BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Deskripsi Kemampuan Awal Keterampilan Sosia
Sebelum dilaksanakannya perlakuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa-siswi kelas IV, terlebih dulu dilaksanakan pengukuruan keterampilan sosial siswa dengan melakukan tes. Data dari tes tersebut berupa angka yang di peroleh melalui penilaian guru atau peneliti. Instrument tes tersebut disusun berdasarkan indikator yang ingin di teliti berupa keterampilan berkomunikasi dan keterampilan bekerjasama siswa yang terdiri dari 15 item keterampilan yang di nilai. Berikut ini ialah hasil pengamatan kemampuan awal keterampilan sosial dari siswa-siswi kelas IV SD di SLB Negeri 2 Bantul:
a. Subjek 1 (ACR)
Siswa memiliki kemampuan yang baik dalam berbicara dan berbahasa yang termasuk salah satu bagian dari komunikasi, namun pada kemampuan bekerjasama dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran, siswa memiliki keterampilan yang masih kurang. Di luar kegiatan pembelajaran, terlihat saat jam istirahat siswa bermain dengan siswi-siswi dari kelas lain yang sebagian besar lebih tua dari ACR, namun siswa juga lebih sering bermain dengan Handphone
miliknya begitu pula dengan teman-teman lainnya. ACR juga sangat jarang terlihat bermain dengan YNM yang merupakan satu-satunya rekan perempuan siswa di kelas.
Hasil tes keterampilan sosial siswa juga menunjukkan nilai yang masih dibawah standar. ACR banyak mendapat nilai rendah pada
indikator keterampilan berkomunikasi seperti pada keterampilan memberikan pendapat tentang suatu masalah, mendengarkan ketika siswa lain sedang berbicara serta member masukan terhadap pendapat teman, sedangkan pada keterampilan bekerja sama siswa mendapat nilai yang rendah pada item membantu teman yang mengalami kesulitan menyelesaikan tugasnya. Dari hasil tersebut menunjukkan sikap ACR yang kurang perhatian pada lingkungan sekitarnya.
Total skor yang di peroleh siswa ialah 16 dari total skor 30 yang dapat diperoleh dengan nilai pre test yaitu 53,3%. Nilai tersebut masih lebih rendah dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan yaitu nilai 60%.
b. Subjek 2 (VAP)
AVP merupakan siswa yang juga masih kurang dalam keterampilan sosial dengan siswa lain di kelas. Siswa selalu kurang percaya diri pada kemampuan yang dimilikinya, ia selalu berkata sulit dan tidak bisa setiap kali guru memberika tugas kepadanya walaupun sesungguhnya siswa mampu. Ketika VAP diminta guru atau peneliti membantu teman yang lain, ia akan langsung mengambil tugas temannya dan menyelesaikan tugas tersebut sendiri tanpa berkata apapun untuk membantu atau ketika siswa mengambil tugas tersebut. Siswa termasuk siswa yang aktif berbicara dan merespon di kelas, namun respon siswa biasanya tidak sesuai dengan bahasan dan mulai mengalihkan bahasan.
Hasil pre test menunjukkan pada keterampilan bekerja sama, siswa selalu membutuhkan bantuan/perintah/diingatkan oleh guru untuk melaksanakan setiap item keterampilan bekerja sama. Pada keterampilan berkomunikasi, siswa memperoleh nilai yang kurang baik pada item mendengarkan ketika siswa lain sedang berbicara dan memberi masukan terhadap pendapat teman, hal tersebut dikarenakan perhatian siswa yang mudah teralihkan oleh hal lain yang menyebabkan siswa sulit fokus pada penjelasan guru dan pembahasan yang sedang di bahas dalam kelas.
c. Subjek 3 (YNM)
YNM merupakan siswa paling pendiam dan paling jarang berinteraksi dengan siswa lain, ia sebagian besar menghabiskan waktunya dengan berdiam diri. Siswa jarang pertanyaan yang memang di tujukan kepadanya, dan siswa sama sekali tidak akan bereaksi pada penjelasan guru yang di tujukan pada semua siswa. Siswa sering kali hanya melaksanakan tugas yang berhubungan dengan kegiatan harian pembelajaran di kelas seperti kegiatan menulis dan menyelesaikan tugas seperti contoh, setelah itu siswa akan diam kembali dan hanya melihat sekitar tanpa ikut bermain dengan teman lainnya.
Hasil pre test keterampilan sosial siswa menunjukkan nilai yang masih kurang pada hampir semua item tes. Pada keterampilan bekerja sama, siswa memperoleh nilai baik pada penerimaan
pembagian tugas oleh guru, namun siswa selalu memperoleh bantuan dari guru dalam hal pembagian tugas dan penyelesaian tugas, kemudian mendapat nilai buruk pada item membantu teman yang mengalami kesulitan menyelesaikan tugasnya. Pada keterampilan berkomunikasi, siswa tidak pernah member pendapat tentang suatu masalah, member masukan dan menerima masukan siswa lain karena siswa hanya diam, untuk mendengarkan pendapat siswa lain juga siswa harus diingatkan guru.
d. Subjek 4 (WH)
Siswa memiliki keterampilan yang baik dalam berbagai indikator dalam item keterampilan sosial yang ada, WH akan dengan kesadaran sendiri menjelaskan pembagian tugas pada teman yang lain, menyelesaikan tugasnya dan membantu teman menyelesaikan tugasnya. Siswa juga merupakan pendengar yang baik dimana siswa selalu mendengarkan ketika siswa lain maupun guru yang sedang berbicara serta memberi masukan terhadap pendapat teman. Siswa hanya mendapat bantuan guru pada item member pendapat tentang suatu masalah dan menerima masukan siswa lain karena siswa hanya diam ketika di komentari oleh guru ataupun siswa lain. Hal tersebut tampak dari nilai pre test siswa yang telah melebihi nilai KKM yaitu memperoleh nilai 70%.
Secara keseluruhan, data keterampilan sosial awal dari siswa-siswi kelas IV sekolah dasar dari hasil tes kemampuan awal yang dilaksanakan yaitu:
Tabel 4.1. Nilai Pre test keterampilan sosial Anak tunarungu
No Subjek Skor Nilai (%) Predikat
1. ACR 16 53,3 Kurang sekali
2. VAP 16 53,3 Kurang Sekali
3. YNM 10 33,3 Kurang sekali
4. WH 21 70 Cukup
Dari data hasil tes tersebut diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki keterampilan sosial yang masih rendah bahkan termasuk pada predikat “Kurang Sekali”. Oleh karena itu diperlukan adanya usaha untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa-siswi tersebut, salah satunya ialah dengan menggunakan pembelajaran kolaboratif.
4. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian