Si

P 27 Business Development

4 Rini Azhary P 30 Orang tua Githa

Hanania

5 Novita Hendarso P 35 Orang tua Darius

Sumber : Peneliti

142

BAB IV

HASIL PENELITIAN 4.1 Proses Penelitian

Pada proses penelitian yang peneliti lakukan berdasarkan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan informan utama dan informan pendukung serta studi dokumen yang menyangkut fokus penelitian yang peneliti lakukan. Hal yang dilakukan pertama kali oleh peneliti ialah mewawancarai kepada guru yang memiliki intensitas waktu mengajar privat yang tinggi di Alif Iqra Medan dengan jumlah 6 guru kemudian memberikan pertanyaan yang dalam kepada informan pendukung terkait Alif Iqra Pusat yang berada di Jakarta baik berupa latar belakang berdirinya Alif Iqra dan Alif Iqra cabang di beberapa Kota besar di Indonesia beserta stuktur organisasi yang menghubungkan Alif Iqra pusat dengan Alif Iqra Medan. Peneliti juga memberikan pertanyaan secara detail terhadap wali murid yang memilili anak usia dini dengan status murid aktif yang juga memiliki intensitas belajar privat dengan jumlah pertemuan lebih dari 50 pertemuan secara paket intensif.

Hal pertama yang dilakukan peneliti dalam teknik pengumpulan data ialah wawancara mendalam kepada 6 informan utama. Informan utama yang sebagai subyek penelitian peneliti merupakan guru yang memiliki intensitas mengajar mengaji anak usia dini dimulai pada tanggal 15 Agustus 2020. Pada proses penelitian, peneliti juga menggunakan alat wawancara dalam bentuk rekam suara yang dilakukan peneliti sebagai bukti wawancara yang telah dilakukan peneliti

dalam kajian penelitian berlangsung. Proses wawancara bersifat tatap muka, menggunakan alat telphon dengan suasana wawancara yang dalam dan santai.

Peneliti melakukan wanwancara seperti ini agar wawancara mendalam ini dapat menjadi sumber wawancara mendalam dan tidak bersifat data yang tidak berkembang atau jenuh sehingga hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan informasi baru untuk menambah pengatahuan terkait komunikasi Instruksional Anak Usia Dini dalam pembelajaran sebagai sumber refensi yang akurat.

Kedua, peneliti melakukan triangulasi data dengan menanyakan petanyaan kepada Alif Iqra pusat yang mengerti terkait pembelajaran Alquran dengan pengembangan metode, kurikulum dan praktek pada anak usia dini. Sumber triangulasi data yang kedua peneliti melakukan wawancara terhadap wali murid yang memiliki anak usia dini berumur 4 tahun sebagai status murid aktif yang dilakukan secara tatap muka dan online juga memiliki intensitas dalam belajar dengan lebih dari 50 kali pertemuan. Berdasarkan data yang diperoleh jumlah peserta didik dari kalngan anak usia dini umur kurang lebih 3 tahun berjumlah dua orang, umur 4 tahu berjumlah 15 orang , umur 5 tahun berjumlah 2 orang, Hal inilah yang membuat peneliti menetapkan kedua informan triangulasi selain itu juga informan yang menghadapi fokus penelitian peneliti terkait komunikasi Instruksional pembelajaran Alquran pada anak usia dini yang menguatkan pernyataan informan utama dan studi dokumentasi. Peneliti menyesuaikan kondisi saat Pandemi Covid dimanaa keadaan yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini melakukan phisical distancing dengan mengunakan wawancara melalui tatap

muka diantara peneliti dan informan serta mengunakan wawancara mengunakan telphon.

Ketiga, Peneliti melakukan studi dokumen berupa rekaman peristiwa sebagai alat dalam proses penelitain yang berfokus pada objek penelitian peneliti. Bentuk dokumen ini berupa transkip wawancara, foto proses pembelajaran anak, laporan paket hasil belajar anak dan buku terkait komunikasi anak usia dini, psikologi anak usia dini dan pembalajaran Alquran bagi anak usia dini. Bentuk dokumen ini dianalisa oleh peneliti yang berkaitan tentang proses komunikasi pembelajaran anak usia dini yang dilakukan guru privat dalam pembelajaran Alquran, dimana setiap guru dapat melakukan laporan setiap melakukan pertemuan dengan anak usia dini berupa foto dengan deskripsi materi yang diajarkan dan dilaporkan secara online melalui pesan grup center Alif Iqra Medan dan laporan bulanan yang dilakukan setiap selesai akhir paket pertemuan pembelajaran diantara guru dan murid sebagai bentuk hasil pembelajaran.

4.2 Deskripsi Lokasi Penelitian

Alif Iqra Medan merupakan cabang dari Alif Iqra yang berpusat di Jakarta.

Alif Iqra merupakan paltfoam aplikasi yang dikelola oleh PT. Sahabat Alif Indonesia bertujuan untuk mempertemukan murid dan guru mengaji yang kompeten dan berpengalaman. Berdirinya Alif Iqra privat ini berawal dari program home privat Alif School yang berjalan dengan sistem offline sejak 2016, permintaan privat dieberapa daerah semakin meningkat. Alif Iqra privat mulai merintis di akhir tahun 2018 sebagai wadah memudahkan orang tua menemukan guru ngaji yang sesuai dengan akses teknologi melalui sistem aplikasi. Lokasi Alif

Iqra Medan saat ini hanya berdasarkan sistem online dan diberi tanggung jawab kepada koordinator wilayah kota Medan. Koordinator wilayah Medan sebagai penghubung antara Alif Iqra pusat dan guru Alif Iqra Medan.

Alif Iqra bediri dibawah naungan Yayasan yang merupakan komunitas dakwah yang bergerak di bidang pendidikan, soisla dan entrepreneurship. Dengan berdirinya Alif Iqra privat wujud kontribusi untuk meningkatkan minat masyarakat baik anak-anak, remaja, dan dewasa agar tertarik belajar membaca Alquran dan mendalami pelajaran ibadah lainnya. Alif Iqra berdiri oleh gagasan Ibu Fenty Noverita bekerja sama dengan Al Ustadz Ahmad Muzakki Kamalie, Lc sebagai pembina Yayasan Sahabat Shalawat sehingga terbentuklah Alif School sebagai Taman Pendidikan Al Qur‟an yang dirancang modern dengan menunjang pembelajaran Alquran terkini, update dan inovasi mengikuti perkembangan pendidikan di Indonesia. Sehingga berkembanglah Alif Iqra sebagai pencarian guru privat berbasis home private dengan strategi Fun learning, Bilingual dan Intensive. Sejak berdirinya Alif Iqra privat yang berada dikota-kota besar seperti Medan, Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Pontianak, Pekanbaru, Makasar, Medan, Dempasar, Palembang dan Balikpapan.

Guru Alif Iqra keseluruhan yang tersebar diseluruh Indonesia berjumlah 300 guru.

Permintaan privat yang semakin meningkat pada tahun 2016 berjumlah 60 murid, 2017 berjumlah 115 murid, 2018 berjumlah 218 murid dan 2019 berjumlah 600 murid.

Alif Iqra memiliki visi dan misi diantaranya : Visi ialah menciptalan Generasi yang beragama dan berbudaya baik dan Misi ialah menyelenggarakan

pembelajaran Alquran dengan benar, menyenangkan, menghadirkan pembelajaran ibadah dengan baik dan mudah. Motto berdirinya Alif Iqra ialah mengenalkan Alquran lebih dekar dengan cara yang lebih akrab. Keunggulan Alif Iqra Privat ialah Pertama pembayaran yang mudah seperti pembayaran yang dilakukan dengan internet banking dan bank transfer, indomart, alfamart terdekat.

Pembayaran aman dan mudah karena melalui sistem auto verifikasi pembayaran, kedua laporan perkembangan pembelajaran ialah orang tua murid akan mendapatkan laporan pembelajaran setiap pertemuan dan foto terupdate dari guru, dan ketiga ialah metode yang menyenagkan/ Fun learning yaitu Alif Iqra menyelenggrakan pembelajaran Alquran dengan benar dan menyenangkan.

Beberapa strategi yang dilakukan antara lain: crafting, painting, colouring, Hijaiyah games dan puzzle, Islamic story movie, dan hafalan surat metode gerakan makna.

Alif Iqra memiliki beberapa program unggulan yaitu : pertama Program reguler, 1kali seminggu, kedua Program Intensive, 2 kali seminggu dan ketiga Full English. Dalam pengelolaan pembelajaran. ALIF IQRA memiliki beberapa kurikulum yaitu:

1. Materi pembelajaran dan materi penunjang dengan kombinasi berbagai macam media fun leaning. Metode pembelajarannya sendiri menggunakan tilawati al qur‟an dengan ciri khas penggunakan “Nada Rost”. Penggunaan nada /irama dalam proses pembelajaran ini terbukti (British Council) membantu baik bayi, anak-anak, hingga orang dewasa dalam mengingat dan menguasai huruf atau suku kata baru.

2. Materi penunjang: Hafalan surat-surat pilihan, Doa harian, praktik ibadah, cerita 25 nabi, Islamic Studies- Pengetahuan Dasar dalam Islam (Rukun Islam, rukun iman, dll). Character Building melalui kisah-kisah moral yang dipilih dari al qur‟am dan hadist. Asma‟ul husna.

Materi tersebut dibagi dalam klasifikasi tingkat dengan target pencapaian hasilnya rata-rata dalam 45 pertemuan yaitu pre basic (2-4 tahun), basic (tilawati 1-2), intermediate (tilawati 3-4), advance (tilawati 5-6), dan excellent (Alquran dan tajwid).

Adapun struktur organisasi dari Alif Iqra ke Alif Iqra Medan sebagai berikut :

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Alif Iqra Sumber : Alif Iqra, 2020

4.3 Temuan Penelitian

Peneliti telah melakukan proses penelitian, sehingga menemukan temuan penelitian dari tahap wawancara mendalam dan dokumentasi yang diperuntukkan pada fokus penelitian peneliti. Komunikasi instruksional guru privat pada anak usia dini dalam pembelajaran Alquran yang dijabarkan berdasarkan proses komunikasi instruksional, strategi komunikasi instruksional dan hambatan komunikasi instruksional guru privat pada anak usia dini dalam pembelajaran Alquran. Hasil temuan penelitian ini diperoleh peneliti dari beberapa tahapan dan direduksi sesuai kebutuhan peneliti, sehinga data yang ditemukan disesuaikan pada fokus penelitian dan tujuan penelitian peneliti yang telah tercantum pada pembahasan Bab I. Hasil penelitian dilakukan secara bertahap sesuai dengan teknik analisis data yang tercantum dan dijabarkan peneliti sehingga dideskripsikan dengan sistem pengolahan data secara terperinci dan dianalisa secara teliti. Temuan penelitian ini dikondisikan pada saat pandemi covid-19 dengan sistem wawancara yang mendalam menggunakan tatap muka dan telephone selular.

Proses penelitian yang berlangusng dilakukan peneliti dengan melakukan tahapan-tahapan yang yang terstruktur hingga tahapan analisa mendalam sebagai berikut:

1. Mempersiapkan pedoman wawancara yang disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian guna mendapatkan hasil penelitian yang diharapkan.

2. Melakukan wawancara secara dalam terhadap pendidik Alif Iqra Medan, wali murid Alif Iqra Medan, dan beberapa informan yang dipilih sesuai kebutuhan peneliti.

3. Melakukan studi dokumen yang berkaitan dengan rekaman peristiwa dalam bentuk percakapaan dan dianalisa peneliti secara seksama guna memperkuat penelitian peneliti sehingga menghasilkan penelitian yang sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian.

4. Dari hasil wawancara menggunakan rekaman peristiwa di transkip dengan mendeskripsikan secara jelas sesuai data yang didapatkan dilapangan.

4.3.1 Deskripsi Informan Utama 1) Lina Wati

Lina Wati yang disapa peserta didik Alif Iqra dengan sebutan Miss Lina merupakan mahasiswa tingkat akhir ekonomi pembangunan di Universitas Sumatera Utara. Miss Lina merupakan pengajar yang sangat suka anak kecil dan merupakan sosok orang yang lembut. Hal ini terlihat ketika Miss Lina sedang dalam proses pembelajaran pada anak usia dini memiliki hubungan yang dekat pada peserta didik. Beliau masuk sebagai pengajar privat Alif Iqra Medan pada tahun 2019. Miss Lina terjun sebagai pendidik Alif Iqra yang mengajarkan pembelajaran Alquran ternyata memiliki pendidikan agama yang didapatkan di rumah dan sekolah formal dari mulai madrasah ibtidaiyyah, madrasah tsanawiyah hingga tingkat madrasah aliyah. 12 tahun belajar Miss Lina mendapatkan pendidikan agama di sekolah islam merupakan bekal dasar memahami fiqh, akidah akhlaq, sejarah kebudayaan islam dan Alquran hadist. Pengalaman mengajar Miss Lina pun dimulai dari rumah dikarenakan Miss Lina mengajar mengaji kepada orang-orang terdekat seperti keponakan dan tetangga rumah. Miss Lina mengajar dengan senang hati terlihat komunikasi yang aktif terjalin dengan peserta didik. Hal ini disesuaikan beberapa pernyataan Miss Lina pada tanggal 25 agustus 2020 :

1. Proses Komunikasi Instruksional Lina Wati

Dalam menyiapkan pembelajaran sebelum proses belajar mengajar, Miss Lina menyiapkan materi pembelajaran susuai kurikulum yang telah tersedia berdasarkan modul guru Alif Iqra. Hal yang perlu dipersiapkan ialah materi Fun learning yaitu seperti crafting, mewarnai atau game. Fun learning activity yang dilakukan Miss Lina dipersiapkan sesuai materi yang telah dikirimkan oleh Tim Akademik Alif Iqra yang dikirimkan di grup Whatssup. Saat pembelajaran berlangsung,Miss Lina dengan peserta didik melakukan game tebakan huruf hijaiyah. Miss Lina cukup mengerti keadaan peserta didik anak usia dini.Hal ini terlihat saat mood belajar anak sedang bosan Miss Lina beralih pembelajaran dengan buku dengan pemisalan suara agar peserta didik kembali semangat dengan mencontohkan bunyi huruf seperti tertawa berarti huruf Ha. Untuk hafalan doa dan surah Miss Lina menyesuaikan dengan kebutuhan murid yang ada di sekolah.

Metode pengulangan atau murajaah yang ditekankan dalam pembelajaran privat oleh Umi Lina dikarenakan peserta didik sudah menempuh pendidikan formal di Sekolah Islam Al-Amjad.

Miss Lina dan peserta didik memiliki komunikasi yang baik.Hal ini terlihat ketika Miss Lina menangani langsung saat anak sudah mulai bosan belajar akan ada selingan belajar sambil bermain seperi bermain swit dimana jika peserta didik kalah bermain maka harus mengaji atau mengikuti kemauan saya hal ini berlaku sebaliknya. Pembelajaran Alquran yang dilakukan Miss Lina dan peserta didik tidak hanya membaca Alquran, tetapi ada materi-materi tambahan seperti hafalan doa harian, surah, pemahaman akidah, fiqh ibadah dan materi Fun learning.

Perkembangan peserta didik pada anak usia dini yang diampu oleh Miss Lina tidak hanya berdasarkan perkembangan kognitif saja namun afektif sang anak pun ikut berkembang.Hal ini bersamaan saat peserta didik menanyakan tentang siapa Allah dan suara Azan,“apa kah itu suara Allah”. Pertanyaan ini berkaitan tentang ketuhanan sehingga Miss Lina menjawab dengan “Allah itu ada di kaki langit danada dihati kita, Tidak terlihat. Tidak semuanya sesuatu yang terlihat seperti menghembuskan nafas.“

Saya menyiapkan hari ini belajar apa dan saya cocokan sesuai dengan modul.

Persiapan crafting saja kalau belajarnya ngalir aja kak. Anaknya suka cerita kak jadi gak ada persiapan lainnya. Anak murid saya ini kooperatif,cuma mudah bosan jadi pas saya ngajar biasanya main tebakan huruf dan kalau dia uda bosan mengulang menggunakan buku dengan tebakan dan permisalan jika ketawa berarti Ha. Kalau melambaikan tangan itu huruf Da (trik mengulang). Terkadang diawal lupa, jika disebutkan dia baru ingat. Kalo lagi malas biasanya agak sulit mengucapkan huruf dan kalau lupa dia pasti langsung memberitahu saya jika lupa lagi saya menggunakan trik yang lain biasanya menggunakan isyarat.

2. Strategi Komunikasi Instruksional

Strategi komunikasi Instruksional yang dilakukan Miss Lina terhadap peserta didik ialah dengan menggunakan game edukasi dan interaktif. Anak usia dini ialah karakter anak yang cenderung lebih suka bermain daripada belajar sehingga strategi komunikasi instruksional Miss Lina ialah bermain sambil belajar. Hal ini diperlihatkan Miss Lina mengerti dan paham keadaan psikologi anak yang mudah bosan namun peserta didik juga sangat koperatif artinya sang anak sudah dapat menerima pembelajaran dengan baik (fokus) namun kebosanan kerap terjadi sehingga efektifitas komunikasi instruksional Miss Lina menggunakan strategi bermain sambil belajar.

Materi yang mudah anak murid saya mau ngikutin saya kak. Dan lebih suka game dari pada crafting kalau buat crafting yang susah lama-lama bosen dan buat versi dia sendiri. Game yang disukain sambil murajaah. Mewarnai dia lebih suka

3. Hambatan Komunikasi Instruksional

Proses komunikasi instruksional tidak serta-merta pembelajaran berlangsung dengan baik. Hambatan kerap terjadi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan Miss Lina yaitu hambatan internal seperti daya ingat sang anak itu sendiri. Materi yang disampaikan Miss Lina terhadap peserta didik seperti doa harian dan hafalan surah yang menjadi suatu hambatan dalam proses belajar mengajar ananda belum bisa membaca hafalan itu sendiri sehingga saat memulai hafalan ia kerap diberi tahu bacaan awal (pancingan) agar kembali ingat bacaannya sehingga peserta didik bisa meneruskan kembali hafalannya dan dibantu oleh Miss Lina.

Hambatan eksternal tidak ada. Kalau internal anak saya gampang nurutin hanya sulit mengingat kak, kalau badmood jarang itupun kalau ketiduran dan kalau ngaji rasanya pengen cepat.

2) Ika Muslimah, S.Pd

Miss Ika merupakan Guru Alif Iqra Medan yang bergabung pada tahun 2019.

Miss Ika merupakan sarjana Universitas Islam Sumatera Utara fakultas pendidikan anak usia dini. Saat ini Miss Ika juga mengajar di PAUD Anbata dengan kurang lebih 3 tahun. Pengalaman mengajar Miss Ika dalam mengajar tak hanya di sekolah tapi dengan pengajaran privat di rumah-rumah. Berdasarkan pengalaman Miss Ika yang memiliki jadwal yang padat baik di sekolah dan privat

pribadi Miss Ika ikut serta bergabung menjadi guru privat mengaji di Alif Iqra Medan. Jadwal pengajaran Miss Ika di Alif Iqra ditentukan pada hari-hari libur yaitu sabtu dan minggu. Pendidikan dasar agama Miss Ika didapatkan saat dibangku SMP yaitu sekolah islam yang disebut tsanawiyah hingga beliau duduk dibangku perkuliahan di Universitas Islam Sumatera Utara. Keinginan dan tekad Miss Ika ini lah bentuk pengaplikasian ilmu terjun di dunia anak usia dini, selain dengan background pendidikan anak usia dini melihat perkembangan anak didik Miss Ika cukup bahagia dengan bertemu dan tumbuh berkembang atas dorongan dari beliau sendiri.

1. Proses Komunikasi Instruksional Ika Muslimah

Proses komunikasi instruksional mempengaruhi hasil pesan atau feedback yang akan dicapai. Komunikasi instruksional yang baik memiliki tahapan awal yang harus diperhatikan. Hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses belajar mengajar berlangsung yang dilakukan Miss Ika ialah persiapan fisik, media belajar dan alat-alat belajar. Miss Ika sebelum mempersiapkan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik ialah mengetahui karakter sang anak. Anak usia dini memiliki karakter yang berbeda-beda, mengetahui karakter sang anak akan mempermudah Miss Ika dalam menunjang pembelajaran Alquran berlangsung.

Peserta didik Miss Ika merupakan anaknya ingin tahu lebih dan begitu asik. Untuk media pembelajaran yang disukai ialah crafting activity yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Pertama-tama yang dilakukan Miss Ika dalam pembelajaran Alquran ilah membaca bismilah bersama-sama, membuka buku tilawati PAUD dan Miss Ika menunjuk huruf yang ingin dibaca. Dikarenakan peserta didik sudah mengerti bacaan hurufnya, pembelajaran berlangsung bersifat student center oriented atau berpusat ke murid. Guna memperkuat bacaan huruf hijaiyah peserta didik,Miss Ika mengintruksikan bacaan Alquran dengan mengggunakan game learning yaitu Find Me Hijaiyah letters dengan menyembunyikan kartu-kartu hijaiyah ke beberapa sudut ruangan yang dilakukkan Miss Ika kemudian menutup mata peserta didik kemudian mencari dan

jika menemukan huruf hijaiyah peserta didik membacakan huruf tersebut dengan bacaan yang lantang kepada Miss Ika.

Biasanya saya menyuruh membaca bismillah dahulu sebelum mengaji kemudian menunjuk buku terkait huruf yang ingin dibaca “ ini huruf apa”?

dan dia udah bisa membaca sendiri. Agar memperkuat huruf hijaiyah diakhir mengaji kami bermain find me hijaiyah kak.

Pembelajaran Alquran yang dilakukan MissIka kepada peserta didiknya diperkuat dengan materi-materi pendukung seperti Fun learning activity sebagai materi yang disenangi anak usia dini, hafalan surah, doa harian dan fiqh ibadah.

Miss Ika mengintruksikan hafalan surah atau doa kepada peserta didik dengan membaca secara klasikal yang dibacakan oleh Miss Ika hingga pengulangan 3 kali sampai bisa dibaca oleh peserta didik bersama-sama dengan Miss Ika. Namun sesekali, Miss Ika memberhentikan bacaan ditengah-tengah bacaan guna melihat daya ingat sang anak dan kemudian diteruskan oleh peserta didik bacaan yang dihafalkan bersama-sama diantara peserta didik dan Miss Ika.

2. Strategi komunikasi Instruksional

Strategi komunikasi Instruksional yang dilakukan seorang guru terhadap peserta didik membutuhkan strategi yang tepat. Terlebih mengajarkan pembelajaran anak usia dini seorang guru harus memiliki cara menyempaikan pesan yang sesuai terhadap peserta didik. Strategi komunikasi instruksional yang dilakukan Miss Ika terhadap peserta didiknya yang tergolong anak usia dini menempatkan strategi bahwasanya guru merupakan pembimbing atau teacher as counsellor. Dengan memahami guru sebagai pembimbing Miss Ika dapat